(MP) Long Weekend di Bandung

Date : Jan 27′ 09

Hari Sabtu minggu lalu, pas lagi ngajar ekskul di salah satu SMU, adik sepupu gue sms dan ngajakin untuk menghabiskan long weekend libur Imlek tahun ini di Bandung. Pas pertama di-sms, gue masih agak ragu n nyuruh dia untuk ngajak adik-2 sepupu gue yang lain biar bisa berangkat beramai-ramai. Tapi, pas di tengah jalan waktu pulang ngajar, gue pikir kenapa ga pergi aja walaupun cuma berdua dengan adik sepupu gue yang pertama ngajak itu. Karena kebetulan gue ada budget n emang udah rencana dari dulu mo wisata kuliner di Bandung, tapi belum kesampaian. Akhirnya, singkat kata kami pun memutuskan untuk berangkat ber-2 aja dengan menggunakan bis.

Minggu, 25 Januari 2009

Kami berangkat sekitar jam 8 pagi dan tiba di Bandung sekitar pkl. 1/2 11. Setelah sampai di terminal Leuwi Panjang, kami menuju Bandung Super Mall tempat kami janjian dengan adik sepupu gue yang tinggal di Bandung.

Karena sudah waktunya makan siang, kami pun memutuskan untuk makan siang. Dan karena saat itu gue lagi pengen makan mie kocok, kami pun menuju Mih Kocok Mang Dadeng di daerah Jln. K.H. Ahmad Dahlan. Setelah puas, kami menuju ke arah Stasiun Bandung untuk beli tiket KA keesokan harinya karena gue n adik sepupu gue yang dari Jkt belum pernah naik kereta Jkt-Bandung atau sebaliknya. Setelah nunggu beberapa saat, ternyata tiket yang bisa dipesan untuk besok sudah habis, jadi kalau mau pulang naik kereta maka besok kami harus datang lagi minimal satu jam sebelum keberangkatan. Ya wis, kami pun berencana untuk kembali lagi besok.

Dari stasiun, kami menuju CIWALK karena adik sepupu gue yang tinggal di Bdg janjian nonton film bareng teman kuliah dan para juniornya. Kami memutuskan untuk nonton film “Pintu Terlarang” yang dibintangi oleh Fachri Albar dan Marsha Timothy. Sebenarnya menurut gue film ini bagus, cuma endingnya yang bikin kecewa. Just my opinion ya…Silahkan nonton sendiri kalo penasaran….)

Setelah nonton, kami pulang ke rumah sepupu gue tersebut dan makan malam. Secara tujuan gue ke Bandung adalah untuk wisata kuliner, maka walaupun makan malam sudah disantap, perut ini tetap minta untuk diisi dengan makanan khas Bandung..

Maka kami pun menuju warung kaki lima yang menjual roti bakar. Gue ga jadi makan roti bakarnya secara pas liat porsinya tenyata gede banget n dipenuhi oleh keju dan gue ga suka keju..Akhirnya pilihan jatuh ke pisang bakar coklat. Selesai makan, kami beranjak pulang karena badan yang sudah sangat letih dan mata yang mengantuk.

Senin, 26 Januari 2009

Gong Xi Fat Choi….Selamat tahun baru Imlek bagi yang merayakan.

                                                                       

Tujuan pertama kami hari ini adalah ke Gedung Sate. Walaupun udah sarapan sebelum berangkat, tetap aja pas ngelihat tukang jualan makanan di depan Gedung Sate, hati ini tergoda…he..he..ingat ya, tujuan gue ke Bdg emang wisata kuliner jadi don’t blame me OK…Pilihan jatuh pada satu porsi gulai ketupat dan satu teh botol (Apapun makanannya, minumnya teh botol ya....). Setelah puas sarapan ke-2, dimulailah sesi foto di depan Gedung Sate dan lapangan Gasibu. Setelah puas foto-foto, kami menuju toko kopi “AROMA” yang merupakan toko kopi khas Bandung untuk membeli titipan bos adik sepupu gue.

Setelah selesai membeli kopi, kami menuju Museum Konferensi Asia Afrika serta Jln. Braga. Di sini dimulailah sesi foto-foto yang ke-2. Setelah puas foto-foto, gue ngajakin adik sepupu gue yang tinggal di Bandung untuk main golf karena dia sedang latihan untuk jadi pegolf profesional..he..he…(Amiinnn), n gue juga penasaran gimana rasanya main golf tersebut. Lalu, kami pun menuju Siliwangi Golf untuk bermain driving range yaitu berlatih memukul bola golf tanpa dimasukkan ke dalam lubang.

Karena sudah waktu makan siang, kami pun meninggalkan tempat golf tersebut untuk mencari makan siang. Dan lagi-lagi karena gue pengen makan batagor goreng khas Bandung, maka pilihannya jatuh pada batagor KINGSLEY yang menurut gue yummi banget….Jadi ngiler lagi neeeh……emang enak banget deh n mak nyuuuussss kalo menurut Pak Bondan. Tetapi, menurut gue kalo batagor KINGSLEY ini dibawa pulang, rasanya udah ga seenak kalo kita makan di tempat. Karena mungkin kalo take away cuma digoreng 1/2 matang n harus digoreng lagi sehingga mungkin gurihnya jadi beda kali ya…

Setelah memenuhi hasrat untuk makan batagor KINGSLEY, kami menuju AMANDA yang sudah terkenal dengan browniesnya untuk membeli oleh-oleh. Setelah oleh-oleh dibeli, maka seperti rencana kami kemarin untuk pulang ke Jkt dengan menggunakan KA, lalu kami menuju St. Bandung untuk beli tiket. Tetapi, lagi-lagi ternyata kami kehabisan tiket. Maklum, long weekend gitchu lho…Ada sih tiket Parahyangan untuk jam 19.30 tapi gue takut kalo sampai Jkt-nya kemalaman dan loket tiket untuk jam 19.30 baru dibuka jam 17.00 Sedangkan saat itu masih sekitar jam 15.30-an gitu deh..Ogah banget nunggu 1 1/2 jam walaupun kami pasti dpt tiket karena saat itu kami sudah berada di antrian paling depan. Ya udah, back to plan B, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Jkt dengan menggunakan bis. Sampai di terminal Leuwi Panjang, kami langsung memilih untuk naik bis ARIMBI yang di dalamnya ada TV. Berangkat dari Leuwi Panjang sekitar jam 1/2 5-an. Perjalanan berlangsung lancar n tanpa kemacetan…Yokattadesu…soalnya gue udah takut aja kalo macet..he..he..N Alhamdulillah, kami sampai di Jkt sekitar pkl. 19.30…

What a perfect unplanning holiday…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s