My Self Reflection :-)

logo1Membaca postingan Bapak trainer yang satu ini, entah kenapa saya jadi tergerak untuk menengok kembali isi postingan saya di blog selama 2014 ini. Memang semua yang saya tulis di blog adalah hal-hal yang buat saya merupakan suatu hal atau kejadian yang meninggalkan kesan dalam bagi saya. Jadi jujur, saya bingung kalau disuruh milih mana yang paling berkesan buat saya. Tetapi, karena harus memilih satu, akhirnya saya pun memutuskan untuk memilih posting yang satu ini karena kalau membaca postingan ini selalu membuat saya mengingat kembali tentang salah satu mimpi saya dan usaha-usaha yang saya lakukan untuk meraih mimpi tersebut πŸ™‚

Postingan ini saya tulis setelah malam sebelumnya tiba-tiba saya mendapat email dari seseorang yang menawarkan saya untuk bekerja di Jepang πŸ™‚ Dan tawaran itu datang pada saat saya mulai berpikir lebih serius untuk mencari kerja dan tinggal di Jepang πŸ™‚ Dan pada saat saya membaca email tawaran tersebut, saya berpikir “Ah, apakah Allah akan segera mengabulkan permintaanku?”

Tetapi, seperti judul postingnya, karena berbagai alasan, saya harus menunda mimpi tersebut…entah sampai kapan πŸ™‚ Tapi, saya percaya, dari pengalaman saya sendiri, suatu saat nanti, cepat atau lambat, kalau memang takdir sudah menuliskan, insha Allah mimpi saya itu akan terwujud πŸ™‚

Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer

Advertisements

6 thoughts on “My Self Reflection :-)

  1. Aamiin…sekarang aku memang terus berdoa semoga suatu hari nanti terkabul, Mbak πŸ™‚ makasih bantuan doanya ya (^-^)
    Oh, ngefans sama Kimutaku ya…sipplah nanti kalo ketemu dia, aku sampein deh salamnya deh πŸ˜€

  2. Saya datang dan sudah membaca β€œSelf Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #71

  3. Kita harus punya mimpi, karena siapa tahu Tuhan mengabulkannya.
    Seperti anak bungsuku, akhirnya bisa dapat beasiswa ke Jepang…dan dapat suami orang Jepang pula.

  4. Iya Ibu…hidup tanpa mimpi itu kalau buat aku kayak sayur tanpa garam πŸ˜€ ini masih terus berdoa untuk mimpi yg satu ini…semoga saya bisa nyusul anak Ibu ke Jepang ya (^-^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s