Archives

Saya Dan Ojek Online :D

Cerita ini terinspirasi dari kejadian kemarin dan mengingatkan saya tentang kejadian beberapa waktu yang lalu.

Setiap hari, saya pulang pergi kerja dengan menggunakan si ojek online. Dan alhamdulillah, sampai saat ini, hubungan saya dengan si ojek baik-baik saja dan sudah ga ada dilema lagi dong antara saya dan si ojek ๐Ÿ˜€

Buat saya yang bisa dibilang bukan orang yang tahu jalan pintas, jalan tikus, ataupun lokasi suatu tempat, saya suka pasrah saja dan bilang ke si driver ikutin peta aja ๐Ÿ˜€ Dan kalau ternyata kebetulan dapat driver yang ternyata kurang tahu jalan juga, yah akhirnya kami berdua pun “pasrah” dengan menggunakan cara terakhir, yaitu bertanya kepada orang di sekitar lokasi tujuan ๐Ÿ˜€ Tapi, sering juga kejadian si driver “memaksa” untuk menggunakan jalan pintas atau jalan tikus karena alasan jalan yang saya ingin tempuh macet. Padahal saya tahu walau jalan yang biasa saya tempuh itu macet (Setiap harinya :D), tapi tetap waktu tempuhnya lebih singkat dibandingkan apabila melalui jalan pintas atau jalan tikus. Kalau begini, hampir selalu kejadian sayalah yang benar ๐Ÿ™‚ Dan ini baru saja kejadian *lagi* kemarin ๐Ÿ™‚ Sebenarnya, kenapa saya pasrah aja sama kemauan si abang driver lebih karena saya malas ngotot sama mereka. Dan hitung hitung, saya jadi menambah pengetahuan tentang jalan pintas atau jalan tikus di Jakarta ๐Ÿ˜€

Ada juga cerita yang “agak luar biasa” buat saya pribadi dengan si driver ojek online ini yang sampai sekarang masih teringat banget oleh saya. Yaitu waktu HP saya kejambretan oleh oknum yang mengaku driver ojek yang saya pesan. Waktu itu, saya mau berangkat pagi-pagi sehabis Subuh ke stasiun kereta untuk menuju Bogor. Setelah mendapatkan driver, saya pun bilang ke dia untuk menunggu saja di jalan raya dekat rumah saya untuk mempersingkat waktu. Ternyata, setelah sampai tempat temu yang disepakati, si driver belum sampai. Sesaat setelah saya sampai, ada seseorang berkendara motor berjaket hijau yang mendekati saya yang sedang berdiri sambil memegang HP. Karena saya pikir itu adalah ojek yang saya pesan, maka pun saya bertanya kepada si driver untuk memastikan, dan ia mengiyakan. Tetapi, si driver bilang bahwa dia ingin memastikan lokasi yang dituju dengan melihat HP saya. Saya pun memperlihatkan HP yang sedang saya genggam, dan kemudian langsung si driver gadungan merampas HP saya tersebut :(( Saya yang kaget dan syok, kemudian berteriak-teriak dan terduduk di tengah jalan *Untung jalannya masih sepi*. Sambil menangis, saya pun berjalan pulang ke rumah yang hanya berjarak 100 m dari tempat kejadian. Setelah agak tenang, saya kembali ke tempat titik temu dengan si driver *yang asli* untuk memastikan apakah dia masih menunggu saya atau tidak. Ternyata tidak ada, dan saya pun kembali ke rumah.

Siangnya, saya pun “dengan terpaksa” membeli HP baru dan mengurus kartu telepon saya. Alhamdulillah, semua berjalan lancar ๐Ÿ™‚ Tetapi, setelah nomor saya diaktifkan kembali, ternyata ada orang yang mengaku si driver asli dari ojek yang saya pesan tadi menelepon dan mengirimkan pesan kepada saya yang intinya dia marah kepada saya karena tidak membatalkan order saya tadi pagi sehingga dia tidak bisa menerima order sepanjang hari itu dan mengakibatkan poinnya berkurang. Saya pun meminta maaf sambil menjelaskan keadaannya dan menawarkan untuk memberi ganti rugi untuk menutupi kerugiannya hari itu. Tetapi, si driver tidak mau terima dengan alasan ini bukan soal uang dan malah mengancam akan memberikan nomor saya kepada driver driver yang lain agar mereka tidak mau menerima order saya. Saya bilang terserah, dan saya balas balik bilang bahwa saya akan blok nomor dia ๐Ÿ˜€ Alhamdulillah, walaupun diancam demikian, setelah menerima telepon dan pesan dari si driver tersebut, ternyata saya bisa langsung order ojek lainnya kok untuk pulang setelah menyelesaikan urusan HP saya ๐Ÿ™‚

Demikianlah sedikit cerita lika-liku hubungan saya dengan si ojek online ๐Ÿ™‚ Ada yang punya cerita juga?

 

Advertisements

Foto berjuta kenangan…

FB_IMG_1569988450086Kemarin di akun buku muka milik saya, si buku muka menampilkan kenangan foto ini, yang diambil 9 tahun laluย saat saya pertama kali berangkat ke Jepang dan diantarkan ke bandara oleh keluarga saya.ย Pas diingatkan si buku muka, ada rasa campur aduk melihat foto ini, antara sedih dan senang, tapi lebih banyak ke sedih sebenarnya ๐Ÿ˜ฆ Alasannya adalah bahwa dalam fotoย  tersebut ada almarhumah tante saya yang merupakan adik kandung ibu saya yang baru saja meninggal bulan Februari lalu. Selain itu, di foto ini bunda saya juga masih dalam keadaan sehat. Saya pun memasang foto tersebut di status WA saya, dan ternyata ada beberapa orang sepupu (yang salah duanya merupakan anak anak dari almarhumah Tante) yang berkomentar bahwa mereka sangat merindukan almarhumah tante dan mendoakan kesembuhan buat bunda ๐Ÿ™๐Ÿ™ *thank you, dear cousins ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜* lalu, tadi pagi pun, suami almarhumah aka om saya minta dikirimi foto tersebut. Perasaan saya pun tambah campur aduk ๐Ÿ˜ฆ

Memang, benar kata pepatah, foto itu bisa membawa berjuta kenangan..

I miss u, Mucut #AlFatihah and get well soon, Bunda ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Terharu adalah….

Pada saat teman-temanmu tahu mimpi-mimpimu dan berusaha membantu walaupun dengan cara yang sederhana, itulah yang bisa bikin haru dan berbahagia (Buat saya) ๐Ÿ™‚

Anggota keluarga, beberapa teman dekat, murid, dan para kouhai aka junior saya saat kuliah,ย  serta mungkin beberapa pembaca blog ini sudah tahu bahwa saya punya cita-cita suatu hari nanti ingin bisa tinggal dan kerja di Jepang ๐Ÿ™‚ Dan di media sosial, saya pun kebanyakan mengikuti beberapa fan page dan akun berbahasa Jepang dan tentang Jepang demi terus memperbaiki bahasa Jepang saya dan menunjang impian saya untuk kerja dan tinggal di Jepang suatu hari nanti. Dan tadi pagi, tiba tiba mantan murid saya yang masih dalam proses pelatihan di Jepang tiba-tiba ngirimin inbox FB…

thumbnail 1

Lalu, saya pun teringat, tepat seminggu lalu dua orang kouhai saya juga mengirim info melalui WA secara bersamaan ๐Ÿ™‚

thumbnail 2

Pesan dari adik kelas yang pernah saya ceritakan di sini ๐Ÿ™‚ Dan FYI, sekarang dia sudah berhasil pindah kerja di kota lain di Jepang yang menurut dia lebih enak dari kota sebelumnya ๐Ÿ™‚ ็พจใพใ—ใ„ Tunggu saya di Nagoya, T san ๐Ÿ™‚

thumbnail 3.jpg

Kalau ini dari A san, teman seangkatan T san yang kirim WA di atas ๐Ÿ™‚ย  Jam kirim pesannya cuma beda 3 menit lho dari WA si T san ๐Ÿ˜€

Arigatou, Arief san, T san, dan A san…Walaupun kondisi saya pribadi dan keluarga sekarang sangat belum memungkinkan saya untuk mewujudkan cita-cita saya yang satu ini *Tolong ga usah ditanya kenapa ya #GRmodeonbakaladayangnanya :-)*, tetapi pesan-pesan ini menjadi penyemangat saya yang bikin saya yakin banget kalau impian saya tersebut terus saya tanamkan dalam otak dan hati saya, suatu hari insyaa Allah mimpi saya bakal terwujud…Tolong aamiinnnya, pembaca ๐Ÿ™‚

Sebagai penutup, berikut adalah video clip We Can Make It dari Arashi, JPop band, yang merupakan soundtrack dorama “Bambino“, salah satu dorama favorit saya ๐Ÿ™‚ Dan untuk lirik lagu dan artinya (Dalam bahasa Inggris, bisa dilihat di sini ๐Ÿ™‚ Enjoy ๐Ÿ™‚

Jumpa lagi..

Dengan dua orang mantan murid saya di kantor lama yang pernah sama-sama pergi ke Jepang hampir dua tahun lalu ๐Ÿ˜Šย alhamdulillah kedua murid ini terpilih untuk menggantikan senpaitachi aka senior seniornya yang sudah hampir selesai masa belajarnya dan akan kembali ke tanah air awal tahun depan.

Terima kasih ya para mantan murid muridku atas undangannya ๐Ÿ˜Š semangat melanjutkan belajar bahasa Jepang sama guru penutur aslinya, semangat untuk training di Jepang, dan semoga kita bisa ketemu lagi pas kalian lagi di Jepang seperti doa saya waktu para senior kalian berangkat ke Jepang, dan alhamdulillah diijabah Allah bisa ketemu mereka di Jepang ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

20190802_184207

Pilihan makanan yang sama dengan pilihan makanan terakhir bersama mereka sebelum meniggalkan Tokyo hampir dua tahun yang lalu ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

20190802_184810

Beberapa saat sesudah ambil foto ini, orang orang pada ribut dan panik dan kami sempat bertanya tanya ada apa. Setelah itu, kami baru sadar kalau ada gempa ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ Tapi kami masih tetap duduk dan malah ngobrol tentang mantan bos Jepang saya (dan masih jadi bos mereka) yang tetap duduk santai sambil kerja sendiri di ruangan pada saat yang lain berlarian keluar ketika gempa beberapa tahun lalu. Alhamdulillah ga ada kejadian apa apa setelah gempa ๐Ÿ˜Š

IMG-20190802-WA0029

Sukses dan semangat selalu, Jamใ•ใ‚“ dan Amanใ•ใ‚“ ๐Ÿ˜Š ๆ—ฅๆœฌ่ชžใฎๅ‹‰ๅผทใจๆ—ฅๆœฌใงใฎ็ ”ไฟฎใ‚‚้ ‘ๅผตใฃใฆใใ ใ•ใ„ ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Sampai ketemu di Jepang (lagi), Jam san dan Aman san ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

This entry was posted on August 3, 2019. 2 Comments

Ramadhan dan Syawal 1440 H

Sebelum dilanjutkan tulisannya, izinkan saya mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1440 H, taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin ๐Ÿ™๐Ÿ™”

IMG-20190606-WA0029

Happy Eid Mubarak from my beautiful cousins, my handsome nephews, and me ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

IMG-20190606-WA0013

The big family of Teuku Raden cabang Jakarta *formasi tidak lengkap* โคโคโค

FB_IMG_1560075269860

Ngomong-ngomong soal Ramadhan dan Syawal tahun ini, karena sesuatu dan lain hal yang saya anggap sebagai “tanda cinta Allah” buat saya sekeluarga, benar benar ga kerasa banget deh buat saya pribadi ๐Ÿ˜ฆ Puasa saya di bulan Ramadhan tahun ini benar benar cuma buat nahan lapar dan haus aja, jadi pas masuk 1 Syawal alias Lebaran, saya benar benar ga merasakan “kemenangan” apa pun ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Semoga saya masih diperkenankan Allah untukย  bertemu Ramadhan tahun depan, insyaa Allah ๐Ÿ™๐Ÿ™

Tapi, ternyata ada beberapa “blessing in disguise” di balik “kesukaran” yang sedang keluarga kami alami. Salah satunya si tetangga favorit yang pernah saya tembak waktu SMU dan saya ceritain di sini datang berkunjung ke rumah saat Lebaran hari pertama ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉย Padahal 25 tahun temenan dan 25 tahunan lebih tetanggaan, dia belum pernah datang ke rumah (Kalau saya sih pernah sekali waktu Bapaknya dia meninggal #dibahas). What a very nice surprise, berasa diapelin ma pacar pas liat muka dia โคโคโค pas saya cerita ke WAG genk SMU saya yang dulu mendorong saya untuk nembak dia dan tahu kalau sampai sekarang saya masih suka dia, berbagai komentar pun muncul, antara lain: “Moga kunjungan berikutnya, dia datang untuk ngelamar ya, Nong :D” yang cuma bisa saya balas dgn: “Aamiinin aja dulu ๐Ÿ™”

Buat si tetangga favorit saya yang masih saya suka sampai sekarang, terima kasih sudah memberikan sedikit keceriaan di tengah-tengah Ramadhan dan Lebaran saya yang agak kelabu tahun ini. Dipersilakan dgn sangat lho kalau berikutnya mau sering sering datang ke rumah saya untuk menemui saya #eeeaaa #ngayaldotcom #cumaberaningomongditulisan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ #gaberaningomonglangsung ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

 

Up and down in my life…

Di tahun 2019 yang baru berjalan 5 bulan lebih 2 hari ini, ternyata sudah banyak momen-momen hidup, baik yang menyenangkan mau pun kurang menyenangkan, terjadi dalam kehidupan saya. Untuk yang menyenangkan, saya tentunya bersyukur banget sama Allah SWT. Sedangkan untuk yang kurang menyenangkanย  dan bisa dianggap sebagai ujian hidup buat saya, saya cuma bisa berdoa semoga Allah memberi kekuatan dan ketabahan buat saya menghadapinya ๐Ÿ™‚ Cuma bisa menikmati dan menjalaninya saja pastinya ๐Ÿ™‚

Hm, bagaimana dengan teman-teman? What’s going on lately in your life?

 

Samba Lado, Samba Balado dan Perbedaannya

Karena saya sebagai orang keturunan Aceh dan sering menggunakan istilah “samba(l) lado” ataupun “Balado” di rumah, dan ditambah saya adalah penggemar berat masakan Padang, ulasan Firsty tentang perbedaan keduanya ini menarik banget buat saya. Yang tertarik juga, silakan lanjut dibaca ๐Ÿ™‚

Firsty Chrysant

Menurut khazanah kuliner padang (yang saya ketahui dan simpulkan), samba artinya adalah masakan lauk pauk dan sayuran pendamping nasi. Mau dimasaknya dengan cara digoreng, dibuat gulai, dibalado-in ataupun direbus disebutnya tetap disebut dengan samba. Makanya ada sebutan samba goreng ayam, samba gulai ayam, samba goreng ikan, samba dagiang, samba gulai daging, samba jariang alias jengkol, samba randang dan lain-lain.

Jadi kalau ada orang yang bilang, dia mau mayamba artinya orang dia mau membuat samba, entah itu mau buat gulai atau goreng-gorengan plus sayur. Yang jelas membuat lauk pauk dan sayuran. Jadi kalau ada yang bertanya, โ€œmakan pakai samba apo?โ€ artinya, makan pakai lauk pauk apa, lantas dijawab, โ€œpakai samba randang, samba lauk alias ikan, samba dagiang alias daging, atau makan taruang ikan teri lado mudoโ€œ

Akan tetapi ada juga beberapa daerah yang membedakan arti samba ini. Ada yang menyebut samba ini dengan masakan yang bersifat makanan yang berjenis goreng-gorenganโ€ฆ

View original post 736 more words

This entry was posted on April 15, 2019. 7 Comments