#30dayswritingchallenge Day 29: My goals for the future

My goals for the future:

  1. Going for Hajj…Insyaa Allah πŸ™‚
  2. Buy and stay in my own apartment πŸ™‚
  3. To live and work in Japan for several years.
  4. After several years living and working in Japan, I will be back to Indonesia, and make a Japanese and English language course.
  5. Have a beneficial life for others for the rest of my life..

May Allah grant all my wishes and prayers πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 28: Write about loving someone

Hm, sejujurnya saya tipe yang lebih baik dicintai daripada mencintai sih…Jadi kalau seseorang itu sudah benar-benar teruji dan terbukti mencintai saya, I will definitely love him back, walaupun mungkin awalnya saya ga cinta sama dia πŸ™‚

Dan jujur sampai sekarang belum ketemu orang yang seperti itu sama saya…tapi seperti saya bilang di sini, insyaa Allah suatu hari saya akan ketemu “My prince of charmed” dan untuk sekarang, cuma bisa menikmati dan bersyukur atas hidup saya, seperti yang saya cerita di sini πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 27: Someone who inspires me

Kalau bicara tentang seseorang yang menginspirasi, saya mau bicara tentang orang-orang yang menginspirasi saya tentang “Ke-Jepangan”…Nah, ada dua orang nih yang menginspirasi saya untuk hal-hal yang berbau “Ke-Jepangan” ini.

Pertama, yaitu adik kelas saya yang pernah saya ceritain di sini πŸ™‚ Yah, pastinya yah karena saya juga punya cita-cita sama seperti dia untuk tinggal dan bekerja di Jepang πŸ™‚ Dan updated, tahun lalu si adik kelas ini sudah pindah kerja lagi, masih tetap di Jepang, tapi pindah kota dari kota O ke kota N…See you soon there someday, T san πŸ™‚

Yang kedua adalah si penulis blog ini. Selalu terinspirasi dengan cerita-cerita Adek san ini soal makan daging halal di resto-resto di Jepang dan juga cerita-cerita Adek saat dia keliling ke penjuru Jepang, apalagi kalau ada bagian yang dia nyetir sendiri πŸ™‚ Jadi suka ngebayangin badannya Adek yang kelihatannya imut dan kecil (“Kelihatan” karena saya dan Adek belum pernah bertemu secara nyata, cuma lihat foto-foto dia dari blog atau media sosialnya :D) mengendarai mobil ke penjuru Jepang….羨ましい πŸ™‚ Semoga, suatu hari nanti setelah saya tinggal di dan bekerja di Jepang (Aamiin…), kita bisa ketemu dan keliling Jepang bareng-bareng ya, Dek…*Aamiin lagi :))

So, who inspires you?

#30dayswritingchallenge Day 26: My school

Di tema tentang sekolah ini, pengen cerita tentang hal-hal yang paling berkesan buat saya di setiap tingkatan sekolah yang saya lalui πŸ™‚

Kalau untuk masa TK, yang paling saya ingat adalah dulu saya masih sekitar umur 3 tahun, tapi udah pengen sekolah kayak Abang-abang saya sampai merengek-rengek ke Ayah dan Bunda πŸ˜€ Akhirnya Bunda pun membuatkan saya seragam TK khusus buat saya yang modelnya mirip dengan seragam TK tempat saya mau belajar seperti yang saya ceritakan di sini biar bisa sekolah di TK (Walaupun warnanya jauh beda…Seingat saya seragam TK resminya warna kuning oranye gitu, sedangkan warna seragam buatan Bunda adalah merah marun :D), karena pihak sekolah ga menyediakan seragam buat murid ga resmi dan dibawah umur kayak saya πŸ˜€ Senangnya hati saya karena dulu setiap hari Jum’at bisa makan bubur sumsum di sekolah dan ngerayain ulang tahun sama teman-teman TK tersebut πŸ™‚ Terus, waktu pertengahan tahun ajaran TK ini, kami sekeluarga pindah rumah dari daerah Jakarta Pusat ke Jakarta Barat. Karena masih pertengahan tahun ajaran, jadi Ayah Bunda belum memindahkan kami ke sekolah baru yang dekat dengan rumah baru πŸ™‚ Jadi kalau berangkat sekolah, kami pagi-pagi naik mobil sama-sama Ayah Bunda, terus Bunda nungguin saya dan Abang-Abang sampai jam pulang sekolah, kemudian pulang ke rumah dengan naik kopaja dan dilanjutkan dengan becak πŸ™‚ Untungnya TK dan SD tempat saya dan Abang-Abang bersekolah terletak di satu gedung yang bersebelahan, jadi Bunda bisa santai nungguin kami di sekolah tanpa repot bolak-balik πŸ™‚

Kalau di masa SD, memori yang paling berkesan adalah naik jemputan dan jalan-jalan ke Jogja naik kereta bersama teman-teman dan guru πŸ™‚ Kalau masalah naik jemputan sih biasa mungkin ya, tapi buat saya yang ga biasa adalah ada masa-masa dimana saya nangis kencang kalau Abang saya ga pulang naik jemputan sama saya, padahal yang dibayarin buat naik jemputan cuma saya *maklum anak cewek satu-satunya :D* Jadi, kalau saya sudah nangis gitu, biasanya supir jemputan bakal ngizinin Abang saya untuk pulang naik jemputan juga deh πŸ˜€ Terus, untuk ke Jogja, waktu kelas 6 SD, ada study tour pramuka ke Jogja selama seminggu dengan menggunakan kereta. Itu adalah pengalaman pergi jarak jauh pertama saya hanya dengan teman dan guru, tanpa didampingi Ayah Bunda..Sampai sekarang, saya masih ingat gimana serunya jalan-jalan tersebut πŸ™‚

Kalau di masa SMP, yang paling saya ingat adalah ada pelajaran ekstra kurikuler berenang dan basket yang diadakan di GBK Senayan pas kelas 1:) Sampai sekarang, saya masih ingat hari-harinya, Selasa berenang dan Kamis basket. Kalau pergi diantar sama Ayah, terus pulangnya jalan kaki dulu dari GBK ke Pasar Palmerah, baru deh dilanjutin naik angkot. Terus, istirahat sebentar di rumah, lalu lanjut lagi berangkat sekolah. Oh iya, dulu kelas 1 SMP saya masuk siang terus karena kebetulan sekolahnya lagi direnov πŸ™‚ Jadi abis ekskul ini yang selesai sekitar jam 8-9, bisa pulang dulu. Kalau ambil nilai olahraga, juga dilakukan di GBK ini. BTW, walaupun ikut ekskul ini, saya tetap ga bisa renang dan basket lho πŸ˜€

Kalau untuk memori di SMU, bisa dibaca di sini ya πŸ™‚

Nah untuk masa kuliah, kenangan saya adalah dulu kalau ada jam kosong diantara satu matkul dengan matkul yang lain, saya suka melipir dengan sahabat zaman kuliah dulu ke salah satu mal yang dekat dengan kampus saya dulu untuk makan pizza favorit kami πŸ˜€ Dan di masa kuliah inilah saya jadi penggemar makan-makan, padahal dari zaman kecil sampai SMU, saya termasuk picky eater dan ga suka makan lho πŸ˜€ Dan saya juga jadi biasa bisa tidur dimana pun karena di zaman kuliah ini saya selalu tidur di bis kalau pulang kuliah πŸ˜€

#30dayswritingchallenge Day 25: Something inspired of the 11th image on your phone

Pas baca judul ini, langsung ngecek foto ke-11 di HP saya apa ya πŸ˜€ Tetapi ternyata fotonya bukan sesuatu yang menginspirasi πŸ™‚ Jadi, saya pun nyari-nyari foto lain dari HP saya yang kira-kira bisa jadi inspirasi saya. Dan ketemulah foto ini πŸ™‚

Sakura & salju Source: Google photo

Jadi di awal bulan April kemarin, ada beberapa teman di Jepang yang posting foto-foto sakura dengan salju πŸ™‚ Dan saya pun meminta seorang teman saya yang tinggal di Jepang untuk membagikan beberapa foto-foto sakura bersalju yang dia ambil. Sebelum dikirimin foto-fotonya, saya udah nyari-nyari di google photo dan ketemu foto tersebut di atas πŸ™‚

Yang jelas sih, foto sakura bersalju itu menginspirasi saya untuk bisa mewujudkan impian saya pergi ke Hokkaido biar bisa melihat sakura dan salju di saat bersamaan πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 24: About what you’ve learned

Kalau bicara tentang about what I’ve learned alias apa yang saya pelajari selama hidup saya ini, jawabannya adalah saya belajar untuk selalu bersikap sabar, terus berdoa, dan yakinlah Allah akan mengabulkan apa yang kamu minta di saat yang tepat dan menurut cara terbaik-Nya. Kadang-kadang tidak sesuai dengan yang kau minta..Tapi percayalah dan renungkanlah setelahnya, bahwa hal itu adalah yang terbaik buat kamu😊 Hal ini saya pelajari setelah kejadian ini, 10 tahun lalu πŸ™‚

Jadi, zaman kuliah dulu di jurusan saya, ada pemberian beasiswa belajar di beberapa universitas di Jepang selama 1 tahun untuk kurang lebih 10 orang mahasiswa berprestasi πŸ™‚ Walaupun IPK saya di masa kuliah itu selalu di atas 3 koma (FYI, di jurusan saya itu IPK di atas 3 adalah hal yang biasa :)), tetapi ternyata saya bukan salah satu dari 10 orang yang terpilih tersebut 😦 Tentunya sempat ngerasa kecewa saat itu, tetapi masih biasa aja sih…ga yang sampai bikin saya sedih banget gitu deh, dan saya tetap berdoa semoga kesempatan mengunjungi negara yang bahasanya saya pelajari ini bisa terwujud suatu hari nanti πŸ™‚

Nah, terus pas kerja di kantor lama, seperti pernah saya ceritakan saya diberi kesempatan untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada calon trainee yang akan dikirim ke Jepang. Nah, pas yang angkatan pertamanya tuh, saya ngajar beberapa bulan pertama, lalu digantikan oleh guru dari luar kantor karena proses belajar mengajarnya ditingkatkan menjadi intensif setiap hari sebulan menjelang keberangkatan para trainee tersebut. Nah, pas udah diumumkan tanggal resmi keberangkatan mereka, saya tuh sempat agak “ngiri” dan berpikir “Waduh, enak ya mereka bisa berangkat ke Jepang full gratis…Andai saya bisa ikut sama mereka…”

Ternyata, sebulan setelah keberangkatan para trainee tersebut, saat saya sudah mulai ga terlalu mikirin lagi soal para trainee yang di Jepang dan pasrah tentang keinginan saya agar bisa ke Jepang, Allah ngabulin keinginan saya untuk bisa berangkat ke Jepang juga πŸ™‚ Full gratis, dalam waktu yang lumayan lama, dan sendirian dengan tugas untuk mendampingi para trainee-trainee tersebut sebagai penerjemah πŸ˜€ Di titik itulah saya baru menyadari arti sebenar-benarnya dari “Sesuatu akan indah pada waktunya” dan memang Allah mengabulkan keinginan saya di saat yang tepat dan saya sudah benar-benar siap πŸ™‚ Teringat masa 3 bulan saya tinggal di Jepang tersebut, saya benar-benar sangat menikmatinya walau harus terpisah dengan keluarga dan tinggal di sana sendirian πŸ™‚ Dan seingat saya, benar-benar ga ada rasa sedih dan kesepian selama 3 bulan tersebut walaupun tinggal sendirian πŸ™‚

Kemudian, cerita beralih ke masa sekarang. Seperti yang saya ceritakan di sini, saya sedang dalam masa transisi perubahan karir dari seorang penerjemah Jepang, walaupun tetap punya cita-cita suatu hari mau ngerasain tinggal dan kerja di Jepang. Sebenarnya, awal ngelamar di kantor yang sekarang, saya melamar sebagai penerjemah bahasa Jepang. Tetapi, karena adanya suatu perubahan kebijakan di kantor, eh saya dipindahkan ke posisi yang lain, tetapi tetap berhubungan dengan bahasa asing. Kalau kali ini, bahasanya adalah bahasa Inggris πŸ™‚ Seperti yang saya ceritakan di sini juga, dari dulu saya suka belajar bahasa asing. Alhamdulillah, walau bukan bahasa Jepang, saya di kantor ini masih aktif menggunakan bahasa asing yang lain, yaitu bahasa Inggris.

Nah, karena dalam kondisi transisi perubahan karir ini, saya pun tetap ingin agar bahasa Jepang saya bisa tetap aktif terpakai demi mewujudkan cita-cita saya ke depan. Alhamdulillah, Allah lagi-lagi ngabulin keinginan saya itu. Di masa pandemi ini, di media-media sosial saya, saya menemukan beberapa grup dan guru bahasa Jepang yang melakukan proses belajar bahasa Jepang secara daring dan gratis. Mereka pun sering mengadakan pelajaran daring langsung dengan diajarkan oleh guru-guru bahasa Jepang yang tinggal di Jepang melalui berbagai aplikasi media sosial πŸ™‚ Dan saya pun bisa punya kenalan-kenalan baru, baik yang tinggal di Jepang maupun di negara lainnya. Salah satu yang pernah saya ikuti, pernah saya ceritakan di sini dan di sini πŸ™‚

Jadi buat saya pribadi, saya percaya bahwa Allah pasti akan mengabulkan semua keinginan dan doa saya suatu hari nanti. Tapi, si Inong yang ga sabaran ini harus belajar sabar, karena dari pengalaman-pengalaman saya pribadi, sering kali Allah ga langsung ngabulin permintaan saya, tetapi butuh waktu beberapa lama, dan bahkan kadang saat saya sudah lupa dengan keinginan tersebut dan baru tersadar bahwa itu adalah bentuk terkabulnya doa saya setelah kejadian πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 23: A letter to someone, anyone

Dear Inong aka diri saya sendiri,

Terima kasih karena beberapa tahun ini kamu sudah membuktikan kepada dirimu sendiri bahwa kau punya kemampuan yang lebih dari yang dirimu sendiri bayangkan. Terutama, di dua tahun terakhir ini. Walaupun nampaknya di dua tahun terakhir ini semua yang kau rencanakan dan harapkan hampir tidak ada yang terwujud, percayalah suatu saat kau pasti bisa meraihnya. Kehidupanmu yang buatmu kayaknya “datar-datar” aja sekarang, bakal jadi kenangan indah, saat semua yang kau inginkan sekarang terwujud satu per satu di masa yang akan datang…Aamiin, insyaa Allah..

So, keep strong, keep positive, and especially keep healthy, dear me πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 22: Write about today

Hm, hari ini mulai kerja (WFH) agak santai karena yang mau dikerjakan hari ini semua alhamdulillah sudah bisa diselesaikan semua kemarin πŸ˜€ Jadi, pas buka laptop tadi pagi, iseng-iseng buka channel Youtube untuk cari inspirasi buat bahan ngajar πŸ™‚ Terus, sedikit belajar bahasa Jepang secara online untuk diri saya sendiri…Pas sudah selesai jam istirahat (walaupun WFH, saya tetap menerapkan jam istirahat 1 jam dari jam 12-13 lho :D), mulai fokus lagi ngerjain WFH..Dan sekitar jam 16.30, semua kerjaan sudah selesai sesuai target hari ini…Alhamdulillah πŸ™‚

Terus, tadinya mau jalan-jalan keliling komplek rumah sebentar habis kerja…Tapi ternyata, dari jam 4 sore udah mendung, dan pas saya selesai kerja eh hujan turun dengan deras disertai petir…Ga jadi deh jalan keliling kompleknya.

Terus, hari ini ditutup dengan ikut webinar tentang healthy travel (yang baru saja selesai sebelum saya posting ini) bersama salah salah satu traveler writer favorit saya, Mbak CK, yang membahas tentang kulineran sehat dan halal di salah satu negara ASEAN yang pengen saya kunjungi, Thailand πŸ™‚ terus jadi pengen bikin mango sticky rice deh πŸ˜€ Semoga kesampaian di akhir pekan ini πŸ™‚

Selamat menyambut akhir pekan semuanya πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 20: Your celebrity crush

Kalau bicara celebrity crush, celebrity crush saya dari dulu gak berubah. Yaitu:

On his 50 birthday celebration 2 years ago

Jadi saya tuh suka Kahitna sejak album pertamanya, Cerita Cinta, waktu saya masih kelas 1 SMU. Seperti yang saya ceritain di sini, saya tuh suka cowok dengan tampang baby face. Dan tentu saja, kang Hedi ini masuk dalam kriteria itu πŸ™‚ Jadilah, saya tambah suka dengan Kahitna πŸ™‚

Alhamdulillah sudah bisa ketemu dan kumpul-kumpul ramai-ramai dengan Soulmate dan kang HY ini beberapa kali. Kebetulan, kang Hedi ini adalah artis yang sering ngadain ketemuan dengan penggemar-penggemarnya πŸ™‚ dan dulu ada masa dimana tiap ulang tahun kang Hedi, kita-kita para penggemarnya ngasih kado ke dia πŸ™‚ Dulu saya juga pernah cerita di sini tentang bales-balesan twit sama si Akang dan betapa senangnya saya saat itu karena bisa berbalas twit dengan idola saya πŸ˜€ Dan terakhir lihat Akang secara langsung tuh, pas nonton acara ini.

Saya pikir, saya termasuk orang beruntung karena punya celebrity crush dan pernah bertemu beberapa kali di dunia nyata dan ngobrol-ngobrol sama beliau πŸ™‚ Siapa celebrity crushmu dan pernah ga sih ketemuan secara nyata?