#30dayswritingchallenge Day 24: About what you’ve learned

Kalau bicara tentang about what I’ve learned alias apa yang saya pelajari selama hidup saya ini, jawabannya adalah saya belajar untuk selalu bersikap sabar, terus berdoa, dan yakinlah Allah akan mengabulkan apa yang kamu minta di saat yang tepat dan menurut cara terbaik-Nya. Kadang-kadang tidak sesuai dengan yang kau minta..Tapi percayalah dan renungkanlah setelahnya, bahwa hal itu adalah yang terbaik buat kamu😊 Hal ini saya pelajari setelah kejadian ini, 10 tahun lalu 🙂

Jadi, zaman kuliah dulu di jurusan saya, ada pemberian beasiswa belajar di beberapa universitas di Jepang selama 1 tahun untuk kurang lebih 10 orang mahasiswa berprestasi 🙂 Walaupun IPK saya di masa kuliah itu selalu di atas 3 koma (FYI, di jurusan saya itu IPK di atas 3 adalah hal yang biasa :)), tetapi ternyata saya bukan salah satu dari 10 orang yang terpilih tersebut 😦 Tentunya sempat ngerasa kecewa saat itu, tetapi masih biasa aja sih…ga yang sampai bikin saya sedih banget gitu deh, dan saya tetap berdoa semoga kesempatan mengunjungi negara yang bahasanya saya pelajari ini bisa terwujud suatu hari nanti 🙂

Nah, terus pas kerja di kantor lama, seperti pernah saya ceritakan saya diberi kesempatan untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada calon trainee yang akan dikirim ke Jepang. Nah, pas yang angkatan pertamanya tuh, saya ngajar beberapa bulan pertama, lalu digantikan oleh guru dari luar kantor karena proses belajar mengajarnya ditingkatkan menjadi intensif setiap hari sebulan menjelang keberangkatan para trainee tersebut. Nah, pas udah diumumkan tanggal resmi keberangkatan mereka, saya tuh sempat agak “ngiri” dan berpikir “Waduh, enak ya mereka bisa berangkat ke Jepang full gratis…Andai saya bisa ikut sama mereka…”

Ternyata, sebulan setelah keberangkatan para trainee tersebut, saat saya sudah mulai ga terlalu mikirin lagi soal para trainee yang di Jepang dan pasrah tentang keinginan saya agar bisa ke Jepang, Allah ngabulin keinginan saya untuk bisa berangkat ke Jepang juga 🙂 Full gratis, dalam waktu yang lumayan lama, dan sendirian dengan tugas untuk mendampingi para trainee-trainee tersebut sebagai penerjemah 😀 Di titik itulah saya baru menyadari arti sebenar-benarnya dari “Sesuatu akan indah pada waktunya” dan memang Allah mengabulkan keinginan saya di saat yang tepat dan saya sudah benar-benar siap 🙂 Teringat masa 3 bulan saya tinggal di Jepang tersebut, saya benar-benar sangat menikmatinya walau harus terpisah dengan keluarga dan tinggal di sana sendirian 🙂 Dan seingat saya, benar-benar ga ada rasa sedih dan kesepian selama 3 bulan tersebut walaupun tinggal sendirian 🙂

Kemudian, cerita beralih ke masa sekarang. Seperti yang saya ceritakan di sini, saya sedang dalam masa transisi perubahan karir dari seorang penerjemah Jepang, walaupun tetap punya cita-cita suatu hari mau ngerasain tinggal dan kerja di Jepang. Sebenarnya, awal ngelamar di kantor yang sekarang, saya melamar sebagai penerjemah bahasa Jepang. Tetapi, karena adanya suatu perubahan kebijakan di kantor, eh saya dipindahkan ke posisi yang lain, tetapi tetap berhubungan dengan bahasa asing. Kalau kali ini, bahasanya adalah bahasa Inggris 🙂 Seperti yang saya ceritakan di sini juga, dari dulu saya suka belajar bahasa asing. Alhamdulillah, walau bukan bahasa Jepang, saya di kantor ini masih aktif menggunakan bahasa asing yang lain, yaitu bahasa Inggris.

Nah, karena dalam kondisi transisi perubahan karir ini, saya pun tetap ingin agar bahasa Jepang saya bisa tetap aktif terpakai demi mewujudkan cita-cita saya ke depan. Alhamdulillah, Allah lagi-lagi ngabulin keinginan saya itu. Di masa pandemi ini, di media-media sosial saya, saya menemukan beberapa grup dan guru bahasa Jepang yang melakukan proses belajar bahasa Jepang secara daring dan gratis. Mereka pun sering mengadakan pelajaran daring langsung dengan diajarkan oleh guru-guru bahasa Jepang yang tinggal di Jepang melalui berbagai aplikasi media sosial 🙂 Dan saya pun bisa punya kenalan-kenalan baru, baik yang tinggal di Jepang maupun di negara lainnya. Salah satu yang pernah saya ikuti, pernah saya ceritakan di sini dan di sini 🙂

Jadi buat saya pribadi, saya percaya bahwa Allah pasti akan mengabulkan semua keinginan dan doa saya suatu hari nanti. Tapi, si Inong yang ga sabaran ini harus belajar sabar, karena dari pengalaman-pengalaman saya pribadi, sering kali Allah ga langsung ngabulin permintaan saya, tetapi butuh waktu beberapa lama, dan bahkan kadang saat saya sudah lupa dengan keinginan tersebut dan baru tersadar bahwa itu adalah bentuk terkabulnya doa saya setelah kejadian 🙂

One thought on “#30dayswritingchallenge Day 24: About what you’ve learned

  1. Pingback: Meeting zoom: ACEH DAY :) | pinkuonna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s