Tag Archive | just wanna write…

2019…..

Tahun 2019 sudah hampir berakhir dalam hitungan hari…Buat saya, tahun 2019 ini merupakan tahun yang berat. Baik bagi kehidupan pribadi maupun untuk keluarga inti saya. Di tahun 2019 ini saya memasuki usia kepala 4, dan seperti saya tulis di postingan yang ini, saya benar benar merasakan usia baru saya ini sebagai awal kehidupan saya, baik dari segi duniawi maupun dari segi rohani..Dari segi duniawi, banyak keinginan duniawi saya yang tidak terkabul atau tidak sesuai keinginan saya di tahun ini dan bikin saya bertanya-tanya kenapa saya tidak bisa mencapai seperti apa yang orang lain capai pada saat mereka berusia sama seperti saya sekarang, padahal orang lain dengan mudah bisa mencapainya. Sedangkan dari segi rohaninya, karena adanya “cobaan” yang menimpa keluarga saya dari sejak awal tahun ini, kadang saya merasa kadar keimanan saya menurun dan mempertanyakan apakah saya sanggup menghadapi “cobaan” yang diberikan Allah ini, walaupun saya tahu pasti Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya tersebut, bahkan di saat hamba-Nya itu sudah merasa tidak mampu.

Tapi, tetap saya bersyukur karena hari-hari terberat buat saya (dan keluarga) di tahun 2019 yang hampir berakhir ini berhasil kami lewati, dan insyaa Allah hal itu membuat saya dan anggota keluarga saya semakin kuat.

Untuk tahun 2020, saya tidak punya resolusi atau keinginan yang muluk-muluk, cuma bisa berdoa semoga saya dan keluarga ditambahkan kekuatan oleh Allah untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi nanti. Dan juga saya ingin berterima kasih kepada semua keluarga dekat maupun jauh, teman, dan kerabat yang sudah memberikan dukungannya kepada saya dan keluarga di tahun 2019 ini.

Bagaimana 2019 Anda sampai hari ini?

And 2020, please be nice to me ❀

Selamat Hari Guru Nasional 2019

Kemarin, ketika keponakan saya main ke rumah, dia cerita kalau dia sedang membuat surat untuk gurunya yang akan diberikan di hari ini bertepatan dengan hari Guru Nasional 2019.

Lalu, tadi pagi ternyata murid saya yang dulu pernah saya ajarkan bahasa Jepang dan sekarang sedang pelatihan di Jepang, juga mengirimkan WA yang berisi ucapan selamat hari guru buat saya, yang membuat saya terkejut dan terharu.

20191125_114138 (1)

Terus habis pasang screen capture percakapan tersebut di status WA saya, seorang tante yang membaca status tersebut mengirimkan foto di bawah ini:

IMG-20191125-WA0002

Hm, teringat perjalanan cita-cita saya dulu sejak kecil, dimana menjadi guru tidak termasuk dalam daftar cita-cita saya tersebut. FYI, dulu waktu kecil, salah satu cita-cita saya jadi pramugari atau foto model lho πŸ˜€ Tapi, akhirnya sadar diri karena kondisi tubuh yang sangat tidak ideal untuk menjadi seorang pramugari ataupun model πŸ˜€

Lalu ternyata, nasib berkata lain. Saya sempat merasakan nikmatnya menjadi seorang guru dan perjalanan menjadi guru (Bahasa Jepang) dimulai ketika saya lulus kuliah dan sedang mencari cari kerja kantoran. Saya sempat beberapa bulan mengajar di salah satu lembaga kursus bahasa asing, sebelum akhirnya diterima bekerja di salah satu perusahaan dan berhenti mengajar di lembaga kursus tersebut. Kemudian, saya juga sempat mengajar privat di rumah pada akhir pekan. Dan kemudian saya akhirnya diberikan kepercayaan untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada calon calon trainee dari kantor lama saya yang akan dikirim ke Jepang.

Sebenarnya, saya menikmati banget pekerjaan sebagai guru. Terutama, karena ada rasa kepuasan tersendiri apabila ilmu yang diajarkan bisa dimengerti oleh murid-murid kita dan mereka pun bisa menggunakan ilmu yang kita ajarkan untuk kehidupan mereka. Tetapi, jujur menurut saya pribadi, karena faktor penghargaan “materi” sebagai seorang guru di Indonesia masih amat kurang, saya lebih memilih untuk menjadikan guru sebagai profesi sampingan saya kalau ada yang berminat belajar dengan saya.

Buat guru-guru tercinta di seluruh Indonesia, Selamat Hari Guru Nasional. Buat saya, Anda memang adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” πŸ™‚

Saya Dan Ojek Online :D

Cerita ini terinspirasi dari kejadian kemarin dan mengingatkan saya tentang kejadian beberapa waktu yang lalu.

Setiap hari, saya pulang pergi kerja dengan menggunakan si ojek online. Dan alhamdulillah, sampai saat ini, hubungan saya dengan si ojek baik-baik saja dan sudah ga ada dilema lagi dong antara saya dan si ojek πŸ˜€

Buat saya yang bisa dibilang bukan orang yang tahu jalan pintas, jalan tikus, ataupun lokasi suatu tempat, saya suka pasrah saja dan bilang ke si driver ikutin peta aja πŸ˜€ Dan kalau ternyata kebetulan dapat driver yang ternyata kurang tahu jalan juga, yah akhirnya kami berdua pun “pasrah” dengan menggunakan cara terakhir, yaitu bertanya kepada orang di sekitar lokasi tujuan πŸ˜€ Tapi, sering juga kejadian si driver “memaksa” untuk menggunakan jalan pintas atau jalan tikus karena alasan jalan yang saya ingin tempuh macet. Padahal saya tahu walau jalan yang biasa saya tempuh itu macet (Setiap harinya :D), tapi tetap waktu tempuhnya lebih singkat dibandingkan apabila melalui jalan pintas atau jalan tikus. Kalau begini, hampir selalu kejadian sayalah yang benar πŸ™‚ Dan ini baru saja kejadian *lagi* kemarin πŸ™‚ Sebenarnya, kenapa saya pasrah aja sama kemauan si abang driver lebih karena saya malas ngotot sama mereka. Dan hitung hitung, saya jadi menambah pengetahuan tentang jalan pintas atau jalan tikus di Jakarta πŸ˜€

Ada juga cerita yang “agak luar biasa” buat saya pribadi dengan si driver ojek online ini yang sampai sekarang masih teringat banget oleh saya. Yaitu waktu HP saya kejambretan oleh oknum yang mengaku driver ojek yang saya pesan. Waktu itu, saya mau berangkat pagi-pagi sehabis Subuh ke stasiun kereta untuk menuju Bogor. Setelah mendapatkan driver, saya pun bilang ke dia untuk menunggu saja di jalan raya dekat rumah saya untuk mempersingkat waktu. Ternyata, setelah sampai tempat temu yang disepakati, si driver belum sampai. Sesaat setelah saya sampai, ada seseorang berkendara motor berjaket hijau yang mendekati saya yang sedang berdiri sambil memegang HP. Karena saya pikir itu adalah ojek yang saya pesan, maka pun saya bertanya kepada si driver untuk memastikan, dan ia mengiyakan. Tetapi, si driver bilang bahwa dia ingin memastikan lokasi yang dituju dengan melihat HP saya. Saya pun memperlihatkan HP yang sedang saya genggam, dan kemudian langsung si driver gadungan merampas HP saya tersebut :(( Saya yang kaget dan syok, kemudian berteriak-teriak dan terduduk di tengah jalan *Untung jalannya masih sepi*. Sambil menangis, saya pun berjalan pulang ke rumah yang hanya berjarak 100 m dari tempat kejadian. Setelah agak tenang, saya kembali ke tempat titik temu dengan si driver *yang asli* untuk memastikan apakah dia masih menunggu saya atau tidak. Ternyata tidak ada, dan saya pun kembali ke rumah.

Siangnya, saya pun “dengan terpaksa” membeli HP baru dan mengurus kartu telepon saya. Alhamdulillah, semua berjalan lancar πŸ™‚ Tetapi, setelah nomor saya diaktifkan kembali, ternyata ada orang yang mengaku si driver asli dari ojek yang saya pesan tadi menelepon dan mengirimkan pesan kepada saya yang intinya dia marah kepada saya karena tidak membatalkan order saya tadi pagi sehingga dia tidak bisa menerima order sepanjang hari itu dan mengakibatkan poinnya berkurang. Saya pun meminta maaf sambil menjelaskan keadaannya dan menawarkan untuk memberi ganti rugi untuk menutupi kerugiannya hari itu. Tetapi, si driver tidak mau terima dengan alasan ini bukan soal uang dan malah mengancam akan memberikan nomor saya kepada driver driver yang lain agar mereka tidak mau menerima order saya. Saya bilang terserah, dan saya balas balik bilang bahwa saya akan blok nomor dia πŸ˜€ Alhamdulillah, walaupun diancam demikian, setelah menerima telepon dan pesan dari si driver tersebut, ternyata saya bisa langsung order ojek lainnya kok untuk pulang setelah menyelesaikan urusan HP saya πŸ™‚

Demikianlah sedikit cerita lika-liku hubungan saya dengan si ojek online πŸ™‚ Ada yang punya cerita juga?

 

Foto berjuta kenangan…

FB_IMG_1569988450086Kemarin di akun buku muka milik saya, si buku muka menampilkan kenangan foto ini, yang diambil 9 tahun laluΒ saat saya pertama kali berangkat ke Jepang dan diantarkan ke bandara oleh keluarga saya.Β Pas diingatkan si buku muka, ada rasa campur aduk melihat foto ini, antara sedih dan senang, tapi lebih banyak ke sedih sebenarnya 😦 Alasannya adalah bahwa dalam fotoΒ  tersebut ada almarhumah tante saya yang merupakan adik kandung ibu saya yang baru saja meninggal bulan Februari lalu. Selain itu, di foto ini bunda saya juga masih dalam keadaan sehat. Saya pun memasang foto tersebut di status WA saya, dan ternyata ada beberapa orang sepupu (yang salah duanya merupakan anak anak dari almarhumah Tante) yang berkomentar bahwa mereka sangat merindukan almarhumah tante dan mendoakan kesembuhan buat bunda πŸ™πŸ™ *thank you, dear cousins 😘😘* lalu, tadi pagi pun, suami almarhumah aka om saya minta dikirimi foto tersebut. Perasaan saya pun tambah campur aduk 😦

Memang, benar kata pepatah, foto itu bisa membawa berjuta kenangan..

I miss u, Mucut #AlFatihah and get well soon, Bunda 😘😘

Terharu adalah….

Pada saat teman-temanmu tahu mimpi-mimpimu dan berusaha membantu walaupun dengan cara yang sederhana, itulah yang bisa bikin haru dan berbahagia (Buat saya) πŸ™‚

Anggota keluarga, beberapa teman dekat, murid, dan para kouhai aka junior saya saat kuliah,Β  serta mungkin beberapa pembaca blog ini sudah tahu bahwa saya punya cita-cita suatu hari nanti ingin bisa tinggal dan kerja di Jepang πŸ™‚ Dan di media sosial, saya pun kebanyakan mengikuti beberapa fan page dan akun berbahasa Jepang dan tentang Jepang demi terus memperbaiki bahasa Jepang saya dan menunjang impian saya untuk kerja dan tinggal di Jepang suatu hari nanti. Dan tadi pagi, tiba tiba mantan murid saya yang masih dalam proses pelatihan di Jepang tiba-tiba ngirimin inbox FB…

thumbnail 1

Lalu, saya pun teringat, tepat seminggu lalu dua orang kouhai saya juga mengirim info melalui WA secara bersamaan πŸ™‚

thumbnail 2

Pesan dari adik kelas yang pernah saya ceritakan di sini πŸ™‚ Dan FYI, sekarang dia sudah berhasil pindah kerja di kota lain di Jepang yang menurut dia lebih enak dari kota sebelumnya πŸ™‚ 羨ましい Tunggu saya di Nagoya, T san πŸ™‚

thumbnail 3.jpg

Kalau ini dari A san, teman seangkatan T san yang kirim WA di atas πŸ™‚Β  Jam kirim pesannya cuma beda 3 menit lho dari WA si T san πŸ˜€

Arigatou, Arief san, T san, dan A san…Walaupun kondisi saya pribadi dan keluarga sekarang sangat belum memungkinkan saya untuk mewujudkan cita-cita saya yang satu ini *Tolong ga usah ditanya kenapa ya #GRmodeonbakaladayangnanya :-)*, tetapi pesan-pesan ini menjadi penyemangat saya yang bikin saya yakin banget kalau impian saya tersebut terus saya tanamkan dalam otak dan hati saya, suatu hari insyaa Allah mimpi saya bakal terwujud…Tolong aamiinnnya, pembaca πŸ™‚

Sebagai penutup, berikut adalah video clip We Can Make It dari Arashi, JPop band, yang merupakan soundtrack dorama “Bambino“, salah satu dorama favorit saya πŸ™‚ Dan untuk lirik lagu dan artinya (Dalam bahasa Inggris, bisa dilihat di sini πŸ™‚ Enjoy πŸ™‚

Ramadhan dan Syawal 1440 H

Sebelum dilanjutkan tulisannya, izinkan saya mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1440 H, taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin πŸ™πŸ™”

IMG-20190606-WA0029

Happy Eid Mubarak from my beautiful cousins, my handsome nephews, and me 😊😊😊

IMG-20190606-WA0013

The big family of Teuku Raden cabang Jakarta *formasi tidak lengkap* ❀❀❀

FB_IMG_1560075269860

Ngomong-ngomong soal Ramadhan dan Syawal tahun ini, karena sesuatu dan lain hal yang saya anggap sebagai “tanda cinta Allah” buat saya sekeluarga, benar benar ga kerasa banget deh buat saya pribadi 😦 Puasa saya di bulan Ramadhan tahun ini benar benar cuma buat nahan lapar dan haus aja, jadi pas masuk 1 Syawal alias Lebaran, saya benar benar ga merasakan “kemenangan” apa pun 😭😭😭 Semoga saya masih diperkenankan Allah untukΒ  bertemu Ramadhan tahun depan, insyaa Allah πŸ™πŸ™

Tapi, ternyata ada beberapa “blessing in disguise” di balik “kesukaran” yang sedang keluarga kami alami. Salah satunya si tetangga favorit yang pernah saya tembak waktu SMU dan saya ceritain di sini datang berkunjung ke rumah saat Lebaran hari pertama 🀩🀩🀩 Padahal 25 tahun temenan dan 25 tahunan lebih tetanggaan, dia belum pernah datang ke rumah (Kalau saya sih pernah sekali waktu Bapaknya dia meninggal #dibahas). What a very nice surprise, berasa diapelin ma pacar pas liat muka dia ❀❀❀ pas saya cerita ke WAG genk SMU saya yang dulu mendorong saya untuk nembak dia dan tahu kalau sampai sekarang saya masih suka dia, berbagai komentar pun muncul, antara lain: “Moga kunjungan berikutnya, dia datang untuk ngelamar ya, Nong :D” yang cuma bisa saya balas dgn: “Aamiinin aja dulu πŸ™”

Buat si tetangga favorit saya yang masih saya suka sampai sekarang, terima kasih sudah memberikan sedikit keceriaan di tengah-tengah Ramadhan dan Lebaran saya yang agak kelabu tahun ini. Dipersilakan dgn sangat lho kalau berikutnya mau sering sering datang ke rumah saya untuk menemui saya #eeeaaa #ngayaldotcom #cumaberaningomongditulisan 😁😁😁 #gaberaningomonglangsung πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

 

Up and down in my life…

Di tahun 2019 yang baru berjalan 5 bulan lebih 2 hari ini, ternyata sudah banyak momen-momen hidup, baik yang menyenangkan mau pun kurang menyenangkan, terjadi dalam kehidupan saya. Untuk yang menyenangkan, saya tentunya bersyukur banget sama Allah SWT. Sedangkan untuk yang kurang menyenangkanΒ  dan bisa dianggap sebagai ujian hidup buat saya, saya cuma bisa berdoa semoga Allah memberi kekuatan dan ketabahan buat saya menghadapinya πŸ™‚ Cuma bisa menikmati dan menjalaninya saja pastinya πŸ™‚

Hm, bagaimana dengan teman-teman? What’s going on lately in your life?

 

Life begins at 40

Saya yakin pembaca blog ini pasti sudah pernah dengar peribahasa yang saya jadikan judul posting kali ini sebelumnya, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “Hidup dimulai dari (Usia) 40 tahun”.

Entah kenapa sejak akhir tahun lalu, pepatah ini sering banget terngiang-ngiang di kepala saya. Penyebab utamanya mungkin karena tepat pada pertengahan bulan depan saya akan memasuki usia tersebut *iya, saya udah tua* *buka rahasia* *biarin aja 😁😁😁*, terus saya pun jadi mikir apa aja yang sudah saya lakukan selama 40 tahun hidup saya di dunia ini. Hm, kayaknya sih benar benar belum ada yang berarti sama sekali πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ baik dari segi duniawi, apalagi untuk kehidupan akhirat nanti hik..hik 😭😭😭😭

Terus kadang kadang, jadi mikir juga kira kira nanti ke depannya kehidupan saya bakal gmn ya? Apakah saya akan bertemu dgn jodoh saya yang saya harapkan adalah seorang lelaki Jepang muslim? #eeeaaa Apakah saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk tinggal dan bekerja di Jepang suatu hari nanti? #teteup Dan hal-hal lain yang sebenarnya “receh” banget, tapi kadang buat saya ga bisa tidur di malam hari..

Tapi, bagaimanapun, saya semangat banget lho menyambut ultah saya yang ke 40 bulan depan, lebih semangat dibandingkan menyambut ultah ultah saya yang sebelumnya 😁😁 Dan saya cuma bisa berdoa semoga menjelang usia saya yang baru ini, saya diberi kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, dan bisa menjadi orang yang bermanfaat buat keluarga saya dan orang orang lainnya πŸ™πŸ™πŸ™

Dan seperti judul lagu “Que sera sera” yang salah satu liriknya berbunyi “The future is not ours to see” dan seperti lagunya Ari Lasso, Misteri Ilahi, akhirnya yah memang kita cuma bisa ngejalanin hidup kita sebaik mungkin dan berusaha yang terbaik..After all, indeed life is a mistery, right?

No Title :D

Hello November πŸ™‚

Postingan ini sebenarnya terinspirasi dari blog Ms. T yang sayangnya diprivate, jadi ga bisa direblog πŸ˜€

Tapi agak gak nyambung juga sih sebenarnya πŸ˜€ Cuma pengen nulis, bahwa dalam waktu satu bulan kemarin, ternyata banyak pengalaman baru dan hal-hal tak terduga maupun yang sudah bisa saya duga terjadi dalam kehidupan saya πŸ™‚ Tapi satu hal yang pasti, bahwa semua kejadian yang terjadi sebulan lalu, makin menguatkan niat saya untuk terus meraih apa yang saya cita-citakan dalam hidup saya. Karena seperti kata Agnes Monica : Dream, believe, and make it happen πŸ™‚ Dan kalau kata saya mah *Sesuai yang saya tulis di status FB saya beberapa hari lalu* : ι ‘εΌ΅γ‚Œγ°δ½•γ¨γ‹γͺγ‚‹ (Ganbareba nantoka naru) alias “If you do your best, you will manage somehow”.

Fighting, Inong ^o^

Menjelang perpisahan :(

2 minggu terakhir ini, saya selalu berangkat ke kantor dengan perasaan campur aduk, antara senang, sedih, dan penasaran. Perasaan-perasaan itu timbul karena saya sudah mau berpisah dengan kantor tempat saya bekerja selama 13 tahun 5 bulan ini pada akhir bulan September ini. Sebenarnya berat juga sih mau berpisah dengan si kantor ini 😦 Tetapi, karena kantor yang sekarang ini mau pindah keluar Jakarta karena alasan tertentu, dan saya juga memutuskan untuk tidak ikut pindah ke sana dengan alasan masih mau pegang KTP Jakarta (Kalau pindahnya jadi bikin saya bisa punya KTP Tokyo sih, saya mau ikutan pindah deh :D) dan berbagai alasan pribadi lainnya, akhirnya perpisahan ini akhirnya memang harus terjadi 😦

Saya ingat banget waktu 5 tahun pertama saya kerja di sini, walaupun saya cinta banget sama kerjaan saya, tapi saya sempat ngerasa bosan banget di kantor ini dan kepikiran untuk pindah kerja. Tetapi, ternyata di saat itulah Allah dengan caranya yang benar-benar tak terduga oleh saya memberikan kejutan kepada saya untuk menghilangkan rasa bosan dengan mengirimkan saya ke negara impian saya sejak zaman kuliah dulu πŸ™‚ Dan setelah balik dari sana, dengan alasan mau “balas budi” dulu, eh malah kebablasan sampai 13 tahun deh πŸ˜€

Tentunya selama 13 tahun kerja di kantor ini, banyak banget pengalaman tak terlupakan yang terjadi. Tetapi, yang paling berkesan buat saya adalah selama kerja di kantor ini saya juga bisa mewujudkan cita-cita terpendam saya, yaitu menjadi seorang guru, walaupun cuma guru abal abal sih πŸ˜€ FYI, dulu pas zaman kuliah, saya sempat cita-cita pengen jadi dosen, tetapi karena nilai saya waktu zaman kuliah standar-standar aja dan kebanyakan yang jadi dosen adalah yang dapat beasiswa ke Jepang (Dan saya gak dapat beasiswa waktu zaman kuliah dulu :(), maka cita-cita jadi dosen pun kandas dengan sendirinya πŸ˜€ Tapi, alhamdulillah, ternyata di kantor ini, saya bisa merasakan jadi guru dan murid-muridnya sudah merambah dunia internasional πŸ™‚ Alhamdulillah πŸ™‚

Buat kantor lamaku, saya doakan semoga menjadi perusahaan yang makin sukses, makin besar, dan makin berjaya πŸ™‚ Terima kasih untuk 13 tahun kebersamaan ini dan semua kenangan indah yang telah diberikan <3<3<3

Buat diri saya sendiri, saya pun sudah tidak sabar untuk memulai “petulangan baru” di kantor yang baru πŸ˜€ Walaupun posisinya sama-sama Japanese Interpreter, tapi bidang kerjanya berbeda sekali dari kerjaan saya yang sekarang, sehingga pastinya membuat saya penasaran dan harus belajar hal hal baru lagi…ζ₯½γ—みに待ってます aka kalau bahasa Jawanya mah “I am looking forward for it” πŸ™‚