Tag Archive | just wanna write…

Terharu adalah….

Pada saat teman-temanmu tahu mimpi-mimpimu dan berusaha membantu walaupun dengan cara yang sederhana, itulah yang bisa bikin haru dan berbahagia (Buat saya) πŸ™‚

Anggota keluarga, beberapa teman dekat, murid, dan para kouhai aka junior saya saat kuliah,Β  serta mungkin beberapa pembaca blog ini sudah tahu bahwa saya punya cita-cita suatu hari nanti ingin bisa tinggal dan kerja di Jepang πŸ™‚ Dan di media sosial, saya pun kebanyakan mengikuti beberapa fan page dan akun berbahasa Jepang dan tentang Jepang demi terus memperbaiki bahasa Jepang saya dan menunjang impian saya untuk kerja dan tinggal di Jepang suatu hari nanti. Dan tadi pagi, tiba tiba mantan murid saya yang masih dalam proses pelatihan di Jepang tiba-tiba ngirimin inbox FB…

thumbnail 1

Lalu, saya pun teringat, tepat seminggu lalu dua orang kouhai saya juga mengirim info melalui WA secara bersamaan πŸ™‚

thumbnail 2

Pesan dari adik kelas yang pernah saya ceritakan di sini πŸ™‚ Dan FYI, sekarang dia sudah berhasil pindah kerja di kota lain di Jepang yang menurut dia lebih enak dari kota sebelumnya πŸ™‚ 羨ましい Tunggu saya di Nagoya, T san πŸ™‚

thumbnail 3.jpg

Kalau ini dari A san, teman seangkatan T san yang kirim WA di atas πŸ™‚Β  Jam kirim pesannya cuma beda 3 menit lho dari WA si T san πŸ˜€

Arigatou, Arief san, T san, dan A san…Walaupun kondisi saya pribadi dan keluarga sekarang sangat belum memungkinkan saya untuk mewujudkan cita-cita saya yang satu ini *Tolong ga usah ditanya kenapa ya #GRmodeonbakaladayangnanya :-)*, tetapi pesan-pesan ini menjadi penyemangat saya yang bikin saya yakin banget kalau impian saya tersebut terus saya tanamkan dalam otak dan hati saya, suatu hari insyaa Allah mimpi saya bakal terwujud…Tolong aamiinnnya, pembaca πŸ™‚

Sebagai penutup, berikut adalah video clip We Can Make It dari Arashi, JPop band, yang merupakan soundtrack dorama “Bambino“, salah satu dorama favorit saya πŸ™‚ Dan untuk lirik lagu dan artinya (Dalam bahasa Inggris, bisa dilihat di sini πŸ™‚ Enjoy πŸ™‚

Advertisements

Ramadhan dan Syawal 1440 H

Sebelum dilanjutkan tulisannya, izinkan saya mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1440 H, taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin πŸ™πŸ™”

IMG-20190606-WA0029

Happy Eid Mubarak from my beautiful cousins, my handsome nephews, and me 😊😊😊

IMG-20190606-WA0013

The big family of Teuku Raden cabang Jakarta *formasi tidak lengkap* ❀❀❀

FB_IMG_1560075269860

Ngomong-ngomong soal Ramadhan dan Syawal tahun ini, karena sesuatu dan lain hal yang saya anggap sebagai “tanda cinta Allah” buat saya sekeluarga, benar benar ga kerasa banget deh buat saya pribadi 😦 Puasa saya di bulan Ramadhan tahun ini benar benar cuma buat nahan lapar dan haus aja, jadi pas masuk 1 Syawal alias Lebaran, saya benar benar ga merasakan “kemenangan” apa pun 😭😭😭 Semoga saya masih diperkenankan Allah untukΒ  bertemu Ramadhan tahun depan, insyaa Allah πŸ™πŸ™

Tapi, ternyata ada beberapa “blessing in disguise” di balik “kesukaran” yang sedang keluarga kami alami. Salah satunya si tetangga favorit yang pernah saya tembak waktu SMU dan saya ceritain di sini datang berkunjung ke rumah saat Lebaran hari pertama 🀩🀩🀩 Padahal 25 tahun temenan dan 25 tahunan lebih tetanggaan, dia belum pernah datang ke rumah (Kalau saya sih pernah sekali waktu Bapaknya dia meninggal #dibahas). What a very nice surprise, berasa diapelin ma pacar pas liat muka dia ❀❀❀ pas saya cerita ke WAG genk SMU saya yang dulu mendorong saya untuk nembak dia dan tahu kalau sampai sekarang saya masih suka dia, berbagai komentar pun muncul, antara lain: “Moga kunjungan berikutnya, dia datang untuk ngelamar ya, Nong :D” yang cuma bisa saya balas dgn: “Aamiinin aja dulu πŸ™”

Buat si tetangga favorit saya yang masih saya suka sampai sekarang, terima kasih sudah memberikan sedikit keceriaan di tengah-tengah Ramadhan dan Lebaran saya yang agak kelabu tahun ini. Dipersilakan dgn sangat lho kalau berikutnya mau sering sering datang ke rumah saya untuk menemui saya #eeeaaa #ngayaldotcom #cumaberaningomongditulisan 😁😁😁 #gaberaningomonglangsung πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

 

Up and down in my life…

Di tahun 2019 yang baru berjalan 5 bulan lebih 2 hari ini, ternyata sudah banyak momen-momen hidup, baik yang menyenangkan mau pun kurang menyenangkan, terjadi dalam kehidupan saya. Untuk yang menyenangkan, saya tentunya bersyukur banget sama Allah SWT. Sedangkan untuk yang kurang menyenangkanΒ  dan bisa dianggap sebagai ujian hidup buat saya, saya cuma bisa berdoa semoga Allah memberi kekuatan dan ketabahan buat saya menghadapinya πŸ™‚ Cuma bisa menikmati dan menjalaninya saja pastinya πŸ™‚

Hm, bagaimana dengan teman-teman? What’s going on lately in your life?

 

Life begins at 40

Saya yakin pembaca blog ini pasti sudah pernah dengar peribahasa yang saya jadikan judul posting kali ini sebelumnya, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “Hidup dimulai dari (Usia) 40 tahun”.

Entah kenapa sejak akhir tahun lalu, pepatah ini sering banget terngiang-ngiang di kepala saya. Penyebab utamanya mungkin karena tepat pada pertengahan bulan depan saya akan memasuki usia tersebut *iya, saya udah tua* *buka rahasia* *biarin aja 😁😁😁*, terus saya pun jadi mikir apa aja yang sudah saya lakukan selama 40 tahun hidup saya di dunia ini. Hm, kayaknya sih benar benar belum ada yang berarti sama sekali πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ baik dari segi duniawi, apalagi untuk kehidupan akhirat nanti hik..hik 😭😭😭😭

Terus kadang kadang, jadi mikir juga kira kira nanti ke depannya kehidupan saya bakal gmn ya? Apakah saya akan bertemu dgn jodoh saya yang saya harapkan adalah seorang lelaki Jepang muslim? #eeeaaa Apakah saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk tinggal dan bekerja di Jepang suatu hari nanti? #teteup Dan hal-hal lain yang sebenarnya “receh” banget, tapi kadang buat saya ga bisa tidur di malam hari..

Tapi, bagaimanapun, saya semangat banget lho menyambut ultah saya yang ke 40 bulan depan, lebih semangat dibandingkan menyambut ultah ultah saya yang sebelumnya 😁😁 Dan saya cuma bisa berdoa semoga menjelang usia saya yang baru ini, saya diberi kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, dan bisa menjadi orang yang bermanfaat buat keluarga saya dan orang orang lainnya πŸ™πŸ™πŸ™

Dan seperti judul lagu “Que sera sera” yang salah satu liriknya berbunyi “The future is not ours to see” dan seperti lagunya Ari Lasso, Misteri Ilahi, akhirnya yah memang kita cuma bisa ngejalanin hidup kita sebaik mungkin dan berusaha yang terbaik..After all, indeed life is a mistery, right?

No Title :D

Hello November πŸ™‚

Postingan ini sebenarnya terinspirasi dari blog Ms. T yang sayangnya diprivate, jadi ga bisa direblog πŸ˜€

Tapi agak gak nyambung juga sih sebenarnya πŸ˜€ Cuma pengen nulis, bahwa dalam waktu satu bulan kemarin, ternyata banyak pengalaman baru dan hal-hal tak terduga maupun yang sudah bisa saya duga terjadi dalam kehidupan saya πŸ™‚ Tapi satu hal yang pasti, bahwa semua kejadian yang terjadi sebulan lalu, makin menguatkan niat saya untuk terus meraih apa yang saya cita-citakan dalam hidup saya. Karena seperti kata Agnes Monica : Dream, believe, and make it happen πŸ™‚ Dan kalau kata saya mah *Sesuai yang saya tulis di status FB saya beberapa hari lalu* : ι ‘εΌ΅γ‚Œγ°δ½•γ¨γ‹γͺγ‚‹ (Ganbareba nantoka naru) alias “If you do your best, you will manage somehow”.

Fighting, Inong ^o^

Menjelang perpisahan :(

2 minggu terakhir ini, saya selalu berangkat ke kantor dengan perasaan campur aduk, antara senang, sedih, dan penasaran. Perasaan-perasaan itu timbul karena saya sudah mau berpisah dengan kantor tempat saya bekerja selama 13 tahun 5 bulan ini pada akhir bulan September ini. Sebenarnya berat juga sih mau berpisah dengan si kantor ini 😦 Tetapi, karena kantor yang sekarang ini mau pindah keluar Jakarta karena alasan tertentu, dan saya juga memutuskan untuk tidak ikut pindah ke sana dengan alasan masih mau pegang KTP Jakarta (Kalau pindahnya jadi bikin saya bisa punya KTP Tokyo sih, saya mau ikutan pindah deh :D) dan berbagai alasan pribadi lainnya, akhirnya perpisahan ini akhirnya memang harus terjadi 😦

Saya ingat banget waktu 5 tahun pertama saya kerja di sini, walaupun saya cinta banget sama kerjaan saya, tapi saya sempat ngerasa bosan banget di kantor ini dan kepikiran untuk pindah kerja. Tetapi, ternyata di saat itulah Allah dengan caranya yang benar-benar tak terduga oleh saya memberikan kejutan kepada saya untuk menghilangkan rasa bosan dengan mengirimkan saya ke negara impian saya sejak zaman kuliah dulu πŸ™‚ Dan setelah balik dari sana, dengan alasan mau “balas budi” dulu, eh malah kebablasan sampai 13 tahun deh πŸ˜€

Tentunya selama 13 tahun kerja di kantor ini, banyak banget pengalaman tak terlupakan yang terjadi. Tetapi, yang paling berkesan buat saya adalah selama kerja di kantor ini saya juga bisa mewujudkan cita-cita terpendam saya, yaitu menjadi seorang guru, walaupun cuma guru abal abal sih πŸ˜€ FYI, dulu pas zaman kuliah, saya sempat cita-cita pengen jadi dosen, tetapi karena nilai saya waktu zaman kuliah standar-standar aja dan kebanyakan yang jadi dosen adalah yang dapat beasiswa ke Jepang (Dan saya gak dapat beasiswa waktu zaman kuliah dulu :(), maka cita-cita jadi dosen pun kandas dengan sendirinya πŸ˜€ Tapi, alhamdulillah, ternyata di kantor ini, saya bisa merasakan jadi guru dan murid-muridnya sudah merambah dunia internasional πŸ™‚ Alhamdulillah πŸ™‚

Buat kantor lamaku, saya doakan semoga menjadi perusahaan yang makin sukses, makin besar, dan makin berjaya πŸ™‚ Terima kasih untuk 13 tahun kebersamaan ini dan semua kenangan indah yang telah diberikan <3<3<3

Buat diri saya sendiri, saya pun sudah tidak sabar untuk memulai “petulangan baru” di kantor yang baru πŸ˜€ Walaupun posisinya sama-sama Japanese Interpreter, tapi bidang kerjanya berbeda sekali dari kerjaan saya yang sekarang, sehingga pastinya membuat saya penasaran dan harus belajar hal hal baru lagi…ζ₯½γ—みに待ってます aka kalau bahasa Jawanya mah “I am looking forward for it” πŸ™‚

 

See you there, dear friend :-)

Postingan ini terinspirasi dari seorang adik kelas aka kohai saya waktu di kampus dulu yang sekarang mungkin masih ada di angkasa menuju negara favorit saya (Dan mungkin juga negara favorit dia :-)) alias Jepang. She’s fulfilling her addiction to live abroad ”Seperti tertulis di kutipan Pathnya : My one way ticket. Staying abroad has become addiction for me. Hopefully will bring “the boys” very soon.”, dengan meninggalkan zona nyaman, suami, anak, dan keluarga tercintanya di sini. Memang dia sudah pernah tinggal dan bekerja di luar negeri beberapa tahun lalu. Dan mungkin itu yang bikin dia jadi “adiktif” untuk bekerja kembali di luar negeri πŸ˜€ Pas baca tulisannya itu, jujur ada sedikit rasa iri “Dalam arti positif” yang kalau dalam bahasa Jepang disebut dengan “Urayamashii”, tapi saya juga langsung mikir : “Gue juga sama kok kayak Dia. Gue juga punya cita-cita untuk bisa tinggal dan bekerja di luar negeri seperti dia dan juga seperti doa yang selalu gue panjatkan. Tetapi mungkin yang membedakan gue dengan dia adalah gue sampai sekarang belum berani meninggalkan si zona nyaman gue dengan berbagai alasan yang buat gue penting, makanya mungkin Allah belum ngabulin doa gue yang ini karena Allah tahu gue masih “berat” untuk meraih mimpi gue yang ini :-)” Dan tulisannya itu juga bikin saya sadar untuk terus mewujudkan mimpi saya yang satu ini walau entah kapan terwujudnya πŸ™‚

Buat T san, good luck for your new adventure, new work, and new life in Okinawa πŸ™‚ I wish you all the best..Ganbatte kudasai!!! Dan makasih untuk postingan-postingannya beberapa hari ini yang bikin saya jadi makin semangat untuk meraih semua mimpi dan cita-cita saya πŸ™‚ You are truly an inspirational person for me. Semoga kita bisa ketemu di Okinawa suatu hari nanti πŸ™‚ “Big Aamiin :-)”

Dan sebagai bonus, berikut adalah video clip dari salah satu lagu favorit saya yang terngiang-ngiang di kepala saya saat baca berita kohai saya ini. Please enjoy πŸ™‚