Archive | September 2015

Antara Monas dan Kemang :-)

Judul tersebut di atas adalah tujuan jalan jalan saya pada hari Minggu kemarin.

Untuk yang ke Monas, memang sudah saya rencanakan dengan teman saya sejak beberapa waktu lalu. Kalau teman saya sih, memang dia berniat untuk mengeksplor Monas, naik ke tugunya, dan melihat isi dan mengetahui lebih dalam tentang sejarah Monas tersebut. Sedangkan saya sih niat awalnya cuma ingin naik ke tugunya, karena terakhir kali naik ke sana adalah pada saat saya masih kecil (Sekitar TK atau SD kelas 1) 😀

Sedangkan kalau ke Kemang, ini adalah ajakan tiba-tiba dari tante saya (Yang hanya setahun lebih tua dari saya 😀 *Informasi gak penting*) dan sedang magang kerja di Jakarta untuk kebutuhan pembuatan tesisnya 😀 Alasan si Tante pengen ke Kemang sih katanya karena pengen ketemu artis..ha..ha 🙂 Suatu alasan yang sungguh bikin saya ketawa ngakak di depan beliau *Maaf ya, Cek Ira :D*  Sebenarnya sih si Tante ngajakin pas hari Sabtunya. Cuma karena saya ada urusan yang harus dikerjakan dan selain itu saya juga bingung mau ngajak si Tante kemana di Kemang (Secara saya gaulnya di daerah Jakbar dan kalau pun ke Selatan paling jauh ya cuma ke Citos gitu deh :D), saya pun mengajak beliau untuk nginap di rumah karena kebetulan malam itu ada adik saya beserta istri dan anaknya yang nginap di rumah dan dengan niat siapa tahu si adik mau diajak gaul ke Kemang di malam Minggu. Namun, harapan tinggallah harapan karena pas saya ngomong ke adik saya tersebut, komen dia adalah : Waduh, nyerah deh kak Icut kalo ke Kemang…Gak tahan macetnya 😀 Akhirnya, saya pun mengajak tante saya untuk mengunjungi salah satu mal dekat rumah saya yang menurut info dari adik saya sedang ada acara “Food truck” di dalamnya. Sambil tetap mikir gmn caranya mewujudkan impian si Tante yang sepertinya agak kecewa dan masih  tetap berkeinginan untuk pergi ke Kemang 😀

The food truck :D

The food truck 😀

Dan tibalah hari Minggu kemarin…Bangun bangun dalam keadaan mati lampu yang berlangsung sejak tengah malam dan sedikit panik pas menghubungi teman saya yang mau janjian di Monas karena dia bilang dia akan siap di Monas sekitar jam 7-an karena niat awal mau naik ke atas tugu Monas dan biar gak terlalu ngantri *Dan saya pikir bisa gak perlu ngantri panjang untuk naik ke atas berdasarkan pengalaman waktu saya kecil dulu :D*. Sedangkan saat itu waktu sudah menunjukkan pkl. 6 kurang, dan saya belum ngapa-ngapain 😀 Akhirnya saya dan tante pun bergegas bersiap-siap dan meninggalkan rumah tanpa sarapan sekitar pkl. 7 🙂

Sesampainya di Monas dan bertemu dengan teman saya tersebut, kami pun menyempatkan diri untuk mencari sarapan dulu secara saya dan si Tante udah kelaparan banget dan gak kuat kalau harus ngantri naik ke tugu Monas tanpa sarapan 😀 Akhirnya setelah terpuaskan dengan dua porsi nasi kambing untuk saya dan Tante, kami pun beranjak untuk bersiap naik ke atas tugu 🙂

Teman jalan jalan saya :-)

Teman jalan jalan saya 🙂

Tapi setelah melihat panjangnya antrian yang ingin naik ke tugu, kami pun memutuskan untuk menyerah dan hanya berkeliling saja di area Monas tersebut dari bagian Selatan, Utara, Timur, dan Barat. Dan ternyata lumayan bikin kaki capek, badan kepanasan, dan tenggorokan kehausan 😀 *Ya iyalah :-)* Tetapi, kami sangat senang karena bisa berkeliling sampai ke bagian bagian Monas yang belum pernah saya (dan teman saya serta tante saya) lihat sebelumnya. Plus ada juga patung-patung yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Seperti patung R.A. Kartini, patung Chairil Anwar, dan patung Pangeran Diponegoro 🙂 Informasi mengenai patung-patung ini kayaknya bisa dicari di si Mbah Google deh 🙂 Maaf ya krn saya juga belum cari cari info lagi, cuma baca dari kicauan Path punya si teman aja 😀

Setelah puas berkeliling, kami pun memutuskan untuk masuk ke bagian bawah tugu Monasnya. Setelah mempertimbangkan antara mau beli tiket masuk museum plus naik ke tugunya, atau cuma beli tiket masuk museumnya aja. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk membeli tiket masuk museumnya aja mengingat panjangnya antrian plus ternyata memang tiket untuk naik ke atasnya udah habis 🙂

Pose depan Monas sebelum masuk ke museum...

Pose depan tugu Monas sebelum masuk ke museum…

Di depan kepanjangan MONAS :-)

Di depan kepanjangan MONAS 🙂

Setelah puas berkeliling di dalam (Atau mungkin lebih tepatnya di bawah) tugu Monas, kami pun memutuskan untuk pulang. Tapi, ternyata si Tante masih pengen banget jalan ke Kemang dan saya pun masih bingung mau ngajak si Tante ke bagian mananya Kemang 😀 Dan secara tiba-tiba, si Tante ngucapin kata Kemang Village yang pernah saya dengar sebelumnya dan menurut teman saya itu adalah sebuah mal yang dikelilingi oleh apartemen 😀 OKlah kalau begitu, mari capcus ke sana. Dan kami pun memutuskan untuk naik taksi ke sana…Saya dan tante pun berpisah dengan teman saya yang memutuskan untuk langsung pulang…

Dan pas naik taksi, ternyata sang supir taksi cuma tahu mal yang bernama Lippo Kemang aja 😀 Dan sang tante beserta saya pun dengan sok PD-nya bilang iya kayaknya itu deh malnya, Pak 😀 Sempat beberapa kali nanya ke orang orang di jalan dengan kata kunci “Kemang Village”, tetapi semua mengarah ke Lippo Kemang ini 🙂 Lalu kami pun diturunkan di depan sebuah universitas bertaraf internasional yang terletak bersebelahan dengan mal tersebut 🙂 Karena kami masih penasaran, akhirnya kami pun bertanya ke bagian informasi daerah mana yang disebut dengan “Kemang Village” *Harap maklum karena saya anak Barat yang jarang sekali bergaul ke mal di Selatan :D* Walah, ternyata yang disebut Kemang Village itu adalah area yang melingkupi si mal, apartemen, dan si universitas tempat kami turun tadi..gitu toh…Makasih penjelasannya ya, Pak 🙂

Lalu kami pun berkeliling untuk mencari tempat makan siang..Pas lagi nyari-nyari tempat makan siang, ternyata ada suatu keramaian yang sedang berlangsung di bagian luar mal. Ternyata sedang berlangsung acara “Shave for Hope” 🙂 Saya sih pernah dengar tentang acara ini di TV, tapi gak mendengarkan tentang kapan acara ini dilaksanakan 🙂 Walah, syukur banget keinginan si Tante untuk ketemu artis bisa terwujud. Saya dan tante bisa ketemu Indra Bekti, Edi Brokoli, dan Tora Sudiro. Sayangnya, si tante cuma ngeh sama Tora Sudiro tuh…Sedangkan untuk artis yang lain, habis saya jelasin siapa nama si artis, barulah si tante ngeh 😀

Shave for Hope

Shave for Hope

Setelah si Tante puas bisa lihat artis (Sayang si Tante gak mau foto ma mereka :D), kami pun beranjak untuk makan siang di Killiney Kopitiam. Dan karena di sebelah resto ini, ada resto yang menyajikan kopi Vietnam, Mon Viet, si tante pun ngajak saya untuk ngopi-ngopi lagi di sana dengan harapan siapa tahu bisa melangkahkan kaki di Vietnam…Aamiin…Tom Yamnya segar banget, dan kopinya juga enak banget (Kalau kata si tante sih bilang rasanya persis kayak kopi Ulee Kareng, kopi terkenal dari kampung halaman kami, Aceh). Thank you aunty for the treat 😀 Happy tummy, happy me 😀

The food for lunch :D

The food for lunch 😀

The drink for lunch...Mohon abaikan muka si model :D

The drink for lunch…Mohon abaikan muka si model 😀

Our coffee, Ca phe sua (Hot white coffee) & Ca phe sua da (Ice white coffee)...Dua-duanya masih dikasih saringan kopi dan yang dingin belum dikasih es...

Our coffee, Ca phe sua (Hot white coffee) & Ca phe sua da (Ice white coffee)…Dua-duanya masih dikasih saringan kopi dan yang dingin belum dikasih es…

Ca phe sua da setelah diberi es :-)

Ca phe sua da setelah diberi es 🙂

Setelah puas makan dan ngopi-ngopi, kami pun memutuskan untuk pulang. Namun sebelum pulang, kami memutuskan untuk melihat ke panggung Shave for Hope sekali lagi. Kali ini kami ngeliat Rio Febrian. Dan seperti sebelumnya, si tante pun tetap gak ngeh nama si artis kalau gak saya sebutin..hi..hi 😀

Dan demikianlah petualangan kami dari Monas ke Kemang berakhir dengan bahagia. Saya bahagia karena bisa jalan jalan sambil belajar sejarah, bisa ngenalin tante ke teman saya dan alhamdulillah mereka cucokkk, bisa mewujudkan keinginan tante, dan ditraktir makan 🙂 Dan tante pun senang karena keinginannya terwujud…Alhamdulillah 🙂

Advertisements