Archive | July 2017

Jadi penerjemah seminar lagi :-)

Sekitar akhir Juni kemarin, seorang rekan menghubungi saya dan menawarkan pekerjaan untuk menjadi penerjemah di acara seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh salah satu klinik yang ada di daerah Meguro, Tokyo, Jepang. Walaupun udah 2 kali jadi penerjemah seminar dan workshop, serta beberapa kali jadi penerjemah di acara pameran pendidikan Jepang, tetap saja saya agak ragu untuk menerima tawaran ini secara ini adalah seminar tentang kesehatan dan pastinya istilah-istilah medis yang digunakan adalah kata-kata baru yang jarang saya dengar. Apalagi penyakit yang dibahas di seminar ini adalah penyakit hernia, suatu penyakit yang pernah saya dengar namanya tapi tidak tahu apa yang dimaksud dengan si hernia tersebut. Dan klinik tersebut menciptakan suatu metode pengobatan dengan laser yang disebut PLDD untuk menyembuhkan si hernia 🙂

Akhirnya setelah si rekan “memaksa” saya untuk menerima tawaran tersebut dengan alasan untuk menambah pengalaman saya, saya pun bersedia untuk menerima tawaran itu. Lalu, saya pun dikirimkan bahan-bahan untuk materi seminar dari staf sang dokter tersebut. Dan benarlah dugaan saya, semuanya adalah istilah-istilah baru yang jarang saya dengar atau bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya yang mengakibatkan saya harus meluangkan waktu minimal 2 jam tiap hari sejak 2 minggu lalu untuk membaca dan menghafalkan istilah-istilah baru yang ada dalam materi tersebut *Berasa jadi anak kuliahan yang mau belajar buat ujian deh 😀 dan bikin saya juga terus berdoa semoga tugas saya menjadi penerjemah pas hari H dipermudah dan diperlancar :-)* Jaa, ganbatte Inong 🙂

Setelah deg-degan sekitar 2 minggu, tibalah hari H pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Pada seminar hari Sabtu, alhamdulillah seminar berjalan lancar dan banyak peserta yang aktif bertanya. Dan saya juga baru tahu, ternyata banyak juga penderita hernia di Indonesia 😦

Hari kedua, bertepatan dengan Car Free Day dan juga adanya even ini, yang mengakibatkan banyak jalan ditutup dan menjadi macet. Para peserta yang datang ke seminar tepat waktu pun hanya sedikit. Karena masih banyak peserta yang tidak bisa hadir tepat waktu, sesi konsultasi yang tadinya dijadwalkan sebagai sesi terakhir, dipindah menjadi sesi pertama. Dan ternyata sesi konsultasi ini malah jadi memakan hampir separuh waktu dari acara seminar, padahal di hari pertama sesi konsultasi berjalan sesuai jadwal, yaitu hanya 30 menit saja. Saya pun sebagai penerjemah sangat senang karena pada sesi konsultasi para peserta aktif bertanya yang bikin rasa “demam panggung” saya hilang 😀

Buat rekan saya yang sudah “memaksa” saya untuk jadi penerjemah di acara ini, saya ucapkan terima kasih banyak karena hal ini benar-benar menambah pengalaman dan percaya diri saya sebagai penerjemah. Dan semoga masih ada kesempatan lain untuk jadi penerjemah di acara seminar yang lain 🙂

raw

Bersama dengan dokter Miyajima, pemilik Meguro Yuai Clinic dan Ms. Sakagami di hari pertama 🙂

20170723_113738

Dengan para penyelenggara seminar di hari ke-2 🙂

20170727_223445

Update 27 Juli 2017 : Dan tadi siang, pas ngecek lini masa IG saya, foto ini yang pertama muncul..Alhamdulillah, 良かった

Advertisements