Tag Archive | my faves :-)

My favorite in Ramadhan :-)

Selama bulan Ramadhan ini, ada beberapa acara yang jadi favorit dan wajib saya tonton ๐Ÿ™‚ Sebenarnya acara-acara ini sudah rutin ditayangkan setiap tahun saat bulan Ramadhan, tetapi baru tahun inilah saya benar benar mengikuti setiap episodenya karena terdorong oleh cita-cita saya ingin tinggal di luar negeri (Jepang untuk lebih tepatnya :D) dan merasakan bulan Ramadhan di sana ๐Ÿ™‚

Acara-acara tersebut adalah :

1. Muslim Travelers NET TV

Acara ini ditayangkan di NET TV setiap hari Senin sampai Jum`at dari jam 04.30-05.00 WIB. Bercerita tentang kisah kehidupan muslim asal Indonesia yang tinggal di luar negeri dan bagaimana mereka hidup menjadi minoritas muslim di tengah-tengah mayoritas non muslim ๐Ÿ™‚

2. Jazirah Islam Trans 7

Kalau Muslim Travelers bercerita tentang Muslim Indonesia yang tinggal di luar negeri, kalo acara Jazirah Islam ini bercerita tentang salah seorang warga negara asli dan Muslim dari suatu negara yang penduduknya mayoritas non muslim. Selain itu, juga diceritakan perjuangan dan pertentangan yang dihadapi oleh orang tersebut pada saat beliau hijrah menjadi seorang muslim / muslimah aka mualaf :). Acara ini ditayangkan setiap Senin sampai Jum`at jam 05.15-05.45 WIB.

Nonton acara-acara seperti ini, bikin saya merasa terharu dan jadi malu sendiri. Terharu melihat perjuangan saudara-saudara sesama Muslim yang tinggal di belahan dunia lain dan menjadi minoritas, tetapi tetap berusaha kuat untuk menjalankan syariat Islam di sana. Mulai dari cari makanan halal, beribadah dan belajar tentang Islam dengan sesama saudara muslim, dan berusaha untuk menunjukkan kepada kaum non muslim bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta (Rahmatan lil `alamin) ๐Ÿ™‚ Malu karena saya sebagai muslim yang tinggal di negara mayoritas muslim kadang-kadang *Kalau tidak mau dibilang sering* malas untuk melakukan kewajiban saya sebagai seorang Muslim ๐Ÿ˜ฆ Teringat kutipan dari Path seorang teman : Menjadi muslim minoritas, gerak sangat terbatas. Masjid susah, makanan halal musti pilah-pilah. Lalu apa yang membuat (Sebagian) muslim di tanah air kurang totalitas dalam beribadah? Dan komentar saya adalah : Karena menjadi mayoritas itulah yang buat menjadi “Kurang tantangan” dan menerimanya as “Take it for granted” dan kadang juga bikin kurang bersyukur ๐Ÿ˜ฆ #Reminderformyself

Advertisements

Gerhana bulan (ๆœˆ้ฃŸ)

Dari kemarin sore, teman-teman di berbagai media sosial mulai membahas mengenai gerhana bulan yang terjadi kemarin sore. Sebenarnya saya tidak begitu peduli mengenai masalah gerhana bulan ini, tetapi pas si cowok Jepang favorit saya bikin status di “Buku Muka”nya bahwa gerhana matahari di Jepang sudah dimulai, saya pun iseng komentar di statusnya tersebut bahwa saya tidak bisa melihat gerhana bulan tersebut dan sampai sengaja keluar rumah untuk memastikan bahwa saya tidak bisa lihat gerhana bulan tersebut ๐Ÿ˜€ Dan gak disangka ternyata dia membalas komen saya tersebut dengan sebuah foto ๐Ÿ™‚

Terjemahan : Inong san, walaupun cuma begini, ini adalah gerhana bulan (Di sini) ห†_ห†

Terjemahan : Inong san, walaupun cuma begini, ini adalah gerhana bulan (Di sini) ห†_ห†

Ah, gak nyangka ternyata si K san kirim foto ini dan berhasil bikin saya tersenyum-senyum sendiri *lagi:D*

๏ผซใ•ใ‚“ใ€ๅ†™็œŸใŒใ‚ใ–ใ‚ใ–ๅ–ใฃใฆใใ‚Œใฆใ€ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ† ๐Ÿ™‚

Antara Jepang, Islam, dan Saya :-)

Sejak dikirim kantor untuk mendampingi teknisi dari kantor kami training di Jepang 4 tahun lalu, saya akui saya semakin cinta dengan Jepang ๐Ÿ™‚ Walaupun pada kunjungan pertama saya tersebut, saya hanya tinggal sendiri di apartemen yang ukuran 4L (Loe lagi loe lagi :D) dan selalu jalan jalan sendiri pada waktu akhir pekan, entah kenapa saya gak pernah dihinggapi rasa takut atau kesepian ๐Ÿ™‚ Mungkin rasa takut dan kesepian itu ada, tetapi tidak pernah saya sadari karena terkalahkan oleh rasa suka cita saya yang mimpinya untuk berkunjung ke Jepang ini alhamdulilah bisa terwujud.

Pada waktu kunjungan pertama ini, saya bertemu dengan rekan-rekan kerja di Jepang yang sering bertanya kepada saya. Antara lain pertanyaannya adalah : Kenapa wanita Muslim harus pakai jilbab? kenapa harus pakai baju panjang? kenapa laki-laki tidak pakai jilbab? Kenapa tidak boleh makan babi dan minum alkohol? kenapa harus shalat? dan “kenapa-kenapa” lainnya yang kadang-kadang jujur saya pun bingung untuk menjawabnya. Dan apabila kebingungan sudah melanda, akhirnya saya pun cuma bisa menjawab “Itu adalah kewajiban dan perintah dari Tuhan kami :-)”.

Pada kunjungan kedua, yang paling berkesan buat saya adalah Manager hostel tempat kami menginap waktu itu mengadakan survey tentang makanan halal dan memberikan selebaran pertanyaan kuesioner yang dia minta untuk kami isi. Pada saat itu dia bilang hostel tersebut sedang mencoba membuat resep daging untuk hamburger yang halal ๐Ÿ™‚ Senangnya kami mendengar hal tersebut ๐Ÿ™‚ Selain itu, kami juga menyempatkan makan ramen halal yang berisi seafood di dekat Shinjuku Station ๐Ÿ™‚

Sedangkan pada kunjungan ketiga bulan April lalu, hati saya bertambah senang karena selain bisa merasakan shalat di mushalla yang disediakan di Haneda Airport, kami pun berkesempatan berkunjung dan shalat Maghrib di Mesjid Kobe, mesjid tertua di Jepang ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah…

Memang sejak kunjungan pertama saya ke Jepang, entah kenapa ada terbersit keinginan bahwa suatu hari nanti saya ingin tinggal di Jepang dan bekerja di sana (Kabulkan ya Allah…Aamiin :-)) Dan sejak saat itu, saya me”like” beberapa fanpage tentang Jepang dan kehidupan di Jepang di FB. Setahun belakangan ini, juga banyak bermunculan fanpage tentang Islam di Jepang yang bermunculan di FB, dan tidak lupa saya pun me”like”nya ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah, ternyata pengetahuan orang Jepang tentang Islam dan Halal serta Haram semakin meningkat. Membuat saya jadi semakin ingin tinggal di sana deh ๐Ÿ™‚

Dan tadi pagi pas browsing FB, saya pun menemukan sebuah video yang dishare oleh fanpage “Kehidupan di Jepang”. Tentang penelitian seorang Profesor Jepang, Ikegami Akira, yang menjelaskan secara detail tentang Islam dan ajaran-ajarannya serta melakukan kunjungan langsung ke Saudi Arabia demi mendapat penjelasan yang lebih mendalam tentang Islam ๐Ÿ™‚

Dan berikut adalah video tersebut…

 

Semoga Islam terus berkembang di Jepang dan semoga suatu hari cita-cita saya untuk tinggal dan bekerja di sana bisa terkabulkan…Aamiin ๐Ÿ™‚

Ketemu Claudia Kaunang :-)

Hari Minggu kemarin, gue pergi ke Gramedia Matraman untuk bertemu dengan salah satu traveler writer idola gue, Claudia Kaunang. Awal ketertarikan gue sama Claudia Kaunang adalah pada saat gue menemukan buku karangan beliau yang berjudul “2.5 Juta keliling Jepang” yang gue beli pada Desember 2011 lalu. Waktu beli buku itu, gue lagi pengen-pengennya tuh balik lagi ke Jepang setelah dapat kesempatan pertama kali ke Jepang secara gratis di tahun 2010 lalu.ย  Judul bukunya itu bikin gue sedikit terkejut dan agak gak percaya, karena dalam pikiran gue (Dan mungkin pikiran sebagian besar yang lain) gak mungkinlah cuma habis Rp. 2.500.000 (Tidak termasuk biaya pesawat dan biaya beli oleh-oleh lho ya :D) untuk jalan-jalan di Jepang, apalagi si mbak Claudia ini jalan-jalannya 5 hari lho ๐Ÿ™‚ Didorong rasa penasaran gue, dan juga desakan dari teman gue yang waktu itu sedang bersama-sama dengan gue dan juga jadi tertarik untuk jalan-jalan ke Jepang setelah lihat judul buku itu, akhirnya gue pun membeli buku tersebut untuk dibedah dan dibandingin dengan pengalaman gue sendiri saat pertama kali ke Jepang. FYI, penjelasan mbak Claudia di buku ini benar-benar detail dan ada rincian harga untuk biaya per harinya yang beliau keluarkan lho ๐Ÿ™‚

Setelah gue baca dan gue bandingkan, ternyata menurut gue isi bukunya ini benar-benar bisa dipraktekkan. Dan akhirnya, pada akhir Januari 2012, gue, teman gue, kakak-kakak ipar gue, dan sepupu gue pun memutuskan untuk membeli tiket maskapai AA yang memang kebetulan harganya waktu itu (PP) Rp. 2.500.000 (not include meals and baggage :D) untuk keberangkatan di bulan Oktober 2012. Tetapi, kalau di bukunya mbak Claudia bisa jalan-jalan ke Tokyo, Kyoto, dan Osaka, gue dan teman-teman serta saudara-2 gue memutuskan untuk hanya berjalan-jalan di sekitar Tokyo saja ๐Ÿ™‚ Walaupun gak semua tempat di Tokyo yang ditulis oleh Mbak Claudia di bukunya kami kunjungi dan kami ganti dengan kunjungan ke tempat-2 yang lain, tapi ternyata memang benar kami hanya menghabiskan sekitar Rp. 2.500.000 lebih sedikit selama 5 hari di Tokyo (Ingat, ini gak termasuk tiket pesawat dan belanja oleh-oleh ya ๐Ÿ™‚ Hanya akomodasi, transportasi, dan makan-makan. Plus ada sedikit perbedaan kurs dengan waktu buku tersebut ditulis, jadi memang lebih sedikit dari Rp. 2.500.000 itu). Sejak saat itulah akhirnya gue pun jadi ngefans sama si Mbak Claudia Kaunang ini ๐Ÿ™‚

Wah, pengantarnya panjang banget ya ๐Ÿ˜€ OK lah, inti ceritanya adalah senangnya gue kemarin, karena selain bisa berfoto sama sang idola (Teteeepppp :D), dapat tanda tangannya (Of course dong :D), gue pun dapat rezeki nomplok hadiah lho…Bukan hanya 1, tetapi 2 sekaligus…Satu hadiah (Pasport cover) sebagai hadiah atas jawaban untuk pertanyaan dari Mbak CK mengenai tujuan travel impian baik di dalam atau pun luar negeri (FYI, gue jawabnya Padang dan Inggris), dan satu hadiah lagi sebagai hadiah door prize (Hadiah dari KTO / Korea Tourism Organization yang bikin gue jadi pengen ke Korea juga :D)…ga salah feeling gue waktu mau berangkat bahwa something good will happened to me in this occation ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

Thank you mbak Claudia for inspiring me on traveling ๐Ÿ™‚ Traveling indeed is possible ๐Ÿ™‚

CIM & CK :-) Gak nyangka mbak CK juga suka foto dengan pose ala Japanese :D

CIM & CK ๐Ÿ™‚ Gak nyangka mbak CK juga suka foto dengan pose ala Japanese ๐Ÿ˜€

My CK`s books collection, a cup of milk coffee, and a piece of cake :-)

My CK`s books collection, a cup of milk coffee, and a piece of cake ๐Ÿ™‚

The prizes :D

The prizes ๐Ÿ˜€

Her newest book :-)

Her newest book ๐Ÿ™‚

My CK`s books collection :D

My CK`s books collection ๐Ÿ˜€

And all of them had the signature of the author :-) Yeyyy :D

And all of them had the signature of the author ๐Ÿ™‚ Yeyyy ๐Ÿ˜€

Kokoro no Tomo :-)

Salah satu acara favorit gue yang sudah memasuki musim ke-3-nya dan selalu berhasil membuat gue kangen Jepang dan pengen balik dan balik lagi ๐Ÿ™‚

Dan terutama gue suka banget sama aransemen soundtrack untuk season ke-3nya ini…Lagu lama dari Mayumi Itsuwa, Kokoro no Tomo, tetapi sudah diaransemen menjadi lebih ngepop ๐Ÿ™‚

So guys, kalo tertarik sama segala hal yang berbau Jepang, acara ini bisa jadi pilihanmu dan bisa disaksikan di Metro TV mulai besok 1 Februari, setiap Sabtu jam 10.05…

Happy watching, frenz ๐Ÿ™‚

Niji by Fukuyama Masaharu :-)

One of my favorite Japanese song *Niji = Pelangi* ๐Ÿ™‚

Lagi musim hujan dan banjir, ditambah lagi kangen sama seseorang, jadi iseng posting video ini deh ๐Ÿ˜€ *Walaupun saya belum pernah lihat pelangi selama musim hujan ini :-)*

So, let’s sing together….

่žใ„ใฆใปใ—ใ„ๆญŒใŒใ‚ใ‚‹ใ‚ˆ (Kiite hoshii uta ga aru yo)
ใ„ใคใ‹่จ€ใ„ใŸใ‹ใฃใŸ่จ€่‘‰ใŒใ‚ใ‚‹ใ‚ˆ (Itsuka iitakatta kotoba ga aru yo)

ใใ‚Œใฏ็‰นๅˆฅใชใ“ใจใชใ‚“ใ‹ใ˜ใ‚ƒใชใ„ใ‚“ใ  (Sore wa tokubetsu na koto nanka ja nainda)
ใใ†ใ€ใใ‚Œใฏ้›ฃใ—ใ„ใ“ใจใชใ‚“ใ‹ใ˜ใ‚ƒใชใ„ใ‚“ใ  (Sou sore wa muzukashii koto nanka ja nainda)

ใŸใ ใ€€ๅœฐๅ›ณใ‚’ๅบƒใ’ใฆ (Tada chizu o hirogete)
ใŸใ ใ€€้ขจใ‚’ๅพ…ใฃใฆใŸใ‚“ใ ใ€€็ญ”ใˆใ‚‚ใชใ (Tada kaze o mattetanda kotaemo naku)
ไปŠๅƒ•ใฏ่กŒใใฎใ• (Ima boku wa yuku no sa)
ใ‚คใƒกใƒผใ‚ธใฎๅ‘ใ“ใ†ๅดใธใ€€ๅƒ•ใฎๅ‘ใ“ใ†ใธใจ (Imeeji no mukougawa e, boku no mukou e to)
ใ•ใ‚ใ€€้ฃ›ใณ็ซ‹ใจใ† (Saa tobitatou)

ๅ›ใŒใ€€ๅ›ใ ใ‘ใ€€ๆ•™ใˆใฆใใ‚ŒใŸใ‚ˆ (Kimi ga kimi dake ga oshiete kureta yo)
ใ„ใคใพใงใ‚‚่‰ฒใ‚ใ›ใชใ„ๆ†งใ‚ŒใŒใ‚ใ‚‹ใ‚ˆ (Itsumademo iroasenai akogare ga aru yo)

ใ ใ‹ใ‚‰่กŒใ‹ใชใใกใ‚ƒ (Dakara ikanakucha)
ใ‚ตใƒจใƒŠใƒฉใฎไปฃใ‚ใ‚Šใซใ€€ๅ›ใŒใใ‚ŒใŸใ‚“ใ  (Sayonara no kawari ni kimi ga kuretanda)
ใ“ใฎๅ‹‡ๆฐ—ใ‚’ใใ‚ŒใŸใ‚“ใ  (Kono yuuki wo kuretanda)

ใŸใ ใ€€้›จใซๆ‰“ใŸใ‚Œ (Tada ame ni utare)
ใŸใ ใ€€่™นใ‚’ๅพ…ใฃใฆใŸใ‚“ใ ใ€€็–‘ใ„ใ‚‚ใ›ใšใซ (Tada niji o mattetanda, utagai mo sezu ni)
ไปŠๅƒ•ใฏ่กŒใใฎใ• (Ima boku wa yuku no sa)
ใ‚คใƒกใƒผใ‚ธใฎๅ‘ใ“ใ†ๅดใธใ€€็ฉบใฎๅ‘ใ“ใ†ใธใจ (Ime-ji no mukougawa e, sora no mukou e to)
ใ“ใฎ็ฟผใง (Kono tsubasa de)

ๅƒ•ใŒใ€€ใ„ใคใ‹้ขจใ‚’ใ€€่ฟฝใ„่ถŠใ›ใ‚‹ใใฎๆ™‚ ((Moshimo) boku ga itsuka kaze wo (kaze wo) oikoseru sono toki)
ๅƒ•ใŒใ€€ใ„ใคใ‹่™นใ‚’ใ€€ๆ‰‹ใซๅ…ฅใ‚Œใ‚‹ใใฎๆ™‚ ((Moshimo) boku ga itsuka niji wo (niji wo) te ni ireru sono toki)
ๅ›ใฏ็ฌ‘ใฃใฆใใ‚Œใ‚‹ใฎใ‹ใช ((Kitto) kimi wa waratte (waratte) kureru no kana)
ใพใŸ้€ขใˆใ‚‹ใ‹ใช ((Kitto) matta aeru kana (kimi ni))

ใŸใ ใ€€ๅœฐๅ›ณใ‚’ๅบƒใ’ใฆ (Tada chizu o hirogete)
ใŸใ ใ€€้ขจใ‚’ๅพ…ใฃใฆใŸใ‚“ใ ใ€€็ญ”ใˆใ‚‚ใชใ (Tada kaze o mattetanda kotaemo naku)
ไปŠๅƒ•ใฏ่กŒใใฎใ• (Ima boku wa yuku no sa)
ใ‚คใƒกใƒผใ‚ธใฎๅ‘ใ“ใ†ๅทใธใ€€็ฉบใฎๅ‘ใ“ใ†ใธใจ (Imeeji no mukougawa e, boku no mukou e to)

ใŸใ ใ€€้›จใซๆ‰“ใŸใ‚Œ (Tada ame ni utare)
ใŸใ ใ€€่™นใ‚’ๅพ…ใฃใฆใŸใ‚“ใ ใ€€็–‘ใ„ใ‚‚ใ›ใšใซ (Tada niji o mattetanda, utagai mo sezu ni)
ไปŠๅƒ•ใฏ่กŒใใฎใ• (Ima boku wa yuku no sa)
ใ‚คใƒกใƒผใ‚ธใฎๅ‘ใ“ใ†ๅดใธใ€€ๅ›ใฎ็ฉบใธ (Ime-ji no mukougawa e, sora no mukou e to)
ๅƒ•ใฎ่™นใธ้ฃ›ใณ็ซ‹ใคใฎใ• (Boku no niji e, tobitatsu no sa)

ย Terjemahan :

I have a song I want you to listen to
It has words that I’ve wanted to say to you

This isn’t anything special
Yeah, this isn’t anything complicated

But I unfolded a map
But I waited for the wind
And finding no answer
I’m going now
To the other side of what I want to be
And to the other side of me
Come on, let’s take flight

You showed me, you alone
I’ve got a longing that will never fade

So I’ve got to go
You gave this to me in exchange for a goodbye
You gave me this courage

Though the rain beat down on me
Though I waited for a rainbow
Without any uncertainty
I’m going now
To the other side of what I want to be
And to the other side of the sky
On these wings

(If)Someday I’ll be able to overtake the wind (the wind), and at that moment…
(If)Someday I’ll obtain the rainbow (the rainbow), and at that moment…
(In a short time)I wonder if you’ll smile(laughter)for me
(In a short time)I hope we’ll meet again (you)

But I unfolded a map
But I waited for the wind
And finding no answer
I’m going now
To the other side of what I want to be
And to the other side of me

Though the rain beat down on me
Though I waited for a rainbow
Without any uncertainty
I’m going now
To the other side of what I want to be
To your sky
To my rainbow
I’ll take off

(Sumber : JPopAsia)

Kami hikouki (Paper airplane) by KOBUKURO

This song is also becoming my favorite now. Soundtrack of “Kekkon Shinai” dorama ๐Ÿ™‚

KAMI HIKOUKI (Source from : here )

Tokimeki no kaze ga fuitara
Kono kimochi oritatande
Kowagarazu ni tobashite goran
Shinjite koi wa kami hikลki

`Kotoshi deau hito koso unmei no hito koi wa shinchล ni’ to
Tashika kyonen mo onaji uranai
Miakita yabona adobaisu
Hana de warainagara ki ni shi teru

Tokimeki no kaze ga fuitara
Kono kimochi oritatande
Kowagarazu ni tobashite goran
Shinjite koi wa kami hikลki

Don’na ren’ai no kaidoku-sho?
Mo oteagena koto Muri? De waraeru jลkyล
Min’na motto kakokuna episลdo
Nabete boku o nagusameru
Tomoyo nomou ka kyล wa ogoru yo

Shiawase ga aruite kita yo
Furimuite mata surechigau
Egao to iu hana no kaori nose
Sora ni todoke-shi hikลki

English translation :

When the throbbing wind blows
And folds up your feelings into layers
Don’t be afraid, try flying and see
Believe, that love, is a paper airplane

“This year, whoever you’ll meet will be who you’re destined to be with, so be careful with love”
I’m sure that last year too that was the same thing the fortune teller told me
The same advice I’m sick of
As I laugh scornfully, I still pay attention to it

When the throbbing wind blows
And folds up your feelings into layers
Don’t be afraid, try flying and see
Believe, that love, is a paper airplane

So no love readings? they tell to give up on it
Not at all? And everyone laughs
Everyone, like a cruel episode
Gathers around me and consoles me
Friends, they ask me to drink, it’s their treat

Happiness has come
I turn around and it goes by me again
The aroma of the flower we call the face, is happiness
A paper airplane that reaches the skies

Japanese Lyrics

ใจใใ‚ใใฎ้ขจใŒๅนใ„ใŸใ‚‰
ใ“ใฎๆฐ—ๆŒใก ๆŠ˜ใ‚Š็•ณใ‚“ใง
ๆ€–ใŒใ‚‰ใšใซ้ฃ›ใฐใ—ใฆใ”ใ‚‰ใ‚“
ไฟกใ˜ใฆ ๆ‹ใฏ็ด™้ฃ›่กŒๆฉŸ

ใ€ŒไปŠๅนด ๅ‡บไผšใ†ไบบใ“ใ้‹ๅ‘ฝใฎไบบ ๆ‹ใฏๆ…Ž้‡ใซใ€ใจ
็ขบใ‹ๅŽปๅนดใ‚‚ๅŒใ˜ๅ ใ„
่ฆ‹้ฃฝใใŸ้‡Žๆšฎใชใ‚ขใƒ‰ใƒใ‚คใ‚น
้ผปใง็ฌ‘ใ„ใชใŒใ‚‰ ๆฐ—ใซใ—ใฆใ‚‹

ใจใใ‚ใใฎ้ขจใŒๅนใ„ใŸใ‚‰
ใ“ใฎๆฐ—ๆŒใก ๆŠ˜ใ‚Š็•ณใ‚“ใง
ๆ€–ใŒใ‚‰ใšใซ้ฃ›ใฐใ—ใฆใ”ใ‚‰ใ‚“
ไฟกใ˜ใฆ ๆ‹ใฏ็ด™้ฃ›่กŒๆฉŸ

ใฉใ‚“ใช ๆ‹ๆ„›ใฎ่งฃ่ชญๆ›ธ๏ผŸใ‚‚ใŠๆ‰‹ไธŠใ’ใชใ“ใจ
็„ก็†๏ผŸใง็ฌ‘ใˆใ‚‹็Šถๆณ
ใฟใ‚“ใชใ‚‚ใฃใจ้Ž้…ทใชใ‚จใƒ”ใ‚ฝใƒผใƒ‰
ไธฆในใฆๅƒ•ใ‚’ๆ…ฐใ‚ใ‚‹
ๅ‹ใ‚ˆ้ฃฒใ‚‚ใ†ใ‹ไปŠๆ—ฅใฏๅฅขใ‚‹ใ‚ˆ

ๅนธใ›ใŒ ๆญฉใ„ใฆใใŸใ‚ˆ
ๆŒฏใ‚Šๅ‘ใ„ใฆ ใพใŸใ™ใ‚Œ้•ใ†
็ฌ‘้ก”ใจใ„ใ†่Šฑใฎ้ฆ™ใ‚Š ไน—ใ›
็ฉบใซ ๅฑŠใ‘็ด™้ฃ›่กŒๆฉŸ

The video clip can be seen here ๐Ÿ™‚

Enjoy ๐Ÿ™‚