Archive | November 2012

(MP) Ngaji Yuk Edisi 8 Juli 2012 :)

Date : Jul 18′ 12

Sedikit sharing dari pengajian yang saya ikuti di tgl. 8 Juli lalu dan kebetulan ditugaskan jadi bagian yang nyatat-nyatat 😀

Kalau ada yang salah, khususnya dalam pengutipan ayat, mohon dimaafkan ya 🙂

Assalamualaikum wr.wb,

Dalam Islam, diatur beberapa hal yang menjadi bagian dari perjanjian pra nikah. Hal-hal tersebut antara lain :
1. Aqidah (Visi dan misi).
2. Harta
3. Anak (Pola asuh anak atau bagaimana bila tidak mempunyai anak).
4. Perselingkuhan
5. Tidak boleh ada dusta antara suami istri.
6. Komunikasi.

Nafkah (Pendapatan)
Mengenai masalah pendapatan, pada dasarnya adalah “Harta istri adalah milik istri itu sendiri”. Tetapi, apabila sang istri memberikan nafkah kepada suami, maka pahala sang istri akan menjadi dua kali lipat. Sedangkan apabila seorang suami memberikan nafkah kepada istrinya, maka pahalanya adalah satu kali lipat. Yang perlu diingat suami istri adalah bahwa apabila mereka merasa memberi kontribusi kepada keluarga lebih besar, maka baik pahala suami atau istri tersebut akan hilang.

Komunikasi
Komunikasi antara suami istri bukan hanya terjalin antara suami istri itu saja, tetapi juga bagaimana suami istri tersebut bisa menjalin komunikasi dengan keluarga pasangannya.

Anak
Apabila seorang anak sudah akil baligh, maka sang orang tua wajib memberikan bimbingan kepada anak tersebut.
Contoh : Pada saat seorang anak laki-laki akan masuk masa akil baligh, orang tua wajib menjelaskan tentang “Mimpi Basah”.
Bagi orang tua, anak akan membawa pengaruh positif dan negatif.
Beberapa surat di dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang pengaruh positif anak bagi orang tua adalah ;
1. QS 37 : 100 –> Anak adalah anugerah terindah.
2. QS 4 : 9 –> Anak adalah generasi penerus.
3. QS 28 : 9 –> Anak adalah penyejuk mata.

Sedangkan beberapa surat di dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang pengaruh negatif anak bagi orang tua adalah :
1. QS 64 : 15 –> Anak sebagai cobaan bagi orang tua.
2. QS 17 : 64 –> Anak sebagai pintu untuk orang tua berbuat maksiat.

Oleh sebab itu, Allah SWT memerintahkan kita untuk mendidik anak sesuai ajaran Rasulullah SAW (QS 66 : 6). Apabila suami istri mempunyai visi dan misi yang sama, maka insya Allah keluarga suami istri tersebut akan menjadi seperti keluarga Nabi Ismail.

Allah SWT ingin kita melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman, bukan karena takut. Demikian halnya dalam mendidik anak (QS 18 : 29-31).

Tujuan utama orang tua menuntut ilmu setinggi-tingginya adalah untuk menjadi guru bagi anak-anaknya. Hal ini adalah karena orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak mereka.
Contoh orang tua yang berhasil : Nabi Luqman yang merupakan seorang budak dan berhasil mendidik anaknya (QS 31).

Tugas utama orang tua adalah untuk mengajarkan tentang Tuhan kepada anaknya (QS 31 : 13).

Tugas orang tua yang lain terhadap anak bisa dilihat pada QS 31 : 16-18 ;
Ayat 16 : Kita bisa membohongi orang lain, tetapi tidak bisa membohongi Allah karena Allah akan meminta pertanggungjawaban atas segala perbuatan kita di dunia.
Ayat 17 : Anak-anak diajarkan bahwa di luar rumah ada lingkungan yang tidak baik dan tidak sesuai ajaran di rumah.
Ayat 18 : Mengajarkan akhlaqul karimah kepada anak.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

(MP) A joke with my idol :)

Date : Jun 10′ 12

After a lot of jokes and laughes with him, this is my favourite twit from him :

Dr sore gathering-an trus lanjut mkn bakmi rame2 trus ngopi2 sambil keketawaan terus. Special “sorry” buat @Inong79 ma’af lahir batin :p
#gaberanifavoritinditwittersofavoritindisiniajaah:D
Update : Udah dijadiin favorit twit ding 😀 #infogakpenting 🙂

(MP) Sayounara, dear smiling shachou :-)

Though you went suddenly and didn`t say a formal goodbye for us last year,

And lots of unclear news that we heard about your reason to do that,

But still in our heart, you are the best shachou that we ever had 🙂

For me personally, I will always remember your smile ^_^

And I will always thank you for giving me a chance to make my dream came true 😀

Though we will not see again in this world, your kindness and smile will always be in my heart, smiling shachou…

^_^

(MP) My first backpacking trip with Muslimah Backpackers ^_^

Date : April 09′ 12

6, 7, dan 8 April yang lalu adalah salah satu tanggal yang saya tunggu-tunggu. Berawal dari ide Mbak Ima yang membuat grup MUSLIMAH BACKPACKERS di Facebook dan mengumumkan rencana backpackers ke daerah Bandung dan Garut. Entah kenapa, sejak pertama membaca pengumumannya di group tersebut, langsung merasa ingin berpartisipasi, walaupun pastinya saya belum pernah bertemu dengan Mbak Ima. Dan bahkan saya sampai harus meminta kepada adik saya untuk tidak merubah lagi tanggal acara lamarannya yang akan dilaksanakan seminggu sesudahnya supaya tidak bentrok dengan acara travel saya ini 😀

Pada awalnya, saya berencana berangkat ke Bandung dengan menggunakan moda kereta api pada hari Kamis malam dan menginap di rumah salah satu saudara yang rumahnya terletak sangat dekat dengan Saung Angklung Mang Udjo (SAU), yang merupakan tujuan pertama perjalanan travel writing trip kami. Tetapi, setelah melihat jadwal kereta, akhirnya saya memutuskan untuk naik travel saja di Jum’at pagi. Tetapi, karena salah perhitungan, tiket travel pun tak berhasil saya dapatkan 😦 Dan harapan terakhir pun dijatuhkan pada bis umum 🙂

Dan pada Jum’at pagi, perjalanan pun dimulai. Berawal dari Terminal Lebak Bulus pada jam 05.30, dan tiba di Bandung tepat jam 08.00 🙂 Sesuai perjanjian dengan Mbak Ima, dari terminal Leuwi Panjang, saya naik angkot menuju Carrefour SAMSAT. Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya berhasil juga kopi darat dengan Mbak Imazahra. Dan juga bertemu dengan 2 muslimah yang lain, Nila yang jauh-jauh datang dari Palangkaraya dan Siti yang datang dari Surabaya 🙂 Alhamdulillah kembali terucap karena kekhawatiran saya karena akan bertemu teman-teman yang baru pertama kali bertemu hilang begitu saja begitu mendengar canda tawa dan obrolan mereka di dalam mobil yang menjemput saya 🙂 Dan akhirnya lengkaplah pasukan “MUSLIMAH BACKPACKERS” (yang tidak hanya terdiri dari muslimah saja ternyata :D) sebanyak 7 orang yang terdiri dari Mbak Imazahra sebagai pemimpin tour, Mas Risyan (Suami Mbak Ima) sebagai pemandu tour, Mas Yainal, the photographer, saya, Nila, serta Siti sebagai peserta, dan Pak Wahyu yang setia mengantar kami berbackpacking ria 🙂

Awalnya, tujuan pertama dari travel writing ini adalah Saung Angklung Mang Udjo (SAU) yang terletak di daerah Jln. Padasuka. Tetapi, karena SAU hanya menerima tamu dengan jumlah minimal 100 orang pada jam yang kami inginkan (Sedangkan total kami hanyalah 7 orang :D), maka kami pun langsung mengarahkan mobil ke tujuan berikutnya, yaitu Cililin. Sebenarnya, saya sedikit kecewa dengan tidak jadinya kami pergi ke SAU, karena sejujurnya itu adalah salah satu tempat yang ingin saya kunjungi sejak dulu. Semoga nantinya akan ada kesempatan untuk berkunjung ke sana 🙂

Di tengah perjalanan menuju Cililin, tiba-tiba terbersit ide untuk menuju Kawah Putih di daerah Ciwideuy karena jaraknya yang lebih dekat dibandingkan ke Cililin. Akhirnya, ide tersebut pun disetujui, dan mobil pun diarahkan ke Kawah Putih. Alhamdulillah perjalanan menuju Kawah Putih sangat lancar dan memakan waktu lebih singkat dari yang diperkirakan. Tambahan lagi, cuaca saat itu sangat cerah, kabut yang tipis, serta air yang berwarna kehijauan menambah ceria suasana hati 🙂

The first Muslimah Backpackers members @ Kawah Putih 🙂

Setelah puas berfoto-foto di kawasan Kawah putih tersebut, akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali ke pusat kota Bandung demi mengejar waktu agar dapat kembali ke rencana semula, yaitu mengunjungi Saung Angklung Mang Udjo. Tetapi, ternyata karena keadaan jalan yang berlawanan 180 derajat dengan keadaan pada saat kami berangkat, maka keinginan untuk menyaksikan pertunjukan di saung angklung yang terkenal di manca negara tersebut tetap harus terkubur. Namun, saya percaya, suatu hari nanti keinginan saya untuk bisa menyaksikan pertunjukan di Saung Angklung Mang Udjo akan terwujud ^_^

Kemudian, kami pun beranjak menuju Garut setelah sebelumnya beristirahat dan shalat di sebuah mesjid. Sesampai di rumah penginapan di Garut, kami pun kembali beristirahat sejenak sambil menyantap hidangan mie instant yang telah disiapkan  oleh Mbak Ima. Setelah selesai, kami beranjak ke tujuan terakhir kami hari ini yaitu pemandian air panas (Indoor) Lembur Kuring. Kata Mbak Ima sih sebagai pemanasan untuk mandi air panas di area outdoor yang namanya Darajat Pass dan memiliki pemandangan yang lebih bagus. Saya yang awalnya malas-malasan untuk berenang, akhirnya tergoda juga untuk mencicipi hangatnya air di kolam tersebut berkat bujuk rayu sang pemimpin acara 😀 Pada saat menjelang waktu tutup kolam tersebut dan hanya tinggal kami berempat yang tersisa, kami pun melampiaskan jiwa narsisme kami dengan berbagai pose di kolam renang. Dan para petugas kolam renang tetap setia menunggu kami, para tamunya yang narsis-narsis ini 🙂 Waw,serasa kolam pribadi ^_^

Setelah puas bermain air di malam hari, kami pun beranjak untuk mencari santapan malam. Pilihan pun dijatuhkan pada sate ayam dan sate sapi yang berjualan di pinggir jalan. Sambil menunggu si abang tukang sate membuat sate-sate pesanan kami untuk dibawa pulang, Mbak Ima dan Siti pun melakukan proses wawancara dengan si abang tukang sate untuk menggali informasi lebih dalam sebagai bahan tulisan. Sedangkan Nila dan saya berbincang-bincang ringan dengan Mas Yainal sambil menikmati pemandangan Garut di malam hari. Setelah sate selesai dibuat, kami pun bergegas beranjak pulang untuk menikmatinya dan kemudian beristirahat 🙂

Keesokan paginya, setelah berbenah dan pamitan kepada si pemilik rumah, kami pun beranjak menuju tujuan kami berikutnya, kolam air panas Darajat Pass. Sebelumnya, tentunya kami menyempatkan sarapan dahulu di tengah perjalanan. Kali ini pilihannya adalah nasi kuning dan bubur ayam. Setelah perut terisi, kami pun melanjutkan ke Darajat Pass.

Before leaving to Darajat Pass 🙂

Sesampainya di Darajat Pass, ternyata lumayan juga sudah banyak orang yang memenuhi kolam-kolamnya. Seperti pada saat di Lembur Kuring, awalnya rasa malas menyerang saya untuk menceburkan diri ke kolam yang ramai tersebut:-) Tapi melihat semangat Mbak Ima, akhirnya saya pun ikut menceburkan diri di kolam. Hm, hangatnya air menghilangkan penat dan membangkitkan semangat 🙂 Setelah puas bermain-main di air, kami pun meninggalkan Darajat Pass menuju ke tujuan kami berikutnya, Pamengpeuk. Sebelum menuju Pamengpeuk, kami kembali mengisi perut dengan mie Yamin dan beristirahat sambil menunaikan kewajiban di sebuah mushalla yang ada di sebuah POM bensin.

Perjalanan menuju Pamengpeuk memakan waktu sekitar 2 1/2 jam. Jalan yang berliku membuat sebagian dari kami, termasuk saya, memutuskan untuk memejamkan mata. Di Pamengpeuk ini, kami akan menginap di rumah salah seorang penduduk lokal. Kami pun tiba di rumah tuan rumah kami di Pamengpeuk tepat pada saat adzan Maghrib berkumandang. Setelah berbincang dan makan malam bersama sang tuan rumah, kami pun beranjak untuk beristirahat 😀

Keesokan paginya, sang pemimpin acara backpacking aka Mbak Ima tiba-tiba memiliki ide untuk melihat sunrise di tepi pantai. Karena idenya tiba-tiba dan sebenarnya kami belum pada siap (he..he..he..), maka persiapan pun dilakukan dengan terburu-buru demi mengejar momen sang matahari terbit tersebut 😀 Kami pun menuju ke salah satu pantai terdekat, yaitu Sayang Heulang. Dan alhamdulillah, kami berhasil mengejar momen matahari terbit tersebut dan juga berfoto-foto ria di pantai tersebut 🙂

Sunrise @ Sayang Heulang Beach

Kemudian, kami kembali ke rumah untuk sarapan pagi dan bersiap-siap menuju pantai yang menjadi tujuan kami sebenarnya, Pantai Santolo. Di pantai Santolo ini, akhirnya untuk pertama kalinya saya merasakan kesenangan dan keseruan menaiki banana boat.  🙂 Tetapi, ternyata dibalik kesenangan dan keseruan tersebut, ada sedikit kesusahan yang terjadi setelah kami (Nila, Mas Risyan, dan saya) dijatuhkan ke air. Pada saat Nila dan mas Risyan dengan mudahnya naik kembali ke atas banana boat, saya harus bersusah payah untuk naik kembali ke atas boat tersebut dengan bantuan para pemandu yang juga bersusah payah menarik saya  😦   Hik..hik…maafkan saya ya, mas-mas pemandu. Dan terima kasih atas bantuannya 🙂 Akhirnya, setelah “dijatuhkan” untuk yang ke-3 kalinya, agar tidak menyusahkan yang lain, saya pun memutuskan untuk tidak naik kembali ke atas boat dan berenang menuju tepian 😀

Setelah puas bermain-main air (Dan berfoto ria pastinya :D), waktunya bersih-bersih dan makan siang di tepian pantai sambil masing-masing menikmati air kelapa muda yang diberikan sebagai bekal oleh tuan rumah kami. Dan akhirnya, waktunya pun tiba untuk meninggalkan Pamengpeuk dan pantai-pantai indahnya serta tuan rumah yang sangat ramah. Terima kasih untuk keindahan dan keramahanmu, Pamengpeuk 🙂

Kami pun kembali menuju Bandung dengan sebelumnya mampir terlebih dahulu di mesjid Agung dan alun-alun Garut. Waktunya wisata kuliner dan belanja oleh-oleh 🙂 Setelah puas berkeliling, akhirnya perjalanan menuju Bandung pun dilanjutkan. Perjalanan dari Garut ke arah Bandung yang macet dan tersendat-sendat serta beberapa kali telepon dari anggota keluarga selama perjalanan membuat saya sedikit gelisah 🙂 Dan akhirnya, tibalah kami di Cileunyi sekitar jam 10 malam. Saya pun berpisah dengan rombongan di Cileunyi untuk melanjutkan perjalanan dengan bis sampai ke Jakarta dan alhamdulillah tiba di Jakarta pada pukul 1 dinihari.

Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Mbak Ima yang telah berhasil membuat saya merasakan pengalaman backpacking pertama saya. Dan terima kasih juga untuk teman-teman baru saya : Nila, Siti, Mas Risyan, Mas Yainal, dan Pak Wahyu yang memberikan kenangan tak terlupakan sepanjang perjalanan backpacking ini. It was nice to meet you all, dear friends ^_^. Semoga kita bisa segera bertemu lagi di kesempatan dan petualangan backpacking yang lainnya 🙂

(MP) Ceritaku hari ini :)

Date :Apr 09′ 12

“Ceritaku hari ini” ala gue dimulai dengan kondisi badan gue yang dari kemarin sudah mulai panas dingin dan kehujanan pada waktu pulang kerja. Jadilah bangun pagi hari ini ditandai dengan keadaan tubuh yang masih panas dingin dan ditambah pilek 😦

Dan akhirnya gue berangkat kerja seperti biasa dengan kondisi tubuh seperti yang gue ceritain di atas. Karena gue gak ngira cairan dalam hidung gue akan aktif selama gue naik angkot, maka gue cuma bawa 2 lembar tissue dari rumah, dan terpaksa gue harus melakukan “pengontrolan” terhadap aktivitas hidung gue yang sedang giat “mengeluarmasukkan” cairan di hidung gue tersebut 😀 Dan alhamdulillah, setelah turun dari angkot, gue langsung nemu warung  dan memborong 2 pak tissue. Oh, senangnya bertemu denganmu, wahai tissue 🙂

Sampai di daerah Cengkareng, akibat hujan kemarin dan banjir, ternyata terjadi kemacetan dan tidak ada angkot atau kopaja yang lewat 😦 Akhirnya, gue pun memilih untuk naik ojek. Dan karena kondisi jalan yang di luar dari biasanya, maka mau tidak mau gue harus membayar ongkos dua kali lipat dari biasanya. It’s OKlah, dan alhamdulillah gue berhasil sampai tepat waktu di kantor. Terima kasih, abang ojek ^_^

“Hubungan” dengan abang ojek masih berlanjut pada saat pulang. Karena ada suatu urusan, maka gue memutuskan untuk kembali naik ojek demi memburu waktu. Tetapi, kali ini kejadiannya tidak semulus pagi harinya. Si abang tukang ojek memilih jalan yang tergenang air setinggi lutut dan kadang-kadang setinggi betis gue. Gue udah agak misruh-misruh dan kesal sama si abang ojek karena dia memilih jalan tersebut. Tetapi, karena dia juga udah agak tua dan dia bilang jalan yang lain juga sama saja, akhirnya mau gak mau gue coba sedikit menahan emosi dan bersabar serta berharap jangan sampai motornya mati or guenya jatuh. Sebagai akibatnya, kaki gue terendam air dan celana gue sedikit basah. Dan apa yang gue takutkan pun terjadi, motornya mati 😦 Dan si abang ojek dengan PD-nya minta gue untuk gak usah turun dan dia yang akan dorong motornya dengan gue berada di atasnya. Ada saat di mana si abang ojek hampir tergelincir jatuh dan gue udah pasrah juga kalo bakal jatuh ke air yang berwarna hitam kehijauan dan sangat bau itu 😦 Untungnya, tinggal sedikit lagi jarak ke tempat yang tidak tergenang air dan alhamdulillah kami berdua selamat tanpa terjatuh ke dalam air dan si motor bisa dihidupkan kembali 🙂

Alhamdulillah , gue pun sampai dengan selamat di rumah walaupun gue harus membatalkan urusan gue karena kondisi sepatu gue yang basah dan jadi rusak 😦  Think in positive way : Time to buy a new shoes for me….Yeyyyyy ^_^

(MP) Weekend activities :)

Date : Mar 18′ 12

This weekend was started with me watching Japanese dorama, both from the DVD and from internet website  And then at Saturday night, with my cousin, Kiki, I went to Taman Ismail Marzuki to watch a theater performance “Sie Jin Kwie di Negeri Sihir (Sie Jin Kwie in The Land of Magic)”, the last part of Sie Jin Kwie Trilogy. This last part of Sie Jin Kwie trilogy is presented for a whole month until March 31st by Teater Koma as a part of the 35 years anniversary of Teater Koma.

“Sie Jin Kwie in The Land of Magic is the final part of the Sie Jin Kwie trilogy. This is also the story of Sie Teng San, Sie Jin Kwie’s son., and Hwan Li Hoa, a mighty female general of Tartar. In the prophecies, Teng San and Li Hoa were meant to be together, but their path to happiness was filled with trials and tribulations which, instead, gave birth to a tragedy”.

(Quoted from the guidance book)

Though I didn`t watch the first and second part of the trilogy, this last part was interesting enough for me. Especially for the funny dialogues and the player of Sie Teng San character….He is handsome 😀

Then, in Sunday afternoon, I finally met my ex elementary and junior high school friend, after 18 years, Erry. It was a very pleasant meeting. We talked a lot, about our childhood memories and of course our current news. And I made a promise that our next meeting will be in Bandung when I visit her. I hope I can fulfill this promise, dear Erry, as soon as possible 🙂

Alhamdulillah, what a happy weekend indeed ^^

(MP) A date with my niece and nephew

Date : Mar 12′ 12

Kemarin akhirnya berhasil juga jalan-jalan sama keponakan-keponakan gue. Just the three of us, my niece, nephew, and me 🙂

Sebenarnya gue udah sering sih jalan-jalan sama ponakan gue, Cuma sebelum kemarin, selalu bersama orang tua mereka aka abang gue dan kakak ipar gue. Tapi sebagai tante yang baik #narsismodeon :D, tentunya gue pengen sekali-sekali bisa jalan-jalan cuma ma ponakan-ponakan gue tanpa didampingi oleh orangtua mereka.

Tujuan jalan-jalan tante dan ponakan-ponakannya kali ini adalah nonton film yang diadaptasi dari sebuah novel, Negeri 5 Menara, di sebuah mal di kawasan Grogol. Berangkat dengan diantar oleh bokap gue. Sampai di mal, kami langsung makan siang dan ke toko buku, kemudian menuju bioskop.

Untuk filmnya sendiri, menurut gue cukup bagus dan bisa menggambarkan isi dari novelnya Dan sepanjang nonton film tersebut, gue dan keponakan-keponakan gue sesekali tertawa di beberapa adegan lucu dan juga tidak lupa berucap “Man Jadda wa Jada” yang merupakan kata kunci dari film tersebut.

Dan pada saat pulang, satu lagi keinginan gue sebagai seorang tante berhasil terwujud. Dan keinginan tersebut adalah ngajakin keponakan-keponakan gue untuk naik angkot  “A very simple wish from aunty to her niece and nephew, right? :D” Secara mereka selama ini jarang banget naik angkot…he..he…Pas ditanya gimana perasaan mereka saat naik angkot, sang keponakan cewek agak sedikit takut, sedangkan sang keponakan cowok sangat menikmati pengalamannya tersebut 🙂

To my niece and nephew, Dinda and Rafi, thank you for the great time we had yesterday. Bunda Icut enjoyed it so much J Let’s do it again another time. And next time, with Zhafira and DDO 😀