Tag Archive | holiday time…(^_^)

Halal Japan Trip 2018 bersama sepupu dan keponakan :-)

Waktu saya pulang kampung ke Aceh dua tahun lalu, sepupu saya yang tinggal di Aceh bertanya kapan saya bakal berangkat lagi ke Jepang karena dia juga ingin pergi ke Jepang. Waktu itu saya jawab bahwa rencananya sih mau berangkat sekitar November 2017 kemarin karena saya dan teman saya setelah pulang dari Jepang tahun 2015 lalu bercita-cita untuk bikin halal tour organizer dan alhamdulillah bulan November yang lalu sudah ada satu grup yang dipandu ke Jepang oleh teman saya tersebut πŸ™‚ Tetapi, karena salah seorang sepupu saya itu akan berkunjung ke Baitullah pada tahun 2017 tersebut, maka akhirnya rencana perjalanan ke Jepang ini diundur menjadi tahun ini. Dan karena saya belum pernah merasakan musim dingin di Tokyo dan berharap bisa melihat salju di sana (Yang ternyata ga kejadian 😦 Padahal 2 minggu sebelum saya berangkat, kota Tokyo dipenuhi oleh salju..). Dan karenaγ€€sayaγ€€inginγ€€memperkenalkan bagian-bagianγ€€dariγ€€Jepangγ€€(Khususnyaγ€€Tokyoγ€€danγ€€Yokohamaγ€€yang juga baru pertama kali ini saya kunjungi)γ€€yangγ€€ramah terhadapγ€€muslim,γ€€makaγ€€sayaγ€€punγ€€mencobaγ€€menyusunγ€€jadwalγ€€perjalananγ€€kaliγ€€iniγ€€denganγ€€mengunjungiγ€€tempat-tempat ramah muslim serta daftar tempat makan halal yang ada di Tokyo dan Yokohama yang harus dicoba πŸ™‚

Alhamdulillah misi tercapai dan saya sebagai pemandu wisata yang sedang dalam proses latihan berhasil menunjukkan ke saudara-saudara sepupu (Dan ponakan saya :D) bahwa Jepang juga merupakan tempat yang cukup “ramah” untuk muslim πŸ™‚

Hari pertama, 14 Februari 2018 –> Seperti biasa kalau ke Jepang dengan si udara Asia, pasti saya akan tidur di Haneda Airport πŸ™‚ #travellerhemat:D

Di hari pertama ini, kami melakukan kewajiban shalat di ruang shalat yang ada di Haneda Airport πŸ™‚

KLIA2

Tim komplit siap memulai “Halal Japan Trip 2018” *Menunggu waktu menuju Haneda di KLIA 2, Kuala Lumpur*

pose wajib

Hari kedua, 15 Februari 2018 –> KLIA 2 –> Haneda Airport –> Asakusa dan sekitarnya

Asakusa

Asakusa, kami datang πŸ™‚

Sensoji.jpg

Tujuan pertama : Sensoji pastinya πŸ˜€

Sensoji me

Salah satu spot di Sensoji yang belum pernah saya jadikan tempat foto πŸ˜€

halal ramen

Halal ramen di Naritaya Asakusa : shouyu ramen & gorogoro ramen…ηΎŽε‘³γ—γ‹γ£γŸ πŸ™‚

Menu 2.jpg

Daftar menu 1

Menu 1

Daftar menu 2

Kimono me

Terus lanjut pakai kimono di tempat ini πŸ™‚

4 of us

Gadis Aceh berkimono di Asakusa πŸ™‚

Zaya

My sweet niece ❀

Hari kedua ini, karena badan lumayan kurang tidur, akhirnya kami cuma jalan jalan sebentar dgn kimono di Asakusa, dan kemudian kembali ke hotel untuk shalat dan istirahat biar segar keesokan harinya 😊

Hari ketiga, 16 Februari 2018 –> Tokyo Camii dan Tokyo Metropolitan Government Building

Agenda hari ke-2 ini merupakan agenda utama dari perjalanan Halal Japan Trip 2018 ini, yaitu berkunjung ke Tokyo Camii. Sejak pertama bikin jadwal perjalanan ini, saya sudah bercita cita untuk mengunjungi mesjid Tokyo Camii ini pada hari Jum’at agar bisa melihat bagaimana pelaksanaan shalat Jum'atΒ di mesjid Tokyo Camii ini. Dan alhamdulillah Allah mengijabah keinginan saya tersebut πŸ™‚ Setelah itu, saya mengajak sepupu-sepupu saya ke Tokyo Government Metropolitan Building untuk menikmati Tokyo dari ketinggian secara gratis.

Heading Tokyo Camii

Siap menuju Tokyo Camii πŸ™‚

Kaori san.jpg

Saat di stasiun Yoyogi Uehara dan sedang mencari-cari arah menuju ke Mesjid Tokyo Camii, bertemu dengan Kaori san, wanita Jepang yang pada saat itu juga akan menuju ke mesjid sehingga kami bisa jalan bersama ke mesjid dan ternyata sedang belajar bahasa Arab. Masya Allah πŸ™‚

Before Jumuah

Suasana mesjid sebelum pelaksanaan shalat Jum’at πŸ™‚

Alhamdulillah

Alhamdulillah ❀

Inside Camii

Setelah tadi bertemu dengan Kaori san di luar mesjid, saat selesai shalat Jum’at, kami bertemu dengan seorang gadis Jepang lain (Yang saya lupa tanya namanya :D) yang sedang mempelajari Islam karena tertarik dengan pemikiran-pemikiran Islam. Masyaa Allah, semoga Islam makin berkembang di Jepang ❀

Jualan

Suasana jualan setelah shalat Jum’at πŸ™‚

Turki Jepang

Semoga suatu hari juga bisa melihat mesjid di negara dengan bendera yang di sebelah kiri itu…Aamiin πŸ™‚

Teh botol

Di manapun makannya, apa pun makanannya, minumnya tetap si Teh Botol Sosro #bukanendorse πŸ˜€

Me and cousins

Cousins and me <3<3<3

Outside Camii

Sampai jumpa lagi, Tokyo Camii πŸ™‚

TMG

@ Tokyo Metropolitan Government Building

Arif

Ketemuan lagi dengan si murid di Stasiun Ueno πŸ™‚

Hari keempat, 17 Februari 2018 –> Harajuku dan sekitarnya

Pada hari ke-4 ini, tujuan Halal Japan Trip 2018 adalah Harajuku dan sekitarnya. Dan akhirnya setelah nyerah baca google map dan berkali-kali nanya ke orang, akhirnya nemuin juga tempat makan halal dan tempat shalat di daerah Harajuku ini πŸ™‚

Stasiun Harajuku

Jumpa lagi dengan Stasiun Harajuku πŸ™‚

Takeshita street

Takeshita Street aka Takeshita Doori

Daiso

Shopping time πŸ˜€

Wefie in Harajuku

Wefie di Harajuku…Kenapa muka saya mengkerut ya πŸ˜€

Mario Bros

Ada Mario dan Luigi Brothers lagi di Harajuku πŸ˜€

Meiji

@ Kuil Meiji

Mamo Kebab Restoran

Setelah beberapa kali ngegoogle di google map dan berkali-kali nanya ke orang, akhirnya alhamdulillah wa syukurillah ketemu juga si resto kebab halal ini πŸ™‚

Kebab.jpg

Mamo Kebab Halal

Celtic Park

Salah satu tempat shalat di Harajuku adalah di lantai 2 sebuah toko kaos bernama “Celtic Park” yang terletak di Takeshita Street. Dan toko ini gak ada papan namanya 😦

Gudang

Tempat shalat di gudang Celtic Park πŸ™‚

Di malam terakhir di Tokyo ini, akhirnya sepupu saya tergoda untuk naik becak ala Jepang atau dalam bahasa Jepangnya disebut “Jinrikisha”. Tadinya kami berniat untuk naik si becak di depan Sensoji setelah beristirahat dan menaruh barang di hostel (Karena kata sepupu saya gak cakep banget sih mau naik becak Jepang tapi bawa tentengan kantong plastik :D). Tapi setelah keluar dari hostel dan kembali ke area Sensoji, ternyata sudah gak ada tukang becak satu pun 😦 Padahal itu masih jam 7 malam lho, dan pas kembali ke hotel satu jam sebelumnya masih banyak tukang becak yang berkeliaran di depan Sensoji. Hik..hik..pertanda kayaknya sepupu sepupu saya itu memang harus balik ke Tokyo deh πŸ™‚

Hari kelima, 18 Februari 2018 –> Yokohama, here we come ❀ ❀ ❀

Agenda hari terakhir ini adalah ke Yokohama yeyyy πŸ™‚ Senang banget sayanya juga karena ini juga merupakan kali pertama saya ke Yokohama. Dan alhamdulillah saya jadi suka banget sama Yokohama…Yokohama, I am in love <3<3<3

Kabuki

Sampai jumpa, Khaosan Kabuki πŸ™‚

Ramen museum.jpg

Tujuan pertama di Shin Yokohama…

Inside ramen museum

Bagian dalam ramen museum

Yokohama

Akhirnya Yokohama πŸ™‚

prayer room

Ruang shalat di World Porters Yokohama lantai 6

Form

Sebelum menggunakan ruang shalat, kita harus minta izin ke resepsionis di lantai 1 untuk mengisi form seperti di atas dan mendapatkan kata sandi πŸ™‚

Shalat

Ruang shalat yang sangat luas πŸ™‚

Buku panduan

Buku panduan πŸ™‚

Loker

Tersedia juga mukenah dan sajadah…Alhamdulillah πŸ™‚

Terrace Cafe

Makan siang dulu di sini πŸ™‚

Cup noodles

Cuma lewat saja karena sudah keburu kepengen main di Cosmo World dan takut gak ada waktu lagi kalau masuk ke sini πŸ˜€

Cosmo World

Saatnya bermain…Tempat ini buat saya sangat direkomendasikan banget. Tidak ada tiket masuk, dan cuma bayar wahana yang akan kita naiki saja πŸ™‚ Bisa jadi alternatif sebagai pengganti bagi yang menganggap tiket ke Disneyland or Disney Sea kemahalan kayak saya πŸ˜€

Cosmo Clock 21

Sejak pertama tahu si Cosmo World ini, cita-cita banget harus naik Cosmo Clock 21 ini alias bianglala ala Cosmo World πŸ™‚

Tiket

Tiket untuk naik seharga JPY 800 (Harganya ketutupan tangan saya :D)

Peace

Pose damai dari dalam si bianglala πŸ˜€

Yokohama 3

Sampai jumpa lagi Tokyo, sampai jumpa lagi Yokohama πŸ™‚ Kami pasti kembali <3<3

 

Advertisements

Dari Jakarta ke Magetan dengan <3

Sebelum memulai tulisan pertama di tahun 2017 ini, walaupun terlambat saya ingin mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2017” untuk semua yang membaca tulisan saya ini πŸ™‚ Semoga tahun 2017 ini membawa kebahagiaan, kesuksesan, dan kesehatan selalu untuk kita semua.

Di akhir pekan pertama di tahun 2017 kemarin, saya dan beberapa teman Soulmate (Aka penggemar KAHITNA) berkesempatan untuk berkunjung ke Magetan untuk menghadiri acara pernikahan salah satu rekan Soulmate, Pipow dan Mas Becky πŸ™‚ Rute yang ditempuh adalah Jakarta-Solo-Magetan-Madiun-Magetan-Solo-Jakarta. Dan berikut adalah beberapa foto yang bisa saya abadikan dari HP saya πŸ™‚

20170106_153620

Kunjungan dan foto pertama di Solo πŸ™‚

20170109_143543

Pemberhentian pertama untuk makan siang πŸ™‚

20170106_162316-2

Bagian dalam I

20170106_162306

Bagian dalam 2

20170106_163155

Apa pun makanannya, minumannya tetap es teh manis πŸ˜€

20170107_070333

Nginapnya di sini πŸ™‚

20170107_091046

Tapi pakai mobil dari hotel lain πŸ˜€ *Thanks, Amik :**

img-20170106-wa0009

Akad nikah πŸ™‚

img-20170106-wa0010

Sang pasangan yang berbahagia πŸ™‚

img-20170107-wa0000

Para tamu dari Jakarta dengan sang pasangan berbahagia πŸ™‚

20170107_062304

Waktunya sarapan πŸ™‚

20170107_062257

Masih waktunya sarapan πŸ˜€

20170107_090635

Sebelum meninggalkan hotel πŸ™‚

20170107_092324

Mampir ke toko oleh-oleh sebelum ke gedung resepsi πŸ™‚

20170107_102600

Alun-alun Magetan

17bfbc8868c28fc53d81928f34f82d81

Pose di pelaminan πŸ™‚

20170107_152914

Makan siang terakhir saya di Solo : Mie bakso babat dan es leci @Restoran Adem Ayem

20170107_152552

Pilihan makan siang teman saya, nasi gudeg yang ternyata weeeenaaaakkk tenan..Nyesel juga kenapa gak pilih menu ini ya 😦

20170107_161832

Foto terakhir sebelum saya meninggalkan Solo πŸ™‚

Selamat buat Pipow dan Mas Becky, semoga menjadi keluarga yang samawa πŸ™‚

Kalau perjalanan ini tagarnya adalah #Magetan2017, dan dari pembicaraan dengan teman-teman kemarin semoga bakal ada #Jogja2018 ataupun #Bandung2018 atau mungkin #Tokyo2018 πŸ˜€ Di mana pun itu, semoga bisa kembali jalan-jalan dengan rekan-rekan Soulmate yang seru dan mengasyikkan ini..Aamiin…

 

Wisata Kuliner di Bogor :-)

Berawal dari kicauan twitter seorang senpai aka senior saya waktu zaman kuliah dulu yang menuliskan bahwa dia ingin berwisata kuliner di Bogor pada saat libur Lebaran, saya pun membalas tweetnya dan bilang pengen ikutan πŸ˜€ Saya sih sebenarnya udah sering ke Bogor, tetapi kalau ke Bogor selalu acaranya ngumpul di rumah teman dan makan-makan di sana, jadi gak pernah wisata kuliner berkeliling Bogor πŸ™‚ Makanya saya semangat banget ngejawab tweet si senpai tersebut dan menunggu-nunggu hari wisata kulinernya πŸ˜€ Padahal, saya udah “ngeluh” juga di akun Path saya di hari pertama Lebaran kalo baru beberapa jam meninggalkan bulan Ramadhan saja berat badan saya udah back to normal 😦 Tetapi, yang namanya godaan kuliner Bogor yang weenak weenak itu sepertinya tetap gak bisa saya tolak πŸ˜€ Dan akhirnya terpilihlah hari Selasa, 12 Juli kemarin, sebagai tanggal pelaksanaan wisata kuliner ini πŸ™‚ Peserta wisata kulinernya ada 3 orang, yaitu Anty (Senior saya), Sari (adik Anty), dan tentunya saya sendiri dong πŸ˜€

Tujuan pertama kami adalah Toge Goreng Mang Gebro di Pasar Anyar. Wah, pas banget tuh karena memang saya suka toge goreng dan selalu kepengen nyobain toge goreng asli Bogor πŸ™‚ Tetapi, pas sampai di tempatnya, eh warungnya masih tutup 😦 Batal deh nyobain si toge goreng…Akhirnya setelah berunding sejenak, kami pun memutuskan untuk melanjutkan wisata kuliner kami ke Kedai Kita yang terkenal dengan pizza bakarnya πŸ™‚ walaupun Kedai Kita buka cabang juga di dekat rumah saya di Jakarta, tetapi tetap tidak mengurangi semangat saya untuk mencoba pizza bakar yang menjadi menu favorit di sana. Karena kami pastinya gak akan cuma makan di Kedai Kita ini, akhirnya kami pun sepakat untuk hanya memesan satu porsi menu pizza bakar yang kata pelayannya paling favorit, yaitu Smoked Beef πŸ™‚ Dan emang top markotop banget deh rasanya πŸ™‚ Dan sekarang saya terbayang-bayang ifumie Kedai Kita (Karena pada waktu menunggu pesanan kami, ada yang makan ifumie di meja sebelah :D) yang membuat saya jadi pengen makan ifumie di cabang Kedai Kita dekat rumah saya pas weekend nanti πŸ˜€

The yummy smoked beef pizza and us :D

The yummy smoked beef pizza and us πŸ˜€

Pas keluar dari Kedai Kita, karena Kedai Kita ini bersebelahan dengan “Pia Apple Pie”, saya pun mengajak Anty dan Sari untuk masuk ke sana karena (Rencana awalnya) saya ingin membeli apple pie untuk oleh oleh πŸ™‚ Pas lagi milih milih, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk mau makan aja di tempat πŸ˜€ Dan saya pun mengajak Anty dan Sari untuk memilih rasa pie yang bisa kami makan bersama πŸ™‚ Dan terpilihlah pie dengan rasa :

Lychee Tarte Tatin

Lychee Tarte Tatin

Dan bener bener pilihan yang pas banget deh πŸ™‚ Rasanya tidak terlalu manis, crunchy, dan bagian favorit saya adalah buah lecinya pastinya πŸ™‚

Anty dan saya berpose di bawah pohon apel :D

Anty dan saya berpose di bawah pohon apel πŸ˜€

Nah, tujuan selanjutnya adalah tujuan kuliner yang diidam-idamkan oleh Anty sejak awal, yaitu Soto Kuning pak Yusuf πŸ™‚ Dan ternyata selain daging, isi dari soto ini adalah berbagai jeroan seperti iso, babat, paru, dan kikil πŸ™‚ Sebagai penggemar jeroan, me likey so much pastinya πŸ™‚ Dan kami pun memesan soto kuning isi campur dengan sebungkus emping…Yummmyyyyyy…

Penampakan si soto kuning isi campur

Penampakan si soto kuning isi campur

 

Penampakan si warung yang berlokasi di trotoar jalan :-)

Penampakan si warung yang berlokasi di trotoar jalan πŸ™‚

Untuk tujuan terakhir, kami memutuskan untuk makan laksa Bogor di gang Aut Surya Kencana yang berdekatan dengan warung si soto kuning Pak Yusuf. Katanya itu yang paling terkenal di Bogor, dan salah satu reviewnya bisa dibaca di sini πŸ™‚ Tetapi ternyata kata orang di sekitar warung, warungnya baru saja tutup 😦 Hik..hikkk…telat deh kita. Tapi, sebenarnya kami bersyukur juga sih karena sebenarnya kapasitas perut kami sudah sangat penuh πŸ˜€ Kami pun memutuskan bahwa laksa ini bakal jadi tujuan wiskul kami berikutnya di Bogor.

Dan akhirnya kami pun berpisah dan saya kembali ke Jakarta dengan perut kenyang dan perasaan bahagia πŸ™‚ Happy tummy, happy me πŸ˜€

Dan, malamnya si Anty kembali ngetweet tentang tujuan wisata kuliner berikutnya yaitu : Soto Mie Mang Ohim, Toge Goreng Mang Gebro, dan Laksa Bogor Gang Aut. Dan saya pun langsung membalas tweetnya dengan bilang “ikut lagi ya, Ty :-)”

See you in the next culinary travel, Bogor πŸ˜€

Updated 16 Juli 2016 :

Tadi pagi, Anty ngabarin saya kalau dia udah nyoba laksa Bogor duluan, dan dikirimlah foto ini :

20160716190338

Laksa Bogor πŸ˜€

Dan saya membalas dengan bilang bahwa saya akan makan siang ifumie hari ini di Kedai Kita dekat rumah saya πŸ™‚ Dan alhamdulillah kesampaian walau harus berhujan-hujan..

20160716_135732-1

Ifumie, lychee tea, dan pangsit goreng yummy πŸ˜€

Hmmmm, kok sekarang malah jadi kebayang Apple Pie dari Pia Apple Pie yang gak jadi kebeli kemarin ya…mungkin faktor abis balas komen di bawah ya πŸ™‚ Semoga bisa segera kesampaian makan apple pie si Pia πŸ˜€

Soulmate Goes to Cirebon…

Setelah tertunda hampir sebulan, akhirnya ada juga keinginan untuk posting tentang jalan-jalan ke Cirebon ini setelah melihat koleksi foto-foto yang sayang kalau cuma disimpan di HP, kompi, dan kamera:D

Jadi, pada tgl. 14-15 Februari yang lalu, Soulmate Gentong goes to Cirebon nih πŸ˜€ Tujuan Soulmate datang ke Cirebon ini terbagi menjadi 2, yaitu ada yg mau nonton konser KAHITNA dan ada yang mau wiskul aka wisata kuliner dong πŸ˜€ Kalo saya, untuk kali ini milih yang kedua karena saya belum pernah jalan jalan apalagi wiskul ke Cirebon..Dan inilah beberapa foto rekaman keceriaan para Soulmates yang berkunjung ke Cirebon πŸ™‚

Hari pertama : 14 Februari 2015…

Tujuan untuk hari pertama adalah : Empal Gentong H. Apud, Keraton Kasepuhan,

Soulmates Gentong Goes to Cirebon :-)

Soulmates Gentong Goes to Cirebon πŸ™‚

Yeyyy...sampai :D

Yeyyy…sampai πŸ˜€

Tujuan pertama kami...

Tujuan pertama kami…

Makan siang pertama di Cirebon ^o^

Makan siang pertama di Cirebon ^o^

Tiba di Keraton Kasepuhan...

Tiba di Keraton Kasepuhan…

Pemandu wisata kami :-)

Pemandu wisata kami πŸ™‚

Pada serius ngedengerin penjelasan pak pemandu :D

Pada serius ngedengerin penjelasan pak pemandu πŸ˜€

Memasuki Keraton :-)

Memasuki Keraton πŸ™‚

Duplikat Pedati Gede Pekalangan...

Duplikat Pedati Gede Pekalangan.

Info Pedati Gede Pekalangan

Kereta Singa Barong...

Kereta Singa Barong…

Info Kereta Singa Barong

Tandu dari Cina untuk Permaisuri...

Tandu dari Cina untuk Permaisuri…

CIMG2090

CIMG2092

CIMG2096

CIMG2094

CIMG2098

Koleksi keris

Koleksi keris

Alat upacara Mudun Lemah (Turun Tanah)
Alat upacara Mudun Lemah (Turun Tanah)

Mesjid Merah aka Mesjid Agung Cirebon

Mesjid Merah aka Mesjid Agung Cirebon

Tujuan terakhir hari ini : Gua Sunyaragi

CIMG2109CIMG2107

CIMG2112

CIMG2111

Selfie time :D

Selfie time πŸ˜€

Setelah puas berkeliling, kami kembali ke hotel ASTON tempat diadakannya konser KAHITNA dan bersiap-siap nonton buat yang mau nonton serta beristirahat dan cari makan malam untuk yang gak nonton πŸ˜€

Soulmates Gentong & Konser Hati KAHITNA <3 <#

Soulmates Gentong & Konser Hati KAHITNA

Hari kedua : 15 Februari….

Dini hari tepat jam 12.00, ternyata ada surprise yang sebenarnya udah saya duga sebelumnya di hari pertambahan usia saya…But, thank you anyway for my Soulmates ya untuk surprisenya…I love you all ❀ ❀

Dan sekitar pukul 7.30, Teh Wie dan saya pergi ke acara pernikahan teman Teh Wie yang diadakan di kota Cirebon ini. Sebenarnya awal ide kunjungan ke Cirebon ini memang berasal dari Teh Wie yang mau menghadiri acara pernikahan temannya ini. Dan karena KAHITNA sedang konser di Cirebon plus para Soulmates belum pernah ke Cirebon (Ada yang udah pernah sih, tetapi katanya cuma lewat doang :D), jadi terealisasilah tur Soulmates Gentong Goes to Cirebon ini πŸ˜€ Thank you Teteh untuk idenya πŸ˜€

Teh Wie, sang pengantin wanita, dan saya :D

Teh Wie, sang pengantin wanita, dan saya πŸ˜€

Lalu setelah selesai kunjungan, kami pun balik ke penginapan untuk kumpul dengan rombongan dan menuju ke tujuan terakhir kami, yaitu batik Trusmi. Karena udah pada mencar-mencar dan kalap belanja, sayangnya saya gak sempat foto-foto di sini 😦

Dan tujuan terakhir wiskul di Cirebon untuk kali ini adalah Nasi jamblang ibu Nur yang kayaknya sangat terkenal sekali karena pas rombongan kami sampai di sana mejanya penuh semua dan yang mengantri panjang pake bangetttttt 😦 Karena takut gak keburu dan telat naik kereta, kami pun memutuskan untuk cari makan di resto nasi jamblang yang dekat dengan stasiun. Untungnya ketemu dan lumayan enaklah rasanya..Tapi saya lupa namanya πŸ˜€

Setelah puas mencoba nasi jamblang, kami pun berangkat menuju stasiun Cirebon. Dan di dalam kereta, ternyata saya berhasil dikejutkan oleh teman-teman Soulmates tercinta…aaa, love you full deh, Soulmates ❀

Thank you so much for the 2nd surprise, dear Mates...n see you again, Cirebon <3

Thank you so much for the 2nd surprise, dear Mates…n see you again, Cirebon ❀

Japan, Soulmates, and Me…Osaka edition <3

Lanjutan dari cerita ini πŸ™‚

Jum`at, 11 April 2014

Hari ini, kami akan meninggalkan Kyoto menuju Osaka dengan menggunakan kereta. Setelah sampai di TennojiΒ  Station, kami pun menuju penginapan kami, Boarding House Osaka.Β  Ada beberapa hal menarik yang terjadi dalam perjalanan menuju Osaka ini. Antara lain ketemu masinis kereta ganteng (Kalau menurut Teteh dan Uci sih, kalo menurut aku mukanya terlalu kayak anak kecil :D). Kemudian, bertemu dengan seorang laki-laki muda Jepang yang bisa berbahasa Indonesia pada saat kami sedang menanyakan arah kepada petugas stasiun. Si cowok Jepang yang bisa berbahasa Indonesia ini pun membantu kami sampai ke tempat naik kereta πŸ™‚ Ah, baiknya…Katanya sih dia pernah tugas di Indonesia. Silahkan datang lagi ke Indonesia ya, Mas πŸ˜€ Dan terakhir kami ternyata mendapat penginapan dengan tempat tidur ala Jepang (Futon), padahal kami pesannya bukan itu lho πŸ™‚ Ah, terkabullah keinginan terpendam gue dan Teh Wie untuk merasakan tidur di futon…yokatta ^o^

Poster di stasiun kereta 1...

Poster di stasiun kereta 1…

Poster di stasiun kereta 2...

Poster di stasiun kereta 2…

Poster di stasiun kereta 3...

Poster di stasiun kereta 3…

Our hostel in Osaka :-) Nice play to stay :-)

Our hostel in Osaka πŸ™‚ Nice play to stay πŸ™‚

Akhirnya....futon ^o^

Akhirnya….futon ^o^

Setelah beres-beres dan bersih-bersih, akhirnya kami pun siap mengeksplor Osaka. Tujuan kami di hari pertama di Osaka adalah menuju Ikuta Shrine, lalu dilanjutkan menuju Kobe Mosque, mesjid pertama di Jepang πŸ™‚

Ikuta Shrine...

Ikuta Shrine…

CIMG1855

CIMG1863

CIMG1854

Cleaning before praying :-)

Cleaning before praying πŸ™‚

Barrels of sake...

Barrels of sake…

CIMG1872

Doa seseorang di Ikuta Shrine : Menikah di tahun ini, kita berdua bisa membuat keluarga yang bahagia...Akihito <3 Tomo...

Doa seseorang di Ikuta Shrine : Menikah di tahun ini, kita berdua bisa membangun keluarga yang bahagia…Akihito ❀ Tomo

CIMG1875

Ring the bell :D

Ring the bell πŸ˜€

Mampir ke sini sebelum ke Mesjid Kobe, dan bertemu dengan mas-mas dari Indonesia yang lagi jagain toko :-) Dan akhirnya belanja deh :D

Mampir ke sini sebelum ke Mesjid Kobe, dan bertemu dengan mas-mas dari Indonesia yang lagi jagain toko πŸ™‚ Dan akhirnya belanja deh πŸ˜€

Kobe Mosque 1 :-)

Kobe Mosque 1 πŸ™‚

Kobe Mosque 2 :-)

Kobe Mosque 2 πŸ™‚

Bersyukur banget akhirnya bisa berkunjung ke mesjid ini dan melakukan shalat di tempat yang benar-benar layak πŸ™‚ Karena selama kunjungan kali ini, kami cuma dua kali bisa shalat di tempat yang layak (Selain di hostel ya :-)), yaitu di SRIT waktu ikut pemilu dan Mesjid Kobe ini. Sisanya ya cuma bisa shalat di tempat-tempat yang terbuka deh πŸ™‚Β  Setelah selesai shalat Maghrib, kami pun meninggalkan Mesjid Kobe. See you again, Kobe Mosque πŸ™‚ I know I`ll be back here again someday πŸ˜€

Dan kami pun kembali menuju hostel kami πŸ™‚

Biaya :

Maaf, untuk biayanya lupa nih πŸ˜€

Sabtu, 12 April 2014

Tujuan pertama kami di hari terakhir di Jepang ini adalah menuju Osaka Castle. Kebetulan di Osaka Castle ada peringatan 400 tahun perang antara klan Toyotomi dan Tokugawa, jadi ramai yang berkunjung ke Osaka Castle ini. Kalo yang mau tahu tentang sejarah perang antar klan ini, silahkan dilihat di sini ya πŸ™‚ Setelah itu, menuju Shitennoji Temple sebagai tujuan terakhir kami di Jepang.Β  Sebelum menuju Shitennoji Shrine, kami pun sempat mampir ke sebuah toko untuk beli oleh-oleh πŸ˜€ Dan setelah selesai kunjungan ke Shitennoji Temple, kami pun masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko ini lagi karena ternyata masih ada yang belum dapat jatah oleh-oleh dan gue pun akhirnya tergoda untuk membeli sebuah dompet kucing lucu berwarna pink setelah pada kunjungan pertama gue masih mikir untuk beli atau gak πŸ˜€ Selain itu, pas mencari-cari Shitennoji Temple, bertemu dengan seorang pemuda ramah yang mau mengantarkan kami sampai menuju ke depan gerbang Shitennoji Temple tersebut. γ‚γ‚ŠγŒγ¨γ† πŸ™‚ Setelah puas shopping, kami pun kembali ke hostel untuk mengambil barang-barang kami. Dan akhirnya kami pun menuju Kansai International Airport dengan menaiki kereta dari Tennoji Station. Pas naik kereta menuju airport ini, juga ada ceritanya lho πŸ˜€ Jadi, kami naik kereta dari Stasiun Tennoji di gerbong paling akhir, yaitu gerbong ke-8. Dan kami berdiri tepat di depan ruangan masinis kereta. Pada saat kami sedang asyik ngobrol, sang masinis yang memang kelihatan dari awal kami naik kereta memperhatikan kami, menegur kami dan menanyakan apakah kami akan ke Kansai Airport (FYI, mungkin si masinis memperhatikan koper-koper yang kami bawa :D) Setelah kami menjawab iya, dia pun menjelaskan bahwa gerbong yang kami naiki ini tidak sampai menuju Kansai Airport. Dan yang menuju Kansai airport cuma gerbong 1 sampai 4. Dan kami disuruh pindah ke gerbong 4. Waaaa, kami pun langsung kaget dan panik πŸ™‚ Kalo kami langsung pindah gerbong dari dalam kereta, itu gak mungkin karena lorongnya yang sempit sedangkan kami bawa koper. Akhirnya satu-satunya cara ya turun dari kereta untuk pindah gerbong pada saat kereta berhenti. Pas percobaan pertama, dari gerbong ke 8, kami cuma bisa berhasil naik ke gerbong ke 6. Di pemberhentian berikutnya, gue hampir bisa naik ke gerbong ke-4, tetapi karena Teteh dan Uci masih di belakang gue dan ada pemberitahuan bahwa pintu gerbong akan segera ditutup dan kereta mau jalan, akhirnya kami pun naik ke gerbong ke 5. Dan pada saat kereta berhenti lagi, akhirnya kami pun berhasil naik ke gerbong ke-4….yeeeeeyy *ngelap keringat* πŸ˜€

Kami sampai di Kansai airport sekitar pkl 20.30. Sambil menunggu waktu check in (Pesawat kami boarding jam 23.35, jadi kami rencana check in sekitar 1/2 10-an), kami pun makan malam terlebih dahulu dengan bekal yang telah disiapkan dari hostel. Setelah makan (Sekitar jam 21.00), kami pun memutuskan untuk check in terlebih dahulu sebelum belanja-belanja *lagi :D*. Dan ternyata antriannya sudah panjang pula 😦 Dan ditambah lagi kami sempat masuk ke antrian yang salah (Kami masuk ke antrian no baggage claim, sedangkan mestinya kami masuk ke antrian yang ada bagasinya), jadilah kami harus mengantri lagi dari awal 😦 Dan ternyata check ini pun memakan waktu yang cukup lama. Kami baru selesai antri sekitar 1/2 11. Dan harus check in lagi sekitar pkl. 23.00. Dengan waktu yang sangat terbatas itu, kami pun memutuskan untuk tetap belanja, padahal toko-tokonya udah pada tutup 😦 Dan akhirnya kami pun memutuskan untuk belanja di LAWSON aja πŸ˜€ Setelah belanja, kami pun menuju ke boarding room dan siap untuk meningalkan Jepang…

γ•γ‚ˆγ†γͺら、ζ—₯本…I`ll be back again for sure…γΎγŸδΌšγ† πŸ™‚

Heading to Osaka Castle...

Heading to Osaka Castle…

Picnic at the castle :-)

Picnic at the castle πŸ™‚

The castle from far away :-)

The castle from far away πŸ™‚

Me :D

Me πŸ˜€

The three of us :-)

The three of us πŸ™‚

Nice old man that took the picture of the three of us and gave us origami....Arigatou :-)

Nice old man that took the picture of the three of us and gave us origami….Arigatou πŸ™‚

Simply beautiful :-)

Simply beautiful πŸ™‚

The castle...close up

The castle…close up

The ticket...

The ticket…

The 400th years anniversary of war of The Toyotomi and Tokugawa clans...

The 400th years anniversary of war of The Toyotomi and Tokugawa clans…

Gouhou...The signal gun..

Gouhou…The signal gun..

The history :-)

The history πŸ™‚

Still the history :-)

Still the history πŸ™‚

Miniature of the war...

Miniature of the war…

Miniature of the war...Close up :-)

Miniature of the war…Close up πŸ™‚

View from above :-)

View from above πŸ™‚

Last destination : Shitennoji Shrine

Last destination : Shitennoji Temple

CIMG1949CIMG1952CIMG1954

Sayounara, Japan...I`ll be back :-)

Sayounara, Japan…I`ll be back πŸ™‚

Biaya :

Untuk biaya transport ke Osaka Castle dan Shitennoji : Lupa…

Entrance Fee Osaka Castle : JPY 600

Tennoji Station – Kansai Airport : JPY 640 (Kalau gak salah…)

THE END…..

Japan, Soulmates, and Me….Kyoto edition <3

Setelah puas berkeliling di Tokyo, kami pun melanjutkan perjalanan ke Kyoto…Dan berikut ceritanya πŸ™‚

Rabu, 9 April 2014

Setelah naik bus Willer Express yang sangat nyaman (Gue bahkan ga kebangun-bangun kecualiΒ  pada saat bis berhenti dan udah sampai tujuan), kami pun sampai di Kyoto sekitar jam 6 pagi. Setelah turun dari bis, kami pun berjalan menuju ke Stasiun Kyoto. Di tengah jalan, tiba-tiba ditegur sama satu keluarga yang ternyata berasal dari Medan. Keluarga Pak Johan ini terdiri dari Pak Johan, istri (Gue lupa namanya :D), dan sang anak laki-laki yang berusia sekitar 3-4 tahun πŸ™‚ Senangnya melihat keluarga mereka yang kelihatan kompak banget :D. Apalagi sang anak gak rewel lho πŸ™‚ Akhirnya, gue sama istri Pak Johan bertugas untuk bertanya mengenai kereta untuk menuju ke hotel kami dan One day Ticket untuk naik bis. Kebetulan ternyata hotel tempat kami dan keluarga pak Johan akan menginap berada di arah yang sama dan kami harus turun di stasiun yang sama juga, yaitu Stasiun Kawaramachi. Di Stasiun Kyoto ini, kami juga bertemu dengan teman backpacker dari Malaysia yang sebelumnya sama-sama menginap di Khaosan Tokyo dan sering ngobrol waktu di penginapan Tokyo, Mariani πŸ™‚ Mariani ini hebat sekali , dia keliling-keliling sendirian di Tokyo, Kyoto, dan Osaka juga (kalau gak salah) dengan hanya membawa 1 ransel backpacker…Kereeen πŸ™‚

Setelah sampai di Stasiun Kawaramachi, kami pun berpisah dengan keluarga Pak Johan. Kami menuju hostel kami, Khaosan Kyoto Guest House. Setelah check in, beres-beres, serta berganti baju, kami pun siap menjelajah Kyoto. Sebelum jalan-jalan, kami pun membeli One Day Bus Ticket di kounter resepsionis hostel.

One day ticket bus JPY 500

One day ticket bus JPY 500

Tujuan pertama kami di Kyoto adalah Kyoto Imperial Palace. Sebelum sampai ke Kyoto Imperial Palace, kami sempat berbelanja dulu untuk membeli makan siang aka bento. Sesampainya di Kyoto Imperial Palace, karena masih terlalu letih karena perjalanan dari Tokyo,Β  akhirnya kami pun cuma duduk-duduk di sekitar pintu masuknya sambil ngobrol dan makan makanan yang kami beli tadi. Gue pun cuma sempat foto dikit doang. Selain karena akibat keletihan dan sudah mau tutup, mungkin juga karena buat gue pribadi, pesona East Garden Imperial Palace Tokyo dengan bunga sakura dan bunga-bunga cantik lainnya yang baru dikunjungi sehari sebelumnya masih sangat berbekas di hati πŸ™‚ Setelah puas duduk-duduk dan berkeliling melihat beberapa jenis jualan yang dijajakan di sana, kami pun meninggalkan Kyoto Imperial Palace.

Kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel. Setelah sampai di hotel dan makan malam, kami pun pergi ke laundry yang ada di dekat hostel secara kami bertiga punya pemikiran yang sama gak mau bawa baju kotor pulang πŸ˜€ Ada kejadian lucu waktu di tempat laundry ini. Waktu pertama datang, cuma ada seorang cowok muda Jepang yang sedang asyik dengan HPnya. Di dalam laundry ini, ada beberapa jenis mesin cuci, yaitu mesin cuci besar yang sekaligus ada dryernya (Waktu pemakaian sekitar 60 menit, dengan biaya JPY 1.500), mesin cuci saja (Waktu pemakaian sekitar 20 menit, dengan biaya JPY 300), mesin dryer saja (Waktu pemakaian sekitar 20 menit, dengan biaya JPY 200 /300), serta mesin cuci and dryer terpisah untuk sepatu dengan biaya yang sama dengan biaya untuk mesin cuci dan dryer terpisah. Karena mesin cuci sajanya aja sedang dipakai oleh si cowok Jepang tadi, maka kami pun memakai mesin cuci yang di sebelahnya alias si mesin cuci sepatu tersebut πŸ˜€Β  Entah mungkin karena terlalu lelah atau karena sudah terlalu malam, padahal di dindingnya sudah ditulis dengan bahasa Inggris dan Jepang bahwa mesin yang kami pakai itu adalah mesin pencuci sepatu, kami tetap saja memasukkan baju-baju kami ke dalam mesin tersebut 😦 Karena masih ada sisa baju yang belum dimasukkan, gue berpikiran untuk mencoba mesin cuci plus dryer yang seharga JPY 1.500 biar gak terlalu malam selesainya πŸ™‚ Tapi karena gue gak ngerti cara pakenya, gue pun akhirnya bertanya sama si cowok Jepang. Dia pun berdiri dari duduknya dan mencoba membantu gue πŸ™‚ Tapi sayangnya, ternyata dia pun gak bisa membantu untuk mengoperasikan mesin tersebut 😦 Akhirnya gue pun mau gak mau harus menunggu hasil pencucian baju ronde pertama πŸ™‚

Setelah si cowok Jepang selesai dan pergi, masuklah beberapa orang yang kemudian kami ketahui sebagai orang Indonesia berasal dari Medan karena pas pertama ngomong bahasa Indonesia (FYI, pas mereka masuk ke laundry, mereka berbicara dengan bahasa Cina) komen mereka pertama adalah “Wah, mesin cuci sepatunya lagi dipake :D”. Barulah di saat itu kami benar-benar tersadar bahwa mesin cuci yang kami pakai itu salah πŸ˜€ Akhirnya kami pun cuma bisa pasrah menunggu bagaimana hasil akhir dari cucian kami tersebut. Alhamdulillah ternyata cuciannya gak kenapa-napa, walau jilbab Teteh Wie ada yang sedikit robek. Pas pulang pun ada kejadian gue lupa bawa sisa baju kotor yang belum dicuci sehingga ketinggalan di laundry dan mengakibatkan kami bertiga harus balik lagi ke laundry. Maaf ya, Teteh n Uci πŸ™‚

Dan berakhirlah cerita tentang hari pertama di Kyoto πŸ™‚

Biaya :

1. One Day Pass Kyoto Bus : JPY 500

Untuk jajannya, gue lupa berapa πŸ˜€

Kamis, 10 April 2014

Petualangan hari kedua di Kyoto dimulai dari Kiyomizudera. Lalu berlanjut ke Ginkakuji, Philosopher Path, dan berakhir di Heian Shrine.

Untuk perjalanan di Kyoto ini, gak ada foto foto kita bertiga di kamera gue, dan gak ada dress code nih πŸ™‚

Enjoy the pictures πŸ™‚

Arrived at Kiyomizudera...

Arrived at Kiyomizudera…

Ema aka prayer board in Kiyomizudera :-)

Ema aka prayer board in Kiyomizudera πŸ™‚

CIMG1749

CIMG1751

CIMG1753

 Pink flower & pink me :-)


Pink flower & pink me πŸ™‚

Next destination :-)

Next destination πŸ™‚

Arrived at Ginkakuji :-)

Arrived at Ginkakuji πŸ™‚

CIMG1776

CIMG1783

CIMG1786

CIMG1794

CIMG1802

CIMG1803

CIMG1806

CIMG1809

Another Pink to meet :-)

Another Pink to meet πŸ™‚

At Philosopher`s Path

At Philosopher`s Path

@ Heian Shrine :-)

@ Heian Shrine πŸ™‚

Mikuji Stand :-)

Mikuji Stand πŸ™‚

Prayer board aka Ema at Heian Shrine :-)

Prayer board aka Ema at Heian Shrine πŸ™‚

CIMG1823

CIMG1833

Biaya :

1. One Day Pass Kyoto Bus : JPY 500

To be continued