Tag Archive | my days

Hallo Bandung :)

Minggu lalu sehari sebelum liburan hari kemerdekaan Indonesia, saya numpang ngikut sama tante yang khusus datang dari Aceh untuk mengantarkan putranya aka adik sepupu saya yang akan berkuliah di kota Bandung ini. Alhamdulillah, setelah berhasil berkunjung ke kota hujan 2 bulan yang lalu, sekarang saya bisa berkunjung ke kota sebelahnya, kota kembang ๐Ÿ˜€

The bed

The pool

Mirror selfie

Tujuan pertama…

Hai cuanki ๐Ÿ˜€

Hallo Braga ๐Ÿ™‚

Hallo Bandros ๐Ÿ™‚

Sampai ketemu lagi, Bandung ๐Ÿ™‚

Posting penutup 2021 :)

Gak kerasa tahun 2021 sudah mau usai dan tinggal 3 hari lagi kita sudah di tahun 2022. Waktu postingan terakhir di tahun 2020, saya menuliskan bahwa saya cuma berdoa supaya diberi kekuatan oleh Allah untuk menghadapi apapun yang akan terjadi di tahun 2021 ini. Dan alhamdulillah, saya bisa melewati tahun 2021 ini dengan selamat ๐Ÿ™‚ Thank you, Allah. Jadi teringat, tadi malam ikut acara meeting zoom dengan teman-teman orang Jepang dan temanya adalah hal yang paling disyukuri di tahun 2021 ini. Dan salah satu teman Jepang saya bilang bahwa hal yang paling disyukuri adalah bahwa dia bisa melewati tahun 2021 ini dengan selamat. Karena di akhir tahun 2020, beliau kehilangan ibunya untuk selamanya dan sempat terpikir apakah dia bisa kuat menghadapi kehidupan tanpa ibunya ๐Ÿ˜ฆ Dan buat saya sendiri hal yang paling disyukuri di tahun ini adalah bisa berubah profesi jadi guru bahasa Jepang daring sambil menemani Ayah Bunda di rumah <3<3<3

Dan di penghujung tahun 2021 ini, saya mendapatkan kejutan manis dari teman dunia maya saya, Deny ๐Ÿ™‚ Beliau mengirim pesan di salah satu medsos saya yang bilang mau kirim kartupos untuk saya. Saya terkejut sekaligus senang saat membaca pesan ini. Terkejut karena kok bisa-bisanya Deny kepikiran untuk kirim kartu pos ke saya ya ๐Ÿ™‚ dan senang karena saya bisa nambah koleksi kartu pos mancanegara saya ๐Ÿ™‚ Sebagai informasi, saya hobi mengoleksi kartupos dan magnet dari mancanegara ๐Ÿ™‚ dank je wel, Deny ๐Ÿ™‚

The postcard and New Year card ๐Ÿ™‚
Thank you, Deny ๐Ÿ™‚
My updated collection ๐Ÿ™‚

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2022, dan semoga di tahun 2022 nanti kita semua selalu diberkahi dengan kesehatan dan kebahagiaan ๐Ÿ™‚ Dan juga semoga si mbak C bisa segera menghilang ๐Ÿ™‚

Ancol, saya datang :)

Setelah hampir kurang lebih 2 tahun ga pergi jalan-jalan sejak pandemi melanda, akhirnya kemarin bisa juga jalan-jalan tipis ke Ancol sebagai “pembuka” untuk rencana jalan-jalan selanjutnya (Yang belum tahu ke mana dan kapan :D).

Berawal dari ajakan adik saya yang kasihan lihat Ayah, Bunda, dan kakaknya ini udah hampir 2 tahun gak ke mana-mana karena kondisi Bunda yang sakit dan pandemi, akhirnya minggu lalu si Adik merencanakan untuk ngajak kami ini jalan-jalan ke Ancol dan alhamdulillah kesampaian kemarin ๐Ÿ™‚ Thanks, little bro ๐Ÿ™‚

Buat saya, pantai Ancol adalah salah satu tempat yang rutin kami kunjungi sekeluarga waktu saya masih kecil dulu. Karena adik saya waktu kecilnya adalah penderita asma, dokter menyarankan agar adik saya rutin untuk diajak berenang atau ke pantai. Nah, karena itulah pantai Ancol ini adalah salah satu tempat rutin yang kami kunjungi dulu untuk berenang sambil piknik di pinggir pantai untuk mengobati penyakit asma adik saya. Dan alhamdulillah, mungkin karena memang salah satunya berkat rutin berenang dan piknik di pantai Ancol ini, sejak remaja hingga sekarang adik saya gak pernah kambuh lagi asmanya. Tetapi, saya ternyata baru tahu kemarin kalau kita sudah ga bisa berenang lagi di pantai Ancol ๐Ÿ˜ฆ

Hik, hik, baru tahu ๐Ÿ˜ฆ
Hallo dari Ancol ๐Ÿ™‚
<3<3<3
Foto iseng karena suka sama warna-warni kudanya ๐Ÿ˜€

Berikutnya, mau jalan-jalan ke mana lagi ya?

WFH dan Inong belajar memasak ๐Ÿ˜Š

Kalau di posting terdahulu, saya menceritakan kegiatan daring yang saya lakukan selama WFH, kali ini saya mau menceritakan tentang kegiatan Inong belajar memasak yang saya lakukan selama masa WFH ini. Sejujurnya, yang namanya Inong ini gak pernah lho masak memasak. Terus, waktu tinggal di Jepang untuk training selama 3 bulan, saya pun ga pernah masak. Selama 3 bulan tersebut, alhamdulillah bisa bertahan dengan pola makan: pagi sarapan roti tawar dengan teh dan kopi susu, siang beli makanan di kantin kantor, dan malamnya makan nasi dengan lauk rendang yang dibawa dari Indonesia. Kadang kadang aja masak, itu pun cuma nasi goreng dengan telur mata sapi atau telur dadar ๐Ÿ˜€ Dan dipikir pikir, kok saya bisa ya bertahan 3 bulan makan dengan menu yang itu itu saja..Mungkin selain karena faktor tidak bisa masak, juga karena faktor itu pengalaman saya pertama ke Jepang yang bikin saya sangat gembira, sehingga rasa bosan makan yang itu itu aja kalah sama rasa gembira bisa datang ke Jepang mewujudkan mimpi saya ๐Ÿ˜€

Lanjut tentang Inong belajar masak, jadi saya perhatiin di media sosial saya selama kurang lebih dua bulan ini, kok banyak banget teman teman dunia maya saya yang mulai jualan makanan, termasuk ponakan saya yang saya ceritakan di sini *yang sekarang sudah pada jadi anak kuliahan*. Tapi, kalau nurutin keinginan mah, semua pastinya mau dibeli, dan bisa bisa pengeluaran saya malah jadi lebih banyak bila dibandingkan dengan kalau kerja di kantor. Saya pun jadi tertantang dong untuk mulai masak memasak, apalagi ada si Mbak yang memang hobi masak dan sedih kalau misalnya saya bilang ga usah masak ๐Ÿ˜€

Dan dengan bekal resep resep dari internet, maka dimulailah program Inong belajar masak. Resep pertama yang saya buat di masa WFH ini adalah risol isi sayuran. Sebelumnya pernah juga sih bikin risol ini, tapi kulitnya selalu gagal walaupun rasanya enak. Dan risol yang saya buat kali ini pun sama, gagal di kulit tapi rasanya tetap enak ๐Ÿ™‚

thumbnail (4)

Isi risol

thumbnail (3)

Bakal kulit risol..Karena masih gagal, saya ga moto hasil akhir kulit risolnya ๐Ÿ˜€

thumbnail (5)

Roti goreng…Latar belakang bikin roti goreng ini adalah karena ada teman IG saya yang rajin mempromosikan jualan roti gorengnya. Saya pun tertantang untuk bikin sendiri dong, dan alhamdulillah rasanya sesuai ekspektasi saya ๐Ÿ™‚

20200717_122843 (2)

Kali ke dua bikin roti goreng, si Mbak pengen bikin donat juga dengan resep yang sama. Sehingga jadilah roti goreng dan donat ala Inong belajar masak dengan resep yang sama.

thumbnail

Bolognese sauce ala Inong belajar masak. Kalau ini dulu resepnya pernah diajarin kakak ipar, terus sedikit modifikasi dari saya.

thumbnail (1)

Kalau ini tiba tiba saya pengen makan ayam bakar, jadilah paginya belanja bahan, siangnya langsung dieksekusi ๐Ÿ˜€

thumbnail (2)

Sambal kecap buat si ayam bakar

20200801_121225

Kemarin tiba tiba pengen makan udang tauco, cari resep di inet yang paling gampang dan lihat stok bahan di dapur ada semua, jadilah langsung dieksekusi ๐Ÿ™‚

Demikianlah cerita Inong belajar masak selama WFH ini. Alhamdulillah, semua masakan yang saya ceritakan di atas masih termasuk kategori “edible” ๐Ÿ™‚ Mungkin buat orang lain, masakannya terlihat sederhana dan biasa aja ya….Tapi buat Inong yang ga pernah masak dan jarang turun ke dapur, ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa banget lho ๐Ÿ˜€ Dan saya jadi kepingin makin sering turun ke dapur, walau untuk level masakan kampung halaman saya aka Aceh yang membutuhkan banyak bumbu dan rempah rempah serta membutuhkan waktu yang lama, saya nyerah deh belum sanggup ๐Ÿ˜€

Buat pembaca, ada ide masakan lain yang bisa saya coba dalam rangka proses Inong belajar masak inikah?

Kegiatan daring saya selama WFH dan PSBB

Sudah hampir 4 bulan (Tepatnya sih tgl. 30 Juli mendatang), saya melakukan aktivitas WFH aka kerja dari rumah ๐Ÿ™‚ Seperti cerita saya di posting sebelumnya, alhamdulillah saya masih belum merasa bosan dan bersyukur banget selama WFH ini. Dan sekarang, saya malah jadi deg-degan menunggu pengumuman kapan kantor saya mulai masuk lagi …

Untuk posting kali ini, saya ingin berbagi cerita apa saja kegiatan online alias daring alias dalam jaringan yang saya lakukan selama masa WFH dan PSBB ini ๐Ÿ™‚

Yang pertama, beli laptop secara online. Sebagai informasi, sebelum masa pandemik dan PSBB ini, saya belum pernah melakukan pembelian alat elektronik (HP, laptop, dll.) secara online. Alasannya sih lebih karena gaptek aja ๐Ÿ˜€ Dan kalau beli barang elektronik, saya lebih milih untuk lihat langsung barangnya di toko dan kemudian konsultasi sama penjualnya. Baru deh kemudian pilih barang yang saya mau ๐Ÿ™‚ Nah, mengenai laptop ini, sebenarnya laptop lama saya sudah rusak dari beberapa tahun lalu. Tetapi, karena tidak ada kebutuhan mendesak untuk pembelian laptop baru dan fungsi laptop buat saya pada saat itu bisa dialihkan ke HP, maka akhirnya yah ga jadi terus deh beli laptopnya ๐Ÿ˜€ Nah, pas beberapa teman kerja sudah mulai melakukan WFH di pertengahan bulan Maret lalu (saat itu saya masih full WFO), saya sudah mulai khawatir nih, “Waduh kalau sudah disuruh WFH 100% gmn nih? Kan gue ga punya laptop”. Sempat kepikiran pengen beli laptop karena memang sudah ada tanda-tanda kantor bakal melaksanakan WFH secara penuh, tapi sayanya yang ragu ragu terus karena waktu itu sudah masuk masa pandemik dan saya ga berani untuk belanja elektronik ke tempat ramai plus lagi ga ada budget ๐Ÿ˜ฆ Alhamdulillah, sebelum kantor saya melakukan WFH secara penuh, dilakukan pendataan siapa saja yang tidak punya laptop pribadi di rumah dan siapa yang punya laptop pribadi lebih yang bisa dipinjamkan karena jumlah laptop kantor yang bisa dipinjamkan ke karyawan untuk WFH jumlahnya terbatas. Alhamdulillah, untungnya teman satu departemen saya ada yang bisa meminjamkan laptopnya kepada saya dan setelah hampir 3 bulan akhirnya si laptop pun kembali ke pangkuan tuannya…Icho san, hontouni arigatou ๐Ÿ™‚

Sesudah Lebaran, karena jadwal WFH kantor yang diperpanjang dan feeling sayaย  (saat itu) kalau PSBB juga bakal diperpanjang, saya pun berpikiran untuk membeli laptop seperti cerita saya di postingan sebelumnya itu ๐Ÿ˜€ Alhamdulillah, akhirnya punya laptop sendiri lagi setelah sekian lama ๐Ÿ™‚ Dan terima kasih sekali lagi buat teman saya Icho yang sudah membantu setting komputer saya dengan cara diskusi melalui WA..Bahkan bisa setting komputer saya dengan bahasa Jepang…Senangnya hatiku ๐Ÿ™‚ Semoga saya dengan si laptop ini dapat berjodoh lama ๐Ÿ™‚

Yang kedua, akhirnya pakai zoom ๐Ÿ™‚ Pas awal awal diterapkannya WFH dan SFH (sedangkan saya masih full WFO aka Work From Office), kakak ipar dan adik sepupu yang berprofesi sebagai dosen sering cerita tentang kuliah online dengan menggunakan aplikasi zoom. Saat itu saya sih agak sedikit penasaran gimana ya cara pakai zoom ini, tetapi belum ada kesempatan untuk mencoba. Terus, akhirnya datang juga kesempatan untuk menggunakan aplikasi zoom ini saat teman teman kuliah ngajakin ketemuan virtual di pertengahan April lalu. Tetapi karena saya saat itu belum punya laptop, jadi yah download di HP aja deh ๐Ÿ˜€

First zoom April 21, 2020

My first zoom meeting with my college friends ๐Ÿ™‚

Selanjutnya, di masa WFH dan PSBB ini juga saya merasakan nonton konser online. Kalau yang baca blog saya dari dulu, pasti tahu kalau saya adalah penggemar berat grup KAHITNA. Dulu, ada masanya di mana saya pasti akan siap selalu untuk nonton KAHITNA kapan pun dan di manapun. Bahkan di malam hari kerja sekalipun, sampai tengah malam padahal besoknya masih kerja. Tetapi, mungkin karena faktor “sudah terlalu sering” dan keadaan saya sekarang yangย  tidak terlalu mendukung, jadi frekuensi nonton langsung konser idola jadi berkurang drastis ๐Ÿ˜€ Nah, di masa pandemik ini, ternyata banyak artis yang mengadakan konser online (dan gratis), termasuk si idola saya ini. Sampai sekarang, sudah sekitar 3 kali deh mas mas KAHITNA ngadain konser online. Alhamdulillah lumayan ngobatin kangen saya dengerin lagu lagu mereka tanpa perlu ninggalin rumah ๐Ÿ™‚

Konser Zoom KH 200620

Konser virtual pertama idola saya <3<3<3

 

Saya pun pernah ngerasain ujian bahasa Jepang online lho di masa PSBB ini, tepatnya hari Minggu minggu yang lalu. Jadi, sebagai informasi, biasanya ada ujian bahasa Jepang yang dilakukan secara serempak di seluruh dunia tiap tahun (seperti TOEFLnya bahasa Inggris). Namanya Japanese Language Proficiency Test (JLPT) dan pelaksanaannya adalah dua kali, yaitu pada minggu pertama Juli dan minggu pertama Desember tiap tahunnya. Nah, untuk ujian yang dijadwalkan pada bulan Juli, terpaksa harus dibatalkan karena si corona. Tetapi, ada satu saluran Youtube pelajaran bahasa Jepang yang saya subscribe mengadakan trial test seperti si JLPT tersebut. Saya pun ikut serta dong di ujian tersebut, karena memang saya niat untuk mengikuti ujian JLPT yang sebenarnya di bulan Desember mendatang, insyaa Allah. Dan ini adalah ujian tersantai yang pernah saya alami ๐Ÿ˜€ Kalau di ujian sebenarnya, beberapa hari sebelumnya dan pas ujian saya udah deg degan, kalau pas ujian online ini, saya sih santai banget…Ujian sambil ngemil, sambil nonton, sambil nemenin Bunda, dll ๐Ÿ˜€

20200705_141153 (1)

“Sertifikat Ujian Online Bahasa Jepang” saya. Karena saya yang terlalu santai pas ngerjainnya, plus ada kesalahan teknis dari pelaksana, plus ada kesalahan ngerti soal waktu ujiannya, akhirnya saya ga lulus dong ๐Ÿ˜€ Tapi nilainya alhamdulillah lumayan lebih baik dari ujian yang saya ikuti sebelumnya. 12ๆœˆใฎ่ƒฝๅŠ›ใ€้ ‘ๅผตใ‚Šใพใ™!!!

Dan terakhir, kemarin saya bisa jalan jalan virtual ke New York dong ๐Ÿ˜€ Thanks to JGG akhirnya saya bisa “jalan jalan” ke New York. Sekarang sih baru bisa virtual, semoga suatu hari bisa beneran ke sana ๐Ÿ™‚ Aamiin…

Terus saya jadi terngiang ngiang lagu “Welcome to New York” nya Taylor Swift yang jadi soundtrack virtual tour ini dan baru pertama kali saya dengar kemarin. Dan di akhir tur, pas hostnya ngadain kuis, ternyata saya menang kuisnya dong dan dapat hadiah souvenir magnet…Yey, koleksi saya bakal bertambah ๐Ÿ˜€

Kemudian saya juga jadi mikir…”Waw alhamdulillah banget ya, walaupun terbatas dalam melakukan kegiatan selama PSBB ini, tetapi berkat teknologi alhamdulillah semua jadi bisa dilakukan :-)” Dan saya yang gaptek ini, jadi lumayan sedikit melek teknologi jadinya ๐Ÿ™‚ There always a bright side, even when it is dark ๐Ÿ™‚

Minggu lalu :-)

Wah, sudah hari terakhir di bulan Agustus ini ๐Ÿ™‚ Dan ternyata saya belum posting apa-apa di blog bulan ini #targetsatubulansatuposting #minimal ๐Ÿ˜ฆ Jadi mumpung masih terhitung bulan Agustus dan akhir pekan minggu lalu ada beberapa hal yang menyenangkan buat saya pribadi, marilah hal-hal tersebut dijadikan bahan postingan aja ๐Ÿ˜€

Keceriaan minggu lalu diawali di hari Jum’at malam setelah pulang kerja, yaitu ngajakin murid-murid saya yang lagi di Jepang dan sedang mudik ke Indonesia untuk makan-makan bareng dengan murid-murid yang sedang saya ajar di sini. Sayangnya, dari 6 orang murid yang sedang saya ajar di sini, yang bisa hadir cuma dua orang karena yang lain sedang dapat giliran kerja shift dan ada juga yang pulang kampung. Sedangkan si dua orang murid yang lagi training di Jepang cuma bisa Jum’at malam kemarin dan Sabtu keesokan paginya sudah kembali ke Jepang ๐Ÿ˜ฆ Jadi ya acara makan-makannya tetap harus dilaksanakan walau ga komplit ๐Ÿ˜ฆ

Sebenarnya, selain pengen ketemu para murid yang lagi mudik, ada satu lagi hal yang bikin saya tambah senang ketemuan sama para murid tersebut. Yaitu karena si murid saya itu bawa titipan oleh-oleh dari cowok Jepang favorit saya ๐Ÿ˜€ #teteup:D Sebenarnya, sebelum mereka mudik, murid saya sudah mengabarkan bahwa si cowok Jepang favorit aka K san nitipin oleh-oleh buat saya ๐Ÿ™‚ Pas dikabarin kayak begitu, saya pun langsung ngebeliin oleh-oleh balik buat dia, walaupun saya belum tahu apa oleh-oleh dari si K san dan belum terima si oleh-oleh ๐Ÿ˜€ Karena sebelumnya saya sudah ngiriman kopi Aceh buat dia, akhirnya sekarang saya memutuskan untuk mengirimkan K san teh hitam Jawa ๐Ÿ™‚

Dan ternyata, si K san pun memberikan saya sebungkus teh Jepang dan ditambah satu buah cangkir teh aka tea pot ala Jepang ๐Ÿ™‚ Ah, kita memang sehati ya, K san <3<3 #ngarep:D Dan juga ada surat dengan tulisan tangan K san…Senangnya <3<3

Kobayashi san tegami

Surat dari K san <3<3

Oleh-oleh buat saya…Arigatou ๐Ÿ™‚

Mata au hi made…See you on top, Areief san, Ari san ๐Ÿ™‚

Dan hari Minggunya, saya dan soulmate jalan-jalan saya aka Teh Wie berkeliling Jakarta dari CGK ke GBK alias dari airport Soekarno Hatta Cengkareng ke Gelora Bung Karno. Tujuan ke CGK adalah pengen nyobain kereta sky link dan sky trainnya Bandara, sedangkan kalau ke GBK ya pastinya pengen merasakan kemeriahan pesta Asian Games 2018, walaupun ga menonton pertandingannya ๐Ÿ˜€

Di dalam Stasiun BNI City Sudirman

Beli tiket skylink dulu ๐Ÿ™‚

Kereta skylinknya datang ๐Ÿ™‚

Di dalam kereta skylink…

OTW Bandara ๐Ÿ™‚

Nyambung sky train, kereta antar terminal bandara…

Tiba di terminal 3..Mau lanjut ke Jepang, tapi lupa bawa koper dan paspor ๐Ÿ˜€ #ngayaldotcom

Jadwal sky train

Karena ga jadi ke Jepang, jadinya jajan aja deh ๐Ÿ˜€

Cemilannya tetap cemilan dari Jepang

Makan siang kami ๐Ÿ™‚

Tujuan berikutnya ๐Ÿ™‚

Mari masuk ๐Ÿ™‚

Nobar bulutangkis…

Gak jadi masuk Super Store karena antriannya sudah panjang ๐Ÿ˜ฆ

Foto di depan api Asian Games yang ga kelihatan karena masih terang ๐Ÿ˜€

Satu hari di Rangkas Bitung #Ceritafoto

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda 2017 yang lalu, saya dan Teh Wie yang jalan jalan ke perpus nasional di cerita ini, kembali jalan-jalan lagi ๐Ÿ˜€ Tadinya sih niat awalnya mau ngajarin Teteh beberapa kosa kata dalam bahasa Jepang yang bisa berguna untuk dia gunakan di perjalanan ke Jepangnya akhir bulan November, tetapi malah berujung kami akhirnya balik lagi ke Rangkas Bitung untuk berjalan-jalan di kota tersebut ๐Ÿ™‚ Dan si Teteh yang lagi belajar jadi fotografer sudah siap dengan kameranya dan menjadikan saya dan kota Rangkas Bitung menjadi objek fotonya ๐Ÿ˜€ *Dimana saya dikomplain oleh si Teteh karena pakai jilbab hitam hari itu yang kata Teteh gak bagus untuk efek foto. Tapi buat saya mah OK-OK aja tuh :D*

Dan berikut foto-foto yang berhasil diabadikan oleh si Teteh dengan kameranya ๐Ÿ™‚

Jadi model saat transit di Stasiun Maja ๐Ÿ˜€

Kuliner pertama di Rangkas, Cuanki ๐Ÿ™‚

Hiburan saat makan cuanki. Bahagia itu sederhana, cukup dorong-dorong kursi beroda ๐Ÿ˜€

Pose kekinian ๐Ÿ˜€

Sayang museumnya gak dibuka pas hari Sabtu, jadi cuma foto-foto di luar ๐Ÿ™‚

Suka dengan susunan batu-batu ini ๐Ÿ™‚

Universal Studio ala Rangkas ๐Ÿ˜€

Bagian dalam mesjid

SMPN 1 Rangkas Bitung, Europice School

Gara-gara kata Europice School dan Cagar Budaya, jadi cari-cari info dan ketemu ini ๐Ÿ™‚

Bagian dalam sekolah yang tidak boleh dirubah dan menjadi cagar budaya ๐Ÿ™‚

Luasnya si halaman sekolah ๐Ÿ™‚ Jadi teringat halaman sekolah SD, SMP, dan SMU saya yang cuma sepetak ๐Ÿ˜€

Tempat kami makan siang ๐Ÿ™‚

Menu pilihan kami, soto kikil yang mantap rasanya ๐Ÿ™‚

Minumannya ๐Ÿ™‚

Beli oleh oleh di toko yang ada di seberang rumah makan Ramayana ๐Ÿ™‚ Dan Bapak penjualnya yang berasal dari Bireun Aceh berbaik hati ngasih kami tambahan oleh-oleh gratis setelah tahu saya juga berasal dari Aceh ๐Ÿ˜€

Foto di depan toko dengan si pemilik toko yang sayangnya lagi gak sadar kamera ๐Ÿ˜€

Alun-alun di senja hari ๐Ÿ™‚

See u again, Rangkas Bitung ๐Ÿ™‚

Note : Semua foto *Kecuali foto terakhir yang dari HP saya :D* berasal dari kamera Teh Wiwi ๐Ÿ™‚ Thank you Teteh untuk foto-fotonya :* :*

 

 

Edisi akhir pekan :D #Ceritafoto

Hari Sabtu dan Minggu yang lalu, saya mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Dan berikut adalah beberapa foto yang saya ambil untuk mengabadikan tempat tempat tersebut ๐Ÿ™‚

Perpustakaan Nasional

Tujuan pertama di hari Sabtu lalu adalah mengunjungi Perpustakaan Nasional karena ajakan teman saya yang dulu juga pernah ngajakin saya ke Monas ๐Ÿ™‚ *Waw, ternyata itu sudah dua tahun yang lalu ya :-)* Teteh yang satu ini emang suka mengeksplorasi tempat-tempat baru, dan saya mah suka diajak jalan-jalan…Jadi klop deh ๐Ÿ˜€ Pas zaman kuliah, saya sih sering dengar nama Perpustakaan Nasional, dan menurut keterangan Teteh (Dan info dari aplikasi Gojek :D), bahwa Perpustakaan Nasional itu ada 2, satu di Salemba, dan satu lagi di Jln. Medan Merdeka Selatan yang kemarin kami kunjungi tersebut. Tambahan info lagi bahwa gedung yang di Medan Merdeka Selatan ini baru selesai direnovasi dan diresmikan tgl. 14 September lalu oleh Bpk. Presiden Jokowi ๐Ÿ™‚ย Dan menurut keterangan petugas Perpusnya, sekarang sedang tahap pemindahan buku-buku dari Perpus Salemba ke Medan Merdeka, dan kalau sudah selesai perpus Salemba akan ditutup.

Teman jalan-jalan hari ini ๐Ÿ˜€

Rak buku yang kata teman saya kayak rak buku Beauty and The Beast ๐Ÿ™‚

Baca judulnya jadi ingat perpustakaan kampus saya dulu ๐Ÿ˜€

Loker ๐Ÿ™‚

Ruangan di lantai 1

Mushalla

Saya dan Najwa ๐Ÿ™‚ Hei, we have the same dress code color ๐Ÿ˜€

Kutipan Presiden 1

Kutipan Presiden 2

Kutipan Presiden 3

Akhirnya daftar jadi anggota ๐Ÿ˜€

Penutup hari Sabtu, makan sushi sama teman Soulmate Kahitna yang mau ke Jepang ๐Ÿ˜€

Jalan-jalan antar Stasiun ๐Ÿ˜€

Hari Minggunya, saya janjian sama teman blogger dan mantan tetangga yang satu ini demi memenuhi janji ngopi-ngopi cantik di daerah Bintaro (Yang akhirnya jadi acara makan siang di kafe :D). Untuk ketemuan sama teman ini, saya naik kereta dari Stasiun Palmerah yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Dan pas cerita sama teman saya, sikiky ini, kalau teman saya pernah naik kereta ke Rangkas Bitung, secara spontan dia pun ngajakin saya untuk naik kereta ke sana ๐Ÿ˜€

Pertama kali nyobain mesin ini ๐Ÿ™‚

Turun di Stasiun Jurang Mangu dan ternyata tepat di depannya adalah mal ini ๐Ÿ™‚ Hm, kayaknya seru juga kalo sekali kali naik kereta ke mal ๐Ÿ˜€

Tiba-tiba nyampe di sini ๐Ÿ™‚

Numpang ngecaharge sambil nunggu kereta ke Rangkas Bitung ๐Ÿ™‚

Di Rangkas Bitung cuma sempat keluar gak jauh dari stasiun dan foto vihara ini doang karena udah kesorean ๐Ÿ˜€

Akhir pekan yang menyenangkan ๐Ÿ™‚ Thank you Teh Wiwi yang selalu ngajakin ke tempat-tempat baru, dan thank you Ky untuk kespontanitasannya ngajak ke Rangkas Bitung ๐Ÿ˜€

 

Movie, movie, and movie :-)

Saya adalah salah seorang penggemar film Indonesia yang ceritanya mengambil setting kehidupan di luar negeri. Dan kebetulan di bulan Desember ini, ada 3 film yang mengambilย  setting kehidupan di luar negeri. Dan saya pun membuat janji kepada diri sendiri untuk melakukan movie marathon untuk menonton film-film tersebut. Dan alhamdulillah, kemarin saya pun berhasil memenuhi janji kepada diri saya sendiri tersebut ๐Ÿ™‚

And here comes the movies I watched in the movie marathon ala me ๐Ÿ˜€

The first one :

Buat saya tentu saja nonton film ini bikin saya tambah bangga jadi seorang muslim dan jadi bikin teringat pengalaman saya dan jilbab saya ketika berkunjung ke luar negeri. Dari waktu pertama kali pergi ke Singapura, terus pas mau beli nasi hainam yang saya kira halal, ditegur sama seseorang yang mengatakan bahwa si nasi hainam tidak halalย  dan beliau nunjukin saya tempat makan halal karena beliau melihat saya pakai hijab dan merasa berkewajiban sebagai seorang muslim untuk memberitahukan saya tempat makan yang halal ๐Ÿ™‚ Sampai yang terakhir, pas bulan kemarin ke Jepang, saat berkunjung ke Jepang ada rombongan kakek nenek yang beberapa kali minta foto saya dan teman-teman (Yang kebetulan semuanya berhijab) karena mereka tertarik sama hijab kami dan bilang hijabnya cantik ๐Ÿ™‚ Arigatou ^o^

20151219_143038

Teman nonton saya, Bunda <3<3<3

The second movie :

 

Dan film yang ketiga :

Untuk dua film di atas, baru saja saya nonton kemarin sore sama salah seorang ponakan tercinta saya.

IMG-20151224-WA0014

Niece and me <3<3<3

Kalau habis nonton “Bulan Terbelah di Langit Amerika” saya ngepoin IG para pemain di film tersebut (Khususnya karena ternyata status IG saya pas nonton film tersebut dikomen sama pemeran Philipus Brown :D), maka habis nonton “Negeri Van Oranje” dan “Sunshine Becomes You”, saya juga jadi ngepoin IG para pemeran filmnya akibat si ponakan bilang bahwa pemeran Lintang di “Negeri Van Oranje” adalah pacar si pemeran Alex Hirano di “Sunshine Becomes You” ๐Ÿ˜€ #kepomodeon ๐Ÿ™‚

Sepanjang menonton kedua film ini, saya dan ponakan gak henti-hentinya tertawa-tawa dan saling “berekspresi”, plus main-main tebakan alur cerita ๐Ÿ˜€ It was a very fun movie marathon experience with my niece and I’ll promise her that someday we will do it again ๐Ÿ™‚

Hm, berikutnya mau nonton apalagi ya? ๐Ÿ˜€

Sabtu minggu lalu….

Walah, sudah hari Minggu lagi aja nih…niat posting cerita jalan-jalan Sabtu minggu lalu belum sempat diposting karena dikalahkan oleh rasa malas ๐Ÿ™‚ dan sebelum cerita minggu lalu menjadi terlalu basi, mau cerita tentang kegiatan jalan-jalan di Sabtu minggu lalu ๐Ÿ˜€

Seperti sudah diceritakan di sini, saya dan teman saya sudah dari beberapa waktu lalu ingin naik ke puncak tugu Monas. Tetapi, karena pada kunjungan saat itu, kami sudah menyerah duluan kepada antrian yang sangat panjang, niat kami pun terpaksa diurungkan lagi untuk sementara waktu ๐Ÿ™‚

Gak pantang menyerah, sang teman kembali ngajakin saya untuk mencoba naik lagi ke atas tugu Monas tersebut pada hari Sabtu lalu. Dan selain naik ke tugu Monas, kami pun berencana untuk mengunjungi Istana Presiden, Museum Nasional, dan Balai Kota Jakarta.

Demi menghindari antrian yang panjang, saya dan teman pun janjian jam 07.30 dan langsung nunggu untuk mengantri beli tiket. Alhamdulillah, kami menjadi salah satu yang pertama yang berhasil naik ke atas tugu Monas pada hari itu ๐Ÿ˜€

Hallo dari puncak Monas :-)

Hallo dari puncak Monas ๐Ÿ™‚

Hello from both of us :D

Hello from both of us ๐Ÿ˜€

Pose di cawan Monas

Pose di cawan Monas

Selfie time :D

Selfie time ๐Ÿ˜€

Setelah puas berfoto-foto di atas tugu, kami pun turun ke lantai di bawahnya atau yang disebut dengan “Cawan”. Di sini pun kami puas berwefie ria, sambil beristirahat dan makan makanan ringan yang dibawa oleh sang teman ๐Ÿ™‚

Setelah selesai menikmati Monas, kami pun beranjak ke tujuan kami berikutnya yaitu Istana Presiden. Tujuan kami mengunjungi Istana Presiden adalah untuk ikut program Istura alias Istana Untuk Rakyat yang menurut berita ini mulai dilaksanakan sejak September 2013. Bahkan teman saya sudah sengaja mempersiapkan dress code dan mengirimkan protap kunjungan ke Istana ini kepada saya ๐Ÿ˜€ Namun, ternyata pas ditanyakan kepada pihak penjaga di pintu masuk Istana, program Istura ini sudah ditiadakan sejak setahun lalu…Hik..hik…kecewa banget sebenarnya *Apalagi sudah pakai dress code biar kelihatan keren pas difoto :D*…But, the show must go on dong ah ๐Ÿ™‚ Kami pun beranjak lagi ke tujuan berikutnya, yaitu Museum Nasional ๐Ÿ™‚

Kalau kunjungan ke Museum Nasional ini, diikarenakan karena ada acara ini yang diselenggarakan dari tgl. 18~25 Oktober yang lalu. Setelah puas berkeliling dan foto-foto di museum ini, kami pun beranjak ke tujuan terakhir kami hari itu, yaitu Balai Kota Jakarta ๐Ÿ™‚ Kalau pada saat pergi ke Istana Presiden dan Museum Nasional dari Monas kami hanya berjalan kaki saja, kali ini kami pun memutuskan untuk naik bis wisata aka city tour bus Jakarta yang gratis itu ๐Ÿ˜€ Sesampainya di Balai Kota, kami harus menunggu sampai jam 13.00 untuk bisa masuk ke dalam Balai Kota tersebut. Pas jam 13.00, Balai Kota pun siap untuk dikunjungi dan ada beberapa pemandu wisata yang akan menemani kita dan menjelaskan tentang isi dari Balai Kota tersebut.

CIMG2125

Memasuki Museum Nasional...

Memasuki Museum Nasional…

Waktunya mendongeng :-)

Waktunya mendongeng ๐Ÿ™‚

Dengan orang Papua yang diimpor langsung dari sana :-)

Dengan orang Papua yang diimpor langsung dari sana ๐Ÿ™‚

CIMG2172CIMG2181CIMG2179CIMG2178

Tujuan terakhir, Balai Kota :-)

Tujuan terakhir, Balai Kota ๐Ÿ™‚

Mendengarkan penjelasan pemandu sebelum masuk :-)

Mendengarkan penjelasan pemandu sebelum masuk ๐Ÿ™‚

Salah satu koleksi Balai Kota, Qur'an mushaf Jakarta..

Salah satu koleksi Balai Kota, Qur’an mushaf Jakarta..

Diantara 2 Ahok :D

Diantara 2 Ahok ๐Ÿ˜€

Gubernur dan Wakil Gubernur wanna be :D

Gubernur dan Wakil Gubernur wanna be ๐Ÿ˜€

Tambahan info, setiap hari Sabtu ternyata ada pemutaran film (Indonesia) gratis di Balai Kota lho. Mulainya dari jam 13.00 ๐Ÿ™‚ Dan pada waktu kami berkunjung ke sana, film yang lagi diputar adalah film Cinta Brontosurus.

Hm, karena udah keseringan tiap akhir pekan kumpul dan jalan-jalannya ke mal aja, jadi kalau jalan jalan ke tempat tempat gini buat saya jadi suatu pengalaman baru dan menarik nih. Apalagi biayanya juga murah meriah lho ๐Ÿ˜€ Jadi makin cinta deh sama Jakarta…I โค Jakarta….