Search Results for: Sebuah pertanyaan

Sebuah pertanyaan…

Barusan selesai menghadap ke sang Japanese Vice President Director. Dan setelah sesi “menghadap” ini selesai, tiba-tiba beliau bertanya mengenai arti ucapan “Allahu Akbar” dan kapan digunakannya. FYI, sang Vice President Director ini sudah sering menanyakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan Islam kepada gue dan sudah mengerti beberapa arti kata dalam bahasa Arab seperti : “Insya Allah” dan “Alhamdulillah”. Dan pertanyaan tentang arti “Allahu Akbar” ini timbul setelah beliau nonton video tentang Syria di youtube dan katanya orang-orangnya banyak mengucapkan “Allahu Akbar”

Agak bingung juga gue menjelaskannya,Β  dan gue pun mencoba menjelaskan sebisa yang gue pahami sejauh ini πŸ™‚ Jawaban gue adalah ucapan “Allahu Akbar” berarti Allah Maha Besar (Dan sang vice presdir mendefinisikannya sebagai Allah yang Agung :-)) Dan dalam konteksnya dengan Syria, gue langsung berpikiran bahwa video yang beliau lihat tersebut adalah video perang, sehingga kata “Allahu Akbar” ini biasanya digunakan untuk memberikan semangat pada saat perang dan juga untuk melawan rasa takut.

Di akhir penjelasan gue, gue pun bilang bahwa mungkin penjelasan gue masih sangatlah kurang dan belum tentu benar. Selain itu, gue juga bilang bahwa sampai sekarang dan sampai gue meninggalkan dunia ini, gue masih harus terus belajar tentang Islam (Yang ditanggapi oleh beliau dengan reaksi mukanya yang terkejut setelah gue berkata itu :D). Tetapi, alhamdulillah ternyata buat beliau penjelasan gue bisa beliau pahami πŸ™‚ Leganya hatiku πŸ™‚ Alhamdulillahγ€θ‰―γ‹γ£γŸ ^_^

Buat gue pribadi, pertanyaan-pertanyaan beliau ini menyadarkan gue bahwa ternyata masih banyak hal yang harus gue pelajari (Bahkan hal-hal kecil sekalipun) tentang agama gue ini, yang mungkin pasti tidak akan pernah selesai gue pelajari sampai gue meninggalkan dunia ini. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut juga membuat memori gue kembali ke masa 3 tahun silam pada saat gue training di Jepang dan rekan-rekan kerja gue menanyakan kenapa gue harus sholat, kenapa baju gue harus panjang, kenapa gue pakai jilbab, kenapa cowok tidak diharuskan pakai jilbab, kenapa tidak boleh makan babi dan minum alkohol, dll πŸ™‚ *Jadikangen:D* Dan setiap diberikan pertanyaan tentang Islam dan ajarannya oleh orang Jepang, gue pasti berusaha untuk memberikan penjelasan sesuai dengan yang gue ketahui dan pahami, dan pastinya gue juga berharap jawaban-jawaban gue tersebut bisa menggambarkan tentang keindahan Islam dan Islam sebagai agama yang “Rahmatan lil alaamin” πŸ™‚

Thank you, I san untuk pertanyaan-pertanyaannya selama ini yang bikin gue selalu merasa harus terus belajar dan belajar lagi πŸ˜€ δ»Šγ‹γ‚‰γ‚€γ‚Ήγƒ©γƒ ζ•™γ«γ€γ„γ¦γ‚‚γ£γ¨ε‹‰εΌ·γ—γ¦γ€ι ‘εΌ΅γ‚ŠγΎγ™!!!

Advertisements

Workshop time :-)

Di awal minggu terakhir Januari lalu, tiba-tiba sang Vice Presdir saya yang pernah menanyakan tentang ini, kembali mengajukan pertanyaan kepada saya apakah saya bisa menjadi penterjemah untuk acara workshop membuat gambar ilustrasi dengan ballpen produksi perusahaan kami yang akan diajarkan oleh seorang ilustrator manis dan cantik berasal dari Jepang bernama Kawamoto Mie, atau biasa dipanggil Kamo Sensei yang pernah tampil di salah satu acara favorit saya πŸ™‚ Tentu saja saya gak mungkin jawab gak kan πŸ˜€ Hm, ini bakalan jadi pengalaman kedua saya sebagai penterjemah di acara semacam workshop atau seminar, setelah pengalaman pertama saya jadi penterjemah di seminar memancing tahun 2012 lalu πŸ˜€ Dan sebagai bekal untuk saya, sang Vice Presdir pun berbaik hati meminjamkan saya sebuah buku karangan Kamo Sensei agar saya bisa lebih mempersiapkan diri untuk acara workshop ini πŸ™‚

Dan hari yang saya tunggu-tunggu dengan sedikit deg-degan, akhirnya tiba juga dua hari yang lalu πŸ˜€ Acara dimulai sekitar pukul 13.30 dan alhamdulillah berjalan dengan lancar dan diikuti dengan antusias oleh para peserta workshop πŸ™‚ Dan alhamdulillah segala ketakutan dan kegugupan saya hilang begitu saja ketika acara dimulai dan saya bisa melakukan tugas saya dengan baik…Alhamdulilah, once again..Thank you, Allah πŸ™‚ And thank you Kamo Sensei for teaching us how to make kawaii illustration with ballpen πŸ™‚

Buku pinjaman sang VP :-) Arigatou ^o^

Buku pinjaman sang VP πŸ™‚ Arigatou ^o^

 

Kamo Sensei & me :-)

Kamo Sensei & me πŸ™‚

Kamo Sensei's trademark signature

Kamo Sensei’s illustration

Peserta workshop :-) Thank you all ^o^

Peserta workshop πŸ™‚ Thank you all ^o^

Thank you for the goodie bag :D

Thank you for the goodie bag πŸ˜€

 

Antara Jepang, Islam, dan Saya :-)

Sejak dikirim kantor untuk mendampingi teknisi dari kantor kami training di Jepang 4 tahun lalu, saya akui saya semakin cinta dengan Jepang πŸ™‚ Walaupun pada kunjungan pertama saya tersebut, saya hanya tinggal sendiri di apartemen yang ukuran 4L (Loe lagi loe lagi :D) dan selalu jalan jalan sendiri pada waktu akhir pekan, entah kenapa saya gak pernah dihinggapi rasa takut atau kesepian πŸ™‚ Mungkin rasa takut dan kesepian itu ada, tetapi tidak pernah saya sadari karena terkalahkan oleh rasa suka cita saya yang mimpinya untuk berkunjung ke Jepang ini alhamdulilah bisa terwujud.

Pada waktu kunjungan pertama ini, saya bertemu dengan rekan-rekan kerja di Jepang yang sering bertanya kepada saya. Antara lain pertanyaannya adalah : Kenapa wanita Muslim harus pakai jilbab? kenapa harus pakai baju panjang? kenapa laki-laki tidak pakai jilbab? Kenapa tidak boleh makan babi dan minum alkohol? kenapa harus shalat? dan “kenapa-kenapa” lainnya yang kadang-kadang jujur saya pun bingung untuk menjawabnya. Dan apabila kebingungan sudah melanda, akhirnya saya pun cuma bisa menjawab “Itu adalah kewajiban dan perintah dari Tuhan kami :-)”.

Pada kunjungan kedua, yang paling berkesan buat saya adalah Manager hostel tempat kami menginap waktu itu mengadakan survey tentang makanan halal dan memberikan selebaran pertanyaan kuesioner yang dia minta untuk kami isi. Pada saat itu dia bilang hostel tersebut sedang mencoba membuat resep daging untuk hamburger yang halal πŸ™‚ Senangnya kami mendengar hal tersebut πŸ™‚ Selain itu, kami juga menyempatkan makan ramen halal yang berisi seafood di dekat Shinjuku Station πŸ™‚

Sedangkan pada kunjungan ketiga bulan April lalu, hati saya bertambah senang karena selain bisa merasakan shalat di mushalla yang disediakan di Haneda Airport, kami pun berkesempatan berkunjung dan shalat Maghrib di Mesjid Kobe, mesjid tertua di Jepang πŸ™‚ Alhamdulillah…

Memang sejak kunjungan pertama saya ke Jepang, entah kenapa ada terbersit keinginan bahwa suatu hari nanti saya ingin tinggal di Jepang dan bekerja di sana (Kabulkan ya Allah…Aamiin :-)) Dan sejak saat itu, saya me”like” beberapa fanpage tentang Jepang dan kehidupan di Jepang di FB. Setahun belakangan ini, juga banyak bermunculan fanpage tentang Islam di Jepang yang bermunculan di FB, dan tidak lupa saya pun me”like”nya πŸ™‚ Alhamdulillah, ternyata pengetahuan orang Jepang tentang Islam dan Halal serta Haram semakin meningkat. Membuat saya jadi semakin ingin tinggal di sana deh πŸ™‚

Dan tadi pagi pas browsing FB, saya pun menemukan sebuah video yang dishare oleh fanpage “Kehidupan di Jepang”. Tentang penelitian seorang Profesor Jepang, Ikegami Akira, yang menjelaskan secara detail tentang Islam dan ajaran-ajarannya serta melakukan kunjungan langsung ke Saudi Arabia demi mendapat penjelasan yang lebih mendalam tentang Islam πŸ™‚

Dan berikut adalah video tersebut…

 

Semoga Islam terus berkembang di Jepang dan semoga suatu hari cita-cita saya untuk tinggal dan bekerja di sana bisa terkabulkan…Aamiin πŸ™‚

Bukber pertama di kantor :-)

Setelah hampir 10 tahun kerja di kantor ini, akhirnya bisa juga ngerasain buka bersama sama teman-teman kantor…Alhamdulillah πŸ™‚ Sebenarnya dari dulu pengen banget ngerasain acara buka bersama sama teman-teman kantor, tetapi entah kenapa gak pernah kejadian 😦 Pernah sih, sekali doang beberapa tahun yang lalu, tapi waktu itu cuma sama beberapa orang saja πŸ™‚

Dan akhirnya tahun ini, sang Vice President Director ngasih inisiatif untuk ngadain acara buka bersama di pabrik, dan dilaksanakan pada hari Jum`at kemarin (1807)…Alhamdulillah, another simple wish of me came true πŸ™‚ *Call me lebay, tapi beneran lho ini saya ngarep banget diadain acara buka puasa di kantor dan alhamdulillah terwujud setelah 9 tahun…Orang sabar memang disayang Allah :-)*

The drinks :-)

The drinks πŸ™‚

Biji salak :-)

Biji salak πŸ™‚

Aqua, ayam bakar, es buah...Alhamdulillah :-)

Aqua, ayam bakar, es buah…Alhamdulillah πŸ™‚

Tausiyah sebelum berbuka...

Tausiyah sebelum berbuka…

Pose sebelum berbuka :D

Pose sebelum berbuka πŸ˜€

Semoga setelah diadain tahun ini, kegiatan bukber ini bisa jadi kegiatan rutin di kantor saya…Aamiin, insya Allah πŸ™‚

Bos Jepang, jodoh, dan saya :-)

Entah kenapa, kalau ngobrol-ngobrol santai bersama bos-bos Jepang, ujung-ujungnya selalu bicara mengenai jodoh saya πŸ™‚

Kayak waktu habis ngobrol sama si bos yang satu ini, tiba-tiba setelah saya jelasin arti dari pertanyaan beliau, beliau malah ngomong : “Berarti nanti Inong kalau cari suami harus satu agama, dan gak bisa orang Jepang ya πŸ™‚ *FYI, padahal sebenarnya malah saya cari yang Jepang muslim lho, Bos :-)* #kode

Kemudian, tadi baru saja selesai ngobrol sama salah seorang technical advisor Jepang di kantor. Dan ujung-ujungnya tetap kembali membahas tentang jodoh untuk saya πŸ™‚ Dan kali ini komennya adalah “Inong kalau cari suami harus orang kaya ya :-)” *Gak tahu darimana kok beliau bisa ngambil kesimpulan seperti itu, tetapi saya pun hanya bisa tersenyum sambil mengaminkan ucapan beliau dalam hati :-)*

Karena saya lumayan akrab sama sang technical advisor dan gak jaim-jaiman sama Beliau (Kalo sama bos yang disebutin lebih dulu, masih sedikit jaim soalnya :D), saya pun nyeletuk : Saya tambahin ya kriterianya, H san…kalo bisa sih, orang Jepang dan muslim ya πŸ™‚ *Tolong Aamiinnya, saudara-saudara :-)*

Yang bikin gue merasa heran, itu bos-bos kok ya pada sangat perhatian banget sama masalah jodoh gue πŸ™‚ So sweet of you, my bosses πŸ™‚ Semoga deh harapan kalian dan impian saya bisa terkabul ya, Bos πŸ™‚ *Tolong Aamiinnya sekali lagi ya πŸ™‚

Short trip to tokyo :-) Part 2

Jum’at, 12 Oktober 2012

Tujuan pertama hari ini adalah mengunjungi Imperial Palace yang mengadakan tur keliling gratis. Sebenarnya, tur di Imperial Palace ini tidak termasuk dalam itinerary pertama yang gue bikin. Tetapi, beberapa hari menjelang keberangkatan, kak Rika ternyata sempat browsing dan nemuin link ini dan akhirnya kami pun memutuskan untuk mengikuti free tour tersebut πŸ˜€

One of the building at Imperial Palace, Fujimi Yagura (Watch Tower)

Di Imperial Palace, ada kejadian yang lucu tetapi sedikit bikin panik juga yang berhubungan dengan sepatu πŸ™‚ Kejadian pertama terjadi dengan sepatu Ika, adik sepupu gue. Si sepatu ini memang dari awal sebelum berangkat ke Jepang sudah sedikit rusak dan perlu diperbaiki. Tetapi, karena sudah tidak ada waktu dan Ika tetap mau memakai sepatu tersebut di Jepang, akhirnya dibawalah sang sepatu. Namun, sesaat sebelum tur dimulai, ternyata sang sepatu pun mengalami kerusakan. Gue pun menanyakan kepada seorang petugas apakah ada tempat untuk membeli sepatu atau sandal. Ternyata tidak ada. Lalu, sang petugas berinisiatif membantu kami dengan memperbaiki sementara sepatu Ika. Bener-bener bikin Ika dan gue terharu karena si petugas tersebut benar-benar berusaha untuk memperbaiki sepatu Ika sehingga dia bisa tetap mengikuti tur tersebut. Dan setelah si petugas selesai memperbaiki, si Ika sempat bertanya kepada gue apakah dia perlu memberikan “tanda terima kasih” kepada si petugas yang tentu saja gue jawab dengan “Tidak” πŸ™‚

Kejadian kedua adalah dengan sepatu Imel. Pada hari itu, kebetulan Imel memakai sepatu boot agak tinggi. Dari awal sejak di hotel, gue udah menanyakan kepada dia apakah yakin akan memakai sepatu tersebut. Dan karena Imel dengan yakin bilang bahwa dia sudah biasa memakai sepatu tersebut dan sepatunya ringan, gue pun gak berkata apa-apa lagi. Namun, seperti dugaan gue, si Imel merasa gak nyaman dan sakit dengan sepatu bootnya tersebut. Lalu, dia pun melepaskan sepatunya dan hanya beralaskan kaos kaki tipis. Kemudian, ada seorang petugas yang melihat dan menanyakan keadaan Imel. Kami pun menjawab bahwa kami baik-baik saja dan melanjutkan perjalanan meninggalkan sang petugas. Tiba-tiba, sang petugas tersebut kembali menghampiri kami sambil membawa sepasang sandal CROCS. What a surprise πŸ˜€ Dan pada saat kami bilang kami akan mengembalikan sandal tersebut setelah tur selesai, sang petugas bilang bahwa sandal tersebut tidak perlu dikembalikan….What a nice persons both of them πŸ™‚ #That’s why I love Japan πŸ™‚ Hontouni arigatou gozaimasu, minna san (^o^) Sebagai penutup cerita sepatu-sepatu ini, Ika akhirnya mendapatkan pengganti sepatunya aka beli sepatu baru di Harajuku. Sedangkan Imel membawa pulang si CROCS ke Indonesia sebagai kenang-kenangan πŸ˜€

Setelah selesai tur, kami pun menuju stasiun Tokyo. Setelah puas berfoto-foto di depan gedung stasiun Tokyo yang bagus tersebut, kami pun menuju Harajuku. Sebelum mengeksplor Harajuku, kami makan siang terlebih dulu di sebuah restoran Itali yang ada di sana. Restoran Itali yang dipilih adalah restoran Itali tempat gue dan Hiromi san, teman semasa training di Jepang 2 tahun lalu, pernah makan. ..Hik..hik…Miss those good times and memories ❀ Setelah makan, kami pun siap menjelajah Harajuku. Dan tujuan kami kali ini adalah Oriental Bazaar and Kiddy Land πŸ™‚

Kalo gue pribadi, masuk kedua toko ini memang benar-benar gak belanja and cuma lihat-lihat doang #Backpacker πŸ™‚ Tapi ada satu hal yg bikin gue nyesel pas masuk Kiddy Land, lihat ada boneka Hello Kitty berkimono pink seharga οΏ₯2.100. Pertama lihat wih pengen beli bangettttt :D…..Terus setelah banyak tanya-tanya untuk cari temen yang mau beli juga and pertimbangan ala #Backpacker, akhirnya gue pun memutuskan utk gak membeli boneka Hello Kitty berkimono pink tersebut. Tetapi, pas sampai Jkt kembali, boneka Hello Kitty tersebut tetap terbayang-bayang di otak gue πŸ˜€ Dan gue pun berdoa biar bisa segera berkunjung lagi ke Jepang dan saat itu pasti gue akan beli si boneka Hello Kitty berkimono pink tersebut….Insya Allah πŸ™‚

In front of Tokyo Station πŸ™‚

Beristirahat sejenak di salah satu sudut jalan Harajuku πŸ™‚

Me @Kiddy Land

Setelah puas berkeliling di Harajuku, kami pun beranjak menuju Meiji Shrine aka kuil Meiji dengan berjalan kaki dan tiba di Meiji Shrine sekitar pukul 1/2 5. sore. Dan sebenarnya seperti sudah gue duga sebelumnya, karena saat ini sudah masuk musim gugur, maka waktu berkunjung dibatasi hanya sampai pukul 16.45. Akhirnya kami pun hanya bisa berfoto-foto di depan pintu gerbangnya saja.

The whole team in front of Meiji Shrine πŸ™‚

Me @ Meiji Shrine

Menurut informasi dari petugas yang ada di sana, waktu bukanya adalah mulai pukul 05.30 pagi. So, mendengar penjelasan tersebut, kami pun bertekad untuk datang lagi keesokan paginya.

Sebenarnya setelah kunjungan ke Meiji Shrine, tujuan kami berikutnya adalah Disneyland. Tetapi,Β  karena sebagian anggota rombongan sudah agak letih dan juga sedikit sayang untuk menghabiskan uang sebesar οΏ₯3.300 untuk membeli tiket After 6 Disneyland yang hanya berlaku selama 4 jam (18.00 – 22.00) #Backpacker, akhirnya kami pun memutuskan untuk tidak berkunjung ke rumah Mickey dan kawan-kawannya tersebut πŸ˜€ Gomen ne, Mickey san πŸ™‚

Lalu, setelah berdiskusi untuk memutuskan tujuan berikutnya sebagai pengganti Disneyland, terpilihlah Odaiba dan Tokyo Tower sebagai pilihan. Namun, setelah mempertimbangkan dari segi jarak dan biaya #Backpacker, maka kami pun memutuskan untuk pergi ke Tokyo Tower.

Night view from Tokyo Tower πŸ™‚

It was nice that I could see you again, Tokyo Tower πŸ™‚

Selesai berkeliling di Tokyo Tower, Ika dan Fika memisahkan diri dari rombongan dan menuju Akihabara karena Fika ingin membeli lensa untuk kameranya yang katanya dijual di Akihabara. Sedangkan gue dan yang lainnya kembali ke Asakusa. Sebelum kembali ke penginapan, kami kembali berkunjung ke salah satu toko οΏ₯100 yang ada di dekat penginapan. Setelah itu, rombongan kembali terbagi dua. Kak Deasy dan Bu Upik kembali ke hotel untuk beristirahat, sedangkan gue, Imel, kak Rika, dan Mbak Vita makan malam sambil mencoba salah satu resto sushi yang ada di dekat hotel. Setelah perut kenyang,Β  kami pun kembali ke hotel dan berakhirlah petualangan hari ini.

Our dinner : Sushi and miso soup πŸ™‚

Pengeluaran : *Seinget gue*

1. Subway ke Imperial Palace, Tokyo Tower, Asakusa : Masing-masing antara οΏ₯190 – οΏ₯230 untuk sekali naik.

2. Tiket TokyoTower : οΏ₯820.

3. Makan malam : Sekitar οΏ₯1.000.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Hari ke-4 di Tokyo diawali dengan perjalanan pagi hari menuju Meiji Shrine. Karena menurut petugas kuil sudah dibuka sejak jam 05.30, kami pun berangkat dari hotel sekitar jam 1/2 6 pagi. Yang berangkat ke Meiji Shrine ini hanya gue, Imel, Ika, Fika, kak Rika, n Mbak Vita.Β  Sedangkan k Deasy dan Bu Upik memilih untuk menyimpan tenaga terlebih dahulu di hotel.

The second visit to Meiji Shrine πŸ™‚

Setelah terpuaskan rasa penasaran untuk melihat bagian dalam Meiji Shrine, kami pun kembali ke hotel untuk bersiap-siap check out dari hotel dan pergi menuju Lake Kawaguchi aka Kawaguchi Ko, tujuan terakhir kami di Tokyo. Setelah check out dari hotel (Namun masih meninggalkan koper-koper di hotel), Mbak Vita berpisah dengan rombongan karena masih mau belanja di sekitar Sensoji, sedangkan yang lain menuju ke Shinjuku.

After hotel check out πŸ˜€

Me with hostel staff in Peace style πŸ˜€

Kami meninggalkan hotel sekitar pkl. 10.30 dan tiba di Shinjuku sekitar pkl. 11.00. Kemudian kami mencari-cari tempat penjualan tiket bus menuju Lake Kawaguchi. Namun, lagi-lagi karena pertimbangan waktu, dengan sangat terpaksa kami pun batal menuju Lake Kawaguchi πŸ˜₯

FYI : Perjalanan menuju Lake Kawaguchi memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dan kami perkirakan jalan-jalan di sana sekitar 2 jam-an, sehingga baru kembali ke Shinjuku jam 17.00 dan sampai Shinjuku sekitar jam 19.00 *Dengan catatan kalau semua lancar*. Namun, karena pertimbangan harus kembali ke hotel untuk mengambil barang yang dititipkan maksimal sampai jam 20.00 dan masih harus menuju bandara lagi, maka kami pun memutuskan untuk tidak berangkat ke Lake Kawaguchi agar tidak tergesa-gesa berangkat menuju airportnya 😦 Namun hal ini malah bikin gue berpikir bahwa ini adalah suatu pertanda bahwa gue akan kembali lagi ke Jepang untuk mengunjungi Lake Kawaguchi dan membeli boneka Hello Kitty berkimono pink πŸ˜€ *tetep ya :-)*…

Karena tempat kami akan membeli tiket tersebut dekat dengan suatu toko elektronik besar bernama “Yodobashi Camera”, maka kami pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke toko tersebut. Tanpa sengaja, di toko inilah si Fika berhasil menemukan lensa kamera yang diinginkannya dan tidak ditemukan pada malam sebelumnya di Akihabara πŸ™‚
Next destination adalah makan di restoran ramen halal yang “katanya” dekat dengan South East Exit Shinjuku JR Station. Restoran ini gue tahu dari sebuah blog dan setelah membaca blog tersebut bener-bener bikin gue pengen makan di sana. Pencarian restoran ini pun memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 2 jam saja πŸ˜€

Pertama-tama, yang harus dicari tentunya adalah pintu South East dr Shinjuku Station tersebut. Pintu South East ini pun baru ditemukan setelah bertanya kepada beberapa orang petugas dan orang-orang yang berlalu-lalang. Sebenarnya gampang aja sih untuk nemuin South East Exit ini sesuai dari saran seorang petugas stasiun, yaitu beli tiket termurah, lalu masuk ke dalam peron stasiun dan menuju South East Exitnya. Namun, karena kami memutuskan untuk tidak membeli tiket,Β  akhirya kami harus mencari-cari dari luar stasiun dan kadang-kadang orang yang ditanyakan bingung dimanakah letak South East Exit tersebut, bahkan walaupun sudah dibantu dengan gadget πŸ˜€ Kemudian setelah pintu South East ditemukan, kami masih harus berjuang lagi untuk mencari restoran ramen halal tersebut yang bernama “KAIJIN”. Walaupun sudah menyebutkan nama restoran dan alamat lengkapnya, beberapa orang yang kami tanyakan ternyata tidak tahu restoran tersebut, bahkan tidak tahu alamat yang kami tuju πŸ˜₯ Sebenarnya, kami sudah sedikit menyerah untuk mencari restoran tersebut, tetapi buat gue pribadi gue pengen banget makan di restoran ini, so gue pengen tetap berusaha untuk nemuin restoran ini. Ternyata, si restoran terletak di lantai 2 sebuah bangunan kecil yang letaknya agak tersembunyi. Setelah menemukan tempatnya, kami pun masih harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat karena keterbatasan tempat yang hanya bisa menampung sekitar 15 orang. Pada saat makan pun kami tidak bisa lama-lama, karena sudah banyak tamu lain yang mengantri.

Imel and her halal ramen πŸ™‚ Itadakimasu πŸ˜€

Akhirnya, setelah hilang rasa penasaran untuk makan ramen tersebut, rombongan kami pun kembali berpencar. Gue, k Deasy, Bu Upik, k Rika, n Imel menuju Harajuku (Lagi :D) karena ternyata masih ada yang mau belanja πŸ˜€ Sedangkan Ika dan Fika pergi ke Shibuya untuk berjalan-jalan. Kami pun berjanji untuk bertemu lagi di hotel pada jam 19.00 πŸ™‚ Kalau biasa kami menggunakan kereta bawah tanah aka subway aka chikatetsu, kali ini di hari terakhir kami pun memutuskan untuk naik JR aka kereta biasa untuk menuju Harajuku.

Setelah puas belanja-belanja di Harajuku, ternyata waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 18.00. Kami pun bergegas kembali menuju hotel. Sesampainya di hotel, ternyata Mbak Vita, Ika, dan Fika sudah menunggu dan akhirnya saatnya untuk “benar-benar” meninggalkan hotel tersebut πŸ™‚

Rencana awal, kami akan naik kereta JR menuju Haneda Airport. Hal ini karena menurut internet dan keterangan dari staf hotel kami bisa menggunakan kereta JR langsung dari Asakusa menuju Haneda. Tetapi, ternyata setelah menanyakan kepada petugas stasiun JR, tidak ada kereta JR yang langsung menuju Haneda. Kami harus tetap menggunakan subway untuk menuju Haneda airport. Dan itu berarti kami harus berpindah stasiun yang jaraknya cukup jauh πŸ˜€ GAMBATTE!!!

Akhirnya setelah keluar masuk stasiun JR dan subway dan berganti kereta sebanyak satu kali, kami pun sampai di Haneda Airport. Setelah sampai di Haneda Airport, tugas lain menanti, bongkar koper πŸ˜€ Hal ini dilakukan karena “takut” akan overweight. Gue pribadi yakin kalau barang gue gak akan overweight karena gue gak belanja banyak πŸ™‚

Dan ternyata, memang pemeriksaan di counter Air Asia Haneda Airport ini sangat ketat. Tidak cuma barang yang masuk bagasi yang dihitung beratnya, tetapi juga berat barang yang masuk kabin. Dan seperti sudah diperkirakan, barang-2 adik sepupu gue overweight. Dan mereka terpaksa membongkar kembali barang-barang mereka dan memakai beberapa lapis baju sehingga berat koper-koper mereka berkurang. Alhamdulillah, pada akhirnya semua barang bisa masuk bagasi ataupun dibawa ke kabin πŸ˜€

Cerita menarik lainnya adalah gue kembali “diwawancarai” oleh petugas kepolisian Jepang. Kalau dua tahun yang lalu, gue diwawancarai oleh petugas polisi di Stasiun Shinjuku, sekarang diwawancarainya di Haneda. Kalau dua tahun lalu gue diwawancarai setelah keluar dari toilet, kali ini saat akan masuk ke toilet. Dan satu lagi perbedaannya adalah kalau dua tahun lalu gue menghadapi si polisi Jepang bersama dengan teman gue dan dari awalnya santai sampai akhirnya timbul sedikit rasa takut karena gue gak bawa paspor dan teman gue cuma bawa fotokopinya, kali ini gue menghadapinya sendirian dan bisa sedikit bercanda dengan si Pak Polisi πŸ˜€ Untuk isi pertanyaannya, sama seperti dua tahun yang lalu, si Pak Polisi menanyakan sedang apa di Jepang, tinggal dimana di Jepang, pergi dengan siapa, dll. Oh, ya satu lagi persamaannya, sebelum berbicara apapun kedua polisi langsung menunjukkan badge kepolisiannya baru deh ngomong panjang lebar. Dipikir-pikir, mestinya gue foto ya sama si polisi di Haneda Airport ini secara dia ramah dan bahkan bisa diajak bercanda πŸ˜€

Alhamdulillah, proses “wawancara” berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan senyum sang petugas sambil berkata kepada gue untuk datang lagi ke Jepang. Dan akhirnya, tepat pkl. 01.30 pesawat kami pun meninggalkan Haneda Airport.

Sayonara Nihon…Mata au…Till we meet again (^o^)

Last pose in Haneda πŸ™‚

Pengeluaran : *Seinget gue* :

1. Untuk subway dari Asakusa menuju Harajuku atau Shinjuku sekitar οΏ₯190 -οΏ₯230 (Maaf ya kalo salah :D).

2. Untuk JR Shinjuku – Harajuku sekitar οΏ₯190.

3. Makan siang di ramen halal : Sekitar οΏ₯800.

4. Asakusa – Haneda Airport : sekitar οΏ₯500.