Short trip to tokyo :-) Part 2

Jum’at, 12 Oktober 2012

Tujuan pertama hari ini adalah mengunjungi Imperial Palace yang mengadakan tur keliling gratis. Sebenarnya, tur di Imperial Palace ini tidak termasuk dalam itinerary pertama yang gue bikin. Tetapi, beberapa hari menjelang keberangkatan, kak Rika ternyata sempat browsing dan nemuin link ini dan akhirnya kami pun memutuskan untuk mengikuti free tour tersebut šŸ˜€

One of the building at Imperial Palace, Fujimi Yagura (Watch Tower)

Di Imperial Palace, ada kejadian yang lucu tetapi sedikit bikin panik juga yang berhubungan dengan sepatu šŸ™‚ Kejadian pertama terjadi dengan sepatu Ika, adik sepupu gue. Si sepatu ini memang dari awal sebelum berangkat ke Jepang sudah sedikit rusak dan perlu diperbaiki. Tetapi, karena sudah tidak ada waktu dan Ika tetap mau memakai sepatu tersebut di Jepang, akhirnya dibawalah sang sepatu. Namun, sesaat sebelum tur dimulai, ternyata sang sepatu pun mengalami kerusakan. Gue pun menanyakan kepada seorang petugas apakah ada tempat untuk membeli sepatu atau sandal. Ternyata tidak ada. Lalu, sang petugas berinisiatif membantu kami dengan memperbaiki sementara sepatu Ika. Bener-bener bikin Ika dan gue terharu karena si petugas tersebut benar-benar berusaha untuk memperbaiki sepatu Ika sehingga dia bisa tetap mengikuti tur tersebut. Dan setelah si petugas selesai memperbaiki, si Ika sempat bertanya kepada gue apakah dia perlu memberikan “tanda terima kasih” kepada si petugas yang tentu saja gue jawab dengan “Tidak” šŸ™‚

Kejadian kedua adalah dengan sepatu Imel. Pada hari itu, kebetulan Imel memakai sepatu boot agak tinggi. Dari awal sejak di hotel, gue udah menanyakan kepada dia apakah yakin akan memakai sepatu tersebut. Dan karena Imel dengan yakin bilang bahwa dia sudah biasa memakai sepatu tersebut dan sepatunya ringan, gue pun gak berkata apa-apa lagi. Namun, seperti dugaan gue, si Imel merasa gak nyaman dan sakit dengan sepatu bootnya tersebut. Lalu, dia pun melepaskan sepatunya dan hanya beralaskan kaos kaki tipis. Kemudian, ada seorang petugas yang melihat dan menanyakan keadaan Imel. Kami pun menjawab bahwa kami baik-baik saja dan melanjutkan perjalanan meninggalkan sang petugas. Tiba-tiba, sang petugas tersebut kembali menghampiri kami sambil membawa sepasang sandal CROCS. What a surprise šŸ˜€ Dan pada saat kami bilang kami akan mengembalikan sandal tersebut setelah tur selesai, sang petugas bilang bahwa sandal tersebut tidak perlu dikembalikan….What a nice persons both of them šŸ™‚ #That’s why I love Japan šŸ™‚ Hontouni arigatou gozaimasu, minna san (^o^) Sebagai penutup cerita sepatu-sepatu ini, Ika akhirnya mendapatkan pengganti sepatunya aka beli sepatu baru di Harajuku. Sedangkan Imel membawa pulang si CROCS ke Indonesia sebagai kenang-kenangan šŸ˜€

Setelah selesai tur, kami pun menuju stasiun Tokyo. Setelah puas berfoto-foto di depan gedung stasiun Tokyo yang bagus tersebut, kami pun menuju Harajuku. Sebelum mengeksplor Harajuku, kami makan siang terlebih dulu di sebuah restoran Itali yang ada di sana. Restoran Itali yang dipilih adalah restoran Itali tempat gue dan Hiromi san, teman semasa training di Jepang 2 tahun lalu, pernah makan. ..Hik..hik…Miss those good times and memories ā¤ Setelah makan, kami pun siap menjelajah Harajuku. Dan tujuan kami kali ini adalah Oriental Bazaar and Kiddy Land šŸ™‚

Kalo gue pribadi, masuk kedua toko ini memang benar-benar gak belanja and cuma lihat-lihat doang #Backpacker šŸ™‚ Tapi ada satu hal yg bikin gue nyesel pas masuk Kiddy Land, lihat ada boneka Hello Kitty berkimono pink seharga ļæ„2.100. Pertama lihat wih pengen beli bangettttt :D…..Terus setelah banyak tanya-tanya untuk cari temen yang mau beli juga and pertimbangan ala #Backpacker, akhirnya gue pun memutuskan utk gak membeli boneka Hello Kitty berkimono pink tersebut. Tetapi, pas sampai Jkt kembali, boneka Hello Kitty tersebut tetap terbayang-bayang di otak gue šŸ˜€ Dan gue pun berdoa biar bisa segera berkunjung lagi ke Jepang dan saat itu pasti gue akan beli si boneka Hello Kitty berkimono pink tersebut….Insya Allah šŸ™‚

In front of Tokyo Station šŸ™‚

Beristirahat sejenak di salah satu sudut jalan Harajuku šŸ™‚

Me @Kiddy Land

Setelah puas berkeliling di Harajuku, kami pun beranjak menuju Meiji Shrine aka kuil Meiji dengan berjalan kaki dan tiba di Meiji Shrine sekitar pukul 1/2 5. sore. Dan sebenarnya seperti sudah gue duga sebelumnya, karena saat ini sudah masuk musim gugur, maka waktu berkunjung dibatasi hanya sampai pukul 16.45. Akhirnya kami pun hanya bisa berfoto-foto di depan pintu gerbangnya saja.

The whole team in front of Meiji Shrine šŸ™‚

Me @ Meiji Shrine

Menurut informasi dari petugas yang ada di sana, waktu bukanya adalah mulai pukul 05.30 pagi. So, mendengar penjelasan tersebut, kami pun bertekad untuk datang lagi keesokan paginya.

Sebenarnya setelah kunjungan ke Meiji Shrine, tujuan kami berikutnya adalah Disneyland. Tetapi,Ā  karena sebagian anggota rombongan sudah agak letih dan juga sedikit sayang untuk menghabiskan uang sebesar ļæ„3.300 untuk membeli tiket After 6 Disneyland yang hanya berlaku selama 4 jam (18.00 – 22.00) #Backpacker, akhirnya kami pun memutuskan untuk tidak berkunjung ke rumah Mickey dan kawan-kawannya tersebut šŸ˜€ Gomen ne, Mickey san šŸ™‚

Lalu, setelah berdiskusi untuk memutuskan tujuan berikutnya sebagai pengganti Disneyland, terpilihlah Odaiba dan Tokyo Tower sebagai pilihan. Namun, setelah mempertimbangkan dari segi jarak dan biaya #Backpacker, maka kami pun memutuskan untuk pergi ke Tokyo Tower.

Night view from Tokyo Tower šŸ™‚

It was nice that I could see you again, Tokyo Tower šŸ™‚

Selesai berkeliling di Tokyo Tower, Ika dan Fika memisahkan diri dari rombongan dan menuju Akihabara karena Fika ingin membeli lensa untuk kameranya yang katanya dijual di Akihabara. Sedangkan gue dan yang lainnya kembali ke Asakusa. Sebelum kembali ke penginapan, kami kembali berkunjung ke salah satu toko ļæ„100 yang ada di dekat penginapan. Setelah itu, rombongan kembali terbagi dua. Kak Deasy dan Bu Upik kembali ke hotel untuk beristirahat, sedangkan gue, Imel, kak Rika, dan Mbak Vita makan malam sambil mencoba salah satu resto sushi yang ada di dekat hotel. Setelah perut kenyang,Ā  kami pun kembali ke hotel dan berakhirlah petualangan hari ini.

Our dinner : Sushi and miso soup šŸ™‚

Pengeluaran : *Seinget gue*

1. Subway ke Imperial Palace, Tokyo Tower, Asakusa : Masing-masing antara ļæ„190 – ļæ„230 untuk sekali naik.

2. Tiket TokyoTower : ļæ„820.

3. Makan malam : Sekitar ļæ„1.000.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Hari ke-4 di Tokyo diawali dengan perjalanan pagi hari menuju Meiji Shrine. Karena menurut petugas kuil sudah dibuka sejak jam 05.30, kami pun berangkat dari hotel sekitar jam 1/2 6 pagi. Yang berangkat ke Meiji Shrine ini hanya gue, Imel, Ika, Fika, kak Rika, n Mbak Vita.Ā  Sedangkan k Deasy dan Bu Upik memilih untuk menyimpan tenaga terlebih dahulu di hotel.

The second visit to Meiji Shrine šŸ™‚

Setelah terpuaskan rasa penasaran untuk melihat bagian dalam Meiji Shrine, kami pun kembali ke hotel untuk bersiap-siap check out dari hotel dan pergi menuju Lake Kawaguchi aka Kawaguchi Ko, tujuan terakhir kami di Tokyo. Setelah check out dari hotel (Namun masih meninggalkan koper-koper di hotel), Mbak Vita berpisah dengan rombongan karena masih mau belanja di sekitar Sensoji, sedangkan yang lain menuju ke Shinjuku.

After hotel check out šŸ˜€

Me with hostel staff in Peace style šŸ˜€

Kami meninggalkan hotel sekitar pkl. 10.30 dan tiba di Shinjuku sekitar pkl. 11.00. Kemudian kami mencari-cari tempat penjualan tiket bus menuju Lake Kawaguchi. Namun, lagi-lagi karena pertimbangan waktu, dengan sangat terpaksa kami pun batal menuju Lake Kawaguchi šŸ˜„

FYI : Perjalanan menuju Lake Kawaguchi memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dan kami perkirakan jalan-jalan di sana sekitar 2 jam-an, sehingga baru kembali ke Shinjuku jam 17.00 dan sampai Shinjuku sekitar jam 19.00 *Dengan catatan kalau semua lancar*. Namun, karena pertimbangan harus kembali ke hotel untuk mengambil barang yang dititipkan maksimal sampai jam 20.00 dan masih harus menuju bandara lagi, maka kami pun memutuskan untuk tidak berangkat ke Lake Kawaguchi agar tidak tergesa-gesa berangkat menuju airportnya šŸ˜¦ Namun hal ini malah bikin gue berpikir bahwa ini adalah suatu pertanda bahwa gue akan kembali lagi ke Jepang untuk mengunjungi Lake Kawaguchi dan membeli boneka Hello Kitty berkimono pink šŸ˜€ *tetep ya :-)*…

Karena tempat kami akan membeli tiket tersebut dekat dengan suatu toko elektronik besar bernama “Yodobashi Camera”, maka kami pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke toko tersebut. Tanpa sengaja, di toko inilah si Fika berhasil menemukan lensa kamera yang diinginkannya dan tidak ditemukan pada malam sebelumnya di Akihabara šŸ™‚
Next destination adalah makan di restoran ramen halal yang “katanya” dekat dengan South East Exit Shinjuku JR Station. Restoran ini gue tahu dari sebuah blog dan setelah membaca blog tersebut bener-bener bikin gue pengen makan di sana. Pencarian restoran ini pun memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 2 jam saja šŸ˜€

Pertama-tama, yang harus dicari tentunya adalah pintu South East dr Shinjuku Station tersebut. Pintu South East ini pun baru ditemukan setelah bertanya kepada beberapa orang petugas dan orang-orang yang berlalu-lalang. Sebenarnya gampang aja sih untuk nemuin South East Exit ini sesuai dari saran seorang petugas stasiun, yaitu beli tiket termurah, lalu masuk ke dalam peron stasiun dan menuju South East Exitnya. Namun, karena kami memutuskan untuk tidak membeli tiket,Ā  akhirya kami harus mencari-cari dari luar stasiun dan kadang-kadang orang yang ditanyakan bingung dimanakah letak South East Exit tersebut, bahkan walaupun sudah dibantu dengan gadget šŸ˜€ Kemudian setelah pintu South East ditemukan, kami masih harus berjuang lagi untuk mencari restoran ramen halal tersebut yang bernama “KAIJIN”. Walaupun sudah menyebutkan nama restoran dan alamat lengkapnya, beberapa orang yang kami tanyakan ternyata tidak tahu restoran tersebut, bahkan tidak tahu alamat yang kami tuju šŸ˜„ Sebenarnya, kami sudah sedikit menyerah untuk mencari restoran tersebut, tetapi buat gue pribadi gue pengen banget makan di restoran ini, so gue pengen tetap berusaha untuk nemuin restoran ini. Ternyata, si restoran terletak di lantai 2 sebuah bangunan kecil yang letaknya agak tersembunyi. Setelah menemukan tempatnya, kami pun masih harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat karena keterbatasan tempat yang hanya bisa menampung sekitar 15 orang. Pada saat makan pun kami tidak bisa lama-lama, karena sudah banyak tamu lain yang mengantri.

Imel and her halal ramen šŸ™‚ Itadakimasu šŸ˜€

Akhirnya, setelah hilang rasa penasaran untuk makan ramen tersebut, rombongan kami pun kembali berpencar. Gue, k Deasy, Bu Upik, k Rika, n Imel menuju Harajuku (Lagi :D) karena ternyata masih ada yang mau belanja šŸ˜€ Sedangkan Ika dan Fika pergi ke Shibuya untuk berjalan-jalan. Kami pun berjanji untuk bertemu lagi di hotel pada jam 19.00 šŸ™‚ Kalau biasa kami menggunakan kereta bawah tanah aka subway aka chikatetsu, kali ini di hari terakhir kami pun memutuskan untuk naik JR aka kereta biasa untuk menuju Harajuku.

Setelah puas belanja-belanja di Harajuku, ternyata waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 18.00. Kami pun bergegas kembali menuju hotel. Sesampainya di hotel, ternyata Mbak Vita, Ika, dan Fika sudah menunggu dan akhirnya saatnya untuk “benar-benar” meninggalkan hotel tersebut šŸ™‚

Rencana awal, kami akan naik kereta JR menuju Haneda Airport. Hal ini karena menurut internet dan keterangan dari staf hotel kami bisa menggunakan kereta JR langsung dari Asakusa menuju Haneda. Tetapi, ternyata setelah menanyakan kepada petugas stasiun JR, tidak ada kereta JR yang langsung menuju Haneda. Kami harus tetap menggunakan subway untuk menuju Haneda airport. Dan itu berarti kami harus berpindah stasiun yang jaraknya cukup jauh šŸ˜€ GAMBATTE!!!

Akhirnya setelah keluar masuk stasiun JR dan subway dan berganti kereta sebanyak satu kali, kami pun sampai di Haneda Airport. Setelah sampai di Haneda Airport, tugas lain menanti, bongkar koper šŸ˜€ Hal ini dilakukan karena “takut” akan overweight. Gue pribadi yakin kalau barang gue gak akan overweight karena gue gak belanja banyak šŸ™‚

Dan ternyata, memang pemeriksaan di counter Air Asia Haneda Airport ini sangat ketat. Tidak cuma barang yang masuk bagasi yang dihitung beratnya, tetapi juga berat barang yang masuk kabin. Dan seperti sudah diperkirakan, barang-2 adik sepupu gue overweight. Dan mereka terpaksa membongkar kembali barang-barang mereka dan memakai beberapa lapis baju sehingga berat koper-koper mereka berkurang. Alhamdulillah, pada akhirnya semua barang bisa masuk bagasi ataupun dibawa ke kabin šŸ˜€

Cerita menarik lainnya adalah gue kembali “diwawancarai” oleh petugas kepolisian Jepang. Kalau dua tahun yang lalu, gue diwawancarai oleh petugas polisi di Stasiun Shinjuku, sekarang diwawancarainya di Haneda. Kalau dua tahun lalu gue diwawancarai setelah keluar dari toilet, kali ini saat akan masuk ke toilet. Dan satu lagi perbedaannya adalah kalau dua tahun lalu gue menghadapi si polisi Jepang bersama dengan teman gue dan dari awalnya santai sampai akhirnya timbul sedikit rasa takut karena gue gak bawa paspor dan teman gue cuma bawa fotokopinya, kali ini gue menghadapinya sendirian dan bisa sedikit bercanda dengan si Pak Polisi šŸ˜€ Untuk isi pertanyaannya, sama seperti dua tahun yang lalu, si Pak Polisi menanyakan sedang apa di Jepang, tinggal dimana di Jepang, pergi dengan siapa, dll. Oh, ya satu lagi persamaannya, sebelum berbicara apapun kedua polisi langsung menunjukkan badge kepolisiannya baru deh ngomong panjang lebar. Dipikir-pikir, mestinya gue foto ya sama si polisi di Haneda Airport ini secara dia ramah dan bahkan bisa diajak bercanda šŸ˜€

Alhamdulillah, proses “wawancara” berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan senyum sang petugas sambil berkata kepada gue untuk datang lagi ke Jepang. Dan akhirnya, tepat pkl. 01.30 pesawat kami pun meninggalkan Haneda Airport.

Sayonara Nihon…Mata au…Till we meet again (^o^)

Last pose in Haneda šŸ™‚

Pengeluaran : *Seinget gue* :

1. Untuk subway dari Asakusa menuju Harajuku atau Shinjuku sekitar ļæ„190 -ļæ„230 (Maaf ya kalo salah :D).

2. Untuk JR Shinjuku – Harajuku sekitar ļæ„190.

3. Makan siang di ramen halal : Sekitar ļæ„800.

4. Asakusa – Haneda Airport : sekitar ļæ„500.

Advertisements

4 thoughts on “Short trip to tokyo :-) Part 2

  1. Pingback: Japan, Soulmates, and Me….Tokyo edition <3 | pinkuonna

  2. Hmm it looks like your site ate my first comment
    (it was super long) so I guess I’ll just sum it up what I
    submitted and say, I’m thoroughly enjoying your blog.
    I too am an aspiring blog blogger but I’m still new to the whole thing.
    Do you have any recommendations for first-time blog writers?
    I’d really appreciate it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s