Halal Japan Trip 2018 bersama sepupu dan keponakan :-)

Waktu saya pulang kampung ke Aceh dua tahun lalu, sepupu saya yang tinggal di Aceh bertanya kapan saya bakal berangkat lagi ke Jepang karena dia juga ingin pergi ke Jepang. Waktu itu saya jawab bahwa rencananya sih mau berangkat sekitar November 2017 kemarin karena saya dan teman saya setelah pulang dari Jepang tahun 2015 lalu bercita-cita untuk bikin halal tour organizer dan alhamdulillah bulan November yang lalu sudah ada satu grup yang dipandu ke Jepang oleh teman saya tersebut πŸ™‚ Tetapi, karena salah seorang sepupu saya itu akan berkunjung ke Baitullah pada tahun 2017 tersebut, maka akhirnya rencana perjalanan ke Jepang ini diundur menjadi tahun ini. Dan karena saya belum pernah merasakan musim dingin di Tokyo dan berharap bisa melihat salju di sana (Yang ternyata ga kejadian 😦 Padahal 2 minggu sebelum saya berangkat, kota Tokyo dipenuhi oleh salju..). Dan karenaγ€€sayaγ€€inginγ€€memperkenalkan bagian-bagianγ€€dariγ€€Jepangγ€€(Khususnyaγ€€Tokyoγ€€danγ€€Yokohamaγ€€yang juga baru pertama kali ini saya kunjungi)γ€€yangγ€€ramah terhadapγ€€muslim,γ€€makaγ€€sayaγ€€punγ€€mencobaγ€€menyusunγ€€jadwalγ€€perjalananγ€€kaliγ€€iniγ€€denganγ€€mengunjungiγ€€tempat-tempat ramah muslim serta daftar tempat makan halal yang ada di Tokyo dan Yokohama yang harus dicoba πŸ™‚

Alhamdulillah misi tercapai dan saya sebagai pemandu wisata yang sedang dalam proses latihan berhasil menunjukkan ke saudara-saudara sepupu (Dan ponakan saya :D) bahwa Jepang juga merupakan tempat yang cukup “ramah” untuk muslim πŸ™‚

Hari pertama, 14 Februari 2018 –> Seperti biasa kalau ke Jepang dengan si udara Asia, pasti saya akan tidur di Haneda Airport πŸ™‚ #travellerhemat:D

Di hari pertama ini, kami melakukan kewajiban shalat di ruang shalat yang ada di Haneda Airport πŸ™‚

KLIA2

Tim komplit siap memulai “Halal Japan Trip 2018” *Menunggu waktu menuju Haneda di KLIA 2, Kuala Lumpur*

pose wajib

Hari kedua, 15 Februari 2018 –> KLIA 2 –> Haneda Airport –> Asakusa dan sekitarnya

Asakusa

Asakusa, kami datang πŸ™‚

Sensoji.jpg

Tujuan pertama : Sensoji pastinya πŸ˜€

Sensoji me

Salah satu spot di Sensoji yang belum pernah saya jadikan tempat foto πŸ˜€

halal ramen

Halal ramen di Naritaya Asakusa : shouyu ramen & gorogoro ramen…ηΎŽε‘³γ—γ‹γ£γŸ πŸ™‚

Menu 2.jpg

Daftar menu 1

Menu 1

Daftar menu 2

Kimono me

Terus lanjut pakai kimono di tempat ini πŸ™‚

4 of us

Gadis Aceh berkimono di Asakusa πŸ™‚

Zaya

My sweet niece ❀

Hari kedua ini, karena badan lumayan kurang tidur, akhirnya kami cuma jalan jalan sebentar dgn kimono di Asakusa, dan kemudian kembali ke hotel untuk shalat dan istirahat biar segar keesokan harinya 😊

Hari ketiga, 16 Februari 2018 –> Tokyo Camii dan Tokyo Metropolitan Government Building

Agenda hari ke-2 ini merupakan agenda utama dari perjalanan Halal Japan Trip 2018 ini, yaitu berkunjung ke Tokyo Camii. Sejak pertama bikin jadwal perjalanan ini, saya sudah bercita cita untuk mengunjungi mesjid Tokyo Camii ini pada hari Jum’at agar bisa melihat bagaimana pelaksanaan shalat Jum'atΒ di mesjid Tokyo Camii ini. Dan alhamdulillah Allah mengijabah keinginan saya tersebut πŸ™‚ Setelah itu, saya mengajak sepupu-sepupu saya ke Tokyo Government Metropolitan Building untuk menikmati Tokyo dari ketinggian secara gratis.

Heading Tokyo Camii

Siap menuju Tokyo Camii πŸ™‚

Kaori san.jpg

Saat di stasiun Yoyogi Uehara dan sedang mencari-cari arah menuju ke Mesjid Tokyo Camii, bertemu dengan Kaori san, wanita Jepang yang pada saat itu juga akan menuju ke mesjid sehingga kami bisa jalan bersama ke mesjid dan ternyata sedang belajar bahasa Arab. Masya Allah πŸ™‚

Before Jumuah

Suasana mesjid sebelum pelaksanaan shalat Jum’at πŸ™‚

Alhamdulillah

Alhamdulillah ❀

Inside Camii

Setelah tadi bertemu dengan Kaori san di luar mesjid, saat selesai shalat Jum’at, kami bertemu dengan seorang gadis Jepang lain (Yang saya lupa tanya namanya :D) yang sedang mempelajari Islam karena tertarik dengan pemikiran-pemikiran Islam. Masyaa Allah, semoga Islam makin berkembang di Jepang ❀

Jualan

Suasana jualan setelah shalat Jum’at πŸ™‚

Turki Jepang

Semoga suatu hari juga bisa melihat mesjid di negara dengan bendera yang di sebelah kiri itu…Aamiin πŸ™‚

Teh botol

Di manapun makannya, apa pun makanannya, minumnya tetap si Teh Botol Sosro #bukanendorse πŸ˜€

Me and cousins

Cousins and me <3<3<3

Outside Camii

Sampai jumpa lagi, Tokyo Camii πŸ™‚

TMG

@ Tokyo Metropolitan Government Building

Arif

Ketemuan lagi dengan si murid di Stasiun Ueno πŸ™‚

Hari keempat, 17 Februari 2018 –> Harajuku dan sekitarnya

Pada hari ke-4 ini, tujuan Halal Japan Trip 2018 adalah Harajuku dan sekitarnya. Dan akhirnya setelah nyerah baca google map dan berkali-kali nanya ke orang, akhirnya nemuin juga tempat makan halal dan tempat shalat di daerah Harajuku ini πŸ™‚

Stasiun Harajuku

Jumpa lagi dengan Stasiun Harajuku πŸ™‚

Takeshita street

Takeshita Street aka Takeshita Doori

Daiso

Shopping time πŸ˜€

Wefie in Harajuku

Wefie di Harajuku…Kenapa muka saya mengkerut ya πŸ˜€

Mario Bros

Ada Mario dan Luigi Brothers lagi di Harajuku πŸ˜€

Meiji

@ Kuil Meiji

Mamo Kebab Restoran

Setelah beberapa kali ngegoogle di google map dan berkali-kali nanya ke orang, akhirnya alhamdulillah wa syukurillah ketemu juga si resto kebab halal ini πŸ™‚

Kebab.jpg

Mamo Kebab Halal

Celtic Park

Salah satu tempat shalat di Harajuku adalah di lantai 2 sebuah toko kaos bernama “Celtic Park” yang terletak di Takeshita Street. Dan toko ini gak ada papan namanya 😦

Gudang

Tempat shalat di gudang Celtic Park πŸ™‚

Di malam terakhir di Tokyo ini, akhirnya sepupu saya tergoda untuk naik becak ala Jepang atau dalam bahasa Jepangnya disebut “Jinrikisha”. Tadinya kami berniat untuk naik si becak di depan Sensoji setelah beristirahat dan menaruh barang di hostel (Karena kata sepupu saya gak cakep banget sih mau naik becak Jepang tapi bawa tentengan kantong plastik :D). Tapi setelah keluar dari hostel dan kembali ke area Sensoji, ternyata sudah gak ada tukang becak satu pun 😦 Padahal itu masih jam 7 malam lho, dan pas kembali ke hotel satu jam sebelumnya masih banyak tukang becak yang berkeliaran di depan Sensoji. Hik..hik..pertanda kayaknya sepupu sepupu saya itu memang harus balik ke Tokyo deh πŸ™‚

Hari kelima, 18 Februari 2018 –> Yokohama, here we come ❀ ❀ ❀

Agenda hari terakhir ini adalah ke Yokohama yeyyy πŸ™‚ Senang banget sayanya juga karena ini juga merupakan kali pertama saya ke Yokohama. Dan alhamdulillah saya jadi suka banget sama Yokohama…Yokohama, I am in love <3<3<3

Kabuki

Sampai jumpa, Khaosan Kabuki πŸ™‚

Ramen museum.jpg

Tujuan pertama di Shin Yokohama…

Inside ramen museum

Bagian dalam ramen museum

Yokohama

Akhirnya Yokohama πŸ™‚

prayer room

Ruang shalat di World Porters Yokohama lantai 6

Form

Sebelum menggunakan ruang shalat, kita harus minta izin ke resepsionis di lantai 1 untuk mengisi form seperti di atas dan mendapatkan kata sandi πŸ™‚

Shalat

Ruang shalat yang sangat luas πŸ™‚

Buku panduan

Buku panduan πŸ™‚

Loker

Tersedia juga mukenah dan sajadah…Alhamdulillah πŸ™‚

Terrace Cafe

Makan siang dulu di sini πŸ™‚

Cup noodles

Cuma lewat saja karena sudah keburu kepengen main di Cosmo World dan takut gak ada waktu lagi kalau masuk ke sini πŸ˜€

Cosmo World

Saatnya bermain…Tempat ini buat saya sangat direkomendasikan banget. Tidak ada tiket masuk, dan cuma bayar wahana yang akan kita naiki saja πŸ™‚ Bisa jadi alternatif sebagai pengganti bagi yang menganggap tiket ke Disneyland or Disney Sea kemahalan kayak saya πŸ˜€

Cosmo Clock 21

Sejak pertama tahu si Cosmo World ini, cita-cita banget harus naik Cosmo Clock 21 ini alias bianglala ala Cosmo World πŸ™‚

Tiket

Tiket untuk naik seharga JPY 800 (Harganya ketutupan tangan saya :D)

Peace

Pose damai dari dalam si bianglala πŸ˜€

Yokohama 3

Sampai jumpa lagi Tokyo, sampai jumpa lagi Yokohama πŸ™‚ Kami pasti kembali <3<3

 

Advertisements

Filosofi Kanji

Itulah kenapa saya suka kanji dan masih terus belajar kanji sampai sekarang dan makasih sharingnya, MamaNisa 😊

catatan mama nisa

Yeaay! Postingan kedua di bulan januari! Terharu. ;’)

Sebenernya udah lama nonton video ini. Ga sengaja liat di newsfeed fb. Tapi pas nonton lagi sekarang, masih terharu juga. ;’)

Jadi, ini acara tv ceritanya si Gorugo artis komedian jepang lagi ngasih kuliah kanji ke anak2 sekolah.

Kanji pertama yang dia bahas adalah kanji ε€’ dan 叢う. Yume (artinya : mimpi / cita2) dan kanau (artinya : terkabul/terwujud/menjadi kenyataan). Apa hubungan kedua kanji ini?

View original post 913 more words

Waktu tidur :D

Judul posting ini terinspirasi dari posting blog seseorang yang saya baca. Dan akhirnya jadi ide untuk bikin postingan pertama di tahun 2018 πŸ˜€

Saya pribadi sebenarnya adalah orang yang bisa tidur di mana saja. Awalnya dulu waktu zaman kuliah bolak-balik Jakarta-Depok, abang saya nyaranin saya untuk pulang kuliah menggunakan bis AC saja, karena kalau bis patas biasa pastilah selalu penuh dan kadang gak dapat duduk (FYI, dulu setiap berangkat kuliah di tahun pertama, saya selalu diantar sama Abang saya *yang kuliah di universitas yang sama tapi beda fakultas* yang selalu bela-belain nganterin saya pagi-pagi karena jadwal kuliah saya selalu dimulai pagi, walaupun dia sendiri kadang jadwal kuliahnya mulai siang. Dan ini berlangsung sampai si Abang lulus kuliah πŸ™‚ Tapi pulangnya saya selalu sendiri. Love you, Bang Akbar :-)). Nah, saya pun mengikuti saran beliau untuk naik bis AC walaupun ongkos saat kuliah itu jadi berat di transport 😦 *Tapi entah kenapa alhamdulillah cukup-cukup aja deh waktu itu buat sekali-kali jajan pizza di mal Depok yang jadi favorit sayaΒ  dan sohib zaman kuliah saya dulu :-)* Dan memang saran ini terbukti ampuh. Karena selain nyaman, saya pun bisa menghabiskan waktu selama sekitar dua jam perjalanan tersebut dengan tidur πŸ˜€ Bahkan setelah sebulan pertama bolak balik Jakarta Depok, tubuh saya jadi terbiasa tertidur dari mulai daerah Pasar Minggu setelah ditagih ongkos oleh kondektur dan otomatis terbangun di sekitar Slipi karena saya akan turun di daerah Grogol πŸ˜€ Dan karena kebiasaan itulah, sejak saat itu, saya mulai terbiasa bisa tidur di kendaraan umum πŸ™‚ Selain itu, saya juga alhamdulillah sudah pernah ngerasain tidur di bandara *Walaupun gak begitu pulas karena lampu yang terang benderang dan baru di satu bandara saja sih* seperti di cerita yang ini, yang ini, dan pas pergi yang ini juga πŸ™‚ *Buset, si Inong demen banget ya tidur di Haneda Airport πŸ™‚ dan dalam waktu dekat bakal tidur lagi nih di Haneda insyaa Allah :D*

Nah, selain itu kalau tidur saya adalah tipe orang yang harus tidur dalam keadaan gelap, walaupun di beberapa kondisi (Misalnya saat ngantuk berat atau lagi malas matiin lampu :D), saya pun tetap bisa tidur pulas dengan lampu menyala. Waktu pertama kali ke Jepang dan tinggal di apartemen sendirian, minggu pertama saya belum berani matiin lampu saat mau tidur karena masih ada sedikit rasa takut. Tapi memang berasa saat bangun pagi di minggu pertama tersebut, badan berasa tidak fit serta gak segar dan jadi ngantuk sepanjang hari karena terbangun terus di tengah malam karena lampu yang terang 😦 Lalu, akhirnya di minggu kedua saya pun mulai memberanikan diri untuk tidur dengan mematikan lampu walaupun keadaan apato jadi gelap gulita karena tak ada satu pun lampu yang saya nyalakan. Tapi alhamdulillah, saat bangun pagi memang berasa jadi fit dan segar serta tidak ngantuk sepanjang hari karena tidak terbangun di tengah malam πŸ™‚ Akhirnya saya pun berhasil tidur dengan lampu dimatikan sampai saatnya saya pulang dari Jepang πŸ˜€ Demikian juga saat saya ke Koga bulan lalu dan nginap di hotel sendirian. Dan dari hari pertama alhamdulillah sukses tidur dengan lampu dimatikan πŸ˜€

Kalau kalian tim yang mana, tim gelap atau terang? Dan tim bisa tidur di mana saja atau harus di tempat tertentu?

5 unforgettable days with the boys :-)

Menjelang akhir bulan November kemarin, tiba-tiba saya di WA sama salah seorang murid saya yang sedang proses pelatihan di pabrik kantor kami di Jepang (BTW, judul postingannya itu benar-benar jadi kenyataan banget ya. Alhamdulillah ^o^). Si murid yang masih melanjutkan pelajaran bahasa Jepangnya di sana mengabarkan bahwa dia disuruh oleh guru bahasa Jepangnya di sana untuk ikut lomba pidato bahasa Jepang untuk orang asing yang merupakan salah satu bagian dari acara Koga Winter Festival, yang diselenggarakan di kota Koga, prefektur Ibaraki (Sekitar 2 jam dari Tokyo). Wow, I am a proud teacher, definitely πŸ˜€ *Pas dikabarin berita ini, entah kenapa saya jadi tiba-tiba teringat wajah si murid ini yang kalau pas belajar sama saya selalu mengantuk dan nampak tidak bergairah, tapi pas dia mau berangkat dia bilang “Jangan khawatir, Mbak Inong. Saya pasti akan buat Mbak bangga di sana :-)*

Dan dua hari setelah mendapat kabar dari si murid, tiba-tiba pak Presdir dan pak kepala pabrik manggil saya untuk ngasih tahu kabar ini. Awalnya pak Presdir cuma nanya kira-kira apa yang bisa kita bantu untuk ngedukung si murid. Dan karena di poster acara Koga Winter Festival tersebut ada gambar orang dengan menggunakan baju negaranya masing-masing, maka sang Presdir terpikir untuk mengirimkan baju adat Jawa (Karena si murid berasal dari Yogyakarta) ke Jepang. Saya pun disuruh untuk mengumpulkan murid-murid yang sedang belajar bahasa Jepang dengan saya saat ini agar pak Presdir bisa mengumumkan kabar gembira ini kepada mereka untuk menambah semangat belajar bahasa Jepang murid-murid baru saya. Dan ternyata, setelah saya dan murid-murid berkumpul bersama pak Presdir dan pak kepala pabrik, ternyata pak Presdir mengumumkan bahwa saya dan ke-6 orang murid saya tersebut akan dikirim ke Jepang untuk mendukung murid saya tersebut dalam lomba pidato ini…What a very happy news for all of us ^o^

Akhirnya setelah “grabak grubuk” proses pembuatan e-passport dan visa waiver untuk murid-murid saya, kami ber-7 pun berangkat ke Jepang tgl. 8 – 12 Desember lalu. Beberapa momen tak terlupakan di perjalanan ini antara lain : Salah seorang murid saya sempat ditahan di imigrasi bandara Narita pada saat baru nyampe dan saya sempat diteriaki “No, no, no” dengan suara keras oleh petugas imigrasi pada saat mau membantu si murid yang bikin saya shock, menari bersama dengan orang Jepang dan orang-orang dari negara lainnya dengan diiringi lagu “Rasa Sayang-sayange” dan juga bisa memakai kimono gratis pas acara Koga Winter Festival, bisa mengunjungi kembali mantan apato yang saya tinggali selama 2 bulan saat 7 tahun lalu, ketemu mantan trainer dan si cowok Jepang favorit saya serta sempat ngasih oleh-oleh buat mereka tapi gak bisa foto bersama mereka karena gak bawa si HP 😦 (Salah satu hal yang paling saya sesali sampai sekarang #lebaymodeon), dan terpisah pada saat naik kereta menuju Tokyo Station dengan murid-murid saya di hari terakhir sebelum berangkat menuju bandara (Alhamdulillah akhirnya bisa ketemuan lagi sama mereka. Terima kasih untuk orang Jepang yang berbaik hati mau menggambarkan peta menuju ke Tokyo Station pada saat si orang Jepang tersebut melihat murid murid saya panik kebingungan. Dan terima kasih juga kepada biksu dari Indonesia yang mereka temui di Tokyo Station atas pinjaman modem wifinya πŸ™‚ Alhamdulillah, all is well in the end :-))

Cukup untuk intro ceritanya, dan berikut adalah beberapa foto yang saya abadikan selama di sana πŸ™‚

thumbnail

Ready for Japan πŸ™‚

sepatu.jpg

Foto kekinian πŸ˜€

selfie

Mirror selfie at the hotel πŸ˜€

apato

Hai apato <3<3<3

apato 2

Ready to explore Tokyo πŸ™‚

Sky Three

Hello Sumidagawa πŸ™‚

Wishes.jpg

Wishes at Sumidagawa πŸ™‚

Sensoji

@ Sensoji πŸ˜€

Koyo

Alhamdulillah masih ketemu Koyo di Sensoji πŸ™‚

Akihabara

Destinasi terakhir hari ke-2 : Akihabara πŸ™‚

Resting at Akihabara

Kita mah nungguin yang main “Dream Catcher” aja deh πŸ˜€

Winter festival

Koga Winter Festival

Cheer team

Murid saya yang mau ikut lomba pidato (Yang di tengah-tengah berbaju biru) dan team cheer leadernya πŸ˜€

After speech

Setelah pidato πŸ™‚ γŠη–²γ‚Œγ•γΎγ§γ—γŸγ€γ‚’γƒͺフさん ^o^

Kimono time

2 pria Jawa dan satu gadis Aceh berkesempatan pakai kimono gratis πŸ˜€

With Matsuura san.jpg

Saya dan Mr. Matsuura, pendamping kami selama di sana πŸ™‚

Yakiniku time

Agenda terakhir hari ke-3 : Ditraktir yakiniku sama Mr. Matsuura…γ‚γ‚ŠγŒγ¨γ†γ€ζΎζ΅¦ζ§˜γ€€οΌΎoοΌΎ

Nogi Tour

Kunjungan ke Nogi Factory di hari ke-4 πŸ™‚

Nogi Factory

Hope to see u again, Nogi πŸ™‚

Hotel 1

Setelah selesai proses booking hotel di Jakarta, cita-cita banget mau foto kamar hotelnya pas pertama kali masuk ke kamar hotel. Tapi apa daya ternyata baru terealisasi di hari terakhir sebelum pulang πŸ˜€

Hotel 2

The bathroom

Sunshine

Bye bye, Sunshine πŸ™‚

Tokyo Station

Last day at Tokyo Station πŸ™‚

SMU Japan

Tadinya udah malas foto-foto depan stasiun Tokyo, tapi karena ketemu anak-anak SMU Jepang ini, hasrat berfoto pun muncul πŸ˜€

PPD

My PPD team…

Depan Tokyo Station.jpg

One more pose at Tokyo Station πŸ˜€

See u again very soon, Japan :* :*

 

Satu hari di Rangkas Bitung #Ceritafoto

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda 2017 yang lalu, saya dan Teh Wie yang jalan jalan ke perpus nasional di cerita ini, kembali jalan-jalan lagi πŸ˜€ Tadinya sih niat awalnya mau ngajarin Teteh beberapa kosa kata dalam bahasa Jepang yang bisa berguna untuk dia gunakan di perjalanan ke Jepangnya akhir bulan November, tetapi malah berujung kami akhirnya balik lagi ke Rangkas Bitung untuk berjalan-jalan di kota tersebut πŸ™‚ Dan si Teteh yang lagi belajar jadi fotografer sudah siap dengan kameranya dan menjadikan saya dan kota Rangkas Bitung menjadi objek fotonya πŸ˜€ *Dimana saya dikomplain oleh si Teteh karena pakai jilbab hitam hari itu yang kata Teteh gak bagus untuk efek foto. Tapi buat saya mah OK-OK aja tuh :D*

Dan berikut foto-foto yang berhasil diabadikan oleh si Teteh dengan kameranya πŸ™‚

Jadi model saat transit di Stasiun Maja πŸ˜€

Kuliner pertama di Rangkas, Cuanki πŸ™‚

Hiburan saat makan cuanki. Bahagia itu sederhana, cukup dorong-dorong kursi beroda πŸ˜€

Pose kekinian πŸ˜€

Sayang museumnya gak dibuka pas hari Sabtu, jadi cuma foto-foto di luar πŸ™‚

Suka dengan susunan batu-batu ini πŸ™‚

Universal Studio ala Rangkas πŸ˜€

Bagian dalam mesjid

SMPN 1 Rangkas Bitung, Europice School

Gara-gara kata Europice School dan Cagar Budaya, jadi cari-cari info dan ketemu ini πŸ™‚

Bagian dalam sekolah yang tidak boleh dirubah dan menjadi cagar budaya πŸ™‚

Luasnya si halaman sekolah πŸ™‚ Jadi teringat halaman sekolah SD, SMP, dan SMU saya yang cuma sepetak πŸ˜€

Tempat kami makan siang πŸ™‚

Menu pilihan kami, soto kikil yang mantap rasanya πŸ™‚

Minumannya πŸ™‚

Beli oleh oleh di toko yang ada di seberang rumah makan Ramayana πŸ™‚ Dan Bapak penjualnya yang berasal dari Bireun Aceh berbaik hati ngasih kami tambahan oleh-oleh gratis setelah tahu saya juga berasal dari Aceh πŸ˜€

Foto di depan toko dengan si pemilik toko yang sayangnya lagi gak sadar kamera πŸ˜€

Alun-alun di senja hari πŸ™‚

See u again, Rangkas Bitung πŸ™‚

Note : Semua foto *Kecuali foto terakhir yang dari HP saya :D* berasal dari kamera Teh Wiwi πŸ™‚ Thank you Teteh untuk foto-fotonya :* :*

 

 

Edisi akhir pekan :D #Ceritafoto

Hari Sabtu dan Minggu yang lalu, saya mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Dan berikut adalah beberapa foto yang saya ambil untuk mengabadikan tempat tempat tersebut πŸ™‚

Perpustakaan Nasional

Tujuan pertama di hari Sabtu lalu adalah mengunjungi Perpustakaan Nasional karena ajakan teman saya yang dulu juga pernah ngajakin saya ke Monas πŸ™‚ *Waw, ternyata itu sudah dua tahun yang lalu ya :-)* Teteh yang satu ini emang suka mengeksplorasi tempat-tempat baru, dan saya mah suka diajak jalan-jalan…Jadi klop deh πŸ˜€ Pas zaman kuliah, saya sih sering dengar nama Perpustakaan Nasional, dan menurut keterangan Teteh (Dan info dari aplikasi Gojek :D), bahwa Perpustakaan Nasional itu ada 2, satu di Salemba, dan satu lagi di Jln. Medan Merdeka Selatan yang kemarin kami kunjungi tersebut. Tambahan info lagi bahwa gedung yang di Medan Merdeka Selatan ini baru selesai direnovasi dan diresmikan tgl. 14 September lalu oleh Bpk. Presiden Jokowi πŸ™‚Β Dan menurut keterangan petugas Perpusnya, sekarang sedang tahap pemindahan buku-buku dari Perpus Salemba ke Medan Merdeka, dan kalau sudah selesai perpus Salemba akan ditutup.

Teman jalan-jalan hari ini πŸ˜€

Rak buku yang kata teman saya kayak rak buku Beauty and The Beast πŸ™‚

Baca judulnya jadi ingat perpustakaan kampus saya dulu πŸ˜€

Loker πŸ™‚

Ruangan di lantai 1

Mushalla

Saya dan Najwa πŸ™‚ Hei, we have the same dress code color πŸ˜€

Kutipan Presiden 1

Kutipan Presiden 2

Kutipan Presiden 3

Akhirnya daftar jadi anggota πŸ˜€

Penutup hari Sabtu, makan sushi sama teman Soulmate Kahitna yang mau ke Jepang πŸ˜€

Jalan-jalan antar Stasiun πŸ˜€

Hari Minggunya, saya janjian sama teman blogger dan mantan tetangga yang satu ini demi memenuhi janji ngopi-ngopi cantik di daerah Bintaro (Yang akhirnya jadi acara makan siang di kafe :D). Untuk ketemuan sama teman ini, saya naik kereta dari Stasiun Palmerah yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Dan pas cerita sama teman saya, sikiky ini, kalau teman saya pernah naik kereta ke Rangkas Bitung, secara spontan dia pun ngajakin saya untuk naik kereta ke sana πŸ˜€

Pertama kali nyobain mesin ini πŸ™‚

Turun di Stasiun Jurang Mangu dan ternyata tepat di depannya adalah mal ini πŸ™‚ Hm, kayaknya seru juga kalo sekali kali naik kereta ke mal πŸ˜€

Tiba-tiba nyampe di sini πŸ™‚

Numpang ngecaharge sambil nunggu kereta ke Rangkas Bitung πŸ™‚

Di Rangkas Bitung cuma sempat keluar gak jauh dari stasiun dan foto vihara ini doang karena udah kesorean πŸ˜€

Akhir pekan yang menyenangkan πŸ™‚ Thank you Teh Wiwi yang selalu ngajakin ke tempat-tempat baru, dan thank you Ky untuk kespontanitasannya ngajak ke Rangkas Bitung πŸ˜€

 

My first eye colour pallet β˜Ί

Setelah nulis postingan yang satu ini, alhamdulillah ada beberapa teman yang komen dan tiba tiba keingat bahwa sebenarnya memang ada satu hal yang saya pengen tulis.

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat ngomong ke keponakan saya yang sudah ABG aka sudah kelas 2 SMU kalau tantenya ini mau beli peralatan make up dan mau belanja make up bareng-bareng dia. FYI, saya gak pernah dandan dan cuma punya peralatan make up berupa bedak padat dan lipstik aja πŸ˜€ Kebetulan si ponakan saya ini ikut paduan suara di sekolahnya dan sering ikut pertunjukan yang diadakan oleh paduan suaranya tersebut, sehingga punya peralatan make up yang lumayan lengkaplah πŸ™‚ *Edisi si tante belajar ma ponakannya :D* Tapi, sayangnya rencana belanja sama si ponakan saya itu belum terwujud sampai sekarang *Ini mah emang dasar si Tantenya aja yang malas sih :D*

Nah, dua minggu lalu, ibunya si ponakan aka kakak ipar saya, baru pulang dari Aussie, dan sebagai oleh-oleh ternyata si kakak ngebawain eye colour pallet buat saya…Wow, my first eye colour pallet πŸ™‚ Thank you, Kak :* *Mungkin si Kakak ngedengerin pembicaraan saya dengan ponakan ya :D*

20170929_184756.jpg

My first eye colour pallet πŸ™‚

20170929_184908 (2)

Love all the nude colours πŸ™‚ Si kakak tahu aja adik iparnya gak suka medok medok πŸ˜€

20170929_185154

Ada warna yang disebut Bad Manners dan Tokyo juga ternyata πŸ˜€

20170929_185237

All the 12 colours…Nama warnanya lucu-lucu…

Sejak saya terima, sudah beberapa kali saya pakai sih dan memang benar-benar natural banget warnanya, hampir gak keliatan malah πŸ™‚ Cocok banget buat saya yang pengen dandan tapi gak keliatan dandan. Kalau kata orang sih, istilahnya “Make up no make up”. Berhubung saya bukan beauty blogger, maaf ya kalau gak ada foto saya pas pakai eye shadow ini πŸ˜€