Archives

Sebuah pemikiran…

Jadi, kemarin saya iseng untuk memainkan sebuah permainan di aplikasi buku muka saya. Dan berikut adalah hasilnya:

Sebagai informasi, saya sering ikut kuis-kuis seperti ini di akun buku muka saya. Walaupun niatnya iseng, tapi hampir 90% kuis yang saya ikuti di akun buku muka saya sesuai dengan kepribadian saya atau paling tidak mendekatilah ๐Ÿ™‚ Nah, pas kemarin iseng ikut yang ini, pas dapat hasilnya reaksi saya adalah: Waw, kok kamu tahu banget sih pikiran saya saat ini, wahai buku mukaku ๐Ÿ™‚

Entah mengapa, sejak ibu saya menderita sakit tahun lalu, saya mulai lebih banyak berpikir tentang kehidupan saya. Sebelum Bunda sakit, jujur saya belum punya rencana yang jelas tentang kehidupan saya ke depannnya. Istilahnya ikut angin saja. terus kemudian Bunda sakit, dan dunia saya jadi berbalik 180 derajat. Sebelum tidur, jadi suka mikir apa yang akan saya lakukan ke depannya, walaupun sekarang kondisi saya masih belum bisa berbuat banyak untuk mewujudkan rencana-rencana saya ke depan. Salah satunya soal menikah. Walaupun belum putus asa dalam hal pencarian jodoh, tetapi jujur hasil tes di atas tuh benar benar menggambarkan isi pikiran saya saat ini. Dan seperti mungkin sebagian besar pembaca yang mengikuti blog saya tahu bahwa salah satu cita-cita saya suatu hari nanti adalah untuk tinggal (sementara) dan bekerja di Jepang. Terus, saya kan jadi mikir, kalau misalnya saya tetap punya cita-cita tinggal dan bekeja di Jepang walaupun sementara, kalau saya menikah, apakah suami saya kelak mengizinkan saya untuk menggapai cita-cita tersebut. Jujur, dari saya pribadi, walaupun misalnya suami mengizinkan, malah saya yang jadi ga tega dong sama dia ๐Ÿ˜ฆ Makanya, kalau dalam masalah jodoh, saya sih pengennya kalau bisa dapat jodoh cowok Jepang muslim, jadi bisa seterusnya tinggal di sana (Prinsip saya mah kalau mimpi, yang tinggi sekalian mumpung gratis :D). Terus, masih berhubungan dengan hasil tes di atas, saya memang tipenya lebih suka melakukan kegiatan sendiri sih, misalnya makan di luar sendiri, nonton bioskop sendiri. Dan saya sangat menikmati hal itu. Walaupun saya gak nolak juga sih kalau diajak jalan ramai-ramai atau kumpul dengan teman ๐Ÿ™‚

Nah, setelah itu saya pun jadi kepikiran lagi, misalnya nih cita-cita saya pindah ke Jepang tercapai, terus saya belum menikah dan ga punya saudara atau kerabat di Jepang, bagaimana kalau saya meninggal tiba-tiba di sana? Bagaimana cara pengurusannya? Seperti komen saya di postingan Deny yang ini, saya juga sudah sempat ngobrolin masalah ini dengan teman yang kerja di kantor pemerintah RI di Jepang, tapi memang belum ada keputusannya sih…

Demikianlah sedikit berbagi pemikiran saya belakangan ini. Menurut teman-teman, mikir kayak gini aneh gak sih? atau ada yang mengalami pemikiran yang mirip-mirip dengan saya?

WFH dan Inong belajar memasak ๐Ÿ˜Š

Kalau di posting terdahulu, saya menceritakan kegiatan daring yang saya lakukan selama WFH, kali ini saya mau menceritakan tentang kegiatan Inong belajar memasak yang saya lakukan selama masa WFH ini. Sejujurnya, yang namanya Inong ini gak pernah lho masak memasak. Terus, waktu tinggal di Jepang untuk training selama 3 bulan, saya pun ga pernah masak. Selama 3 bulan tersebut, alhamdulillah bisa bertahan dengan pola makan: pagi sarapan roti tawar dengan teh dan kopi susu, siang beli makanan di kantin kantor, dan malamnya makan nasi dengan lauk rendang yang dibawa dari Indonesia. Kadang kadang aja masak, itu pun cuma nasi goreng dengan telur mata sapi atau telur dadar ๐Ÿ˜€ Dan dipikir pikir, kok saya bisa ya bertahan 3 bulan makan dengan menu yang itu itu saja..Mungkin selain karena faktor tidak bisa masak, juga karena faktor itu pengalaman saya pertama ke Jepang yang bikin saya sangat gembira, sehingga rasa bosan makan yang itu itu aja kalah sama rasa gembira bisa datang ke Jepang mewujudkan mimpi saya ๐Ÿ˜€

Lanjut tentang Inong belajar masak, jadi saya perhatiin di media sosial saya selama kurang lebih dua bulan ini, kok banyak banget teman teman dunia maya saya yang mulai jualan makanan, termasuk ponakan saya yang saya ceritakan di sini *yang sekarang sudah pada jadi anak kuliahan*. Tapi, kalau nurutin keinginan mah, semua pastinya mau dibeli, dan bisa bisa pengeluaran saya malah jadi lebih banyak bila dibandingkan dengan kalau kerja di kantor. Saya pun jadi tertantang dong untuk mulai masak memasak, apalagi ada si Mbak yang memang hobi masak dan sedih kalau misalnya saya bilang ga usah masak ๐Ÿ˜€

Dan dengan bekal resep resep dari internet, maka dimulailah program Inong belajar masak. Resep pertama yang saya buat di masa WFH ini adalah risol isi sayuran. Sebelumnya pernah juga sih bikin risol ini, tapi kulitnya selalu gagal walaupun rasanya enak. Dan risol yang saya buat kali ini pun sama, gagal di kulit tapi rasanya tetap enak ๐Ÿ™‚

thumbnail (4)

Isi risol

thumbnail (3)

Bakal kulit risol..Karena masih gagal, saya ga moto hasil akhir kulit risolnya ๐Ÿ˜€

thumbnail (5)

Roti goreng…Latar belakang bikin roti goreng ini adalah karena ada teman IG saya yang rajin mempromosikan jualan roti gorengnya. Saya pun tertantang untuk bikin sendiri dong, dan alhamdulillah rasanya sesuai ekspektasi saya ๐Ÿ™‚

20200717_122843 (2)

Kali ke dua bikin roti goreng, si Mbak pengen bikin donat juga dengan resep yang sama. Sehingga jadilah roti goreng dan donat ala Inong belajar masak dengan resep yang sama.

thumbnail

Bolognese sauce ala Inong belajar masak. Kalau ini dulu resepnya pernah diajarin kakak ipar, terus sedikit modifikasi dari saya.

thumbnail (1)

Kalau ini tiba tiba saya pengen makan ayam bakar, jadilah paginya belanja bahan, siangnya langsung dieksekusi ๐Ÿ˜€

thumbnail (2)

Sambal kecap buat si ayam bakar

20200801_121225

Kemarin tiba tiba pengen makan udang tauco, cari resep di inet yang paling gampang dan lihat stok bahan di dapur ada semua, jadilah langsung dieksekusi ๐Ÿ™‚

Demikianlah cerita Inong belajar masak selama WFH ini. Alhamdulillah, semua masakan yang saya ceritakan di atas masih termasuk kategori “edible” ๐Ÿ™‚ Mungkin buat orang lain, masakannya terlihat sederhana dan biasa aja ya….Tapi buat Inong yang ga pernah masak dan jarang turun ke dapur, ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa banget lho ๐Ÿ˜€ Dan saya jadi kepingin makin sering turun ke dapur, walau untuk level masakan kampung halaman saya aka Aceh yang membutuhkan banyak bumbu dan rempah rempah serta membutuhkan waktu yang lama, saya nyerah deh belum sanggup ๐Ÿ˜€

Buat pembaca, ada ide masakan lain yang bisa saya coba dalam rangka proses Inong belajar masak inikah?

Kegiatan daring saya selama WFH dan PSBB

Sudah hampir 4 bulan (Tepatnya sih tgl. 30 Juli mendatang), saya melakukan aktivitas WFH aka kerja dari rumah ๐Ÿ™‚ Seperti cerita saya di posting sebelumnya, alhamdulillah saya masih belum merasa bosan dan bersyukur banget selama WFH ini. Dan sekarang, saya malah jadi deg-degan menunggu pengumuman kapan kantor saya mulai masuk lagi …

Untuk posting kali ini, saya ingin berbagi cerita apa saja kegiatan online alias daring alias dalam jaringan yang saya lakukan selama masa WFH dan PSBB ini ๐Ÿ™‚

Yang pertama, beli laptop secara online. Sebagai informasi, sebelum masa pandemik dan PSBB ini, saya belum pernah melakukan pembelian alat elektronik (HP, laptop, dll.) secara online. Alasannya sih lebih karena gaptek aja ๐Ÿ˜€ Dan kalau beli barang elektronik, saya lebih milih untuk lihat langsung barangnya di toko dan kemudian konsultasi sama penjualnya. Baru deh kemudian pilih barang yang saya mau ๐Ÿ™‚ Nah, mengenai laptop ini, sebenarnya laptop lama saya sudah rusak dari beberapa tahun lalu. Tetapi, karena tidak ada kebutuhan mendesak untuk pembelian laptop baru dan fungsi laptop buat saya pada saat itu bisa dialihkan ke HP, maka akhirnya yah ga jadi terus deh beli laptopnya ๐Ÿ˜€ Nah, pas beberapa teman kerja sudah mulai melakukan WFH di pertengahan bulan Maret lalu (saat itu saya masih full WFO), saya sudah mulai khawatir nih, “Waduh kalau sudah disuruh WFH 100% gmn nih? Kan gue ga punya laptop”. Sempat kepikiran pengen beli laptop karena memang sudah ada tanda-tanda kantor bakal melaksanakan WFH secara penuh, tapi sayanya yang ragu ragu terus karena waktu itu sudah masuk masa pandemik dan saya ga berani untuk belanja elektronik ke tempat ramai plus lagi ga ada budget ๐Ÿ˜ฆ Alhamdulillah, sebelum kantor saya melakukan WFH secara penuh, dilakukan pendataan siapa saja yang tidak punya laptop pribadi di rumah dan siapa yang punya laptop pribadi lebih yang bisa dipinjamkan karena jumlah laptop kantor yang bisa dipinjamkan ke karyawan untuk WFH jumlahnya terbatas. Alhamdulillah, untungnya teman satu departemen saya ada yang bisa meminjamkan laptopnya kepada saya dan setelah hampir 3 bulan akhirnya si laptop pun kembali ke pangkuan tuannya…Icho san, hontouni arigatou ๐Ÿ™‚

Sesudah Lebaran, karena jadwal WFH kantor yang diperpanjang dan feeling sayaย  (saat itu) kalau PSBB juga bakal diperpanjang, saya pun berpikiran untuk membeli laptop seperti cerita saya di postingan sebelumnya itu ๐Ÿ˜€ Alhamdulillah, akhirnya punya laptop sendiri lagi setelah sekian lama ๐Ÿ™‚ Dan terima kasih sekali lagi buat teman saya Icho yang sudah membantu setting komputer saya dengan cara diskusi melalui WA..Bahkan bisa setting komputer saya dengan bahasa Jepang…Senangnya hatiku ๐Ÿ™‚ Semoga saya dengan si laptop ini dapat berjodoh lama ๐Ÿ™‚

Yang kedua, akhirnya pakai zoom ๐Ÿ™‚ Pas awal awal diterapkannya WFH dan SFH (sedangkan saya masih full WFO aka Work From Office), kakak ipar dan adik sepupu yang berprofesi sebagai dosen sering cerita tentang kuliah online dengan menggunakan aplikasi zoom. Saat itu saya sih agak sedikit penasaran gimana ya cara pakai zoom ini, tetapi belum ada kesempatan untuk mencoba. Terus, akhirnya datang juga kesempatan untuk menggunakan aplikasi zoom ini saat teman teman kuliah ngajakin ketemuan virtual di pertengahan April lalu. Tetapi karena saya saat itu belum punya laptop, jadi yah download di HP aja deh ๐Ÿ˜€

First zoom April 21, 2020

My first zoom meeting with my college friends ๐Ÿ™‚

Selanjutnya, di masa WFH dan PSBB ini juga saya merasakan nonton konser online. Kalau yang baca blog saya dari dulu, pasti tahu kalau saya adalah penggemar berat grup KAHITNA. Dulu, ada masanya di mana saya pasti akan siap selalu untuk nonton KAHITNA kapan pun dan di manapun. Bahkan di malam hari kerja sekalipun, sampai tengah malam padahal besoknya masih kerja. Tetapi, mungkin karena faktor “sudah terlalu sering” dan keadaan saya sekarang yangย  tidak terlalu mendukung, jadi frekuensi nonton langsung konser idola jadi berkurang drastis ๐Ÿ˜€ Nah, di masa pandemik ini, ternyata banyak artis yang mengadakan konser online (dan gratis), termasuk si idola saya ini. Sampai sekarang, sudah sekitar 3 kali deh mas mas KAHITNA ngadain konser online. Alhamdulillah lumayan ngobatin kangen saya dengerin lagu lagu mereka tanpa perlu ninggalin rumah ๐Ÿ™‚

Konser Zoom KH 200620

Konser virtual pertama idola saya <3<3<3

 

Saya pun pernah ngerasain ujian bahasa Jepang online lho di masa PSBB ini, tepatnya hari Minggu minggu yang lalu. Jadi, sebagai informasi, biasanya ada ujian bahasa Jepang yang dilakukan secara serempak di seluruh dunia tiap tahun (seperti TOEFLnya bahasa Inggris). Namanya Japanese Language Proficiency Test (JLPT) dan pelaksanaannya adalah dua kali, yaitu pada minggu pertama Juli dan minggu pertama Desember tiap tahunnya. Nah, untuk ujian yang dijadwalkan pada bulan Juli, terpaksa harus dibatalkan karena si corona. Tetapi, ada satu saluran Youtube pelajaran bahasa Jepang yang saya subscribe mengadakan trial test seperti si JLPT tersebut. Saya pun ikut serta dong di ujian tersebut, karena memang saya niat untuk mengikuti ujian JLPT yang sebenarnya di bulan Desember mendatang, insyaa Allah. Dan ini adalah ujian tersantai yang pernah saya alami ๐Ÿ˜€ Kalau di ujian sebenarnya, beberapa hari sebelumnya dan pas ujian saya udah deg degan, kalau pas ujian online ini, saya sih santai banget…Ujian sambil ngemil, sambil nonton, sambil nemenin Bunda, dll ๐Ÿ˜€

20200705_141153 (1)

“Sertifikat Ujian Online Bahasa Jepang” saya. Karena saya yang terlalu santai pas ngerjainnya, plus ada kesalahan teknis dari pelaksana, plus ada kesalahan ngerti soal waktu ujiannya, akhirnya saya ga lulus dong ๐Ÿ˜€ Tapi nilainya alhamdulillah lumayan lebih baik dari ujian yang saya ikuti sebelumnya. 12ๆœˆใฎ่ƒฝๅŠ›ใ€้ ‘ๅผตใ‚Šใพใ™!!!

Dan terakhir, kemarin saya bisa jalan jalan virtual ke New York dong ๐Ÿ˜€ Thanks to JGG akhirnya saya bisa “jalan jalan” ke New York. Sekarang sih baru bisa virtual, semoga suatu hari bisa beneran ke sana ๐Ÿ™‚ Aamiin…

Terus saya jadi terngiang ngiang lagu “Welcome to New York” nya Taylor Swift yang jadi soundtrack virtual tour ini dan baru pertama kali saya dengar kemarin. Dan di akhir tur, pas hostnya ngadain kuis, ternyata saya menang kuisnya dong dan dapat hadiah souvenir magnet…Yey, koleksi saya bakal bertambah ๐Ÿ˜€

Kemudian saya juga jadi mikir…”Waw alhamdulillah banget ya, walaupun terbatas dalam melakukan kegiatan selama PSBB ini, tetapi berkat teknologi alhamdulillah semua jadi bisa dilakukan :-)” Dan saya yang gaptek ini, jadi lumayan sedikit melek teknologi jadinya ๐Ÿ™‚ There always a bright side, even when it is dark ๐Ÿ™‚

(Hampir) 3 bulan terakhir ini…

Dear all,

Apa kabar semuanya?

Saya pribadi, alhamdulillah baik baik dan sehat sehat sejak mulai WFH di akhir bulan Maret yang lalu. Dan ga terasa ternyata udah mau hampir 3 bulan aja saya WFH ๐Ÿ™‚ Yang paling saya syukuri selama WFH adalah bisa tetap kerja sambil bisa ngawasin Bunda selama 24 jam tiap hari ๐Ÿ™‚ Dan saya pun jadi tersadar, sejak Bunda sakit, sebenarnya dalam hati saya punya keinginan untuk bekerja sambil bisa terus ngawasin Bunda 24 jam di rumah..Dan Allah ternyata ngabulin doa saya itu (Sebenarnya belum saya ucapkan dalam doa lho, baru keinginan dalam hati saja :-)) di masa WFH dan PSBB ini.. Alhamdulillah…

Sebenarnya, kantor saya sudah merencanakan masuk kantor lagi sejak tgl. 26 Mei yang lalu. terus, karena masa PSBB yang diperpanjang sampai tgl. 4 Juni kemarin, kantor saya pun memutuskan untuk mulai masuk kerja lagi tanggal 5 kemarin…Eh, tapi entah kenapa, feeling saya menyatakan bahwa masa WFH kantor saya akan diperpanjang yang membuat saya berpikir untuk membeli laptop supaya saya ga nambah ngerepotin teman saya yang telah berbaik hati untuk meminjamkan laptopnya kepada saya selama WFH ini kalau sudah masuk kantor lagi dan bakal WFH lagi. Akhirnya, setelah konsultasi dengan Abang, adik, dan si teman tersebut, saya pun akhirnya memutuskan untuk beli laptop di toko online ๐Ÿ˜€ Dan ternyata benar dong feeling saya, masa WFH kantor saya diperpanjang…Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

20200606_113126

Uji coba menulis postingan ini dengan laptop baru ๐Ÿ˜€

Demikianlah cerita WFH saya selama hampir 3 bulan ini. Kalau orang mungkin udah jenuh banget ya ga bisa kemana-mana selama masa PSBB ini. Tapi, buat saya yang dasarnya emang sukanya di rumah aja, kok malah menikmati masa WFH ini ya…Dan anehnya, saya juga tetap menunggu akhir pekan lho kalau pas weekdays…Dan langsung berasa agak malas kalau akhir pekan sudah mau berakhir karena udah kebayang bakal berkutat dengan laptop dan kerjaan lagi pas weekdays ๐Ÿ˜€ Paling yang agak saya kangenin sih beli makanan via online, karena jujur selama masa pandemik dan PSBB ini, saya jadi parno untuk memesan makanan online yang mengakibatkan saya tidak pernah memesan makanan dari luar sama sekali selama masa pandemik dan PSBB ini.

Kalau kalian, apa yang paling dikangenin selama PSBB ini?

Happy Ramadhan Mubarak

Dear teman teman semua,

selamat menjalankan ibadah puasa buat teman teman blogger yang menjalankan ๐Ÿ™ walaupun Ramadhan tahun ini, puasa kita dijalankan dalam situasi yang tidak biasa, semoga kita tetap mendapat berkah dan pahala yang luar biasa di bulan Ramadhan ini ๐Ÿ™

20200423_164156

Pengumuman dari mushalla komplek..sedihnya ga bisa tarawih di mushalla Ramadhan kali ini, dan bikin saya teringat pengalaman Ramadhan tahun lalu yang juga ga bisa tarawih di mushalla sama sekali karena kondisi Bunda yang dirawat di RS waktu itu ๐Ÿ˜ฆ But in a positive way, buat saya pribadi, mungkin ini cara Allah untuk melatih saya buat persiapan kalau udah tinggal di Jepang ๐Ÿ˜Š #teteup

Happy Ramadhan Mubarak ๐Ÿ˜Š

Akhirnya ngerasain juga…

WFH..aka Working From Home..

Kalo kantor kantor lain, mungkin sudah mulai WFH dari 3 minggu lalu. Tetapi, kalau di kantor saya, karena beberapa hal baru bisa mulai masuk shift bergantian sejak dua minggu lalu, dan baru bisa full WFH semua karyawan sejak minggu ini. Sedangkan untuk saya pribadi, karena gak punya komputer ataupun laptop, terpaksa tetap masuk terus setiap hari selama minggu lalu ๐Ÿ˜‚Alhamdulillahnya, ternyata ada teman kantor yang menawarkan untuk meminjamkan laptopnya pada saat kantor memutuskan untuk full WFH mulai minggu ini dan pihak IT kantor saya mulai mempersiapkan sistem untuk mendukung pelaksanaan WFH ini, karena stok laptop kantor yang bisa dipinjamkan ke karyawan jumlahnya terbatas. Thank you so much, Ichoใ•ใ‚“ใ€ๆœฌๅฝ“ใซๅŠฉใ‹ใ‚Šใพใ—ใŸใ€‚

Dan bagaimana rasanya WFH menurut saya? Hm, buat saya pribadi sih 90๏ผ… masih berasa kayak di kantor..sisanya 10๏ผ… mungkin tambah santai karena bisa kerja sambil pakai baju santai (in my case: daster and pajama) dan kadang kalo lagi bosan, bisa sambil nyanyi keras keras ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Saya pun tetap stand by literally duduk depan si laptop dari jam 8-12 and 13-17 ๐Ÿ˜Š dan tetap menerapkan istirahat jam 12-13 ๐Ÿ˜๐Ÿ˜bahkan rencana saya untuk nambah jam belajar bahasa Jepang untuk persiapan ujian dan banyak nemenin di samping Bunda selama WFH pun ga bisa kejadian (sampai hari ini), dan kadang sampai lupa hari juga lho ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ kayak tadi pas si Mbak bilang “besok ga usah buka komputer lagi ya, Mbak Icut. Kan besok hari Sabtu” dan saya pun baru tersadar kalau ini hari Jum’at, karena selama kerja tadi saya udah memikirkan besok apa yang mau dikerjakan dan mikirnya besok masih hari kerja ๐Ÿ˜‚

20200403_134019

Working station saya selama WFH ๐Ÿ˜Š

Demikianlah cerita WFH saya..untuk semuanya, happy weekend dan kalau bisa #dirumahaja dulu ya untuk kebaikan kita semua ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

If you can’t stop thinking about it…#2

Lagi mentok ga ada ide untuk nulis postingan di blog, terus baca postingan si mantan tetangga yang ini *FYI, saya sudah beberapa kali ngelink ke postingan dia, dan postingan terakhir saya sebelum ini juga terinspirasi dari sikiky ini, just because “Hey, we have the same thought, Ky” and thank you ya, Ky for giving me some inspirations to blog a post :-)*

Yah, seperti kata sikiky, “If you can’t stop thinking about it, don’t stop working for it :-)” Walaupun hidup saya sekarang kelihatan kayaknya mentok di situ-situ aja untuk saat ini, baca postingan sikiky ini kok jadi tambah semangat ya…Walaupun umur sudah beranjak semakin matang, #menolaktua:D #ageisjustnumber tapi seperti yang saya tulis pada komen di postingan sikiky tersebut, saya adalah yang percaya kalau ga ada kata terlambat untuk mengejar cita-cita kita ๐Ÿ™‚ Kalau kata Agnez Mo mah “Dream, believe, make it happen”. Tapi untuk saya sekarang, karena sikonnya belum memungkinkan, masih tahap dream 100%, believe 100%, and make it happennya masih 50%…Moga bisa segera 100% deh ๐Ÿ™‚

So buat saya, Kiky, dan teman-teman lain yang masih berusaha mengejar mimpi-mimpinya yang belum tercapai, tetap semangat ya ๐Ÿ™‚

Suara hati :-)

Baca postingan mantan tetangga saya yang satu ini, kok saya jadi benar-benar terharu ya ๐Ÿ™‚ Kayak judul postingan saya kali ini, ini benar-benar menyuarakan suara hati saya…pake banget….

Seperti cerita Kiky ini, saya pun punya cita-cita untuk mengembangkan sayap alias meninggalkan rumah dan hidup mandiri…Kalau Kiky cerita dia ingin meninggalkan rumah kalau dia sudah berumur 18 tahun, kalau saya baru punya cita-cita ninggalin rumah mungkin baru sejak sekitar 10 tahun yang lalu, dengan cita-cita ingin mengejar karir di Jepang, terlebih setelah saya terima tawaran yang saya ceritakan di sini.

Tetapi, saya sebagai anak satu-satunya yang tinggal di rumah bersama Ayah Bunda saya sejak tahun 2012 saat adik saya menikah, dan juga sebagai orang yang banyak pertimbangan dan ketakutan-ketakutan terhadap hal yang bahkan belum terjadi sekali pun, akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran tersebut. Dan juga beberapa tawaran kerja lain di Jepang yang datang setelah itu, dengan alasan saya tidak tega meninggalkan Ayah Bunda saya yang sudah tua cuma berduaan saja di rumah.

Bahkan, saat akhir tahun 2018 kantor lama saya memutuskan pindah lokasi ke Jawa Barat, saya pun memutuskan untuk tidak ikut dan mengundurkan diri, walaupun saya sudah 13 tahun bekerja di sana. Dan pertimbangan paling besarnya pun masih sama, saya tidak tega untuk meninggalkan Ayah Bunda saya yang sudah tua cuma berduaan saja di rumah.

Dan, memang qadarullah ternyata itu adalah keputusan yang tepat *menurut saya* karena di tahun 2019, Bunda mengalami stroke dan saya pun makin tidak tega meninggalkan Bunda (dan juga Ayah) ๐Ÿ˜ฆ

Pastinya ada rasa sesal, kesal, sedih, dan bertanya “Kenapa harus saya ya, Allah..” Tetapi, di sisi positifnya, saya berpikir ini adalah ladang saya untuk mencari pahala Allah dalam merawat orang tua saya…Dan saya pun mencoba untuk ikhlas dan sabar menjalani ini semua, dan cuma bisa terus berdoa dan berharap agar suatu hari Allah berkenan untuk mengabulkan doa-doa dan keinginan-keinginan saya yang belum terkabul dan tertunda saat ini.

Sisi positif lainnya, sejak Bunda sakit, sama seperti Kiky, saya pun mulai belajar mengurus rumah tangga dan bergaul dengan ibu ibu teman Bunda. Saya jadi rutin belanja ke pasar tiap akhir pekan dan ikut arisan bersama ibu-ibu tetangga sebulan sekali untuk menggantikan Bunda. Yang masih belum memungkinkan cuma ikut pengajian ibu-ibu teman Bunda karena pengajiannya diadakan siang hari pas hari kerja.

Akhir kata, saya cuma mau bilang buat diri saya sendiri “Be strong and be patient, Inong…Someday you will reach your dream and like the proverb saying: every cloud has a silver lining / ๆ‚ชใ่ฆ‹ใˆใ‚‹ใ“ใจใ‚‚ใ€ใ‚ˆใ„้ขใŒใ‚ใ‚‹…Just always think positive :-)”

*Updated:

Pas lagi menelusuri timeline twitter, tahu tahu ngebaca tweet Deny yang ini:

IMG_20200130_192229_925

Dan saya suka banget โคโคโค Suara hati saya banget ini ๐Ÿ˜Š Izin share ya, Deny๐Ÿ˜Š

Tulisan pertama di 2020: Banjir pertama di 2020…

Selamat tahun baru 2020 semuanya ๐Ÿ™‚

Hm, mungkin di hari pertama tahun 2020 kemarin banyak juga teman-teman warga Jakarta yang mengalami banjir seperti saya ya…

Dan pemandangan pertama saya di hari pertama tahun 2020 adalah *Kalau bahasa kerennya mungkin “I woke up like this” :D*:

thumbnail

Sekitar jam 6 pagi ๐Ÿ™‚

thumbnail (8)

Jam 10 pagi ๐Ÿ˜ฆ

Dan yang jelas, saya menikmati 3 hari pertama di tahun 2020 ini dengan tanpa listrik….Sehingga pas HP dinyalain tadi pagi setelah dua hari kehabisan baterai, langsung banyak notif, khususnya WA ๐Ÿ˜€

thumbnail (2)

thumbnail (6)

WA yang hanya sebagian saya screen shot ๐Ÿ˜€

Ternyata, walaupun ga ngaruh ngaruh banget ke saya mengenai ga ada HP ini, tapi ternyata kangen juga saya sama suara notif dari HP saya ๐Ÿ˜€

Dan berikut adalah kondisi di rumah dan sekitar rumah saya setelah banjir tadi pagi saat saya mau berangkat kerja…

thumbnail (7)

Dapur setelah ditinggalkan air setinggi pinggang saya..Untuk di rumah, alhamdulillah air cuma masuk ke garasi dan dapur saja…

thumbnail (4)

Kondisi jalan depan rumah….

Demikianlah tahun baru saya tahun ini..Bagaimana tahun baru Anda?

2010-2019, satu dekade ala saya..

Waktu baca postingan Deny yang satu ini, sebenarnya saya sudah kepikiran “ih, jadi kepengen nulis tentang ini juga deh”. Tapi ya masih kepikiran aja sih, belum ada niat untuk dilaksanakan #Inongbanget ๐Ÿ˜ย Terus, ternyata si mantan tetangga teman masa kecil saya juga nulis cerita satu dekade ala dia, yang terinspirasi dari Deny, jadi tambah pengen nulis deh si saya ini akhirnya ๐Ÿ˜Š ya itung itung, buat kenangan pribadi saya aja sih. OK, marilah kita mulai cerita satu dekade ala saya ๐Ÿ˜

2010:

Tahun 2010 ini, merupakan salah satu tahun yang tak terlupakan buat saya. Di tahun ini, cita cita saya sejak kuliah dulu akhirnya tercapai setelah berbelas tahun kemudian, yaitu bisa pergi ke Jepang.ย  Yang bikin tambah senang adalah perjalanan ini dalam waktu lama dan semuanya gratis ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Dan oh ya satu lagi peristiwa paling berkesan buat saya di tahun ini adalah pengumuman pertunangan pangeran idola saya dan Kate Middleton di tahun ini. Sampai sampai saya bikin postingan khusus tentang pernikahan mereka di siniย ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ dan sekarang pun saya jadi follower akun IG tentang mereka berdua ๐Ÿ˜Š

2011:

Hm, tahun ini sebenarnya ga ada kejadian yang luar biasa versi saya sih, tapi setelah dipikir pikir lagi, ternyata yang paling berkesan di tahun ini buat saya adalah ikut nimbrung jalan jalan ke KL dan Singapura sama keluarga tante saya aka adiknya Bunda, and she was one of the closest aunty for me..Dan anak anaknya adalah juga salah satu sepupu yang terdekat dgn saya. Sebelum perjalanan ini, saya juga pernah beberapa kali jalan sama si tante, tapi biasanya sama Bunda juga. Dan sejak perjalanan ini, saya ga pernah travel bareng beliau lagi sampai beliau sakit di tahun 2014 dan meninggal di awal tahun ini. Dan itulah kayaknya yang menjadikan perjalanan ini jadi berkesan buat saya. Miss u so much, Mucut โคโคโคโค Al Fatihah..

FB_IMG_1576887088912

Saya, almarhumah tante, sepupu, dan si Om di belakang ๐Ÿ˜Š

FB_IMG_1576887100802

Sepupu-sepupu saya pakai jubah di mesjid Putrajaya

2012:

Di akhir tahun ini, si sepupu saya yang saya cerita di atas, tiba tiba ngajakin saya pergi umroh, setelah beberapa bulan sebelumnya saya dan diaย jalan jalan bareng ke Jepang. Saya yang tadinya agak menolak dengan alasan belum ada uangnya, akhirnya membulatkan tekad untuk berangkat di tahun depannya sama si sepupu karena si sepupu berkata: “Kak, kita udah jalan kemana mana, tapi kok ke sana belum sampai sampai. Yuklah kita niatkan pergi ke sana tahun depan”.

2013:

Alhamdulillah niat suci yang diikrarkan akhir tahun sebelumnya, bisa terlaksana di tahun ini ๐Ÿ˜Š makasih ya sepupu, udah ngajakin kakaknya ini untuk jalan jalan liat rumah Allah โคโค๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ

Di tahun ini juga saya pertama kali merasakan kehilangan anggota keluarga inti ๐Ÿ˜ฆ it hurts so much ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ We love you and miss U, Bang ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Al Fatihah ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Kemudian beberapa bulan kemudian, Bunda juga terkena stroke di Aceh saat menghadiri pernikahan salah seorang sepupu di sana ๐Ÿ˜ฆ dan alhamdulillah setelah beberapa minggu kemudian bisa pulang ke Jakarta setelah dirawat di rumah sakit di Aceh.

2014:

Saya bisa melihat sakura pertama kalinya dan juga ikut Pemilu di luar negeri untuk pertama kalinya juga๐Ÿ˜Š di tahun ini. Kalau lihat sakura sih emang cita cita saya. Kalau yang ikut Pemilu, sebenarnya keinginan teman seperjalanan saya yang ingin kami tetap melaksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik ๐Ÿ˜Š Dan di tahun ini, saya juga mendapatkan surat elektronik yang menawarkan pekerjaan di Jepang. Surat tawaran pertama untuk saya untuk bekerja di Jepang. Tapi seperti judul posting tersebut, sampai sekarang pun saya masih harus menunda mimpi itu. Entah sampai kapan. Yang penting cita cita itu selalu tetap ada dalam hati saya.

2015:

Di awal tahun ini, saya ditunjuk pertama kali oleh Presdir kantor lama saya untuk mulai mengajar bahasa Jepang di kantor karena adanya program pelatihan untuk operator di kantor pusat di Jepang. Cerita saya ngajar pertama kali dengan murid murid angkatan pertama saya, bisa dibaca di sini ๐Ÿ˜Š dan tugas mengajar ini tetap dipercayakan kepada saya sampai saya berhenti kerja dari sana di September 2018 lalu.

IMG_20170818_195019_661

Dengan murid angkatan kedua, Arief san dan Ashari san ๐Ÿ˜Š

5a163a9a83d3dc5c080a541f_0

Bersama murid murid angkatan ke 3 saat mengantar mereka bikin paspor di September 2017 ๐Ÿ˜Š

2016:

Untuk tahun 2016, kayaknya sih ga ada momen yang berkesan atau tak terlupakan buat saya. Semuanya biasa saja ๐Ÿ˜Š

2017:

Di tahun ini, manajemen kantor lama saya mengumumkan secara resmi bahwa lokasi kantor kami akan dipindahkan ke Kuningan, Jawa Barat, pada akhir 2018. Saya yang saat itu sudah 12 tahun bekerja di sana, memutuskan untuk mengundurkan diri, bersama hampir 85๏ผ… karyawan lainnya, karena masih cinta Jakarta #IloveJakarta kalau pindahnya ke Jepang sih saya mau ๐Ÿ˜ Tapi saya dan beberapa teman lainnya masih bekerja di sana sampai September tahun lalu ๐Ÿ˜Š

Dan walaupun udah jadi calon mantan karyawan, ternyata saya masih dikasih bonus bisa jalan jalan ke Jepang lagi dgn murid murid saya. Arigatou, shachou ๐Ÿ˜Š(^-^)

2018:

Saatnya berpisah dengan si kantor lama setelah 13 tahun berkarya di sana. Dan sekarang, saya merasa itu adalah keputusan yang tepat, walaupun saat mengambil keputusan, saya sangat ragu ragu dgn keputusan yang saya ambil tapi sok PD aja kalau ditanya orang alasan saya ambil keputusan tersebut. Karena sekarang saya makin menyadari apa kekurangan saya dan berusaha terus untuk memperbaiki dan mengembangkan diri di urusan pekerjaan ๐Ÿ˜Š

Tahun ini alhamdulillah saya juga udah bisa daftar haji. Buat saya ini juga merupakan prestasi, karena sama kayak waktu berangkat umroh, saya harus “disindir” dulu, baru mau daftar. Kalau waktu umroh, “disindirnya” sama sepupu, kalau untuk haji ini, saya disindir oleh Ayah, dengan kata kata “daripada jalan ke Jepang melulu, mendingan daftar haji gih”. Dan thanks to sindiran tersebut dan bantuan dari Abang saya, alhamdulillah udah dapat kuota haji. Kalau si Kiky tahun 2023, sedangkan saya 10 tahun setelahnya alias tahun 2033, insyaa Allah ๐Ÿ˜Š semoga semua berjalan lancar ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

2019:

Mengenai 2019 saya, ceritanya bisa dibaca di sini๐Ÿ˜Š Yang jelas, tahun 2019 ini adalah tahun dimana saya harus mengorbankan segala keinginan dan cita cita pribadi saya untuk sementara, dan memfokuskan diri buat keluarga, khususnya Bunda ๐Ÿ˜Š

Demikianlah satu dekade ala saya. Makasih buat media sosial saya, khususnya WP, sebagai tempat saya menyimpan tulisan, dan FB, sebagai tempat saya menyimpan foto, sehingga saya yang pelupa bisa bikin cerita yang ternyata lumayan panjang ini ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

This entry was posted on December 21, 2019. 4 Comments