Archives

Edisi akhir pekan :D #Ceritafoto

Hari Sabtu dan Minggu yang lalu, saya mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Dan berikut adalah beberapa foto yang saya ambil untuk mengabadikan tempat tempat tersebut πŸ™‚

Perpustakaan Nasional

Tujuan pertama di hari Sabtu lalu adalah mengunjungi Perpustakaan Nasional karena ajakan teman saya yang dulu juga pernah ngajakin saya ke Monas πŸ™‚ *Waw, ternyata itu sudah dua tahun yang lalu ya :-)* Teteh yang satu ini emang suka mengeksplorasi tempat-tempat baru, dan saya mah suka diajak jalan-jalan…Jadi klop deh πŸ˜€ Pas zaman kuliah, saya sih sering dengar nama Perpustakaan Nasional, dan menurut keterangan Teteh (Dan info dari aplikasi Gojek :D), bahwa Perpustakaan Nasional itu ada 2, satu di Salemba, dan satu lagi di Jln. Medan Merdeka Selatan yang kemarin kami kunjungi tersebut. Tambahan info lagi bahwa gedung yang di Medan Merdeka Selatan ini baru selesai direnovasi dan diresmikan tgl. 14 September lalu oleh Bpk. Presiden Jokowi πŸ™‚Β Dan menurut keterangan petugas Perpusnya, sekarang sedang tahap pemindahan buku-buku dari Perpus Salemba ke Medan Merdeka, dan kalau sudah selesai perpus Salemba akan ditutup.

Teman jalan-jalan hari ini πŸ˜€

Rak buku yang kata teman saya kayak rak buku Beauty and The Beast πŸ™‚

Baca judulnya jadi ingat perpustakaan kampus saya dulu πŸ˜€

Loker πŸ™‚

Ruangan di lantai 1

Mushalla

Saya dan Najwa πŸ™‚ Hei, we have the same dress code color πŸ˜€

Kutipan Presiden 1

Kutipan Presiden 2

Kutipan Presiden 3

Akhirnya daftar jadi anggota πŸ˜€

Penutup hari Sabtu, makan sushi sama teman Soulmate Kahitna yang mau ke Jepang πŸ˜€

Jalan-jalan antar Stasiun πŸ˜€

Hari Minggunya, saya janjian sama teman blogger dan mantan tetangga yang satu ini demi memenuhi janji ngopi-ngopi cantik di daerah Bintaro (Yang akhirnya jadi acara makan siang di kafe :D). Untuk ketemuan sama teman ini, saya naik kereta dari Stasiun Palmerah yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Dan pas cerita sama teman saya, sikiky ini, kalau teman saya pernah naik kereta ke Rangkas Bitung, secara spontan dia pun ngajakin saya untuk naik kereta ke sana πŸ˜€

Pertama kali nyobain mesin ini πŸ™‚

Turun di Stasiun Jurang Mangu dan ternyata tepat di depannya adalah mal ini πŸ™‚ Hm, kayaknya seru juga kalo sekali kali naik kereta ke mal πŸ˜€

Tiba-tiba nyampe di sini πŸ™‚

Numpang ngecaharge sambil nunggu kereta ke Rangkas Bitung πŸ™‚

Di Rangkas Bitung cuma sempat keluar gak jauh dari stasiun dan foto vihara ini doang karena udah kesorean πŸ˜€

Akhir pekan yang menyenangkan πŸ™‚ Thank you Teh Wiwi yang selalu ngajakin ke tempat-tempat baru, dan thank you Ky untuk kespontanitasannya ngajak ke Rangkas Bitung πŸ˜€

 

Advertisements

My first eye colour pallet β˜Ί

Setelah nulis postingan yang satu ini, alhamdulillah ada beberapa teman yang komen dan tiba tiba keingat bahwa sebenarnya memang ada satu hal yang saya pengen tulis.

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat ngomong ke keponakan saya yang sudah ABG aka sudah kelas 2 SMU kalau tantenya ini mau beli peralatan make up dan mau belanja make up bareng-bareng dia. FYI, saya gak pernah dandan dan cuma punya peralatan make up berupa bedak padat dan lipstik aja πŸ˜€ Kebetulan si ponakan saya ini ikut paduan suara di sekolahnya dan sering ikut pertunjukan yang diadakan oleh paduan suaranya tersebut, sehingga punya peralatan make up yang lumayan lengkaplah πŸ™‚ *Edisi si tante belajar ma ponakannya :D* Tapi, sayangnya rencana belanja sama si ponakan saya itu belum terwujud sampai sekarang *Ini mah emang dasar si Tantenya aja yang malas sih :D*

Nah, dua minggu lalu, ibunya si ponakan aka kakak ipar saya, baru pulang dari Aussie, dan sebagai oleh-oleh ternyata si kakak ngebawain eye colour pallet buat saya…Wow, my first eye colour pallet πŸ™‚ Thank you, Kak :* *Mungkin si Kakak ngedengerin pembicaraan saya dengan ponakan ya :D*

20170929_184756.jpg

My first eye colour pallet πŸ™‚

20170929_184908 (2)

Love all the nude colours πŸ™‚ Si kakak tahu aja adik iparnya gak suka medok medok πŸ˜€

20170929_185154

Ada warna yang disebut Bad Manners dan Tokyo juga ternyata πŸ˜€

20170929_185237

All the 12 colours…Nama warnanya lucu-lucu…

Sejak saya terima, sudah beberapa kali saya pakai sih dan memang benar-benar natural banget warnanya, hampir gak keliatan malah πŸ™‚ Cocok banget buat saya yang pengen dandan tapi gak keliatan dandan. Kalau kata orang sih, istilahnya “Make up no make up”. Berhubung saya bukan beauty blogger, maaf ya kalau gak ada foto saya pas pakai eye shadow ini πŸ˜€

 

No idea :(

Persis seperti judulnya, udah sekitar dua bulan ini gak ada ide untuk nulis di blog. Padahal tetap rajin blog walking dan komen di beberapa posting blog teman-teman sih πŸ™‚ Bahkan sempat ada ide postingan pas baca postingan ko Arman yang satu ini πŸ™‚ Tetapi ya seperti biasa, masih belum ada mood nulis yang serius sayanya πŸ˜€ #EmangdasarsiInongmalas:D

Yah, demikianlah sedikit update terbaru yang gak penting dari saya πŸ™‚ Kalo ada pembaca yang mau ngasih ide untuk tulisan di blog, silahkan monggo di komen lho πŸ™‚ Siapa tahu beneran bisa jadi bahan tulisan saya πŸ™‚

 

 

Jadi penerjemah seminar lagi :-)

Sekitar akhir Juni kemarin, seorang rekan menghubungi saya dan menawarkan pekerjaan untuk menjadi penerjemah di acara seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh salah satu klinik yang ada di daerah Meguro, Tokyo, Jepang. Walaupun udah 2 kali jadi penerjemah seminar dan workshop, serta beberapa kali jadi penerjemah di acara pameran pendidikan Jepang, tetap saja saya agak ragu untuk menerima tawaran ini secara ini adalah seminar tentang kesehatan dan pastinya istilah-istilah medis yang digunakan adalah kata-kata baru yang jarang saya dengar. Apalagi penyakit yang dibahas di seminar ini adalah penyakit hernia, suatu penyakit yang pernah saya dengar namanya tapi tidak tahu apa yang dimaksud dengan si hernia tersebut. Dan klinik tersebut menciptakan suatu metode pengobatan dengan laser yang disebut PLDD untuk menyembuhkan si hernia πŸ™‚

Akhirnya setelah si rekan “memaksa” saya untuk menerima tawaran tersebut dengan alasan untuk menambah pengalaman saya, saya pun bersedia untuk menerima tawaran itu. Lalu, saya pun dikirimkan bahan-bahan untuk materi seminar dari staf sang dokter tersebut. Dan benarlah dugaan saya, semuanya adalah istilah-istilah baru yang jarang saya dengar atau bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya yang mengakibatkan saya harus meluangkan waktu minimal 2 jam tiap hari sejak 2 minggu lalu untuk membaca dan menghafalkan istilah-istilah baru yang ada dalam materi tersebut *Berasa jadi anak kuliahan yang mau belajar buat ujian deh πŸ˜€ dan bikin saya juga terus berdoa semoga tugas saya menjadi penerjemah pas hari H dipermudah dan diperlancar :-)* Jaa, ganbatte Inong πŸ™‚

Setelah deg-degan sekitar 2 minggu, tibalah hari H pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Pada seminar hari Sabtu, alhamdulillah seminar berjalan lancar dan banyak peserta yang aktif bertanya. Dan saya juga baru tahu, ternyata banyak juga penderita hernia di Indonesia 😦

Hari kedua, bertepatan dengan Car Free Day dan juga adanya even ini, yang mengakibatkan banyak jalan ditutup dan menjadi macet. Para peserta yang datang ke seminar tepat waktu pun hanya sedikit. Karena masih banyak peserta yang tidak bisa hadir tepat waktu, sesi konsultasi yang tadinya dijadwalkan sebagai sesi terakhir, dipindah menjadi sesi pertama. Dan ternyata sesi konsultasi ini malah jadi memakan hampir separuh waktu dari acara seminar, padahal di hari pertama sesi konsultasi berjalan sesuai jadwal, yaitu hanya 30 menit saja. Saya pun sebagai penerjemah sangat senang karena pada sesi konsultasi para peserta aktif bertanya yang bikin rasa “demam panggung” saya hilang πŸ˜€

Buat rekan saya yang sudah “memaksa” saya untuk jadi penerjemah di acara ini, saya ucapkan terima kasih banyak karena hal ini benar-benar menambah pengalaman dan percaya diri saya sebagai penerjemah. Dan semoga masih ada kesempatan lain untuk jadi penerjemah di acara seminar yang lain πŸ™‚

raw

Bersama dengan dokter Miyajima, pemilik Meguro Yuai Clinic dan Ms. Sakagami di hari pertama πŸ™‚

20170723_113738

Dengan para penyelenggara seminar di hari ke-2 πŸ™‚

20170727_223445

Update 27 Juli 2017 : Dan tadi siang, pas ngecek lini masa IG saya, foto ini yang pertama muncul..Alhamdulillah, θ‰―γ‹γ£γŸ

Wisata Masjid di Bulan Ramadhan :-)

Tanggal 3 Juni minggu lalu, saya dan 2 orang teman saya ikut dalam acara #Wisatakemasjid Holy trip on Holy month yang diadakan oleh Wisata Sekolah dan Jakarta Good Guide. Rute yang ditempuh dalam #Wisatakemasjid seputar Jakarta yaitu Museum Bayt Al Qur`an, Masjid Ramlie Musofa, Masjid Luar Batang, Masjid Jami Angke, dan Masjid Istiqlal. Dan yang bikin saya paling bahagia di acara #Wisatakemasjid ini, akhirnya saya bisa ngerasain buka puasa bersama di masjid Istiqlal untuk pertama kalinya. Alhamdulillah πŸ™‚

Sebenarnya banyak foto yang saya ambil waktu jalan-jalan ini, baik dari kamera saku ataupun dari HP saya. Tetapi berhubung lagi malas banget mindahin memori kamera ke komputer, dan biar gak tambah basi ceritanya, berikut beberapa foto yang saya abadikan dari HP saya πŸ™‚

20170603_103141.jpg

Sejarah masjid-masjid di Indonesia @ Bayt Al Qur`an

20170603_102045.jpg

Jadi ingat, waktu kecil saya baca Al Qur`annya persis seperti yang ini πŸ™‚

20170603_114036.jpg

Tujuan kedua

20170603_114123

Tiga bahasa

20170603_132613

Mesjid Luar Batang

20170603_143127.jpg

Tujuan keempat

20170603_142857

Bersama salah satu pengurus Masjid Jami Angke πŸ™‚

20170603_162440

Tujuan terakhir, Istiqlal πŸ™‚

20170603_165608.jpg

Akhirnya bisa ngerasain bukber di Istiqlal πŸ™‚

20170603_172405

Terima kasih jamuan ta`jilnya πŸ™‚

20170603_172416

Alhamdulillah πŸ™‚

 

 

 

 

 

“6597 The 20 years of friendship reunion” :D

Seperti yang saya cerita di posting ini, bahwa saya dan teman-teman ingin mengadakan reunian dalam rangka memperingati 20 tahun lulusnya kami dari SMA kami tercintaΒ  Dan akhirnya, hari reuni tersebut pun tiba di tanggal 6 Mei yang lalu. Sekedar selingan, pas milih tanggal itu, sebenarnya sih tim panitia ngasal aja milihnya, bukan seperti milih tanggal untuk acara nikahan πŸ˜€ Tapi pas ada seorang teman di luar panitia yang komen “ih kok bisa milih tanggalnya pas banget sih sama nama sekolahnya”, kami semua pun jadi merasa senang karena bisa bikin acara di tanggal yang insyaa Allah gampang diingat πŸ™‚

Sebagai salah satu anggota tim humas, saya ditugaskan untuk ngumpulin teman-teman yang udah lama gak “beredar” menurut anggota tim panitia lainnya πŸ˜€ Tugas yang berat menurut saya, karena jujur sebenarnya saya pun agak kurang beredar sih kalo ada ketemuan sama teman-teman SMA, dan cuma jadi peserta yang “agak aktif” di group WA πŸ˜€ Saya pun jadi agak deg-degan nerima tugas ini dan cuma berharap dan berdoa semoga bisa bantu panitia yang lain untuk memeriahkan acara πŸ™‚

Dan pas hari H, yang bertema “20 years of friendship” dan memakai kode pakaian aka dress code putih abu abu, alhamdulillah ternyata acara berjalan sangat lancar dan meriah. Dan senangnya lagi, walaupun jadi salah satu panitia, pas hari H saya gak perlu datang cepat cepat ke lokasi acara karena tugas saya pas hari H adalah jadi koordinator bis (Yang disediakan secara gratis oleh Bpk. ketua :D) yang mengangkut peserta ke lokasi acara #anggotamalas. Dan tambah senangnya lagi, kelas saya ternyata jadi pemenang kelas yang muridnya paling banyak hadir di acara reuni kemarin πŸ™‚ Yey, love you full, RASTA <3<3<3

IMG-20170506-WA0022

Pose sebelum naik bis πŸ˜€

IMG-20170506-WA0027.jpg

Siap berangkat πŸ™‚

IMG-20170506-WA0134

65 kami tercinta <3<3

IMG-20170506-WA0246

Tyas, Sekar, Rini, Inong

20170506_170733.jpg

<3<3<3

20170506_185423.jpg

RASTA, Rakyat Sosial Satu Enam Lima, Pemenang kelas yang muridnya paling banyak hadir <3<3<3

IMG-20170507-WA0185.jpg

6597…20 tahun kemudian <3<3<3

Sampai ketemu di reuni berikutnya, teman-teman πŸ™‚

Membuat e-passport

Hari Selasa kemarin, saya akhirnya bikin e-passport juga setelah banyak pertimbangan mulai dari masalah biaya, kapan buatnya, dimana buatnya, dll πŸ˜€ Dan setelah mendengarkan saran dan pengalaman dari beberapa orang kenalan saya, saya pun memutuskan untuk membuat si e-passport di kantor imigrasi Jakarta Selatan walaupun e passport ini bisa juga dibuat di kantor imigrasi Jakarta Barat ataupun di bandara Soekarno Hatta. Salah satu hal yang membuat saya memutuskan untuk membuat di imigrasi Jaksel walaupun saya berdomisili di Jakarta Barat adalah karena tidak adanya pembatasan kuota per hari untuk pembuatan paspor tersebut.

Dan sesuai pengumuman yang tertera di sini, pas hari Selasa kemarin itu pun saya berangkat jam 5 Subuh dari rumah dan sampai di kantor imigrasi sekitar jam 5.45. Ternyata pas sampai di sana, udah ada antrian walau belum terlalu panjang. Alhamdulillah πŸ™‚

Di dalam, kita akan mendapatkan map merah untuk menaruh berkas bersama nomor antriannya.

20170425_062925

20170425_060409

Si map merah dan nomor antrian. Alhamdulilah belum nyampe 100 nomornya :0

Ternyata kalau kita datang pagi-pagi sebelum loket dibuka, pada saat loket dibuka ada petugas yang akan menjelaskan bagaimana cara mengisi form dengan detail informasinya. Dan untunglah saya sempat mendengarkan dengan teliti penjelasan dari si bapak petugas yang bernama Wagino tersebut tentang perbedaan antara permohonan pembuatan paspor biasa dan e passport. Dan ternyata kalau buat e-passport, formnya harus dikasih stempel e-passport. Untung saya sempat ngedengerin penjelasan si Bpk. petugas dan nanya nanya ke orang di samping πŸ˜€

20170425_060730

Form dengan stempel e-passport πŸ™‚

20170425_062114

Pak Wagino (Tampak belakang) yang telah menyelamatkan saya dari kesalahan bikin paspor biasa lagi πŸ˜€

Bpk. Wagino juga menyampaikan informasi bahwa kalau untuk paspor biasa akan selesai kira-kira dalam waktu 3 hari kerja, sedangkan untuk e passport butuh waktu maksimal 14 hari kerja. Dan kita pun dikasih nomor telepon (Whats App) yang bisa dihubungi bila kita ingin menanyakan apakah paspor kita sudah selesai atau belum.

Akhirnya setelah menunggu dari jam 6, saya pun dipanggil untuk proses wawancara dan foto pada sekitar jam 9 kurang. Dan jam 9 lewat 10, prosesnya pun selesai πŸ™‚ Jangan lupa setelah proses wawancara, lakukan pembayaran. Kalau saya sih kemarin langsung bayar di bank yang ada di kantor imigrasi tersebut πŸ™‚ Gak nyangka bisa cepat banget gitu πŸ˜€ Soalnya, 4 tahun lalu, waktu perpanjang paspor dengan sistem “One Day Service” sudah lumayan cepat (Waktu itu selesai sekitar jam 12 kurang kalo gak salah), tetapi ternyata sekarang jauh lebih cepat lagi. Alhamdulillah πŸ™‚

Jadi gak sabar mau lihat e passport saya πŸ™‚