Tag Archive | live in Japan :-)

Halal Foods in Japan

Postingan ini terinspirasi karena saya udah sebulanan gak nulis di blog, plus karena kemarin baru aja terima oleh oleh snack dari tamu Jepang di kantor, dan plus lagi untuk mendukung cita-cita saya yang entah kapan bisa terwujud tetapi tetap saya bawa dalam doa 🙂

Sebenarnya untuk makanan halal di Jepang sih sudah cukup banyak tersedia 🙂 Dan bahkan sekarang di setiap bandara (Haneda, Narita, Kansai) sudah tersedia beberapa toko makanan halal dan pastinya ruang ibadah yang sangat memadai untuk kita melakukan kewajiban kita 🙂 Dan dua tahun belakangan ini, ada banyak sekali page-page tentang Islam dan makanan halal di Jepang yang bermunculan di Facebook, dan beberapanya saya ikuti 🙂

Sebenarnya, waktu kunjungan saya ke Jepang bulan November tahun lalu, saya dan teman-teman sempat mengunjungi restoran-restoran halal di kota-kota yang kami singgahi (Tokyo, Kyoto, Osaka). Tetapi seperti saya tulis di postingan itu juga, entah kenapa mood saya untuk menulis detail cerita perjalanan, termasuk tentang makanan-makanan halal yang kami cicipi selama di sana, lenyap begitu saja 😦

Dan daripada lupa lagi dan juga untuk referensi saya pribadi (Dan mungkin juga bisa berguna buat orang lain), berikut adalah beberapa makanan (Untuk kali ini mungkin lebih tepat disebut sebagai snack ya :-)) halal yang pernah saya cicipi 😀

  1. Shrimp rice crackers

cd984d6bd0ac453a3807fe078ce855c4

Snack ini saya dapat dari salah satu staf Jepang di kantor saya. Karena beliau tahu, setiap terima snack dari bos Jepang, saya dan teman-teman selalu cari tahu dulu tentang komposisi dan kehalalannya, pas beliau ngasih snack ini, beliau langsung nunjukin tanda halalnya 😀 Aaa, arigatou S san…jadi saya gak perlu susah susah lagi untuk cari tahu 😀

2. Fried Rice Cracker

20151114_110152

Waktu berkunjung ke Kaminarimon Sensoji di Asakusa tahun lalu, teman saya yang kebetulan sudah melakukan penelitian sebelumnya bilang bahwa di sana kita harus beli rice cracker halal yang dijual di salah satu toko di dekat Kaminarimon tersebut. Dan ternyata memang beberapa meter dari Kaminarimon tersebut, kami langsung menemukan si toko…Alhamdulillah 🙂 Dan entah kenapa saya jadi merasa terharu banget lho pas bisa nemuin tanda halal di tempat umum di negara minoritas 🙂

3. KitKat Uji Matcha

PicsArt_1458190492363

Kemarin, Sang Presdir nerima tamu dari Jepang. Dan ternyata, sang tamu membawa oleh-oleh KitKat yang dibagikan oleh sang Presdir. Dan seperti biasa, langsunglah saya mencari tahu tentang komposisi si KitKat ini…Dan nemulah link ini…Alhamdulillah banget pastinya..Nambah lagi koleksi snack dari Jepang yang bisa dimakan 🙂

Demikianlah sedikit info dari saya 🙂 Semoga info ini bisa berguna buat yang suka makanan Jepang tetapi pengen yang halal 😀 Dan buat saya pribadi, kok bikin postingan ini jadi pengen cepat-cepat ke Jepang lagi untuk beli makanan-makanan ini #eeeaaa 😀

REBLOG : My brother and the train

Baca ini jadi terharu…Apalagi memang kehidupan masyarakat Jepang tidak terpisahkan dengan kereta. Saya juga sempat share satu cerita di akun FB saya tentang satu kereta yang hanya melayani satu orang penumpang, seorang gadis SMA di Hokkaido (http://www.citylab.com/commute/2016/01/japan-keeps-this-defunct-train-station-running-for-just-one-passenger/423273/), dan mereka baru akan menutup jalur kereta tersebut setelah si gadis lulus SMA pada Maret tahun ini…

Christa Bercerita

This is a story about my brother and a particular train.

So my brother commutes to work everyday and he uses the commuter line train in Jakarta. Being a Japan – culture enthusiast he somehow found out a rather touching story about one particular Japanese train, 205-0 series train from JR Nambu Line.

View original post 515 more words

(MP) Last day : Nov 27, 2010 #JAPAN

Date : Mar 16′ 11

Hari ini, gue udah bangun dari jam 1/2 5 pagi..:) Setelah shalat Subuh dan mandi, gue melakukan final check apakah ada barang-barang yang tertinggal. Setelah semuanya OK, gue pun sarapan sedikit dengan sisa buah-buahan yang masih ada dan air putih..:)

Gue janjian sama teman-teman dan Mr. Mizui di Stasiun Koga jam 06.45. Kalau gue jalan biasa, cuma makan waktu 10 menit. Tetapi, karena kali ini harus dorong-dorong koper, makanya gue menyiapkan waktu 2 kali lipat untuk sampai ke stasiun. Dan ternyata, memang benar bo..:( Kopernya berat banget..:(( Dan setiap 5 menit, gue harus berhenti untuk beristirahat… Satu hal yang bikin gue semangat adalah pikiran bahwa gue hari itu akan pulang ke Indonesia… Kalau ga kepikiran seperti itu, mungkin gue udah akan nyerah aja deh..:((

Alhamdulillah, akhirnya nyampe juga di St. Koga dengan perjuangan yang lumayan berat 5 menit sebelum waktu janjian aka jam 06.40. Satu hal lagi yang bikin gue deg-degan adalah apakah teman-teman gue akan datang tepat waktu jam 06.45? Karena mereka selalu datang terlambat kalau janjian..:( Walaupun janjian sama orang Jepang yang terkenal tepat waktu..:(( Benar aja dugaan gue. Mereka baru datang jam 06.55, sedangkan kereta yang mau dinaiki adalah kereta jam 07.02..hik..hik…Gue dan Mr. Mizui sudah menunggu dengan deg-degan..:( Untungnya, gue sudah mengantisipasi dengan membelikan mereka tiket kereta terlebih dahulu..:) Jadi, saat mereka tiba bisa langsung naik ke peronnya. Untung, mereka datang tepat pada waktunya..:)) Kalau telat 1 menit aja, bisa ketinggalan kereta kami..:(

Akhirnya, dengan perjuangan yang lumayan berat dan beberapa kali kejadian koper gue terjatuh dan terbolak-balik (And I’m not “LEBAY” of it :(..), sampai juga kami berempat di Narita Airport. Alhamdulillah… Setelah check in, masih ada waktu sekitar 2 jam untuk boarding. Gue cuma keliling dan lihat-lihat sebentar karena kebanyakan cuma toko-toko doang dan gue udah malas belanja. Tapi, gue sempat juga sih dibeliin coklat 1 kotak sama Mr. Mizui sebelum naik pesawat..Arigatou, Mizui san 🙂

Dan, akhirnya kami pun tiba kembali di Indonesia tepat pkl. 17.50 sesuai jadwal 😀 Alhamdulillah 🙂 Doa gue kali ini adalah agar gue bisa kembali lagi ke Jepang…Amiin…Amiin..ya Rabbal Alaamin..Jaa, nihonha mata au, ne..:))

(MP) 8th Week : Nov 20 – 26, 2010 #JAPAN

Date : Mar 13′ 11

Untuk weekend terakhir ini, gue habiskan bersama teman-teman Indonesia yang tinggal di Jepang. Hari Sabtunya, akhirnya gue berhasil ketemuan sama Prieka aka Ima yang adalah teman SD dan SMP gue..:) Hari ini, kebetulan ada acara pertemuan mahasiswa Indonesia yang baru datang ke Jepang dengan para sempai aka seniornya di salah satu hall yang ada di Tokyo Daigaku. Sebenarnya, gue ga enak juga mo datang kumpul-kumpul ke acara tersebut, soalnya kan ga ada yang gue kenal selain Prieka. Tapi, karena Prieka bilang ga papa, jadi gue putuskan untuk datang..:) Dan mumpung tempatnya di daerah yang belum pernah gue datangi…. Alhamdulillah, ternyata senang banget di sana. Selain ketemu sama Prieka dan keluarga (Mas Harry, the smart husband, dan little Ashiila, the cute daughter), gue juga bisa ketemuan sama adik-adik yang bakal ngelanjutin sekolah mereka di Jepang. Dan alhamdulillah, dapat makan siang ala Indonesia gratis..:)) Bihun goreng, daging goreng, telur sambal, dan soto ayam…Oishikatta..:) Sebenarnya, masing-masing orang yang datang ke acara tersebut dikenakan iuran ¥1.000. Tetapi, alhamdulillah gue dibolehkan untuk ga usah bayar sama Prieka. Senangnya…:) Hontouni arigatou gozaimashita, Prieka san..:))

                         Prieka (Chocolate Hijab) among her friends in Japan

Habis ketemuan sama Prieka, gue janjian lagi sama Ari, teman kuliah gue di Sastra Jepang UI. Kali ini, janjiannya di Harajuku, sekalian gue mo belanja lagi karena masih ada beberapa barang yang kurang. Setelah belanja, gue keliling-keliling di sekitar Harajuku. Lalu, menikmati makan malam di restoran pasta yang pernah gue datangi sebelumnya bersama Ms. Hiromi. Lalu, lanjut lagi deh jalan-jalannya…

                                                              Ari san..:p

Lalu, di tengah jalan, kami melihat ada tukang takoyaki aka takoyaki san. Ari pun ngajakin gue untuk mencicipi si takoyaki tersebut karena gue bilang ke Ari kalau gue belum pernah makan takoyaki..:p Hm, menurut gue sih rasanya lumayan enak. Tapi ya gitu deh, walaupun enak tetapi masih belum begitu sesuai dengan lidah gue..:)) Setelah puas makan-makan dan jalan-jalan (Kayak slogan pak Bondan ya..:p), kami pun akhirnya memutuskan untuk pulang.

Hari Minggunya, gue janjian lagi sama teman kuliah yang lain, Tari san..:) Kali ini, janjiannya di St. Kichijoji. Setelah sampai di St. Kichijoji, Tari ngajakin gue jalan-jalan di Inokashira Park. Lalu, setelah berkeliling di Inokashira Park, kami melanjutkan perjalanan ke Inokashira Zoo. Di sana yang jadi pusat perhatiannya adalah binatang lucu bernama Capibara. Gue juga baru pertama kali lihat binatang ini. Dan menurut gue lucu banget…:D

  With Tari @Inokashira Park

                                                                                                                                                                                        @InokashiraZoo

Setelah itu, tujuan selanjutnya adalah tempat Tari mengajar, yaitu Tokyo Gaikokugo Daigaku. Di sini, sedang berlangsung acara tahunan kampus yang bernama GAIGO MATSURI aka Festival Bahasa Asing..:)

FYI, Tokyo Gaikokugo Daigaku adalah universitas yang hanya memiliki 1 fakultas yang terdiri dari beberapa jurusan bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia dimana teman gue, Tari, bekerja sebagai dosen. Di acara ini, masing-masing jurusan membuat stan yang menjual makanan-makanan dari negara yang bahasanya sedang mereka pelajari. Di stan Indonesia, makanan yang dijual antara lain adalah nasi goreng, dan untuk minumannya adalah bir B***A**..:) Setelah puas berkeliling di berbagai stan dan mencicipi berbagai makanan dari beberapa negara, gue diajak Tari untuk menonton pertunjukan drama bahasa Indonesia yang dimainkan oleh para mahasiswa Jepang jurusan bahasa Indonesia. Hm, menarik juga menyaksikan para mahasiswa Jepang tersebut memainkan drama berbahasa Indonesia dengan logat pengucapan bahasa Indonesia mereka yang kadang-kadang lucu dan terdengar kaku… Sayangnya, gue ga nonton dramanya sampai habis karena takut kemalaman. oh, ya di kampus ini gue juga ketemu dengan Lea Sensei yang adalah salah satu dosen gue waktu kuliah dulu. Senangnya, jauh-jauh di Jepang bisa ketemu Sensei..:)

Untuk semua teman-teman Indonesiaku, Prieka, Ari, Tari, dan Bu Lea, terima kasih ya udah nyempetin untuk ketemuan sama aku di minggu terakhirku di sini..:D Senangnya bisa bertemu kalian dan mencicipi masakan Indonesia…Doain biar gue bisa balik lagi ke sini ya..:)

Hari Seninnya, Ms. Hiromi dan Ms. Sato ngadain pesta perpisahan untuk kami bertiga. Dan ditambah satu orang lagi, Mr. Shimizu. Senang banget pastinya mereka bersedia ngadain soubetsukai aka farewell party untuk kami bertiga..:) Udah gitu, pulangnya kami bertiga masih dikasih oleh-oleh dari mereka masing-masing..:)) Hontouni arigatou gozaimashita, Hiromi san, Sato san, dan Shimizu san..:D..We will always remember your kindness..:)

 

Hari Selasa, 23 November 2010, adalah libur “Labour Thanksgiving Day” di Jepang. Hari ini, jadwalnya adalah jalan-2 bersama Mr. Hashimoto Hiro dan keluarganya..:) Kami ikut program tur dengan bus yang diberi nama “Tokyo My Tour” dan mengelilingi kota Tokyo. Tempat-tempat tujuannya antara lain : Tokyo Tower, Ginza Street, Patung Kusunoki Masashige (Salah satu tokoh samurai Jepang), Istana Kaisar, Asakusa Temple, Fuji Terebi Studio dan Patung Liberty yang ada di daerah Odaiba, dan juga Rainbow Bridge.

Setelah selesai tour, kami pun kembali ke Koga Station dan makan malam bersama di salah satu restoran Cina yang ada di dekat stasiun…Alhamdulillah, senangnya hari ini..:D

Hari Kamis, 25 November 2010, kami kembali diberikan pesta perpisahan. Kali ini yang mengadakan adalah Dept. Tip Making, tempat kami training selama ini. Hampir semua karyawan pria, termasuk my favourite man di Dept. Tip Making ini, Kobayashi san, ikut serta..:p Sedangkan untuk ceweknya, selain gue, ada Ms. Inaba yang selama ini memberikan bantuan pakaian hangat kepada kami..:)

Di pesta perpisahan ini, gue dan teman-teman juga diminta untuk memberikan pidato mengenai kesan-kesan kami selama training di Dept. Tip Making tersebut. Sedangkan dari orang Jepangnya yang memberikan pidato adalah Mr. Nakada (The trainer), Mr. Saikawa (Head of Tip Making Dept), dan Mr. Mizui (My boss). Di pesta perpisahan ini, gue juga akhirnya berhasil berfoto w/ my fav man, Kobayashi san..:) Hontouni tanoshikattadesu..:p Doa gue, semoga bisa bertemu lagi dengan “the sweet & nice Kobayashi san”…:) Amiinn..Ternyata, setelah acara farewell party tersebut, acara pesta perpisahannya masih dilanjutkan lagi. Kali ini, kami lanjut ke restoran dimana pada Selasa malam sebelumnya kami makan bersama Mr. Hashimoto dan keluarga..:) Pesta yang kedua ini berlangsung sampai hampir 1/2 12 malam..:) Dan gue udah takut aja kalau besoknya bakal telat datang ke kantor.. Alhamdulillah ga kejadian..:) Malah ternyata, besok paginya gue bisa bangun lebih pagi..:)

                                            Sugi, Yudis, me, n Mizui san

Hari terakhir di kantor, yang pertama dilakukan adalah meeting terakhir dengan Mr. Mizui, lalu mengembalikan barang-barang kepunyaan kantor dan photos session. Hari ini, perasaan gue tambah campur aduk ga jelas..:( Yang pertama, pastinya senang banget karena akan kembali ke tanah air tercinta dan bertemu dengan orang-orang yang gue kangenin dan kangen sama gue..:) Tapi, di satu sisi, gue juga merasa sedih karena gue masih pengen tinggal di sana..:D Dan gue ga tahu kapan bisa balik ke Jepang lagi..Teman-teman gue di sana bilang kalau gue pasti akan kembali ke sana. Karena katanya biasanya orang yang sudah pernah menginjakkan kakinya di Jepang, pasti akan kembali lagi ke Jepang..:) Amiinn…Amiinn…Amiinn..Kabulkanlah ya, Allah..:)

My last pose @ZEBRA Japan…:p

                                                        the canteen staffs..:)

Setelah selesai dengan urusan kantor, gue dan teman-teman bersama dengan Mr. Mizui menuju apato kami. Pertama-tama yang kami tuju adalah apato teman gue karena Mr. Mizui mau mengecek persiapan kepulangan kami. Setelah barang-barang teman-teman gue dicek dan dinyatakan OK, gue dan Mr. Mizui menuju ke apato gue untuk melihat barang-barang gue. Satu hal yang gue khawatirkan dari pertama kali gue tiba di Jepang adalah cara menurunkan koper gue yang berkapasitas 20 kg lebih tersebut dari apato gue yang terletak di lantai 2 serta memiliki tangga yang kecil dan berliku…:( Kenapa gue mengkhawatirkan hal tersebut?Karena dari sebelum berangkat ke Jepang, gue udah diwanti-wanti bahwa kemungkinan gue akan pulang sendiri tanpa ada yang mengantar ke bandara..  Jadi, gue memang harus siap mental apabila hal itu terjadi…LEBAYMODEON…:) Tapi, untungnya Mr. Mizui menjanjikan bahwa gue akan dijemput dengan mobil dan diantar sampai St. Koga..:) Alhamdulillah, bisa sedikit bernafas lega, walaupun masih terbayang kalau gue harus dorong-dorong koper seberat 20 kg lebih dari Koga St sampai Narita Airport. Dan ini ga lebay..:( Setelah mengecek barang-barang gue dan dinyatakan OK, Mr. Mizui pun pamit pulang.

Tapi, tiba-tiba kurang dari 2 jam kemudian, Mr. Mizui kembali lagi ke apato gue dan bawa berita yang sangat mengejutkan gue..:(( Ternyata, mobil Mr. Mizui tidak bisa dipakai dan itu berarti gue harus berjalan kaki dari apato gue sampai St. Koga dengan mendorong-dorong koper besar gue.. Tambahan lagi, gue harus nurunin koper gue tersebut dari lantai 2..hik..hik… Kejadian juga, ternyata..:(

But, ternyata alhamdulillah untungnya Mr. Mizui tahu kekhawatiran gue tersebut dan meminta gue untuk membereskan barang-barang gue yang belum dimasukkin ke koper, supaya beliau bisa bantu gue untuk nurunin kopernya…Makasih ya, Allah..:D Akhirnya, gue pun buru-buru masukin baju-baju gue yang masih digantung di kamar mandi dan dalam keadaan agak lembab ke dalam koper sambil ditunggui oleh Mr. Mizui…:) Alhamdulillah, bisa beres..:p Setelah beres, Mr. Mizui pun menurunkan koper gue dan pamit pulang. Hontouni arigatou gozaimashita, Mizui san..:) Gue pun bisa tidur dengan lelap malam ini, karena satu beban pikiran sudah hilang..:D Walaupun, masih ada beban pikiran yang lain yaitu apakah gue sanggup dorong-dorong koper dari apato sampai Narita Airport..:( Jaa, gambareba nantoka naru..:)

(MP) 7th week : Nov 13 – 19, 2010 #JAPAN

Date : Mar 2′ 11

Tanggal 13 November, gue jalan-jalan ke Nikko. Kalau Nikko ini adalah referensi dari teman gue, Tari, yang tinggal di Jepang. Ternyata, emang tempatnya keren abis….. Di sana ada beberapa kuil yang bersejarah, antara lain Sanbutsudo (Yang sedang direnovasi besar-besaran s/d thn. 2011), dan Toshogu, yang merupakan kuil bersejarah pada zaman Edo. Selain itu, gue juga beruntung sempat melihat upacara pernikahan tradisional Jepang yang kebetulan sedang berlangsung di Toshogu.

Tgl. 14 Novembernya, sebenarnya gue janjian ketemu sama teman SD & SMP gue yang sudah sekitar 12 tahun bermukim di Jepang. Rencana awalnya adalah gue belanja-belanji dulu di Harajuku, lalu lanjut ke St. Shibuya untuk bertemu dengan mereka. BTW, di St. Shibuya inilah tempat berdirinya patung anjing Hachiko yang terkenal itu. Tapi, sayangnya pas gue lagi belanja di Harajuku, tiba-tiba temen gue tersebut nelpon dan mengabarkan bahwa  anaknya kecapean habis jalan-jalan seharian sehari sebelumnya dan cuma mau main di rumah. Akhirnya, ga jadi ketemuan deh…

Akhirnya gue pun memutuskan untuk tetap jalan-jalan sendiri menuju St. Shibuya karena gue pengen lihat si terkenal Hachiko. Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga ketemuan dan foto-foto dengan si Hachiko tersebut. Setelah selesai melihat-lihat si Hachiko dan keramaian di sekitar St. Shibuya, gue pun beranjak pulang..:)

 Tgl. 17 November, kami ditemani oleh Mr. Hashimoto dan Mr. Yamaga berkunjung ke DAIWA dan MORITA, dua pabrik injection yang bekerja sama dengan kantor gue. Selain Mr. Hashimoto dan Mr. Yamaga, ada juga Ms. Omiyagi dan Ms. Shiraishi yang ikut bersama kami. Setelah berkunjung ke DAIWA dan MORITA, kami juga diajak ke kantor pusat ZEBRA yang berada di daerah Shinjuku. Di sana, kami bertemu dengan Mr. Konno dan Mr. Kumazawa yang pernah berdinas di kantor gue. Setelah itu, kami menuju Akihabara yang merupakan pusat elektronik di Jepang. Dan ternyata harga barang-barang di sana mahal..:( Gue memang ga berminat untuk belanja barang elektronik. Tapi teman-teman gue itu pengen beli handycam yang “Made in Japan” asli. Tapi, setelah dikonfirmasi sama pelayan-pelayan toko di Akihabara, mereka bilang kalau produk buatan Jepang asli itu mahal. Yang murah adalah buatan Cina, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Malahan, gue dan teman-teman gue diperlihatkan salah satu kamera C*N*N buatan Indonesia dan ada menu bahasa Indonesianya. Akhirnya, teman gue tersebut ga jadi beli deh..:)

                                             One of the store in Akihabara

(MP) 6th week : Nov 6 – 12, 2010 #JAPAN

Date :Feb 22′ 11

Hari Sabtu, 6 November 2010, gue pergi ke Shogo Kouen untuk melihat Yokanbe Matsuri yang diadakan di sana. Shogo Kouen ini adalah salah satu taman umum yang terletak di daerah Koga. Ide pergi melihat Yokanbe Matsuri ini berasal dari Mr. Sunaga, yang merupakan salah satu rekan kerja di kantor. Sebenarnya, Mr. Sunaga ngajakin untuk pergi bareng ke sana pada hari Minggu. Tetapi, karena gue sudah terlanjur janji sama Hiromi san, akhirnya gue pergi sendiri (lagi) ke sana..:) Di sini, gue juga seneng banget walaupun cuma jalan sendiri. Bisa foto bareng robot yang lagi promosiin teh, foto bareng 2 gadis Jepang berkimono, dan terakhir diajarin melukis. Ajakan belajar melukis ini sebenarnya ga disangka-sangka, karena pas gue abis keliling lihat-lihat lukisan, ternyata ada seorang ibu di situ ngajakin gue untuk belajar melukis. Tentunya ajakannya ga gue tolak dong..Mumpung gratis gitu lho..:D Karena gue ga bisa melukis, akhirnya gue disuruh menggambar objek yang paling sederhana, yaitu buah pisang. Kelihatannya sih gampang, tapi susah lho buat gue yang ga bisa gambar 😦 Sebenarnya, setelah dilukis, gambar kita akan dipajang di dinding. Tapi, mungkin karena gambar gue kurang bagus aka jelek, makanya gambar gue disuruh dibawa pulang..he..he..:))

Selesai melukis pisang tersebut, pulang deh gue ke apato..:D

Sedikit review mengenai transportasi gue waktu Shogo Koen ini, waktu berangkat gue pikir bisa naik bis untuk menuju ke sana. Tetapi, ternyata tidak ada bis yang menuju ke sana. Akhirnya, terpaksa deh naik taksi secara gue memang sudah membulatkan tekad untuk pergi ke sana. Sebenarnya, ada sih penyewaan sepeda gratis di Koga Station. Tetapi, karena gue ga bisa naik sepeda, kesempatan menghemat ongkos tersebut pun terpaksa gue lepas…

Naik taksi juga lumayan mahal lho…:( Bukan lumayan deh, mahal booooo..:(( Dari Koga Station ke Shogo Koen tersebut sekali jalan ongkosnya ¥980, kalau PP berarti ¥ 1.960. Hampir ¥2.000 aka Rp. 200.000…Mahal banget, kan? Akhirnya, pas pulang, demi penghematan gue coba naik bis walaupun udah dibilang pas pergi kalau ga ada bis yang lewat situ..:) Dari saat keluar Shogo Kouen tersebut, gue udah mulai bertanya-tanya sama orang-orang mengenai bis yang menuju Koga Station. Dan selalu dijawab ga ada..:(..Akhirnya, ga sadar jalan terus, tahu-tahu gue udah sampai di Koga Station..:) Ternyata, jalan dari Shogo Kouen ke Koga Station tersebut tinggal lurus saja and makan waktu sekitar 30 menit (Bisa 20 menit kalau gue ga pakai nanya-nanya). Kalau di sini, jalan 30 menit tuh ga berasa deh..:) Soalnya jalanannya benar-benar teratur dan tidak semrawut. Selain itu, ga ada polusi, jadi bisa enjoy jalannya…:D Itu, buat gue yang senang jalan lho…:))

Hari Minggunya, seperti gue ceritain sebelumnya, gue jalan-jalan ke Harajuku bersama Hiromi san…And it was so fun..:) Sampai di  Harajuku, yang jelas gue shopping karena sesuai rekomendasi dari teman-teman dan inet, di sana ada toko  yang menjual oleh-oleh dengan harga lebih murah dibandingkan toko-toko yang lain. Tapi, sebelum belanja, gue coba-coba masuk ke counter-counter yang ada di sepanjang pinggir jalan Harajuku. Salah satu counter yang kami masuki adalah counter GAP. Dan di counter GAP ini, gue dibeliin oleh-oleh sama Hiromi san..:D Hontouni arigatou gozaimashita, Hiromi san..:) Selanjutnya, sebelum gue belanja oleh-oleh, gue dan Hiromi san makan siang dulu di sebuah restoran pasta dekat Harajuku St. It was so yummy…:D Untung Hiromi san ngajakin makan pasta di restoran tersebut, karena dia tahu gue ga boleh makan b-2..:) Pilihan kami jatuh pada spagheti seafood. Senangnya bisa jajan yang (insya Allah) halal di sini..:D Selesai makan, program belanja oleh-oleh pun mulai dijalankan, lalu dilanjutkan dengan pulang. I was so happy that day  Thanks again Hiromi san for accompanied me..:) and also for the present..:))

Dan di hari Rabu minggu ini, gue dapat berita yang bikin gue senang sekaligus sedih. Yaitu, berita tentang tanggal kepulangan kami yang sudah diputuskan, yaitu 27 November. 3 minggu lebih cepat dari yang direncanakan semula tgl. 15 Desember..:( Senangnya, tentu saja karena gue bisa pulang ke tanah air bertemu dengan orang-orang yang gue rindukan dan merindukan gue 😀 Sedihnya adalah waktu terasa benar-benar cepat berlalu, dan gue tentu saja belum puas dengan pengalaman gue selama di Jepang ini.. Apalagi, gue belum melihat salju yang menjadi salah satu impian dan cita-cita gue selama di Jepang. Tapi, tentunya gue tetap bersyukur bahwa gue sudah bisa menginjakkan kaki di Jepang ini. Karena kepergian ke Jepang ini buat gue adalah benar-benar suatu rezeki yang tidak terduga dari Allah..:) Makasih ya Allah atas kesempatan yang kau berikan ini.. Dan beri hamba kesempatan lagi untuk bisa mengunjungi negeri matahari terbit ini..Amin…

(MP) 5th week : Oct 30 – Nov 5, 2010 #JAPAN

Date : Feb 12′ 11

Jalan-jalan minggu ini adalah ke Shinjuku Park aka Shinjuku Gyoen. Pas hari Sabtunya, turun hujan seharian, jadi ga jalan ke mana-mana. Dan pada hari Minggunya, gue memutuskan untuk pergi ke Shinjuku Gyoen setelah sempat browsing dulu di internet.

Ternyata, Shinjuku Gyoen itu luas banget…Gue masuk dari pintu Shinjuku Gate yang merupakan pintu masuk yang paling dekat dari Stasiun Shinjuku, dari arah mana gue datang. Di Shinjuku Gyoen ini, gue berkenalan dengan Mrs. Tokiya dan cucunya yang sangat lucu, Yugo Kun..:D Awalnya cuma karena pengen minta tolong untuk difotoin. Tetapi, ternyata Mrs. Tokiya mengajak gue untuk bergabung bersama beliau dan bermain bersama cucunya yang lucu tersebut. Tawaran yang ga bisa gue tolak..:p Ternyata, Mrs. Tokiya ini pernah tinggal di Indonesia sekitar 30 tahun yang lalu dalam rangka menemani suaminya bertugas. Tambah nyambung deh obrolannya..:) Setelah ngobrol-ngobrol sebentar dan bermain bersama cucunya yang lucu tersebut, gue melanjutkan perjalanan keliling Shinjuku Gyoen. Di bagian yang lain, gue kembali berkenalan dengan 2 orang perempuan Korea yang menikah dengan lelaki Jepang. Ini juga karena gue minta tolong untuk difotoin sama mereka. Thanks to all of them, n nice to meet you all…

                                                  One of my pose in Shinjuku Park

Setelah puas berkeliling Shinjuku Gyoen, gue kembali menuju ke Stasiun Shinjuku. Kali ini tujuan berikutnya adalah Takashimaya dan Kinokuniya. Gue cuma masuk sebentar untuk sekedar window shopping di mal dan toko buku terkenal tersebut. ..:D

Dan akhirnya setelah puas foto-foto, akhirnya gue kembali ke Shinjuku St dan menuju Koga untuk pulang ke apato..:))

Hari Selasa, 3 November 2010, adalah hari libur “Bunka no Hi” aka Hari Kebudayaan. Hari ini, tujuan jalan-jalan gue adalah ke Asakusa St. untuk melihat Tokyo Jidai Matsuri aka Festival zaman-zaman di Tokyo.

Kalau di Jakarta, gue jarang banget nonton yang namanya Matsuri aka festival seperti ini. Tapi, mumpung lagi di Jepang, gue pengen banget lihat “The real matsuri”. Hm, keren banget..:) Beda rasanya nonton matsuri di Indonesia dengan di Jepang. Nonton festival ini, juga mengingatkan gue tentang skripsi gue waktu zaman kuliah dulu. Secara, matsuri ini bercerita tentang salah satu perubahan zaman di Jepang yaitu dari zaman Edo ke Meiji yang merupakan tema skripsi gue dulu..:)) Ga nyesel deh gue nonton matsuri ini. I had a lot of fun there….

Rabu, Kamis, dan Jum’at kerja seperti biasa. Pas gue ngeliatin foto-foto waktu pergi ke Shinjuku Gyoen dan melihat Tokyo Jidai Matsuri, ternyata Hiromi san dan Sato san berkomentar “Wow keren ya, bisa jalan-jalan sendiri”..:p Gue sih cuma senyam-senyum aja denger komentar mereka. Dan setelah melihat foto-foto tersebut, Hiromi san nanyain gue berikutnya mo kmn? Gue bilang pengen ke Harajuku. Dan tanpa diduga, Hiromi san bilang “Yuk, kita sama-sama ke Harajuku. Aku juga belum pernah ke situ”. Tentu gue menyambut tawaran tersebut dengan gembira. Karena selama ini, gue selalu jalan-jalan sendiri. It was fun. But of course, bakal lebih seru kalau ada temannya kan untuk berbagi cerita..  Akhirnya, kami pun janjian untuk untuk pergi ke Harajuku pada hari Minggunya. Tanoshimini matte imasu..:)