Archives

Jumpa lagi..

Dengan dua orang mantan murid saya di kantor lama yang pernah sama-sama pergi ke Jepang hampir dua tahun lalu ๐Ÿ˜Šย alhamdulillah kedua murid ini terpilih untuk menggantikan senpaitachi aka senior seniornya yang sudah hampir selesai masa belajarnya dan akan kembali ke tanah air awal tahun depan.

Terima kasih ya para mantan murid muridku atas undangannya ๐Ÿ˜Š semangat melanjutkan belajar bahasa Jepang sama guru penutur aslinya, semangat untuk training di Jepang, dan semoga kita bisa ketemu lagi pas kalian lagi di Jepang seperti doa saya waktu para senior kalian berangkat ke Jepang, dan alhamdulillah diijabah Allah bisa ketemu mereka di Jepang ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

20190802_184207

Pilihan makanan yang sama dengan pilihan makanan terakhir bersama mereka sebelum meniggalkan Tokyo hampir dua tahun yang lalu ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

20190802_184810

Beberapa saat sesudah ambil foto ini, orang orang pada ribut dan panik dan kami sempat bertanya tanya ada apa. Setelah itu, kami baru sadar kalau ada gempa ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ Tapi kami masih tetap duduk dan malah ngobrol tentang mantan bos Jepang saya (dan masih jadi bos mereka) yang tetap duduk santai sambil kerja sendiri di ruangan pada saat yang lain berlarian keluar ketika gempa beberapa tahun lalu. Alhamdulillah ga ada kejadian apa apa setelah gempa ๐Ÿ˜Š

IMG-20190802-WA0029

Sukses dan semangat selalu, Jamใ•ใ‚“ dan Amanใ•ใ‚“ ๐Ÿ˜Š ๆ—ฅๆœฌ่ชžใฎๅ‹‰ๅผทใจๆ—ฅๆœฌใงใฎ็ ”ไฟฎใ‚‚้ ‘ๅผตใฃใฆใใ ใ•ใ„ ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Sampai ketemu di Jepang (lagi), Jam san dan Aman san ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

Advertisements
This entry was posted on August 3, 2019. 2 Comments

Ramadhan dan Syawal 1440 H

Sebelum dilanjutkan tulisannya, izinkan saya mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1440 H, taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin ๐Ÿ™๐Ÿ™”

IMG-20190606-WA0029

Happy Eid Mubarak from my beautiful cousins, my handsome nephews, and me ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

IMG-20190606-WA0013

The big family of Teuku Raden cabang Jakarta *formasi tidak lengkap* โคโคโค

FB_IMG_1560075269860

Ngomong-ngomong soal Ramadhan dan Syawal tahun ini, karena sesuatu dan lain hal yang saya anggap sebagai “tanda cinta Allah” buat saya sekeluarga, benar benar ga kerasa banget deh buat saya pribadi ๐Ÿ˜ฆ Puasa saya di bulan Ramadhan tahun ini benar benar cuma buat nahan lapar dan haus aja, jadi pas masuk 1 Syawal alias Lebaran, saya benar benar ga merasakan “kemenangan” apa pun ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Semoga saya masih diperkenankan Allah untukย  bertemu Ramadhan tahun depan, insyaa Allah ๐Ÿ™๐Ÿ™

Tapi, ternyata ada beberapa “blessing in disguise” di balik “kesukaran” yang sedang keluarga kami alami. Salah satunya si tetangga favorit yang pernah saya tembak waktu SMU dan saya ceritain di sini datang berkunjung ke rumah saat Lebaran hari pertama ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉย Padahal 25 tahun temenan dan 25 tahunan lebih tetanggaan, dia belum pernah datang ke rumah (Kalau saya sih pernah sekali waktu Bapaknya dia meninggal #dibahas). What a very nice surprise, berasa diapelin ma pacar pas liat muka dia โคโคโค pas saya cerita ke WAG genk SMU saya yang dulu mendorong saya untuk nembak dia dan tahu kalau sampai sekarang saya masih suka dia, berbagai komentar pun muncul, antara lain: “Moga kunjungan berikutnya, dia datang untuk ngelamar ya, Nong :D” yang cuma bisa saya balas dgn: “Aamiinin aja dulu ๐Ÿ™”

Buat si tetangga favorit saya yang masih saya suka sampai sekarang, terima kasih sudah memberikan sedikit keceriaan di tengah-tengah Ramadhan dan Lebaran saya yang agak kelabu tahun ini. Dipersilakan dgn sangat lho kalau berikutnya mau sering sering datang ke rumah saya untuk menemui saya #eeeaaa #ngayaldotcom #cumaberaningomongditulisan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ #gaberaningomonglangsung ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

 

Up and down in my life…

Di tahun 2019 yang baru berjalan 5 bulan lebih 2 hari ini, ternyata sudah banyak momen-momen hidup, baik yang menyenangkan mau pun kurang menyenangkan, terjadi dalam kehidupan saya. Untuk yang menyenangkan, saya tentunya bersyukur banget sama Allah SWT. Sedangkan untuk yang kurang menyenangkanย  dan bisa dianggap sebagai ujian hidup buat saya, saya cuma bisa berdoa semoga Allah memberi kekuatan dan ketabahan buat saya menghadapinya ๐Ÿ™‚ Cuma bisa menikmati dan menjalaninya saja pastinya ๐Ÿ™‚

Hm, bagaimana dengan teman-teman? What’s going on lately in your life?

 

Samba Lado, Samba Balado dan Perbedaannya

Karena saya sebagai orang keturunan Aceh dan sering menggunakan istilah “samba(l) lado” ataupun “Balado” di rumah, dan ditambah saya adalah penggemar berat masakan Padang, ulasan Firsty tentang perbedaan keduanya ini menarik banget buat saya. Yang tertarik juga, silakan lanjut dibaca ๐Ÿ™‚

Firsty Chrysant

Menurut khazanah kuliner padang (yang saya ketahui dan simpulkan), samba artinya adalah masakan lauk pauk dan sayuran pendamping nasi. Mau dimasaknya dengan cara digoreng, dibuat gulai, dibalado-in ataupun direbus disebutnya tetap disebut dengan samba. Makanya ada sebutan samba goreng ayam, samba gulai ayam, samba goreng ikan, samba dagiang, samba gulai daging, samba jariang alias jengkol, samba randang dan lain-lain.

Jadi kalau ada orang yang bilang, dia mau mayamba artinya orang dia mau membuat samba, entah itu mau buat gulai atau goreng-gorengan plus sayur. Yang jelas membuat lauk pauk dan sayuran. Jadi kalau ada yang bertanya, โ€œmakan pakai samba apo?โ€ artinya, makan pakai lauk pauk apa, lantas dijawab, โ€œpakai samba randang, samba lauk alias ikan, samba dagiang alias daging, atau makan taruang ikan teri lado mudoโ€œ

Akan tetapi ada juga beberapa daerah yang membedakan arti samba ini. Ada yang menyebut samba ini dengan masakan yang bersifat makanan yang berjenis goreng-gorenganโ€ฆ

View original post 736 more words

This entry was posted on April 15, 2019. 7 Comments

33 Years of Musical Journey Hedi Yunus

Seperti mungkin para pembaca sudah tahu, sejak zaman ABG dulu saya sangat mengidolakan Hedi Yunus, seperti sudah saya ceritakan di posting yang iniย dan itu, ๐Ÿ™‚ Dan alhamdulillah, di tahun 2019 ini, idola saya tersebut genap memasuki 33 tahun dalam karirnya sebagai penyanyi. Dan untuk merayakannya , beliau mengadakan konser yang bertajuk “33 Years of Hedi Yunus Musical Journey”. Dan acara konser tersebut diadakan tepat pada hari ulang tahun saya, yaitu 15 Februari 2019 yang lalu di Balai Sarbini, Jakarta. Sebagai penggemarnya, pastinya saya bakal nonton dong konser tersebut. Apalagi konsernya diadakan pas tanggal ulang tahun saya yang cukup istimewa, jadi saya anggap konser ini adalah hadiah buat diri saya sendiri ๐Ÿ˜€

Yang pasti, buat saya dan penggemar-penggemar Kang Hedi yang lain, konser kang Hedi tersebut benar-benar spektakuler dan keren habis..Plus bikin galau buat saya sih ๐Ÿ˜€ A very good concert <3<3<3

Dan berikut adalah beberapa foto yang bisa saya abadikan di konser tersebut :

IMG-20190215-WA0031

Ready for the concert โคโคโค

IMG-20190215-WA0046

We are #SoulmateKahitna and also #Team HY ๐Ÿ™‚

20190215_203910

20190215_204639

Kang Hedi jadi mayoret pas opening ngebawain lagu Suratku โคโคโค Sayang saya ga ngerekam ini karena udah terpukau penampilan kang Hedi <3<3<3 FYI, dulu waktu zaman SMA, Kang Hedi pernah jadi mayoret di drum band sekolahnya. Makanya, pas konser kemarin, beliau tampil jadi mayoret lagi ๐Ÿ˜€

IMG-20190215-WA0049

Bisa tebak ini lagi duet dgn siapa? ๐Ÿ˜€

20190215_223326

Album album Hedi Yunus โคโคโค Walaupun ngakunya fannya Akang, tapi jujur saya cuma punya 3 albumnya saja ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Dan beberapa video yang berhasil saya rekam โ˜บ Mohon maaf kalau ada suara backsound yang sember ya pembaca ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Buat kang Hedi, sukses selalu karirnya dan juga selalu rendah hati dan apa adanya sama para fansnya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Life begins at 40

Saya yakin pembaca blog ini pasti sudah pernah dengar peribahasa yang saya jadikan judul posting kali ini sebelumnya, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “Hidup dimulai dari (Usia) 40 tahun”.

Entah kenapa sejak akhir tahun lalu, pepatah ini sering banget terngiang-ngiang di kepala saya. Penyebab utamanya mungkin karena tepat pada pertengahan bulan depan saya akan memasuki usia tersebut *iya, saya udah tua* *buka rahasia* *biarin aja ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜*, terus saya pun jadi mikir apa aja yang sudah saya lakukan selama 40 tahun hidup saya di dunia ini. Hm, kayaknya sih benar benar belum ada yang berarti sama sekali ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ baik dari segi duniawi, apalagi untuk kehidupan akhirat nanti hik..hik ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Terus kadang kadang, jadi mikir juga kira kira nanti ke depannya kehidupan saya bakal gmn ya? Apakah saya akan bertemu dgn jodoh saya yang saya harapkan adalah seorang lelaki Jepang muslim? #eeeaaa Apakah saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk tinggal dan bekerja di Jepang suatu hari nanti? #teteup Dan hal-hal lain yang sebenarnya “receh” banget, tapi kadang buat saya ga bisa tidur di malam hari..

Tapi, bagaimanapun, saya semangat banget lho menyambut ultah saya yang ke 40 bulan depan, lebih semangat dibandingkan menyambut ultah ultah saya yang sebelumnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Dan saya cuma bisa berdoa semoga menjelang usia saya yang baru ini, saya diberi kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, dan bisa menjadi orang yang bermanfaat buat keluarga saya dan orang orang lainnya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Dan seperti judul lagu “Que sera sera” yang salah satu liriknya berbunyi “The future is not ours to see” dan seperti lagunya Ari Lasso, Misteri Ilahi, akhirnya yah memang kita cuma bisa ngejalanin hidup kita sebaik mungkin dan berusaha yang terbaik..After all, indeed life is a mistery, right?

Malang-Batu-Bromo Trip #photostory <3<3

Kalau biasanya saya selalu ngerencanain perjalanan jauh-jauh hari sebelumnya, tetapi untuk perjalanan Malang-Batu-Bromo kali ini, saya gak pakai mikir langsung bilang mau ikut pas dikasih tahu tentang rencana perjalanan ini sama salah seorang tante saya dan langsung kontak sepupu saya yang jadi trip organizernya ๐Ÿ˜€ Alhamdulillah, kesempatan untuk memberi tanda centang pada salah satu tempat impian saya di dalam negeri (Tinggal Padang nih yang masih belum terwujud :D) bisa terwujud di saat dan momen yang sangat tepat dan tanpa diduga-duga ๐Ÿ˜€ Rezeki memang gak ke mana ๐Ÿ™‚

Dan berikut biar foto-foto saja yang bercerita tentang serunya jalan-jalan saya bersama tiga orang tante, satu orang om, dan satu orang sepupu ๐Ÿ™‚

Hari pertama : 1 Desember 2018

20181201_064223

Rombongan siap memulai perjalanan ๐Ÿ˜€

20181201_102048

Tujuan pertama ๐Ÿ™‚

20181201_105412

Wefie sebelum makan bakso ๐Ÿ˜€

20181201_132200

Siap berpetualang ๐Ÿ™‚

20181201_135405

20181201_140606

20181201_140729

20181201_155305

20181201_154034

Happy cousin & me ๐Ÿ™‚

20181201_173455

foto pertama di Museum Angkut ๐Ÿ™‚

20181201_175017

Let’s fly with me ๐Ÿ˜€

20181201_175336

Nyobain gmn rasanya kencangnya angin tornado, tapi kok malah ketawa tawa, bukan ketakutan ๐Ÿ˜€

20181201_182906

Naik pesawat kepresidenan dan ketemu Pak Habibie ๐Ÿ™‚

20181201_182721

@ Ruang tamu pesawat kepresidenan

20181201_182553

@ Ruang makan pesawat kepresidenan

20181201_191721

A ride with cousin ๐Ÿ™‚

20181201_192309

Ala-ala Beatles ๐Ÿ˜€

20181201_202909

Makan malam @ Warung Wareg ๐Ÿ™‚

Hari kedua : 2 Desember 2018

20181202_025957

Ready for sunrise @ Bromo ๐Ÿ™‚

20181202_044911

Alhamdulillah <3<3

20181202_045304

 

20181202_045630

<3<3<3

20181202_060307

20181202_072354

Bukit Teletubbies

20181202_082119

20181202_163701

Ngemil @ Ketan Legenda ๐Ÿ™‚

IMG-20181204-WA0012

@ Batu Night Spectacular

IMG-20181204-WA0016

Still @ Batu Night Spectacular ๐Ÿ™‚

Hari ketiga : 3 Desember 2018

IMG-20181203-WA0075

Last brunch before going back Jakarta @ Taman Indie ๐Ÿ™‚

20181203_100624

And last destination before going back Jakarta ๐Ÿ™‚ See u again, Malang, Batu, and Bromo ๐Ÿ™‚