Tag Archive | unforgetable memory

Numpang mejeng…..

Di majalah kantor ๐Ÿ˜€

Tadi pas jam istirahat, ada kiriman WA dari murid saya di Jepang yang terakhir ketemuan bulan lalu itu. Ternyata dia ngirimin foto waktu acara lomba pidato yang dia ikuti bulan Desember lalu yang dimuat di majalah internal kantor saya di Jepang ๐Ÿ˜€

shimauma 1

Berita tentang lomba pidato yang diikuti oleh murid saya ๐Ÿ™‚

shimauma 2

Alhamdulillah, bisa masuk majalah Jepang dengan baju kimono ๐Ÿ™‚ Bisa kelihatan kan yang mana saya ๐Ÿ˜€

Terus habis si murid kirim foto-foto tersebut, saya jadi ingat kalau saya juga pernah masuk majalah yang sama waktu tahun pertama saya kerja di sini dan disuruh menceritakan tentang suka duka yang saya hadapi sebagai penerjemah ๐Ÿ™‚ *Untung majalahnya belum dibuang :D*

shimauma 3

Inong zaman old ๐Ÿ˜€

shimauma 4

Dan itu ternyata sudah hampir 12 tahun yang lalu ๐Ÿ™‚

Terima kasih buat Arif, murid saya, yang sudah mengirimkan foto-fotonya dan bikin saya jadi bernostalgia tentang semua kejadian-kejadian selama saya kerja di sini hampir 13 tahun ๐Ÿ™‚

Advertisements

5 unforgettable days with the boys :-)

Menjelang akhir bulan November kemarin, tiba-tiba saya di WA sama salah seorang murid saya yang sedang proses pelatihan di pabrik kantor kami di Jepang (BTW, judul postingannya itu benar-benar jadi kenyataan banget ya. Alhamdulillah ^o^). Si murid yang masih melanjutkan pelajaran bahasa Jepangnya di sana mengabarkan bahwa dia disuruh oleh guru bahasa Jepangnya di sana untuk ikut lomba pidato bahasa Jepang untuk orang asing yang merupakan salah satu bagian dari acara Koga Winter Festival, yang diselenggarakan di kota Koga, prefektur Ibaraki (Sekitar 2 jam dari Tokyo). Wow, I am a proud teacher, definitely ๐Ÿ˜€ *Pas dikabarin berita ini, entah kenapa saya jadi tiba-tiba teringat wajah si murid ini yang kalau pas belajar sama saya selalu mengantuk dan nampak tidak bergairah, tapi pas dia mau berangkat dia bilang “Jangan khawatir, Mbak Inong. Saya pasti akan buat Mbak bangga di sana :-)*

Dan dua hari setelah mendapat kabar dari si murid, tiba-tiba pak Presdir dan pak kepala pabrik manggil saya untuk ngasih tahu kabar ini. Awalnya pak Presdir cuma nanya kira-kira apa yang bisa kita bantu untuk ngedukung si murid. Dan karena di poster acara Koga Winter Festival tersebut ada gambar orang dengan menggunakan baju negaranya masing-masing, maka sang Presdir terpikir untuk mengirimkan baju adat Jawa (Karena si murid berasal dari Yogyakarta) ke Jepang. Saya pun disuruh untuk mengumpulkan murid-murid yang sedang belajar bahasa Jepang dengan saya saat ini agar pak Presdir bisa mengumumkan kabar gembira ini kepada mereka untuk menambah semangat belajar bahasa Jepang murid-murid baru saya. Dan ternyata, setelah saya dan murid-murid berkumpul bersama pak Presdir dan pak kepala pabrik, ternyata pak Presdir mengumumkan bahwa saya dan ke-6 orang murid saya tersebut akan dikirim ke Jepang untuk mendukung murid saya tersebut dalam lomba pidato ini…What a very happy news for all of us ^o^

Akhirnya setelah “grabak grubuk” proses pembuatan e-passport dan visa waiver untuk murid-murid saya, kami ber-7 pun berangkat ke Jepang tgl. 8 – 12 Desember lalu. Beberapa momen tak terlupakan di perjalanan ini antara lain : Salah seorang murid saya sempat ditahan di imigrasi bandara Narita pada saat baru nyampe dan saya sempat diteriaki “No, no, no” dengan suara keras oleh petugas imigrasi pada saat mau membantu si murid yang bikin saya shock, menari bersama dengan orang Jepang dan orang-orang dari negara lainnya dengan diiringi lagu “Rasa Sayang-sayange” dan juga bisa memakai kimono gratis pas acara Koga Winter Festival, bisa mengunjungi kembali mantan apato yang saya tinggali selama 2 bulan saat 7 tahun lalu, ketemu mantan trainer dan si cowok Jepang favorit saya serta sempat ngasih oleh-oleh buat mereka tapi gak bisa foto bersama mereka karena gak bawa si HP ๐Ÿ˜ฆ (Salah satu hal yang paling saya sesali sampai sekarang #lebaymodeon), dan terpisah pada saat naik kereta menuju Tokyo Station dengan murid-murid saya di hari terakhir sebelum berangkat menuju bandara (Alhamdulillah akhirnya bisa ketemuan lagi sama mereka. Terima kasih untuk orang Jepang yang berbaik hati mau menggambarkan peta menuju ke Tokyo Station pada saat si orang Jepang tersebut melihat murid murid saya panik kebingungan. Dan terima kasih juga kepada biksu dari Indonesia yang mereka temui di Tokyo Station atas pinjaman modem wifinya ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah, all is well in the end :-))

Cukup untuk intro ceritanya, dan berikut adalah beberapa foto yang saya abadikan selama di sana ๐Ÿ™‚

thumbnail

Ready for Japan ๐Ÿ™‚

sepatu.jpg

Foto kekinian ๐Ÿ˜€

selfie

Mirror selfie at the hotel ๐Ÿ˜€

apato

Hai apato <3<3<3

apato 2

Ready to explore Tokyo ๐Ÿ™‚

Sky Three

Hello Sumidagawa ๐Ÿ™‚

Wishes.jpg

Wishes at Sumidagawa ๐Ÿ™‚

Sensoji

@ Sensoji ๐Ÿ˜€

Koyo

Alhamdulillah masih ketemu Koyo di Sensoji ๐Ÿ™‚

Akihabara

Destinasi terakhir hari ke-2 : Akihabara ๐Ÿ™‚

Resting at Akihabara

Kita mah nungguin yang main “Dream Catcher” aja deh ๐Ÿ˜€

Winter festival

Koga Winter Festival

Cheer team

Murid saya yang mau ikut lomba pidato (Yang di tengah-tengah berbaju biru) dan team cheer leadernya ๐Ÿ˜€

After speech

Setelah pidato ๐Ÿ™‚ ใŠ็–ฒใ‚Œใ•ใพใงใ—ใŸใ€ใ‚ขใƒชใƒ•ใ•ใ‚“ใ€€^o^

Kimono time

2 pria Jawa dan satu gadis Aceh berkesempatan pakai kimono gratis ๐Ÿ˜€

With Matsuura san.jpg

Saya dan Mr. Matsuura, pendamping kami selama di sana ๐Ÿ™‚

Yakiniku time

Agenda terakhir hari ke-3 : Ditraktir yakiniku sama Mr. Matsuura…ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ€ๆพๆตฆๆง˜ใ€€๏ผพo๏ผพ

Nogi Tour

Kunjungan ke Nogi Factory di hari ke-4 ๐Ÿ™‚

Nogi Factory

Hope to see u again, Nogi ๐Ÿ™‚

Hotel 1

Setelah selesai proses booking hotel di Jakarta, cita-cita banget mau foto kamar hotelnya pas pertama kali masuk ke kamar hotel. Tapi apa daya ternyata baru terealisasi di hari terakhir sebelum pulang ๐Ÿ˜€

Hotel 2

The bathroom

Sunshine

Bye bye, Sunshine ๐Ÿ™‚

Tokyo Station

Last day at Tokyo Station ๐Ÿ™‚

SMU Japan

Tadinya udah malas foto-foto depan stasiun Tokyo, tapi karena ketemu anak-anak SMU Jepang ini, hasrat berfoto pun muncul ๐Ÿ˜€

PPD

My PPD team…

Depan Tokyo Station.jpg

One more pose at Tokyo Station ๐Ÿ˜€

See u again very soon, Japan :* :*

 

Jadi penerjemah seminar lagi :-)

Sekitar akhir Juni kemarin, seorang rekan menghubungi saya dan menawarkan pekerjaan untuk menjadi penerjemah di acara seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh salah satu klinik yang ada di daerah Meguro, Tokyo, Jepang. Walaupun udah 2 kali jadi penerjemah seminar dan workshop, serta beberapa kali jadi penerjemah di acara pameran pendidikan Jepang, tetap saja saya agak ragu untuk menerima tawaran ini secara ini adalah seminar tentang kesehatan dan pastinya istilah-istilah medis yang digunakan adalah kata-kata baru yang jarang saya dengar. Apalagi penyakit yang dibahas di seminar ini adalah penyakit hernia, suatu penyakit yang pernah saya dengar namanya tapi tidak tahu apa yang dimaksud dengan si hernia tersebut. Dan klinik tersebut menciptakan suatu metode pengobatan dengan laser yang disebut PLDD untuk menyembuhkan si hernia ๐Ÿ™‚

Akhirnya setelah si rekan “memaksa” saya untuk menerima tawaran tersebut dengan alasan untuk menambah pengalaman saya, saya pun bersedia untuk menerima tawaran itu. Lalu, saya pun dikirimkan bahan-bahan untuk materi seminar dari staf sang dokter tersebut. Dan benarlah dugaan saya, semuanya adalah istilah-istilah baru yang jarang saya dengar atau bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya yang mengakibatkan saya harus meluangkan waktu minimal 2 jam tiap hari sejak 2 minggu lalu untuk membaca dan menghafalkan istilah-istilah baru yang ada dalam materi tersebut *Berasa jadi anak kuliahan yang mau belajar buat ujian deh ๐Ÿ˜€ dan bikin saya juga terus berdoa semoga tugas saya menjadi penerjemah pas hari H dipermudah dan diperlancar :-)* Jaa, ganbatte Inong ๐Ÿ™‚

Setelah deg-degan sekitar 2 minggu, tibalah hari H pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Pada seminar hari Sabtu, alhamdulillah seminar berjalan lancar dan banyak peserta yang aktif bertanya. Dan saya juga baru tahu, ternyata banyak juga penderita hernia di Indonesia ๐Ÿ˜ฆ

Hari kedua, bertepatan dengan Car Free Day dan juga adanya even ini, yang mengakibatkan banyak jalan ditutup dan menjadi macet. Para peserta yang datang ke seminar tepat waktu pun hanya sedikit. Karena masih banyak peserta yang tidak bisa hadir tepat waktu, sesi konsultasi yang tadinya dijadwalkan sebagai sesi terakhir, dipindah menjadi sesi pertama. Dan ternyata sesi konsultasi ini malah jadi memakan hampir separuh waktu dari acara seminar, padahal di hari pertama sesi konsultasi berjalan sesuai jadwal, yaitu hanya 30 menit saja. Saya pun sebagai penerjemah sangat senang karena pada sesi konsultasi para peserta aktif bertanya yang bikin rasa “demam panggung” saya hilang ๐Ÿ˜€

Buat rekan saya yang sudah “memaksa” saya untuk jadi penerjemah di acara ini, saya ucapkan terima kasih banyak karena hal ini benar-benar menambah pengalaman dan percaya diri saya sebagai penerjemah. Dan semoga masih ada kesempatan lain untuk jadi penerjemah di acara seminar yang lain ๐Ÿ™‚

raw

Bersama dengan dokter Miyajima, pemilik Meguro Yuai Clinic dan Ms. Sakagami di hari pertama ๐Ÿ™‚

20170723_113738

Dengan para penyelenggara seminar di hari ke-2 ๐Ÿ™‚

20170727_223445

Update 27 Juli 2017 : Dan tadi siang, pas ngecek lini masa IG saya, foto ini yang pertama muncul..Alhamdulillah, ่‰ฏใ‹ใฃใŸ

“6597 The 20 years of friendship reunion” :D

Seperti yang saya cerita di posting ini, bahwa saya dan teman-teman ingin mengadakan reunian dalam rangka memperingati 20 tahun lulusnya kami dari SMA kami tercintaย  Dan akhirnya, hari reuni tersebut pun tiba di tanggal 6 Mei yang lalu. Sekedar selingan, pas milih tanggal itu, sebenarnya sih tim panitia ngasal aja milihnya, bukan seperti milih tanggal untuk acara nikahan ๐Ÿ˜€ Tapi pas ada seorang teman di luar panitia yang komen “ih kok bisa milih tanggalnya pas banget sih sama nama sekolahnya”, kami semua pun jadi merasa senang karena bisa bikin acara di tanggal yang insyaa Allah gampang diingat ๐Ÿ™‚

Sebagai salah satu anggota tim humas, saya ditugaskan untuk ngumpulin teman-teman yang udah lama gak “beredar” menurut anggota tim panitia lainnya ๐Ÿ˜€ Tugas yang berat menurut saya, karena jujur sebenarnya saya pun agak kurang beredar sih kalo ada ketemuan sama teman-teman SMA, dan cuma jadi peserta yang “agak aktif” di group WA ๐Ÿ˜€ Saya pun jadi agak deg-degan nerima tugas ini dan cuma berharap dan berdoa semoga bisa bantu panitia yang lain untuk memeriahkan acara ๐Ÿ™‚

Dan pas hari H, yang bertema “20 years of friendship” dan memakai kode pakaian aka dress code putih abu abu, alhamdulillah ternyata acara berjalan sangat lancar dan meriah. Dan senangnya lagi, walaupun jadi salah satu panitia, pas hari H saya gak perlu datang cepat cepat ke lokasi acara karena tugas saya pas hari H adalah jadi koordinator bis (Yang disediakan secara gratis oleh Bpk. ketua :D) yang mengangkut peserta ke lokasi acara #anggotamalas. Dan tambah senangnya lagi, kelas saya ternyata jadi pemenang kelas yang muridnya paling banyak hadir di acara reuni kemarin ๐Ÿ™‚ Yey, love you full, RASTA <3<3<3

IMG-20170506-WA0022

Pose sebelum naik bis ๐Ÿ˜€

IMG-20170506-WA0027.jpg

Siap berangkat ๐Ÿ™‚

IMG-20170506-WA0134

65 kami tercinta <3<3

IMG-20170506-WA0246

Tyas, Sekar, Rini, Inong

20170506_170733.jpg

<3<3<3

20170506_185423.jpg

RASTA, Rakyat Sosial Satu Enam Lima, Pemenang kelas yang muridnya paling banyak hadir <3<3<3

IMG-20170507-WA0185.jpg

6597…20 tahun kemudian <3<3<3

Sampai ketemu di reuni berikutnya, teman-teman ๐Ÿ™‚

Memori 20 tahun lalu :D

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Mbak Em yang satu ini *Mbak Em, mohon izin link ya :D* dan juga kejadian tadi malam ๐Ÿ˜€

Jadi yang saya maksud memori 20 tahun lalu (Plus plus :D) di sini adalah ketika saya masih polos dan lugu, dan masih duduk di bangku SMU #Sudahtua ๐Ÿ˜€ *FYI, saya masuk SMA pas kurikulum 1994 mulai dijalankan, dan nama SMA berubah menjadi SMU alias Sekolah Menengah Umum๏ผŠ

Sejak sebulan lalu, saya dan beberapa orang teman saya ngadain rapat untuk pertama kalinya dalam rangka mau ngadain reuni 20 tahun kelulusan kami dari SMU tercinta. Nah, ternyata saya ditugaskan untuk menjadi salah satu anggota sie publikasi aka Humas, khususnya untuk ngajakin genk teman teman saya yang kalo kata teman anggota panitia lain gak pernah menunjukkan “batang hidungnya” ๐Ÿ˜€ Selain ngajakin teman teman segenk, alhamdulillah saya pun berhasil ngajakin cowok gebetan sayaย  #bahasa90an untuk hadir di acara reuni nanti dan baru dia konfirmasi tadi malam ๐Ÿ™‚ *Mudahan-mudahan dia benar benar bisa hadir :-)*

Karena “keberhasilan” saya ngajakin si gebetan ini, saya jadi mengenang masa-masa SMU saya. Dan mungkin dulu saya menganggap masa SMU saya adalah masa yang biasa banget. Tapi, pas udah kumpul sama teman-teman yang lain dan ngebicarain masa-masa SMU ini, kok saya jadi ngerasa masa SMU saya cukup lucu dan lumayan indah buat dikenang ๐Ÿ˜€

So, karena mumpung saya lagi dalam mood semangat menyambut acara reuni 20 tahun kelulusan saya dari SMU, saya pun terinspirasi untuk membuat postingan iseng ini. Dan berikut adalah beberapa momen tak terlupakan saya selama di SMU. Walaupun mungkin ada beberapa bagian yang bisa dibilang buka “aib” sendiri, tapi gak papalah biar memori indah masa SMU saya ini bisa diabadikan dalam bentuk tulisan ๐Ÿ˜€

Yang pertama tentunya adalah waktu di kelas 1 SMU. Di kelas 1 SMU salah satu kenangan tak terlupakan adalah saya mulai suka sama si gebetan (Yang sebenarnya masih berlangsung sampai sekarang :D), yang ternyata orangnya sangat pemalu dan pendiam, dan juga ternyata adalah tetangga saya (Sampai sekarang :D). FYI, dari dulu sampai sekarang, saya suka banget sama cowok dengan tampang bayi aka baby face. Dan buat saya, si gebetan ini termasuk dalam salah satu kriteria tersebut ๐Ÿ˜€ Tetapi, karena waktu itu saya masih sangat polos dan lugu, saya pun cuma bisa diam aja dan udah cukup senang kalo bisa ngobrol sama dia *Yang selalu saya mulai duluan saking pendiam dan pemalunya si gebetan :D*

Beranjak ke kelas 2, memori yang paling teringat di otak saya di kelas 2 SMU ini adalah darmawisata ke Yogya dan Bali dengan menggunakan bis pada saat kenaikan ke kelas 3. Kalau di perjalanan Yogya – Bali tentunya saya senang bangetlah karena itu adalah jalan jalan pertama saya tanpa didampingi orang tua dan hanya bersama teman-teman dan guru pendamping saja. Selain itu, pada acara jalan-jalan di Bali ini juga ada cerita jadian antara teman sekamar saya dengan seorang teman lelaki saya yang udah lama taksir-taksiran dan baru jadian pas jalan-jalan Yogya-Bali ini *Sayangnya kisahnya gak berlanjut sampai sekarang :D* Dari saya pribadi, ada juga cerita saya dicomblangin sama guru Matematika yang kebetulan waktu itu dia masih muda dan baru lulus SPG *Tahu kan apa itu SPG :D? *karena si guru yang kata teman teman baik dan perhatian banget sama saya ๐Ÿ˜€ Padahal mah kalo saya lihat, dia juga baik dan perhatian ke teman-teman yang lain kok ๐Ÿ˜€

Pada saat itu, angkatan saya masih menggunakan kurikulum 94, dimana penjurusan ke jurusan IPA dan IPS (Di sekolah saya gak ada jurusan Bahasa) dilakukan di kelas 3. Tetapi sebenarnya, dari SMP saya udah tahu bahwa saya gak suka pelajaran Matematika maupun IPA, dan suka banget sama pelajaran bahasa asingย  (Dulu cuma belajar bahasa Inggris doang sih) seperti yang pernah saya cerita di sini, Jadi akhirnya mau gak mau ya pasti pilih masuk IPS dong (Secara gak mungkin banget saya masuk IPA :D) Tapi permasalahannya, ternyata pas kenaikan ke kelas 3 tersebut, nilai Kimia saya merah dan parahnya lagi mau masuk IPS tapi nilai Ekonominya pun merah ๐Ÿ˜ฆ *Bagian buka aib :D* Sampai sang wali kelas pun bilang kepada saya bahwa Beliau ngotot dengan sang ibu Kepala Sekolah agar saya bisa naik kelas karena Beliau yakin terhadap kemampuan saya (Terima kasih banyak Bpk. Eddy :-)). Dan alhamdulillah, saya berhasil membuktikan kepercayaan tersebut dengan menjadi ranking 5 besar di setiap caturwulan kelas 3, dan meraih peringkat 10 besar jurusan IPS saat kelulusan sekolah. Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

Selain masalah pelajaran, hal yang tak terlupakan lainnya di kelas 3 ini adalah saya berhasil mengumpulkan keberanian untuk nembak si gebetan di atas berkat dorongan teman teman segenk saya, yang berujung dengan penolakan karena si gebetan minta kita temenan aja ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ๏ผŠsesi buka aib lagi :D๏ผŠ Walaupun ditolak, anehnya saya dulu PD aja lho bilang ma dia “gak papa deh ditolak, tapi gue kalo pulang mau bareng ma loe ya” yang disetujui sama dia ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Dan emang sampai sekarang kita masih berteman baik dan sering ketemu ๐Ÿ˜Š Entahlah apa si gebetan masih ingat kejadian ini, dan entahlah kenapa dulu saya berani nembak dia duluan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ #gejolakkawulamuda

Demikianlah sedikit memori yang tak terlupakan di waktu SMU saya. Dan jadi bikin tambah gak sabar untuk datang ke acara reuni ๐Ÿ™‚

Itu memori SMAku…Apa memori SMAmu?

Finally met them :D

Hari Minggu lalu, saya baru aja balik dari liburan singkat ke Jepang…Sebenarnya pas awal mau berangkat, niatnya sih untuk keberangkatan kali ini mau bikin cerita detail di blog plus detail biaya yang dikeluarkan selama di sana ๐Ÿ˜€ Apalagi menurut perkiraan saya, pada saat ini Jepang pasti lagi cantik-cantiknya dengan si koyo โค โค Tapi, ternyata niat untuk bikin detail cerita, perhitungan biaya, dan foto-foto cantik si koyo tersebut entah lenyap kemana pas saya mendarat di Jepang. Kalau kata temanku sih, kemungkinan karena orientasi saya pada kunjungan kali ini udah berbeda dari sebelum-sebelumnya ๐Ÿ˜€ Seperti yang pernah saya ceritain di sini, orientasinya adalah saya ingin menetap dan bekerja di Jepang *Mohon bantuan Aamiinnya para pembaca :-)* Dan ditambah lagi, kok menurut sayaย  si koyo masih kalah cantik dibanding koyo yang pertama kali saya lihat 5 tahun yang lalu ๐Ÿ˜ฆ Entah mungkin karena saya yang udah telat, atau mungkin malah saya yang datangnya terlalu cepat ๐Ÿ˜€ Pas saya tanyain ke bos Jepang dan staff Jepang di kantor yang juga baru balik dari mudik ke Jepang, mereka juga bingung apa sudah terlambat atau terlalu cepatkah untuk melihat si koyo ๐Ÿ˜€

Tapi, tetap pasti ada satu kejadian membahagiakan di setiap perjalanan. Dan untuk perjalanan kali ini, buat saya yang paling membahagiakan adalah ketemu si cowok Jepang favorit saya (Walaupun tetap ya pas ketemuan sama dia saya cuma bisa diam dan senyum manis, dan gak berani minta foto berdua sama dia saking gugup dan senangnya ketemu dia :D) dan teman-teman Jepang saya yang selalu setia menemani saya pada saat training di Jepang 5 tahun lalu ๐Ÿ™‚

Finally after 5 years and 3 previous visit to Japan, I finally can met them again ๐Ÿ™‚ Thank you Allah for granted my wish ๐Ÿ™‚ Hope to see you again in Japan or maybe in Jakarta, Kobayashi san, Sato san, and Hiromi san โค And thank you for the presents and the treat…ๆœฌๅฝ“ใซๆœ‰้›ฃใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ—ใŸใ€‚

Thank you for the meet up, dear friends :-) ๅ‡บไผšใ„ใŒๆœฌๅฝ“ใซใ‚ใ‚ŠใŒใจใ† :-)

Thank you for the meet up, dear friends ๐Ÿ™‚ ๅ‡บไผšใ„ใŒๆœฌๅฝ“ใซใ‚ใ‚ŠใŒใจใ† ๐Ÿ™‚

The presents...Arigatou <3

The presents…Arigatou โค

Till we meet again, dear friends…ใพใŸๆฌกใฎไผšใ†ๆ—ฅใพใงใ€€:-)

Rezeki Ramadhan…..

Postingan pertama setelah Idul Fitri. Dan sebelum ke inti tulisannya, perkenankanlah saya mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H. Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum (Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima Allah SWT). Mohon maaf lahir dan batin”.

Kali ini mau ngebahas rezeki *Yang bukan berupa uang :D* yang saya dapat sebelum, saat, dan sesudah Ramadhan ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah, Ramadhan membawa rezeki ๐Ÿ™‚

Rezeki pertama saya dapat sekitar seminggu sebelum puasa, waktu acara kumpul kumpul sebelum puasa atau yang biasa disebut “Munggahan” yang diadakan bersama para Soulmate dgn tuan rumah Mbak Sari ๐Ÿ˜‰ Selain berbaik hati menyediakan tempat dan makanan untuk acara kumpul kumpul ini, ternyata sang tuan rumah pun berbaik hati juga dengan menyediakan hadiah hadiah doorprize yang beliau sponsori sendiri untuk semua peserta acara kumpul kumpul ini…Thank you so much, Mbak Sari nan manis dan cantik, si kuncen Kuncit ๐Ÿ˜€

Dan inilah hadiah yang saya dapatkan :

Mukenah cantik dari kuncen Kuncit yang juga cantik :D

Mukenah cantik dari kuncen Kuncit yang juga cantik ๐Ÿ˜€

BTW, pada waktu sebelum berangkat ke acara ini, saya memang sedang pikir pikir untuk membeli mukenah baru dalam rangka menyambut Ramadhan dan Lebaran…Eh, alhamdulillah ternyata dapat doorprizenya mukenah cantik ini ๐Ÿ™‚ Speaking about the power of mind ๐Ÿ™‚ Dan jadi tambah yakin bahwa Allah akan memberikan apa yang engkau butuhkan, bukan yang engkau inginkan ๐Ÿ™‚

Rezeki yang kedua saya dapat beberapa hari sebelum Lebaran. Dan untuk detail ceritanya, bisa dibaca di sini ya ๐Ÿ™‚ Ini juga salah satu rezeki yang gak terduga dan bikin saya bahagia banget pastinya ๐Ÿ˜€

Dan alhamdulillah, kemarin si sweaternya udah saya pakai dong pas berkunjung ke rumah saudara ๐Ÿ˜€

Me with the sweater....Eh pas bertamu, ternyata ada sepupu yang pake baju dengan warna yang sama, abu abu pink dan jilbab pink :D

Me with the sweater….Eh pas bertamu, ternyata ada istri sepupu yang pake baju dengan warna yang sama, abu abu pink dan jilbab pink ๐Ÿ˜€

Dan rezeki terakhir yang mau saya ceritain di sini adalah :

20150721_103810Buku buku ini adalah hadiah dari Kiky, mantan tetangga di masa kecil saya ๐Ÿ˜€ Kalau Kiky bilang saya penggila Jepang (Emang iya sih :D), buat saya Kiky adalah penggila lari, karena ia sering bercerita tentang lomba-lomba lari yang dia ikuti dalam blognya dan selalu cuma bisa bikin saya terkagum kagum dan komen dalam hati ataupun di tulisannya “Keren loe, Ky :-)”.ย  Nah, di salah satu tulisannya (Saya lupa yang mana), saya komen bahwa saya akan ngasih beberapa buku saya ke dia ๐Ÿ™‚ Dan, alhamdulillah janji pun terlaksana dan salah satu buku yang saya kasih sudah direview dengan indahnya oleh Kiky…Thank you so much, Ky…I felt so appreciated ๐Ÿ™‚ Dan sebagai balasannya, Kiky pun memberikan saya beberapa dari koleksi bukunya…Thanks again, Ky…dan semoga gue juga bisa ngereview buku dari loe ya, Ky ๐Ÿ™‚

Dan demikianlah cerita rezeki-rezeki yang saya dapatkan sebelum, saat, dan sesudah Ramadhan ๐Ÿ™‚ Semoga rezeki rezeki yang lain terus lancar mengalir walau Ramadhan sudah berakhir…And I am also hoping to see you again, dear beloved Ramadhan…Aamiin, allahumma amiin…