Archive | April 2014

Japan, Soulmates, and Me….Kyoto edition <3

Setelah puas berkeliling di Tokyo, kami pun melanjutkan perjalanan ke Kyoto…Dan berikut ceritanya πŸ™‚

Rabu, 9 April 2014

Setelah naik bus Willer Express yang sangat nyaman (Gue bahkan ga kebangun-bangun kecualiΒ  pada saat bis berhenti dan udah sampai tujuan), kami pun sampai di Kyoto sekitar jam 6 pagi. Setelah turun dari bis, kami pun berjalan menuju ke Stasiun Kyoto. Di tengah jalan, tiba-tiba ditegur sama satu keluarga yang ternyata berasal dari Medan. Keluarga Pak Johan ini terdiri dari Pak Johan, istri (Gue lupa namanya :D), dan sang anak laki-laki yang berusia sekitar 3-4 tahun πŸ™‚ Senangnya melihat keluarga mereka yang kelihatan kompak banget :D. Apalagi sang anak gak rewel lho πŸ™‚ Akhirnya, gue sama istri Pak Johan bertugas untuk bertanya mengenai kereta untuk menuju ke hotel kami dan One day Ticket untuk naik bis. Kebetulan ternyata hotel tempat kami dan keluarga pak Johan akan menginap berada di arah yang sama dan kami harus turun di stasiun yang sama juga, yaitu Stasiun Kawaramachi. Di Stasiun Kyoto ini, kami juga bertemu dengan teman backpacker dari Malaysia yang sebelumnya sama-sama menginap di Khaosan Tokyo dan sering ngobrol waktu di penginapan Tokyo, Mariani πŸ™‚ Mariani ini hebat sekali , dia keliling-keliling sendirian di Tokyo, Kyoto, dan Osaka juga (kalau gak salah) dengan hanya membawa 1 ransel backpacker…Kereeen πŸ™‚

Setelah sampai di Stasiun Kawaramachi, kami pun berpisah dengan keluarga Pak Johan. Kami menuju hostel kami, Khaosan Kyoto Guest House. Setelah check in, beres-beres, serta berganti baju, kami pun siap menjelajah Kyoto. Sebelum jalan-jalan, kami pun membeli One Day Bus Ticket di kounter resepsionis hostel.

One day ticket bus JPY 500

One day ticket bus JPY 500

Tujuan pertama kami di Kyoto adalah Kyoto Imperial Palace. Sebelum sampai ke Kyoto Imperial Palace, kami sempat berbelanja dulu untuk membeli makan siang aka bento. Sesampainya di Kyoto Imperial Palace, karena masih terlalu letih karena perjalanan dari Tokyo,Β  akhirnya kami pun cuma duduk-duduk di sekitar pintu masuknya sambil ngobrol dan makan makanan yang kami beli tadi. Gue pun cuma sempat foto dikit doang. Selain karena akibat keletihan dan sudah mau tutup, mungkin juga karena buat gue pribadi, pesona East Garden Imperial Palace Tokyo dengan bunga sakura dan bunga-bunga cantik lainnya yang baru dikunjungi sehari sebelumnya masih sangat berbekas di hati πŸ™‚ Setelah puas duduk-duduk dan berkeliling melihat beberapa jenis jualan yang dijajakan di sana, kami pun meninggalkan Kyoto Imperial Palace.

Kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel. Setelah sampai di hotel dan makan malam, kami pun pergi ke laundry yang ada di dekat hostel secara kami bertiga punya pemikiran yang sama gak mau bawa baju kotor pulang πŸ˜€ Ada kejadian lucu waktu di tempat laundry ini. Waktu pertama datang, cuma ada seorang cowok muda Jepang yang sedang asyik dengan HPnya. Di dalam laundry ini, ada beberapa jenis mesin cuci, yaitu mesin cuci besar yang sekaligus ada dryernya (Waktu pemakaian sekitar 60 menit, dengan biaya JPY 1.500), mesin cuci saja (Waktu pemakaian sekitar 20 menit, dengan biaya JPY 300), mesin dryer saja (Waktu pemakaian sekitar 20 menit, dengan biaya JPY 200 /300), serta mesin cuci and dryer terpisah untuk sepatu dengan biaya yang sama dengan biaya untuk mesin cuci dan dryer terpisah. Karena mesin cuci sajanya aja sedang dipakai oleh si cowok Jepang tadi, maka kami pun memakai mesin cuci yang di sebelahnya alias si mesin cuci sepatu tersebut πŸ˜€Β  Entah mungkin karena terlalu lelah atau karena sudah terlalu malam, padahal di dindingnya sudah ditulis dengan bahasa Inggris dan Jepang bahwa mesin yang kami pakai itu adalah mesin pencuci sepatu, kami tetap saja memasukkan baju-baju kami ke dalam mesin tersebut 😦 Karena masih ada sisa baju yang belum dimasukkan, gue berpikiran untuk mencoba mesin cuci plus dryer yang seharga JPY 1.500 biar gak terlalu malam selesainya πŸ™‚ Tapi karena gue gak ngerti cara pakenya, gue pun akhirnya bertanya sama si cowok Jepang. Dia pun berdiri dari duduknya dan mencoba membantu gue πŸ™‚ Tapi sayangnya, ternyata dia pun gak bisa membantu untuk mengoperasikan mesin tersebut 😦 Akhirnya gue pun mau gak mau harus menunggu hasil pencucian baju ronde pertama πŸ™‚

Setelah si cowok Jepang selesai dan pergi, masuklah beberapa orang yang kemudian kami ketahui sebagai orang Indonesia berasal dari Medan karena pas pertama ngomong bahasa Indonesia (FYI, pas mereka masuk ke laundry, mereka berbicara dengan bahasa Cina) komen mereka pertama adalah “Wah, mesin cuci sepatunya lagi dipake :D”. Barulah di saat itu kami benar-benar tersadar bahwa mesin cuci yang kami pakai itu salah πŸ˜€ Akhirnya kami pun cuma bisa pasrah menunggu bagaimana hasil akhir dari cucian kami tersebut. Alhamdulillah ternyata cuciannya gak kenapa-napa, walau jilbab Teteh Wie ada yang sedikit robek. Pas pulang pun ada kejadian gue lupa bawa sisa baju kotor yang belum dicuci sehingga ketinggalan di laundry dan mengakibatkan kami bertiga harus balik lagi ke laundry. Maaf ya, Teteh n Uci πŸ™‚

Dan berakhirlah cerita tentang hari pertama di Kyoto πŸ™‚

Biaya :

1. One Day Pass Kyoto Bus : JPY 500

Untuk jajannya, gue lupa berapa πŸ˜€

Kamis, 10 April 2014

Petualangan hari kedua di Kyoto dimulai dari Kiyomizudera. Lalu berlanjut ke Ginkakuji, Philosopher Path, dan berakhir di Heian Shrine.

Untuk perjalanan di Kyoto ini, gak ada foto foto kita bertiga di kamera gue, dan gak ada dress code nih πŸ™‚

Enjoy the pictures πŸ™‚

Arrived at Kiyomizudera...

Arrived at Kiyomizudera…

Ema aka prayer board in Kiyomizudera :-)

Ema aka prayer board in Kiyomizudera πŸ™‚

CIMG1749

CIMG1751

CIMG1753

 Pink flower & pink me :-)


Pink flower & pink me πŸ™‚

Next destination :-)

Next destination πŸ™‚

Arrived at Ginkakuji :-)

Arrived at Ginkakuji πŸ™‚

CIMG1776

CIMG1783

CIMG1786

CIMG1794

CIMG1802

CIMG1803

CIMG1806

CIMG1809

Another Pink to meet :-)

Another Pink to meet πŸ™‚

At Philosopher`s Path

At Philosopher`s Path

@ Heian Shrine :-)

@ Heian Shrine πŸ™‚

Mikuji Stand :-)

Mikuji Stand πŸ™‚

Prayer board aka Ema at Heian Shrine :-)

Prayer board aka Ema at Heian Shrine πŸ™‚

CIMG1823

CIMG1833

Biaya :

1. One Day Pass Kyoto Bus : JPY 500

To be continued

Advertisements

Japan, Soulmates, and Me….Tokyo edition <3

Setelah menunggu-nunggu selama hampir setahun dan gue sempat yakin gak yakin apakah jadi berangkat atau tidak, akhirnya rencana keberangkatan ke Jepang pun alhamdulillah terlaksana…Kalo dua tahun lalu, gue berangkat bersama kakak ipar, sepupu, dan teman-teman, maka kali ini gue berangkat bersama dua orang teman sesama penggemar KAHITNA yang biasa disebut Soulmates. Dan kalau 4 tahun dan 2 tahun lalu, gue cuma menjelajah di sekitaran Tokyo aja, maka destinasi utama kami kali ini ini adalah 3 kota utama di Jepang, yaitu Tokyo, Kyoto, dan Osaka. And here comes the story πŸ™‚

Jum`at, 4 April 2014

Berangkat dari rumah sekitar jam 5.45 WIB menuju SOETA. Di tengah perjalanan, janjian ketemu dengan Teteh Wie yang mau ikutan dengan mobil Ayah gue sampai ke airport. Setelah tiba di airport, gak lama kemudian datanglah teman seperjalanan kami yang satu lagi, Uci πŸ™‚ dan kami pun siap lepas landas menuju Tokyo Haneda Airport jam 8.35 WIB…Japan, here we comes….yey ^o^

 

Uci, Me, and Teh Wie sebelum keberangkatan with my beloved Bunda :-) Take care here, ya Bunda ^o^

Uci, Me, and Teh Wie sebelum keberangkatan with my beloved Bunda πŸ™‚ Take care here, ya Bunda ^o^

Uci with her sleeping friend :D

Uci with her sleeping friend πŸ˜€

Happy faces on board :-)

Happy faces on board πŸ™‚

Dan akhirnya, setelah transit di LCCT Malaysia beberapa jam, sekitar jam 1/2 10 malam waktu Tokyo, kami pun mendarat di Haneda Airport, Tokyo πŸ™‚ Alhamdulillah *walaupun harus melewati antrian imigrasi yang cukup lama (kurang lebih 1 jam-an)*….

Alhamdulillah, akhirnya mimpinya bisa jadi nyata ya, Teh :-)

Alhamdulillah, akhirnya mimpinya bisa jadi nyata ya, Teh πŸ™‚

Selamat datang di negara yang gak pernah Uci sangka bakal Uci kunjungi :-)

Selamat datang di negara yang gak pernah Uci sangka bakal Uci kunjungi πŸ™‚

Dan seperti dua tahun lalu, gue dan teman-teman pun bermalam di Haneda airport. Setelah muter-muter untuk nyari tempat yang enak, akhirnya tempat gue dan teman-teman tidur adalah di lt. 3 persis di depan tempat gue, kakak-kakak, dan saudara-saudara gue berkumpul untuk bongkar ulang koper biar gak overweight sebelum check in menuju Jakarta 2 tahun lalu dan bertemu dengan polisi Jepang yang mewawancarai gue πŸ™‚

Dan akhirnya gue dan teman-teman pun berangkat ke pulau mimpi sekitar jam 1 πŸ™‚ Night, night….See you tomorrow, Tokyo πŸ˜€

Biaya :

1. Beli air mineral di LCCT Malaysia (Kalau gak salah) … RM 4.9

Sabtu, 5 April 2014

Gue dan teman-teman bangun sekitar jam 5.00 pagi, langsung bersiap-siap dan beres-beres untuk kemudian shalat Subuh. FYI, untuk keberangkatan ke Jepang kali ini, gue dan teman-teman telah menyiapkan beberapa kostum yang sama untuk dipakai. Dan untuk hari pertama ini, karena kami adalah Soulmate KAHITNA, maka inilah kostum yang kami pakai hari pertama ini πŸ˜€

Yeeyyy, we are SOULMATES :-)

Yeeyyy, we are SOULMATES πŸ™‚

Setelah itu, kami langsung menuju ruang shalat yang juga berada di lantai 3 dan tidak jauh dari tempat kami tidur tadi malam.

Senangnya di Haneda bisa ada tempat ini :-) Alhamdulillah...

Senangnya di Haneda bisa ada tempat ini πŸ™‚ Alhamdulillah…

Subuh prayer :-)

Subuh prayer πŸ™‚

Setelah selesai melakukan kewajiban, kami pun mulai bersiap-siap untuk meninggalkan Haneda. Setelah membeli tiket subway, kami pun menuju Asakusa, tempat hostel kami berada πŸ™‚ Hal yang sedikit bikin “shock” adalah kami bertiga dengan tentengan masing-masing harus menaiki banyak tangga yang bertingkat untuk keluar dari Asakusa Station…Untunglah kami berhasil keluar dari Stasiun Asakusa dengan selamat…Otsukaresama, Wie nee chan, Uci san πŸ™‚ Dan kami pun segera menuju hostel kami, Khaosan Tokyo Original…A nice play to stay, walaupun ternyata di sana juga gak ada lift dan kami harus kembali menaiki tangga ke lantai 3 dengan menggeret koper-koper kami πŸ˜€

Selesai check in dan nitipin koper dan sedikit beres-beres, kami pun segera menuju tujuan pertama kami, Hakone untuk bisa melihat Gunung Fuji dan naik ropeway serta berpesiar di kapal πŸ™‚ Kami menuju Shinjuku Station untuk membeli Hakone One Day Pass. dan kami pun berangkat menuju Hakone dengan menggunakan kereta dan dilanjutkan dengan cable car….Hakone, here we come πŸ™‚

Di bawah sakura :-)

Di bawah sakura πŸ™‚

Above Owakudani...

Above Owakudani on the ropeway…

Fuji san :-)

Fuji san πŸ™‚

Time to cruise :-)

Time to cruise πŸ™‚

Cruising along Lake Ashi :-)

Cruising along Lake Ashi πŸ™‚

Inside the boat :-)

Inside the boat πŸ™‚

Still inside the boat :-)

Still inside the boat πŸ™‚

Meet this happy young family there :-) Makasih untuk sang Ayah yang udah mau fotoin kami bertiga bersama sang istri dan anak :-)

Met this happy young family there πŸ™‚ Makasih untuk sang Ayah yang udah mau fotoin kami bertiga bersama sang istri dan anak πŸ™‚

Setelah puas berkeliling di sekitar Hakone sampai 1/2 6 sore, kami pun kembali ke Shinjuku dengan menumpang bis. Tadinya sih mau ngelanjutin ke Gotemba, tapi karena menurut info yang didapat setelah tanya-tanya, ternyata sudah tidak ada bis yang menuju ke sana. Jadinya kami pun memutuskan untuk kembali ke Shinjuku.

Sesampainya di Shinjuku kami berputar-putar sebentar di sekitar Stasiun Shinjuku untuk mencari colokan yang bisa digunakan untuk mengecharge HP dan kamera, tapi sayangnya gak ketemu. Akhirnya kami pun kembali ke Asakusa untuk menuju ke hostel πŸ™‚ A very tired but happy first day indeed ^o^

Biaya :

1.Β  Subway Keikyuu Line Haneda – Asakusa : JPY 610

2. Asakusa – Shinjuku PP : JPY 520

3. Hakone One Day Pass : JPY 5.140

Minggu, 6 April 2014

Hari ini diawali dengan kunjungan ke daerah Omotesando, kemudian berhanami (Melihat sakura) ria di Yoyogi Park, berkunjung ke Meiji Shrine, ikut PEMILU Legislatif di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo) di Meguro, dan Shibuya Station.

Menuju Omotesando :-)

Menuju Omotesando πŸ™‚

Along Omotesando...

Along Omotesando…

Tujuan berikutnya, Yoyogi Park :)

Tujuan berikutnya, Yoyogi Park πŸ™‚

Siap berhanami :-)

Siap berhanami πŸ™‚

Berhanamian di bawah rintik hujan :-)

Berhanamian di bawah rintik hujan πŸ™‚

Kampaiiiii :D

Kampaiiiii πŸ˜€

Salah satu pemandangan di dalam Yoyogi Park :-)

Salah satu pemandangan di dalam Yoyogi Park πŸ™‚

Aktivitas lain selain hanami :-)

Aktivitas lain selain hanami πŸ™‚

Tujuan berikutnya : Meiji Shrine :-)

Tujuan berikutnya : Meiji Shrine πŸ™‚

Barrels of sake...

Barrels of sake…

The explanation :-)

The explanation πŸ™‚

Women who shone in the Meiji Era :-)

Women who shone in the Meiji Era πŸ™‚

Pertunjukan di Meiji Shrine :-)

Pertunjukan di Meiji Shrine πŸ™‚

Setelah puas berkeliling di Omotesando, Yoyogi Park, dan Meiji Shrine, kami pun melanjutkan perjalanan. Dalam rangka menjadi warga negara yang baik, gue dan teman-teman pun memutuskan untuk ikutan nyoblos walaupun sedang liburan di luar negeri. Dengan bermodal form A5 dan paspor pun kami berangkat menuju Sekolah Republik Indonesia Tokyo yang berada di daerah MeguroΒ  sekalian janjian sama seorang adik kelas gue waktu kuliah dulu.Β  Naik JR dari Stasiun Harajuku sampai ke Stasiun Meguro, kemudian dilanjutkan dengan bis πŸ™‚ Karena masalah BB serta Android gue dan teman-teman yang gak bisa dipakai di sana kalau gak ada wifi, akhirnya gue pun cuma ngandelin komunikasi via inbox FB dan telepon umum πŸ™‚ Dan cuma mengandalkan feeling karena ternyata teman gue pun gak begitu tahu posisi tepatnya πŸ™‚ Untungnya pas lagi bingung cari alamat itu, ada seorang cowok Indonesia, Mas Aji, yang menegur dengan pertanyaan “Mau ikut milih ya”…Wah senangnya bisa kebetulan ketemu teman yang searah πŸ˜€ Ternyata Mas Aji ini adalah orang Indonesia yang baru 3 bulan tiba di Jepang dan bekerja di bidang broadcasting NHK πŸ™‚ Sambil berjalan menuju ke SRIT, gue mendengarkan cerita Mas Ajie dan makin kepengen kerja di Jepang deh πŸ™‚ Oh ya, untuk pemilu legislatif di Jepang dan luar negeri lainnya diadakan lebih cepat dari di Indonesia.

Gaya setelah nyoblos :D

Gaya setelah nyoblos πŸ˜€

Me with Leni :-)

Me with Leni πŸ™‚

Us with Leni :-)

Us with Leni πŸ™‚

Setelah selesai nyoblos, kami pun kembali ke menuju ke Meguro Station untuk kembali ke hostel. Namun sebelumnya, kami menuju Shibuya Station untuk bertemu dengan si anjing terkenal, Hachiko :-). Lalu menuju ke Sumitomo Building di dekat Shinjuku Station untuk membeli tiket bus Willer Express menuju Kyoto πŸ™‚

Uci, Teh Wie, and Hachiko :-)

Uci, Teh Wie, and Hachiko πŸ™‚

Biaya :

1. One Day Pass Subway : JPY 1.000

2. JR Harajuku – Meguro (PP) : JPY 328

3. Bis Meguro – SRIT : JPY 520

Senin, 7 April 2014

It’s DISNEYLAND Time πŸ™‚ Yeeeeeeyyyy….Sebelum mejengin foto-fotonya, mau cerita sedikit ah tentang behind the scene yang terjadi di Disney walau harus buka aib diri sendiri πŸ˜€

Pas berangkat ke Jepang ini, seperti gue ceritain di atas gue masih yakin gak yakin untuk berangkat ke Jepang karena gak tega untuk ninggalin Bokap dan khususnya Nyokap yang lagi gak begitu sehat. Dan pas di Jepang pun ternyata BB gue gak bisa dipakai wifinya dan cuma bisa buat nelpon doang yang ternyata mahal boooooo πŸ˜€ Jadi ya gak bisa sering-sering nelpon deh 😦 Nah pas main ke Disneyland ini, ntah kenapa gue tiba-tiba kangen ma Bunda dan kepikiran terus ma beliau 😦 Nah, waktu pertama masuk ke Disney, mood gue masih OK lah…Uci bisa langsung ketemu idolanya, Donald Duck, dan pas masuk lebih dalam lagi, gue pun langsung bisa menemukan idola gue, Mickey Mouse πŸ˜€ FYI, tujuan utama kami berkunjung ke Disneyland memang untuk ketemu si bebek dan tikus idola kami ini πŸ™‚ Kalo Teh Wie mah cuma nemenin dua “anaknya” ini keliling Disney deh πŸ™‚

Nah bedanya antara foto dengan Donald dan Mickey adalah kalo mau foto sama Donald, kita bisa langsung minta foto kalau ketemu dia pas si Donald lagi keliling-keliling. Sedangkan kalau mau foto sama Mickey Mouse, kita harus ngantri terlebih dahulu nih. Dan tambahan lagi, sesi foto dengan Mickey ini dilakukan bergantian dengan Minnie Mouse tanpa kita ketahui kapan waktu pergantiannya itu dilaksanakan (Gue udah tanya sama petugasnya, tapi petugasnya juga bilangnya mereka gak tahu kapan Mickey and Minnie diganti. “It’s a surprise” kalo kata mereka :-)) Pas mau ngantri pertama kali, ternyata waktunya sudah habis. Dan kata petugasnya akan ada sesi foto berikutnya jam 13.00 dan 15.00. Akhirnya gue pun meninggalkan area sesi foto dan berkeliling-keliling terlebih dahulu di area Disney Sea tersebut. Sekitar jam 1, gue balik lagi ke area sesi foto dengan Mickey Mouse dan ternyata yang sedang difoto adalah Minnie Mouse. Gue pun ngantri sambil berdoa semoga sesi Minnie Mouse segera berakhir dan diganti dengan Mickey Mouse πŸ˜€

Dan doa gue pun terkabul. Sekitar 20 menit setelah gue ngantri, Minnie Mouse pun diganti dengan Mickey Mouse. Gue pun menjerit kesenangan dalam hati….Yeeeyyyyy πŸ˜€ Sorry Minnie, bukannya gak mau foto sama kamu..Tapi tujuan utama saya datang ke sini mau ketemu ma pacar kamu itu lho πŸ˜€ Tapi, memang gak semua keinginan kita dikabulin Tuhan ya 😦 Setelah sekitar hampir satu jam ngantri dan orang yang mau foto di depan gue tinggal 4-5 orang lagi, tiba-tiba si Minnie datang lagi dan Mickey pun pamitan πŸ˜₯ Mood gue pun langsung hancur, dan tanpa sadar gue nangis dan sedikit ngebanting kamera gue 😦 sampai si petugas dan Minnie Mouse pun tahu kalo gue sedih banget gak bisa foto dengan Mickey 😦 Dan Teteh sama Uci pun terkejut ngelihat gue sampai segitu kecewanya karena gak bisa foto dengan Mickey. Perpaduan antara kangen ma nyokap, gak enak sama Teteh dan Uci yang udah nungguin gue selama hampir 1 jam-an walaupun mereka gak mau foto dengan Mickey, dan kecewa berat karena gak bisa foto dengan Mickey nih 😦 Maaf ya bapak-bapak petugas, Minnie Mouse, Teteh, dan Uci πŸ™‚Β  Semoga next visit ke Disneyland gue bisa ketemuan dan foto bareng ma Mickey…Aamiin πŸ™‚

BTW, tema kostum kami untuk kunjungan ke Disney Sea kali ini adalah abu-abu πŸ™‚

And here comes the photos πŸ™‚

The gate :-)

The gate πŸ™‚

The tickets

The tickets

Uci and Donald :)

Uci and Donald πŸ™‚

Donald dan saya :D

Donald dan saya πŸ˜€

Teteh and Daisy...Love the expression :D

Teteh and Daisy…Love the expression πŸ˜€

Me and Minnie :-) Alhamdulillah masih bisa kelihatan ceria kan :D

Me and Minnie πŸ™‚ Alhamdulillah masih bisa kelihatan ceria kan πŸ˜€

Mickey Mouse and Walt Disney...

Mickey Mouse and Walt Disney…

Indonesia in Disney Sea :-)

Indonesia in Disney Sea πŸ™‚

Us and Disney Sea :-)

Us and Disney Sea πŸ™‚

Cruising :-)

Cruising πŸ™‚

Our first ride in Disney :-)

Our first ride in Disney πŸ™‚

Ready to go under the sea :-)

Ready to go under the sea πŸ™‚

But we don't need to wear this :D

But we don’t need to wear this πŸ˜€

Our snack : The packaging :-)

Our snack : The packaging πŸ™‚

Our snack : The content :-)

Our snack : The content πŸ™‚

Dress code of the day :-)

Dress code of the day πŸ™‚ Photo : Copyright Teh Wiwi πŸ™‚

Just me :-)

Just me πŸ™‚

Mickey the sailor :-)

Mickey the sailor πŸ™‚

Dan berakhirlah petualangan di Disney kali ini πŸ™‚ Gue sih yakin bakal kembali lagi ke sini karena gue belum sempat foto sama “The real Mickey” :D. Karena seperti pada kunjungan dua tahun lalu dimana gue bercita-cita untuk bisa kembali ke Jepang untuk bisa membeli Hello Kitty berkimono pink, dan alhamdulillah pada kunjungan kali ini akhirnya kebeli juga tuh Hello Kitty berkimono pink πŸ™‚ Dan kali ini salah satu alasan yang membuat gue ingin kembali adalah berfoto bersama Mickey πŸ™‚ So, Mickey…Tunggu kedatangan saya lagi ya ^o^ Aamiin πŸ™‚

Biaya :

Untuk biaya busnya, gue gak begitu ingat. Maaf ya πŸ˜€ Kalau gak salah, kita naik kereta dari Asakusa ke Maihama, lalu dari Maihama Station kita naik kereta lagi untuk masuk ke area Disney dengan harga JPY 520.

Tiket Disney Sea : JPY 6.400

Snack : JPY 310

Selasa, 8 April 2014

Hari terakhir di Tokyo dan bersiap-siap menuju Kyoto dengan bis pada malam harinya. Tujuan pertama kami di hari ini adalah East Garden Imperial Palace Tokyo. Tadinya kami mau ikut turnya, tetapi ternyata pada saat mau daftar di internet, eh udah penuh 😦 Akhirnya kami pun memutuskan untuk berkeliling di East Gardennya aja deh…Dan ini adalah pilihan yang benar-benar tepat karena ternyata di East Garden ini kami benar-benar bisa menikmati keindahan bunga sakura yang sedang indah-indahnya πŸ™‚ Alhamdulillah πŸ™‚ Setelah dari East Garden, kami menuju Tokyo Sky Tree, dan akhirnya berangkat menuju Kyoto πŸ˜€ Bye, bye Tokyo…I know I will visit you again someday ^o^

Dress code of the day : Batik

Sayounara, Khaosan...Sure I'll be back someday :-)

Sayounara, Khaosan…Sure I’ll be back someday πŸ™‚

Tokyo Station

Tokyo Station

Love it...倧ε₯½γ <3

Love it…倧ε₯½γ ❀

Me under the sakura again :-)

Me under the sakura again πŸ™‚

CIMG1691

Hyakunin bansho (100 hundred persons Guard House)

Hyakunin bansho (100 hundred persons Guard House)

The explanation of Function of hyakunin bansho...

The explanation of Function of hyakunin bansho…

Stonewall between Bainrinzaka Slope and Shiomizaka Slope...

Stonewall between Bainrinzaka Slope and Shiomizaka Slope…

CIMG1644

CIMG1655

Sakura, batik, and us :-)

Sakura, batik, and us πŸ™‚

CIMG1661

Azuma nishiki

Azuma nishiki

CIMG1670

CIMG1673

CIMG1676

CIMG1678

CIMG1684

CIMG1687

Our last destination in Tokyo :)

Our last destination in Tokyo πŸ™‚

Sunset at Sky Tree...

Sunset at Sky Tree…

See you again, Tokyo...I'll be back :-)

See you again, Tokyo…I’ll be back πŸ™‚

Dan kunjungan ke Tokyo SkyTree ini menjadi akhir dari perjalanan kami di Tokyo *Untuk kali ini :-)*. Kami pun kembali ke hostel untuk mengambil koper-koper yang masih dititipkan, dan kemudian menuju Shinjuku untuk naik bis menuju Kyoto…

Mata au….See you again, Tokyo ^o^

Biaya :

Ongkos subway gue lupa πŸ˜€

1. Tokyo SkyTree Tembo Deck Ticket : JPY 2.060

2. Willler Express Bus : JPY 6.500

To be continued