Archives

Satu hari di Rangkas Bitung #Ceritafoto

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda 2017 yang lalu, saya dan Teh Wie yang jalan jalan ke perpus nasional di cerita ini, kembali jalan-jalan lagi πŸ˜€ Tadinya sih niat awalnya mau ngajarin Teteh beberapa kosa kata dalam bahasa Jepang yang bisa berguna untuk dia gunakan di perjalanan ke Jepangnya akhir bulan November, tetapi malah berujung kami akhirnya balik lagi ke Rangkas Bitung untuk berjalan-jalan di kota tersebut πŸ™‚ Dan si Teteh yang lagi belajar jadi fotografer sudah siap dengan kameranya dan menjadikan saya dan kota Rangkas Bitung menjadi objek fotonya πŸ˜€ *Dimana saya dikomplain oleh si Teteh karena pakai jilbab hitam hari itu yang kata Teteh gak bagus untuk efek foto. Tapi buat saya mah OK-OK aja tuh :D*

Dan berikut foto-foto yang berhasil diabadikan oleh si Teteh dengan kameranya πŸ™‚

Jadi model saat transit di Stasiun Maja πŸ˜€

Kuliner pertama di Rangkas, Cuanki πŸ™‚

Hiburan saat makan cuanki. Bahagia itu sederhana, cukup dorong-dorong kursi beroda πŸ˜€

Pose kekinian πŸ˜€

Sayang museumnya gak dibuka pas hari Sabtu, jadi cuma foto-foto di luar πŸ™‚

Suka dengan susunan batu-batu ini πŸ™‚

Universal Studio ala Rangkas πŸ˜€

Bagian dalam mesjid

SMPN 1 Rangkas Bitung, Europice School

Gara-gara kata Europice School dan Cagar Budaya, jadi cari-cari info dan ketemu ini πŸ™‚

Bagian dalam sekolah yang tidak boleh dirubah dan menjadi cagar budaya πŸ™‚

Luasnya si halaman sekolah πŸ™‚ Jadi teringat halaman sekolah SD, SMP, dan SMU saya yang cuma sepetak πŸ˜€

Tempat kami makan siang πŸ™‚

Menu pilihan kami, soto kikil yang mantap rasanya πŸ™‚

Minumannya πŸ™‚

Beli oleh oleh di toko yang ada di seberang rumah makan Ramayana πŸ™‚ Dan Bapak penjualnya yang berasal dari Bireun Aceh berbaik hati ngasih kami tambahan oleh-oleh gratis setelah tahu saya juga berasal dari Aceh πŸ˜€

Foto di depan toko dengan si pemilik toko yang sayangnya lagi gak sadar kamera πŸ˜€

Alun-alun di senja hari πŸ™‚

See u again, Rangkas Bitung πŸ™‚

Note : Semua foto *Kecuali foto terakhir yang dari HP saya :D* berasal dari kamera Teh Wiwi πŸ™‚ Thank you Teteh untuk foto-fotonya :* :*

 

 

Advertisements

Edisi akhir pekan :D #Ceritafoto

Hari Sabtu dan Minggu yang lalu, saya mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Dan berikut adalah beberapa foto yang saya ambil untuk mengabadikan tempat tempat tersebut πŸ™‚

Perpustakaan Nasional

Tujuan pertama di hari Sabtu lalu adalah mengunjungi Perpustakaan Nasional karena ajakan teman saya yang dulu juga pernah ngajakin saya ke Monas πŸ™‚ *Waw, ternyata itu sudah dua tahun yang lalu ya :-)* Teteh yang satu ini emang suka mengeksplorasi tempat-tempat baru, dan saya mah suka diajak jalan-jalan…Jadi klop deh πŸ˜€ Pas zaman kuliah, saya sih sering dengar nama Perpustakaan Nasional, dan menurut keterangan Teteh (Dan info dari aplikasi Gojek :D), bahwa Perpustakaan Nasional itu ada 2, satu di Salemba, dan satu lagi di Jln. Medan Merdeka Selatan yang kemarin kami kunjungi tersebut. Tambahan info lagi bahwa gedung yang di Medan Merdeka Selatan ini baru selesai direnovasi dan diresmikan tgl. 14 September lalu oleh Bpk. Presiden Jokowi πŸ™‚Β Dan menurut keterangan petugas Perpusnya, sekarang sedang tahap pemindahan buku-buku dari Perpus Salemba ke Medan Merdeka, dan kalau sudah selesai perpus Salemba akan ditutup.

Teman jalan-jalan hari ini πŸ˜€

Rak buku yang kata teman saya kayak rak buku Beauty and The Beast πŸ™‚

Baca judulnya jadi ingat perpustakaan kampus saya dulu πŸ˜€

Loker πŸ™‚

Ruangan di lantai 1

Mushalla

Saya dan Najwa πŸ™‚ Hei, we have the same dress code color πŸ˜€

Kutipan Presiden 1

Kutipan Presiden 2

Kutipan Presiden 3

Akhirnya daftar jadi anggota πŸ˜€

Penutup hari Sabtu, makan sushi sama teman Soulmate Kahitna yang mau ke Jepang πŸ˜€

Jalan-jalan antar Stasiun πŸ˜€

Hari Minggunya, saya janjian sama teman blogger dan mantan tetangga yang satu ini demi memenuhi janji ngopi-ngopi cantik di daerah Bintaro (Yang akhirnya jadi acara makan siang di kafe :D). Untuk ketemuan sama teman ini, saya naik kereta dari Stasiun Palmerah yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Dan pas cerita sama teman saya, sikiky ini, kalau teman saya pernah naik kereta ke Rangkas Bitung, secara spontan dia pun ngajakin saya untuk naik kereta ke sana πŸ˜€

Pertama kali nyobain mesin ini πŸ™‚

Turun di Stasiun Jurang Mangu dan ternyata tepat di depannya adalah mal ini πŸ™‚ Hm, kayaknya seru juga kalo sekali kali naik kereta ke mal πŸ˜€

Tiba-tiba nyampe di sini πŸ™‚

Numpang ngecaharge sambil nunggu kereta ke Rangkas Bitung πŸ™‚

Di Rangkas Bitung cuma sempat keluar gak jauh dari stasiun dan foto vihara ini doang karena udah kesorean πŸ˜€

Akhir pekan yang menyenangkan πŸ™‚ Thank you Teh Wiwi yang selalu ngajakin ke tempat-tempat baru, dan thank you Ky untuk kespontanitasannya ngajak ke Rangkas Bitung πŸ˜€

 

My first eye colour pallet β˜Ί

Setelah nulis postingan yang satu ini, alhamdulillah ada beberapa teman yang komen dan tiba tiba keingat bahwa sebenarnya memang ada satu hal yang saya pengen tulis.

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat ngomong ke keponakan saya yang sudah ABG aka sudah kelas 2 SMU kalau tantenya ini mau beli peralatan make up dan mau belanja make up bareng-bareng dia. FYI, saya gak pernah dandan dan cuma punya peralatan make up berupa bedak padat dan lipstik aja πŸ˜€ Kebetulan si ponakan saya ini ikut paduan suara di sekolahnya dan sering ikut pertunjukan yang diadakan oleh paduan suaranya tersebut, sehingga punya peralatan make up yang lumayan lengkaplah πŸ™‚ *Edisi si tante belajar ma ponakannya :D* Tapi, sayangnya rencana belanja sama si ponakan saya itu belum terwujud sampai sekarang *Ini mah emang dasar si Tantenya aja yang malas sih :D*

Nah, dua minggu lalu, ibunya si ponakan aka kakak ipar saya, baru pulang dari Aussie, dan sebagai oleh-oleh ternyata si kakak ngebawain eye colour pallet buat saya…Wow, my first eye colour pallet πŸ™‚ Thank you, Kak :* *Mungkin si Kakak ngedengerin pembicaraan saya dengan ponakan ya :D*

20170929_184756.jpg

My first eye colour pallet πŸ™‚

20170929_184908 (2)

Love all the nude colours πŸ™‚ Si kakak tahu aja adik iparnya gak suka medok medok πŸ˜€

20170929_185154

Ada warna yang disebut Bad Manners dan Tokyo juga ternyata πŸ˜€

20170929_185237

All the 12 colours…Nama warnanya lucu-lucu…

Sejak saya terima, sudah beberapa kali saya pakai sih dan memang benar-benar natural banget warnanya, hampir gak keliatan malah πŸ™‚ Cocok banget buat saya yang pengen dandan tapi gak keliatan dandan. Kalau kata orang sih, istilahnya “Make up no make up”. Berhubung saya bukan beauty blogger, maaf ya kalau gak ada foto saya pas pakai eye shadow ini πŸ˜€

 

No idea :(

Persis seperti judulnya, udah sekitar dua bulan ini gak ada ide untuk nulis di blog. Padahal tetap rajin blog walking dan komen di beberapa posting blog teman-teman sih πŸ™‚ Bahkan sempat ada ide postingan pas baca postingan ko Arman yang satu ini πŸ™‚ Tetapi ya seperti biasa, masih belum ada mood nulis yang serius sayanya πŸ˜€ #EmangdasarsiInongmalas:D

Yah, demikianlah sedikit update terbaru yang gak penting dari saya πŸ™‚ Kalo ada pembaca yang mau ngasih ide untuk tulisan di blog, silahkan monggo di komen lho πŸ™‚ Siapa tahu beneran bisa jadi bahan tulisan saya πŸ™‚

 

 

Jadi penerjemah seminar lagi :-)

Sekitar akhir Juni kemarin, seorang rekan menghubungi saya dan menawarkan pekerjaan untuk menjadi penerjemah di acara seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh salah satu klinik yang ada di daerah Meguro, Tokyo, Jepang. Walaupun udah 2 kali jadi penerjemah seminar dan workshop, serta beberapa kali jadi penerjemah di acara pameran pendidikan Jepang, tetap saja saya agak ragu untuk menerima tawaran ini secara ini adalah seminar tentang kesehatan dan pastinya istilah-istilah medis yang digunakan adalah kata-kata baru yang jarang saya dengar. Apalagi penyakit yang dibahas di seminar ini adalah penyakit hernia, suatu penyakit yang pernah saya dengar namanya tapi tidak tahu apa yang dimaksud dengan si hernia tersebut. Dan klinik tersebut menciptakan suatu metode pengobatan dengan laser yang disebut PLDD untuk menyembuhkan si hernia πŸ™‚

Akhirnya setelah si rekan “memaksa” saya untuk menerima tawaran tersebut dengan alasan untuk menambah pengalaman saya, saya pun bersedia untuk menerima tawaran itu. Lalu, saya pun dikirimkan bahan-bahan untuk materi seminar dari staf sang dokter tersebut. Dan benarlah dugaan saya, semuanya adalah istilah-istilah baru yang jarang saya dengar atau bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya yang mengakibatkan saya harus meluangkan waktu minimal 2 jam tiap hari sejak 2 minggu lalu untuk membaca dan menghafalkan istilah-istilah baru yang ada dalam materi tersebut *Berasa jadi anak kuliahan yang mau belajar buat ujian deh πŸ˜€ dan bikin saya juga terus berdoa semoga tugas saya menjadi penerjemah pas hari H dipermudah dan diperlancar :-)* Jaa, ganbatte Inong πŸ™‚

Setelah deg-degan sekitar 2 minggu, tibalah hari H pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Pada seminar hari Sabtu, alhamdulillah seminar berjalan lancar dan banyak peserta yang aktif bertanya. Dan saya juga baru tahu, ternyata banyak juga penderita hernia di Indonesia 😦

Hari kedua, bertepatan dengan Car Free Day dan juga adanya even ini, yang mengakibatkan banyak jalan ditutup dan menjadi macet. Para peserta yang datang ke seminar tepat waktu pun hanya sedikit. Karena masih banyak peserta yang tidak bisa hadir tepat waktu, sesi konsultasi yang tadinya dijadwalkan sebagai sesi terakhir, dipindah menjadi sesi pertama. Dan ternyata sesi konsultasi ini malah jadi memakan hampir separuh waktu dari acara seminar, padahal di hari pertama sesi konsultasi berjalan sesuai jadwal, yaitu hanya 30 menit saja. Saya pun sebagai penerjemah sangat senang karena pada sesi konsultasi para peserta aktif bertanya yang bikin rasa “demam panggung” saya hilang πŸ˜€

Buat rekan saya yang sudah “memaksa” saya untuk jadi penerjemah di acara ini, saya ucapkan terima kasih banyak karena hal ini benar-benar menambah pengalaman dan percaya diri saya sebagai penerjemah. Dan semoga masih ada kesempatan lain untuk jadi penerjemah di acara seminar yang lain πŸ™‚

raw

Bersama dengan dokter Miyajima, pemilik Meguro Yuai Clinic dan Ms. Sakagami di hari pertama πŸ™‚

20170723_113738

Dengan para penyelenggara seminar di hari ke-2 πŸ™‚

20170727_223445

Update 27 Juli 2017 : Dan tadi siang, pas ngecek lini masa IG saya, foto ini yang pertama muncul..Alhamdulillah, θ‰―γ‹γ£γŸ

Wisata Masjid di Bulan Ramadhan :-)

Tanggal 3 Juni minggu lalu, saya dan 2 orang teman saya ikut dalam acara #Wisatakemasjid Holy trip on Holy month yang diadakan oleh Wisata Sekolah dan Jakarta Good Guide. Rute yang ditempuh dalam #Wisatakemasjid seputar Jakarta yaitu Museum Bayt Al Qur`an, Masjid Ramlie Musofa, Masjid Luar Batang, Masjid Jami Angke, dan Masjid Istiqlal. Dan yang bikin saya paling bahagia di acara #Wisatakemasjid ini, akhirnya saya bisa ngerasain buka puasa bersama di masjid Istiqlal untuk pertama kalinya. Alhamdulillah πŸ™‚

Sebenarnya banyak foto yang saya ambil waktu jalan-jalan ini, baik dari kamera saku ataupun dari HP saya. Tetapi berhubung lagi malas banget mindahin memori kamera ke komputer, dan biar gak tambah basi ceritanya, berikut beberapa foto yang saya abadikan dari HP saya πŸ™‚

20170603_103141.jpg

Sejarah masjid-masjid di Indonesia @ Bayt Al Qur`an

20170603_102045.jpg

Jadi ingat, waktu kecil saya baca Al Qur`annya persis seperti yang ini πŸ™‚

20170603_114036.jpg

Tujuan kedua

20170603_114123

Tiga bahasa

20170603_132613

Mesjid Luar Batang

20170603_143127.jpg

Tujuan keempat

20170603_142857

Bersama salah satu pengurus Masjid Jami Angke πŸ™‚

20170603_162440

Tujuan terakhir, Istiqlal πŸ™‚

20170603_165608.jpg

Akhirnya bisa ngerasain bukber di Istiqlal πŸ™‚

20170603_172405

Terima kasih jamuan ta`jilnya πŸ™‚

20170603_172416

Alhamdulillah πŸ™‚

 

 

 

 

 

“6597 The 20 years of friendship reunion” :D

Seperti yang saya cerita di posting ini, bahwa saya dan teman-teman ingin mengadakan reunian dalam rangka memperingati 20 tahun lulusnya kami dari SMA kami tercintaΒ  Dan akhirnya, hari reuni tersebut pun tiba di tanggal 6 Mei yang lalu. Sekedar selingan, pas milih tanggal itu, sebenarnya sih tim panitia ngasal aja milihnya, bukan seperti milih tanggal untuk acara nikahan πŸ˜€ Tapi pas ada seorang teman di luar panitia yang komen “ih kok bisa milih tanggalnya pas banget sih sama nama sekolahnya”, kami semua pun jadi merasa senang karena bisa bikin acara di tanggal yang insyaa Allah gampang diingat πŸ™‚

Sebagai salah satu anggota tim humas, saya ditugaskan untuk ngumpulin teman-teman yang udah lama gak “beredar” menurut anggota tim panitia lainnya πŸ˜€ Tugas yang berat menurut saya, karena jujur sebenarnya saya pun agak kurang beredar sih kalo ada ketemuan sama teman-teman SMA, dan cuma jadi peserta yang “agak aktif” di group WA πŸ˜€ Saya pun jadi agak deg-degan nerima tugas ini dan cuma berharap dan berdoa semoga bisa bantu panitia yang lain untuk memeriahkan acara πŸ™‚

Dan pas hari H, yang bertema “20 years of friendship” dan memakai kode pakaian aka dress code putih abu abu, alhamdulillah ternyata acara berjalan sangat lancar dan meriah. Dan senangnya lagi, walaupun jadi salah satu panitia, pas hari H saya gak perlu datang cepat cepat ke lokasi acara karena tugas saya pas hari H adalah jadi koordinator bis (Yang disediakan secara gratis oleh Bpk. ketua :D) yang mengangkut peserta ke lokasi acara #anggotamalas. Dan tambah senangnya lagi, kelas saya ternyata jadi pemenang kelas yang muridnya paling banyak hadir di acara reuni kemarin πŸ™‚ Yey, love you full, RASTA <3<3<3

IMG-20170506-WA0022

Pose sebelum naik bis πŸ˜€

IMG-20170506-WA0027.jpg

Siap berangkat πŸ™‚

IMG-20170506-WA0134

65 kami tercinta <3<3

IMG-20170506-WA0246

Tyas, Sekar, Rini, Inong

20170506_170733.jpg

<3<3<3

20170506_185423.jpg

RASTA, Rakyat Sosial Satu Enam Lima, Pemenang kelas yang muridnya paling banyak hadir <3<3<3

IMG-20170507-WA0185.jpg

6597…20 tahun kemudian <3<3<3

Sampai ketemu di reuni berikutnya, teman-teman πŸ™‚