Archive | May 2015

Gambatte, my students :-)

Bulan Januari lalu, tiba-tiba sang Presdir meminta saya untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada 2 orang calon trainee dari pabrik kami yang akan dikirim ke pabrik kantor pusat kami di Jepang πŸ™‚ Alasan Pak Presdir mengajarkan bahasa Jepang ke si calon trainee sih biar mereka bisa program training di sana tanpa didampingi Penerjemah πŸ™‚ Pas denger kabar ini, perasaan saya tuh antara bangga, seneng banget karena mimpi saya terwujud, dan sedikit berharap tentunya πŸ™‚ Bangganya tentu saja karena kepercayaan sang Presdir yang menunjuk saya untuk mengajar para calon trainee tersebut. Seneng banget karena mimpi saya terwujud sebab dalam diri saya memang ada keinginan untuk mengajarkan ilmu yang saya punya sebagai guru selain kerja sebagai karyawan kantoran. Dan sedikit berharap tentu saja karena walaupun kata Pak Presdir dia mau para calon trainee berangkat tanpa didampingi Penerjemah, siapa tahu kan saya pada akhirnya nanti bisa dikirim seperti kejadian ini dan bertemu si cowok Jepang favorit saya di pabrik kantor kami di Jepang πŸ™‚

Walaupun pada awalnya (Sampai hari terakhir sih :D) saya bingung mau ngajarin apa sama mereka dan setiap habis jam istirahat saya selalu mulai sibuk mikirin mau ngajarin apa ke mereka, saya selalu menikmati saat saat mengajari mereka dan merasa senang kali kalau melihat ekspresi wajah mereka yang menandakan mereka mengerti apa yang saya ajarkan πŸ™‚ Selain itu, dengan mengajari mereka, saya pun jadi belajar lagi mengenai dasar dasar tentang bahasa Jepang yang kadang terlupakan oleh saya, atau bahkan baru saya ketahui ketika mempersiapkan bahan mengajar untuk mereka. Ditambah lagi, Presdir pun beberapa kali ikut masuk ke dalam kelas untuk melihat cara saya mengajar dan sejauh mana perkembangan dari murid-murid yang saya ajari serta memberikan semangat untuk para calon trainee tersebut dan juga saya. Bahkan, kadang-kadang beliau juga sedikit memberikan pelajaran dan ilmu tentang bahasa Jepang dari sudut pandang orang Jepang kepada para calon trainee dan juga saya. ζœ¬ε½“γ«γ‚γ‚ŠγŒγ¨γ†γ€η€Ύι•· ^o^

Dan kemarin adalah hari terakhir saya mengajar mereka sebelum mereka berangkat ke Jepang tadi pagi *Ternyata harapan saya untuk bisa ikut ke sana bersama mereka belum terwujud kali ini karena mereka akan didampingi langsung oleh Presdir kami selama di sana :D*. Dan tentunya harapan saya sebagai guru mereka adalah semoga ilmu yang saya ajarkan selama ini bisa berguna dan mereka terapkan selama di pelatihan di Jepang dan mereka bisa menikmati masa-masa selama training tersebut dan juga menikmati Jepang πŸ™‚

Dan berikut adalah foto-foto yang sempat saya abadikan di dua hari terakhir saya mengajar mereka…

Dua orang murid saya sedang serius ngerjain tugas :-)

Dua orang murid saya sedang serius ngerjain tugas πŸ™‚

Maju ke depan...

Maju ke depan…

Wefie bersama mereka...Sorry for the blur photo :-)

Wefie bersama mereka…Sorry for the blur photo πŸ™‚

See you soon again my student in our Kapuk Factory and enjoy your time in Nogi Factory πŸ™‚ Gambatte kudasai !!!

Advertisements

Halal ramen comes to Tokyo with Asakusa restaurant, and it’s so good anyone will enjoy it

Hmmm, kunjungan berikutnya harus nyoba nih πŸ˜€ Insya Allah (^-^)

SoraNews24

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

For decades, the international perception of ramen was that it was something for lazy college students to buy in bulk for when they wanted a quick, hot meal, with only minimal thought given to flavor or presentation. And while ramen does sometimes take that form, assuming it’s all like that is sort of like basing your whole image of pizza on microwavable frozen varieties.

Thankfully, there’s a ramen renaissance going on, as the rest of the world is getting onboard with just how delicious Japan’s favorite noodle dish can be. In response, some restaurants in Japan are adapting to make their food more accessible to foreign visitors, such as this restaurant in Tokyo that serves halal ramen.

View original post 551 more words

This entry was posted on May 14, 2015. 6 Comments

Aglio Olio ala Inong

Ceritanya beberapa jam lalu lagi nonton dorama “Bambino” yang berlatar belakang di restoran Itali πŸ™‚ Dan karena saya belum sarapan dan dijejali oleh gambar-gambar spaghetti yang disajikan di dorama tersebut, cacing-cacing di perut pun berontak dan saya tiba-tiba terinspirasi untuk masak spaghetti πŸ˜€ Pas mikir bahannya, teringat kalau di dapur gak ada stok daging cincang (Emang jarang make daging cincang sih untuk masakan di rumah :-)) Pantang menyerah, saya pun menyapa si Mbah Google dan nyari resep Aglio Olio yang resepnya lebih simpel dari spaghetti, dan ketemulah link ini πŸ™‚ Pas lihat bahan dan cara membuatnya, kok kayaknya gampang banget ya πŸ™‚ Akhirnya ngecek stok di dapur, cuma ada beberapa bahan yang tersedia ^o^ Tapi karena emang lagi lapar berat, ya wes saya nekat bikin aja deh dengan bahan yang ada di rumah πŸ˜€

Berikut saya tulis resep aslinya dan bahan-bahan yang saya pakai :

Bahan-bahan :

125 gr spaghetti kering (Saya ambil secukupnya karena saya masak untuk dimakan sendiri).

1 liter air.

2 sdm minyak zaitun (Saya gak pakai karena gak ada).

4 siung bawang putih, iris tipis (Saya cuma pakai 2)

1 buah cabai merah, buang bijinya, iris tipis (Saya pakai cabe hijau)

2 lembar daging asap, potong kecil (Saya ganti pakai 5 buah udang).

1/2 sdt oreganoΒ  kering

1/2 sdt merica hitam, memarkan agak halus (Saya gak pakai karena gak ada)

1/2 sdt garam

Taburan :

1 sdm keju parmesan bubuk / parut (Saya gak pakai karena gak ada).

1 sdt peterseli kering (Saya gak pakai karena gak ada).

Cara masak :

1. Rebus air hingga mendidih. Lalu masukkan spaghetti hingga lunak. Angkat dan tiriskan (Kalau saya, pada saat merebus spaghetti ini, tambahkan 1 sdm mentega ke dalam rebusan spaghetti).

2. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bawang putih hingga layu dan harum.

3. Tambahkan cabai merah dan daging asap, lalu aduk hingga layu.

Untuk proses no. 2 dan 3, karena saya pakai udang sebagai pengganti daging asap, maka saya tumis dulu udangnya sampai matang. Lalu, kemudian baru masukkan bawang putih dan cabai merah πŸ™‚

4. Tambahkan bumbu dan masukkan spaghetti. Kemudian aduk kembali hingga rata.

Di proses ini, saya cuma masukin garam dan spaghetti karena bumbu lainnya gak ada.

5. Tuang masakan ke piring saji, dan taburkan keju parmesan dan daun peterseli.

Dan inilah hasil memasak dadakan saya hari ini :-0 Lumayan enaklah mengingat pakai bumbu dan bahan seadanya πŸ™‚ Kalau pakai bumbu lengkap, pasti lebih yummi lagi πŸ˜€

Itadakimasu ^o^ Selamat makan ^o^

Itadakimasu ^o^ Selamat makan ^o^