(MP) My first backpacking trip with Muslimah Backpackers ^_^

Date : April 09′ 12

6, 7, dan 8 April yang lalu adalah salah satu tanggal yang saya tunggu-tunggu. Berawal dari ide Mbak Ima yang membuat grup MUSLIMAH BACKPACKERS di Facebook dan mengumumkan rencana backpackers ke daerah Bandung dan Garut. Entah kenapa, sejak pertama membaca pengumumannya di group tersebut, langsung merasa ingin berpartisipasi, walaupun pastinya saya belum pernah bertemu dengan Mbak Ima. Dan bahkan saya sampai harus meminta kepada adik saya untuk tidak merubah lagi tanggal acara lamarannya yang akan dilaksanakan seminggu sesudahnya supaya tidak bentrok dengan acara travel saya ini 😀

Pada awalnya, saya berencana berangkat ke Bandung dengan menggunakan moda kereta api pada hari Kamis malam dan menginap di rumah salah satu saudara yang rumahnya terletak sangat dekat dengan Saung Angklung Mang Udjo (SAU), yang merupakan tujuan pertama perjalanan travel writing trip kami. Tetapi, setelah melihat jadwal kereta, akhirnya saya memutuskan untuk naik travel saja di Jum’at pagi. Tetapi, karena salah perhitungan, tiket travel pun tak berhasil saya dapatkan 😦 Dan harapan terakhir pun dijatuhkan pada bis umum 🙂

Dan pada Jum’at pagi, perjalanan pun dimulai. Berawal dari Terminal Lebak Bulus pada jam 05.30, dan tiba di Bandung tepat jam 08.00 🙂 Sesuai perjanjian dengan Mbak Ima, dari terminal Leuwi Panjang, saya naik angkot menuju Carrefour SAMSAT. Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya berhasil juga kopi darat dengan Mbak Imazahra. Dan juga bertemu dengan 2 muslimah yang lain, Nila yang jauh-jauh datang dari Palangkaraya dan Siti yang datang dari Surabaya 🙂 Alhamdulillah kembali terucap karena kekhawatiran saya karena akan bertemu teman-teman yang baru pertama kali bertemu hilang begitu saja begitu mendengar canda tawa dan obrolan mereka di dalam mobil yang menjemput saya 🙂 Dan akhirnya lengkaplah pasukan “MUSLIMAH BACKPACKERS” (yang tidak hanya terdiri dari muslimah saja ternyata :D) sebanyak 7 orang yang terdiri dari Mbak Imazahra sebagai pemimpin tour, Mas Risyan (Suami Mbak Ima) sebagai pemandu tour, Mas Yainal, the photographer, saya, Nila, serta Siti sebagai peserta, dan Pak Wahyu yang setia mengantar kami berbackpacking ria 🙂

Awalnya, tujuan pertama dari travel writing ini adalah Saung Angklung Mang Udjo (SAU) yang terletak di daerah Jln. Padasuka. Tetapi, karena SAU hanya menerima tamu dengan jumlah minimal 100 orang pada jam yang kami inginkan (Sedangkan total kami hanyalah 7 orang :D), maka kami pun langsung mengarahkan mobil ke tujuan berikutnya, yaitu Cililin. Sebenarnya, saya sedikit kecewa dengan tidak jadinya kami pergi ke SAU, karena sejujurnya itu adalah salah satu tempat yang ingin saya kunjungi sejak dulu. Semoga nantinya akan ada kesempatan untuk berkunjung ke sana 🙂

Di tengah perjalanan menuju Cililin, tiba-tiba terbersit ide untuk menuju Kawah Putih di daerah Ciwideuy karena jaraknya yang lebih dekat dibandingkan ke Cililin. Akhirnya, ide tersebut pun disetujui, dan mobil pun diarahkan ke Kawah Putih. Alhamdulillah perjalanan menuju Kawah Putih sangat lancar dan memakan waktu lebih singkat dari yang diperkirakan. Tambahan lagi, cuaca saat itu sangat cerah, kabut yang tipis, serta air yang berwarna kehijauan menambah ceria suasana hati 🙂

The first Muslimah Backpackers members @ Kawah Putih 🙂

Setelah puas berfoto-foto di kawasan Kawah putih tersebut, akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali ke pusat kota Bandung demi mengejar waktu agar dapat kembali ke rencana semula, yaitu mengunjungi Saung Angklung Mang Udjo. Tetapi, ternyata karena keadaan jalan yang berlawanan 180 derajat dengan keadaan pada saat kami berangkat, maka keinginan untuk menyaksikan pertunjukan di saung angklung yang terkenal di manca negara tersebut tetap harus terkubur. Namun, saya percaya, suatu hari nanti keinginan saya untuk bisa menyaksikan pertunjukan di Saung Angklung Mang Udjo akan terwujud ^_^

Kemudian, kami pun beranjak menuju Garut setelah sebelumnya beristirahat dan shalat di sebuah mesjid. Sesampai di rumah penginapan di Garut, kami pun kembali beristirahat sejenak sambil menyantap hidangan mie instant yang telah disiapkan  oleh Mbak Ima. Setelah selesai, kami beranjak ke tujuan terakhir kami hari ini yaitu pemandian air panas (Indoor) Lembur Kuring. Kata Mbak Ima sih sebagai pemanasan untuk mandi air panas di area outdoor yang namanya Darajat Pass dan memiliki pemandangan yang lebih bagus. Saya yang awalnya malas-malasan untuk berenang, akhirnya tergoda juga untuk mencicipi hangatnya air di kolam tersebut berkat bujuk rayu sang pemimpin acara 😀 Pada saat menjelang waktu tutup kolam tersebut dan hanya tinggal kami berempat yang tersisa, kami pun melampiaskan jiwa narsisme kami dengan berbagai pose di kolam renang. Dan para petugas kolam renang tetap setia menunggu kami, para tamunya yang narsis-narsis ini 🙂 Waw,serasa kolam pribadi ^_^

Setelah puas bermain air di malam hari, kami pun beranjak untuk mencari santapan malam. Pilihan pun dijatuhkan pada sate ayam dan sate sapi yang berjualan di pinggir jalan. Sambil menunggu si abang tukang sate membuat sate-sate pesanan kami untuk dibawa pulang, Mbak Ima dan Siti pun melakukan proses wawancara dengan si abang tukang sate untuk menggali informasi lebih dalam sebagai bahan tulisan. Sedangkan Nila dan saya berbincang-bincang ringan dengan Mas Yainal sambil menikmati pemandangan Garut di malam hari. Setelah sate selesai dibuat, kami pun bergegas beranjak pulang untuk menikmatinya dan kemudian beristirahat 🙂

Keesokan paginya, setelah berbenah dan pamitan kepada si pemilik rumah, kami pun beranjak menuju tujuan kami berikutnya, kolam air panas Darajat Pass. Sebelumnya, tentunya kami menyempatkan sarapan dahulu di tengah perjalanan. Kali ini pilihannya adalah nasi kuning dan bubur ayam. Setelah perut terisi, kami pun melanjutkan ke Darajat Pass.

Before leaving to Darajat Pass 🙂

Sesampainya di Darajat Pass, ternyata lumayan juga sudah banyak orang yang memenuhi kolam-kolamnya. Seperti pada saat di Lembur Kuring, awalnya rasa malas menyerang saya untuk menceburkan diri ke kolam yang ramai tersebut:-) Tapi melihat semangat Mbak Ima, akhirnya saya pun ikut menceburkan diri di kolam. Hm, hangatnya air menghilangkan penat dan membangkitkan semangat 🙂 Setelah puas bermain-main di air, kami pun meninggalkan Darajat Pass menuju ke tujuan kami berikutnya, Pamengpeuk. Sebelum menuju Pamengpeuk, kami kembali mengisi perut dengan mie Yamin dan beristirahat sambil menunaikan kewajiban di sebuah mushalla yang ada di sebuah POM bensin.

Perjalanan menuju Pamengpeuk memakan waktu sekitar 2 1/2 jam. Jalan yang berliku membuat sebagian dari kami, termasuk saya, memutuskan untuk memejamkan mata. Di Pamengpeuk ini, kami akan menginap di rumah salah seorang penduduk lokal. Kami pun tiba di rumah tuan rumah kami di Pamengpeuk tepat pada saat adzan Maghrib berkumandang. Setelah berbincang dan makan malam bersama sang tuan rumah, kami pun beranjak untuk beristirahat 😀

Keesokan paginya, sang pemimpin acara backpacking aka Mbak Ima tiba-tiba memiliki ide untuk melihat sunrise di tepi pantai. Karena idenya tiba-tiba dan sebenarnya kami belum pada siap (he..he..he..), maka persiapan pun dilakukan dengan terburu-buru demi mengejar momen sang matahari terbit tersebut 😀 Kami pun menuju ke salah satu pantai terdekat, yaitu Sayang Heulang. Dan alhamdulillah, kami berhasil mengejar momen matahari terbit tersebut dan juga berfoto-foto ria di pantai tersebut 🙂

Sunrise @ Sayang Heulang Beach

Kemudian, kami kembali ke rumah untuk sarapan pagi dan bersiap-siap menuju pantai yang menjadi tujuan kami sebenarnya, Pantai Santolo. Di pantai Santolo ini, akhirnya untuk pertama kalinya saya merasakan kesenangan dan keseruan menaiki banana boat.  🙂 Tetapi, ternyata dibalik kesenangan dan keseruan tersebut, ada sedikit kesusahan yang terjadi setelah kami (Nila, Mas Risyan, dan saya) dijatuhkan ke air. Pada saat Nila dan mas Risyan dengan mudahnya naik kembali ke atas banana boat, saya harus bersusah payah untuk naik kembali ke atas boat tersebut dengan bantuan para pemandu yang juga bersusah payah menarik saya  😦   Hik..hik…maafkan saya ya, mas-mas pemandu. Dan terima kasih atas bantuannya 🙂 Akhirnya, setelah “dijatuhkan” untuk yang ke-3 kalinya, agar tidak menyusahkan yang lain, saya pun memutuskan untuk tidak naik kembali ke atas boat dan berenang menuju tepian 😀

Setelah puas bermain-main air (Dan berfoto ria pastinya :D), waktunya bersih-bersih dan makan siang di tepian pantai sambil masing-masing menikmati air kelapa muda yang diberikan sebagai bekal oleh tuan rumah kami. Dan akhirnya, waktunya pun tiba untuk meninggalkan Pamengpeuk dan pantai-pantai indahnya serta tuan rumah yang sangat ramah. Terima kasih untuk keindahan dan keramahanmu, Pamengpeuk 🙂

Kami pun kembali menuju Bandung dengan sebelumnya mampir terlebih dahulu di mesjid Agung dan alun-alun Garut. Waktunya wisata kuliner dan belanja oleh-oleh 🙂 Setelah puas berkeliling, akhirnya perjalanan menuju Bandung pun dilanjutkan. Perjalanan dari Garut ke arah Bandung yang macet dan tersendat-sendat serta beberapa kali telepon dari anggota keluarga selama perjalanan membuat saya sedikit gelisah 🙂 Dan akhirnya, tibalah kami di Cileunyi sekitar jam 10 malam. Saya pun berpisah dengan rombongan di Cileunyi untuk melanjutkan perjalanan dengan bis sampai ke Jakarta dan alhamdulillah tiba di Jakarta pada pukul 1 dinihari.

Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Mbak Ima yang telah berhasil membuat saya merasakan pengalaman backpacking pertama saya. Dan terima kasih juga untuk teman-teman baru saya : Nila, Siti, Mas Risyan, Mas Yainal, dan Pak Wahyu yang memberikan kenangan tak terlupakan sepanjang perjalanan backpacking ini. It was nice to meet you all, dear friends ^_^. Semoga kita bisa segera bertemu lagi di kesempatan dan petualangan backpacking yang lainnya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s