No Title :D

Hello November πŸ™‚

Postingan ini sebenarnya terinspirasi dari blog Ms. T yang sayangnya diprivate, jadi ga bisa direblog πŸ˜€

Tapi agak gak nyambung juga sih sebenarnya πŸ˜€ Cuma pengen nulis, bahwa dalam waktu satu bulan kemarin, ternyata banyak pengalaman baru dan hal-hal tak terduga maupun yang sudah bisa saya duga terjadi dalam kehidupan saya πŸ™‚ Tapi satu hal yang pasti, bahwa semua kejadian yang terjadi sebulan lalu, makin menguatkan niat saya untuk terus meraih apa yang saya cita-citakan dalam hidup saya. Karena seperti kata Agnes Monica : Dream, believe, and make it happen πŸ™‚ Dan kalau kata saya mah *Sesuai yang saya tulis di status FB saya beberapa hari lalu* : ι ‘εΌ΅γ‚Œγ°δ½•γ¨γ‹γͺγ‚‹ (Ganbareba nantoka naru) alias “If you do your best, you will manage somehow”.

Fighting, Inong ^o^

Advertisements

Pesan pemberi semangat (^-^)

Seperti saya ceritakan di posting sebelumnya, akhir bulan September ini atau tepatnya hari Jum’at kemarin, saya dan teman teman saya mengundurkan diri secara massal dari kantor tempat saya bekerja selama 13 tahun lebih 😦 Dan kemarin malam, setelah sampai di rumah sehabis acara makan malam perpisahan bersama teman teman, saya langsung memposting foto foto yang saya ambil dan teman teman bagikan selama seharian kemarin di halaman buku muka saya 😁 Dan saat tadi pagi saya cek buku muka saya, ternyata K san, si cowok Jepang favorit saya ninggalin komentar yang bikin saya terharu dan semangat ☺

20180929_185832

Pesan pemberi semangat (^-^)

Intinya sih di komen yang pertama, si K san bilang terima kasih atas kerja keras saya selama ini. Dan pas saya balas dan bilang saya akan bekerja keras di pekerjaan penerjemahan saya yang baru, K san membalas dengan menulis bahwa “pekerjaan (penerjemah) menjadi jembatan antara kata kata bahasa Indonesia dan bahasa Jepang saya pikir adalah pekerjaan yang hebat” Aw, buat saya komennya ini benar benar masuk ke hati banget ❀❀❀❀ Saya adalah orang yang berprinsip “Cintailah pekerjaan Anda, bukan perusahaan Anda” Dan saya benar benar mencintai pekerjaan saya setelah menjalaninya belasan tahun ini ☺ Dan walaupun ada saat dimana pekerjaan saya sebagai penerjemah kadang dianggap remeh atau dianggap sebagai pekerjaan yang mudah, namun saat dapat apresiasi seperti yang saya tulis di sini, atau seperti komentar K san di atas, hal hal tersebut menjadi penambah semangat buat saya dan memacu saya untuk terus belajar demi peningkatan kemampuan bahasa Jepang saya ☺☺☺

Terima kasih untuk K san yang telah memberikan tambahan semangat untuk menyambut pekerjaan saya yang baru. Gak salah deh kalau saya jadiin dia cowok Jepang favorit saya 😁😁😁😁

Updated 30 September 2018 :

Pas cek linimasa Twitter, baru ingat kalau hari ini adalah hari Penerjemahan Internasional, dan ada teman yang meretweet tweet ini :

Screenshot_20180930-100825_Twitter

Screenshot_20180930-100834_Twitter.jpg

Selamat Hari Penerjemahan Internasional ☺ #sayabanggajadipenerjemah ❀❀❀❀

Menjelang perpisahan :(

2 minggu terakhir ini, saya selalu berangkat ke kantor dengan perasaan campur aduk, antara senang, sedih, dan penasaran. Perasaan-perasaan itu timbul karena saya sudah mau berpisah dengan kantor tempat saya bekerja selama 13 tahun 5 bulan ini pada akhir bulan September ini. Sebenarnya berat juga sih mau berpisah dengan si kantor ini 😦 Tetapi, karena kantor yang sekarang ini mau pindah keluar Jakarta karena alasan tertentu, dan saya juga memutuskan untuk tidak ikut pindah ke sana dengan alasan masih mau pegang KTP Jakarta (Kalau pindahnya jadi bikin saya bisa punya KTP Tokyo sih, saya mau ikutan pindah deh :D) dan berbagai alasan pribadi lainnya, akhirnya perpisahan ini akhirnya memang harus terjadi 😦

Saya ingat banget waktu 5 tahun pertama saya kerja di sini, walaupun saya cinta banget sama kerjaan saya, tapi saya sempat ngerasa bosan banget di kantor ini dan kepikiran untuk pindah kerja. Tetapi, ternyata di saat itulah Allah dengan caranya yang benar-benar tak terduga oleh saya memberikan kejutan kepada saya untuk menghilangkan rasa bosan dengan mengirimkan saya ke negara impian saya sejak zaman kuliah dulu πŸ™‚ Dan setelah balik dari sana, dengan alasan mau “balas budi” dulu, eh malah kebablasan sampai 13 tahun deh πŸ˜€

Tentunya selama 13 tahun kerja di kantor ini, banyak banget pengalaman tak terlupakan yang terjadi. Tetapi, yang paling berkesan buat saya adalah selama kerja di kantor ini saya juga bisa mewujudkan cita-cita terpendam saya, yaitu menjadi seorang guru, walaupun cuma guru abal abal sih πŸ˜€ FYI, dulu pas zaman kuliah, saya sempat cita-cita pengen jadi dosen, tetapi karena nilai saya waktu zaman kuliah standar-standar aja dan kebanyakan yang jadi dosen adalah yang dapat beasiswa ke Jepang (Dan saya gak dapat beasiswa waktu zaman kuliah dulu :(), maka cita-cita jadi dosen pun kandas dengan sendirinya πŸ˜€ Tapi, alhamdulillah, ternyata di kantor ini, saya bisa merasakan jadi guru dan murid-muridnya sudah merambah dunia internasional πŸ™‚ Alhamdulillah πŸ™‚

Buat kantor lamaku, saya doakan semoga menjadi perusahaan yang makin sukses, makin besar, dan makin berjaya πŸ™‚ Terima kasih untuk 13 tahun kebersamaan ini dan semua kenangan indah yang telah diberikan <3<3<3

Buat diri saya sendiri, saya pun sudah tidak sabar untuk memulai “petulangan baru” di kantor yang baru πŸ˜€ Walaupun posisinya sama-sama Japanese Interpreter, tapi bidang kerjanya berbeda sekali dari kerjaan saya yang sekarang, sehingga pastinya membuat saya penasaran dan harus belajar hal hal baru lagi…ζ₯½γ—みに待ってます aka kalau bahasa Jawanya mah “I am looking forward for it” πŸ™‚

 

Minggu lalu :-)

Wah, sudah hari terakhir di bulan Agustus ini πŸ™‚ Dan ternyata saya belum posting apa-apa di blog bulan ini #targetsatubulansatuposting #minimal 😦 Jadi mumpung masih terhitung bulan Agustus dan akhir pekan minggu lalu ada beberapa hal yang menyenangkan buat saya pribadi, marilah hal-hal tersebut dijadikan bahan postingan aja πŸ˜€

Keceriaan minggu lalu diawali di hari Jum’at malam setelah pulang kerja, yaitu ngajakin murid-murid saya yang lagi di Jepang dan sedang mudik ke Indonesia untuk makan-makan bareng dengan murid-murid yang sedang saya ajar di sini. Sayangnya, dari 6 orang murid yang sedang saya ajar di sini, yang bisa hadir cuma dua orang karena yang lain sedang dapat giliran kerja shift dan ada juga yang pulang kampung. Sedangkan si dua orang murid yang lagi training di Jepang cuma bisa Jum’at malam kemarin dan Sabtu keesokan paginya sudah kembali ke Jepang 😦 Jadi ya acara makan-makannya tetap harus dilaksanakan walau ga komplit 😦

Sebenarnya, selain pengen ketemu para murid yang lagi mudik, ada satu lagi hal yang bikin saya tambah senang ketemuan sama para murid tersebut. Yaitu karena si murid saya itu bawa titipan oleh-oleh dari cowok Jepang favorit saya πŸ˜€ #teteup:D Sebenarnya, sebelum mereka mudik, murid saya sudah mengabarkan bahwa si cowok Jepang favorit aka K san nitipin oleh-oleh buat saya πŸ™‚ Pas dikabarin kayak begitu, saya pun langsung ngebeliin oleh-oleh balik buat dia, walaupun saya belum tahu apa oleh-oleh dari si K san dan belum terima si oleh-oleh πŸ˜€ Karena sebelumnya saya sudah ngiriman kopi Aceh buat dia, akhirnya sekarang saya memutuskan untuk mengirimkan K san teh hitam Jawa πŸ™‚

Dan ternyata, si K san pun memberikan saya sebungkus teh Jepang dan ditambah satu buah cangkir teh aka tea pot ala Jepang πŸ™‚ Ah, kita memang sehati ya, K san <3<3 #ngarep:D Dan juga ada surat dengan tulisan tangan K san…Senangnya <3<3

Kobayashi san tegami

Surat dari K san <3<3

Oleh-oleh buat saya…Arigatou πŸ™‚

Mata au hi made…See you on top, Areief san, Ari san πŸ™‚

Dan hari Minggunya, saya dan soulmate jalan-jalan saya aka Teh Wie berkeliling Jakarta dari CGK ke GBK alias dari airport Soekarno Hatta Cengkareng ke Gelora Bung Karno. Tujuan ke CGK adalah pengen nyobain kereta sky link dan sky trainnya Bandara, sedangkan kalau ke GBK ya pastinya pengen merasakan kemeriahan pesta Asian Games 2018, walaupun ga menonton pertandingannya πŸ˜€

Di dalam Stasiun BNI City Sudirman

Beli tiket skylink dulu πŸ™‚

Kereta skylinknya datang πŸ™‚

Di dalam kereta skylink…

OTW Bandara πŸ™‚

Nyambung sky train, kereta antar terminal bandara…

Tiba di terminal 3..Mau lanjut ke Jepang, tapi lupa bawa koper dan paspor πŸ˜€ #ngayaldotcom

Jadwal sky train

Karena ga jadi ke Jepang, jadinya jajan aja deh πŸ˜€

Cemilannya tetap cemilan dari Jepang

Makan siang kami πŸ™‚

Tujuan berikutnya πŸ™‚

Mari masuk πŸ™‚

Nobar bulutangkis…

Gak jadi masuk Super Store karena antriannya sudah panjang 😦

Foto di depan api Asian Games yang ga kelihatan karena masih terang πŸ˜€

Edisi jalan-jalan :-)

Ternyata sudah lama juga ya saya gak ngisi blog ini πŸ˜€ Sebenarnya, berhubungan dengan judul tersebut di atas, dari bulan lalu ada satu cerita tentang jalan-jalan saya ke perkampungan Betawi Setu Babakan.Β Dan pada saat saya berkunjung ke sana, saya sudah mengambil banyak foto dan beberapa video dengan menggunakan telepon genggam saya untuk diabadikan di blog. Sesampai di rumah, saya pun memeriksa kembali foto-foto dan video-video tersebut. Setelah itu, mulai membayangkan isi cerita saya di blog nantinya πŸ˜€ Dan seperti biasa, setiap malam saya selalu membersihkan memori telepon genggam saya dengan menghapus folder dan foto-foto yang gak penting yang saya terima di hari itu. Tetapi karena saya agak gaptek dan gak mengecek isi folder yang saya hapus, pas saya menghapus folder folder yang tidak penting tersebut, ternyata saya juga menghapus folder yang berisi foto-foto di Setu Babakan 😦 Dan seketika hilanglah mood saya untuk menulis di blog *nangis kejar* Dan hanya satu foto di bawah ini saja yang berhasil tersimpan di telepon genggam saya dan saya posting di IG pada saat tiba di Setu Babakan.

Setu Babakan

Dan hari Minggu kemarin pun, saya dan beberapa orang teman kembali berjalan-jalan di sekitar Jakarta #Jalanjalanmurahmeriah #IloveJakarta πŸ™‚ Kalau saat ke Setu Babakan, saya dan teman-teman berinisiatif untuk berjalan-jalan sendiri, maka pada hari Minggu kemarin itu kami mengikuti walking tour yang diselenggarakan oleh Jakarta Good Guide dengan dipandu oleh Bpk. Candha yang menurut saya asyik banget cara ngejelasinnya πŸ™‚ Tema tur kali ini adalah Walking Tour Karet X Ereveld Menteng Pulo, yang dimulai dari Plaza Festival (Atau dulu dikenal dengan nama Pasar Festival) dimana sang pemandu menjelaskan tentang sejarah tokoh Rasuna Said, Gelanggang Remaja Soemantri Brodjonegoro, Pusat Perfilman Usmar Ismail, Gama Tower dan Hotel The Westin yang menempati dua puluh lantai teratas dari Gama Tower, Jln. Casablanca beserta terowongan Casablanca. Dan berkat penjelasan dari Bpk. Candha, saya baru tahu bahwa nama jalan Casablanca ini diambil dari nama kota Casablanca yang ada di Maroko. Dan di Casablanca ada jalan bernama Jakarta karena Jakarta dan Casablanca merupakan “Sister Cities” aka kota kembar. Dan rute terakhir hari itu adalah makam Belanda Ereveld Menteng Pulo, Jakarta.

Dan sama seperti kejadian sehabis kunjungan ke Setu Babakan bulan lalu, sehabis pulang dari walking tour ini, sesampai di rumah saya langsung mengecek foto dan video hasil jalan jalan dan mulai membayangkan isi dari posting blog saya. Dan kemudian kejadian terulang lagi saat saya membersihkan telepon genggam saya dari foto-foto dan folder tidak penting yang saya terima hari itu, dan tanpa sengaja folder tempat saya menyimpan video dan foto-foto tersebut pun ikut saya hapus dan hanya menyisakan beberapa foto saja di telepon genggam saya 😦 *Si Inong yang pelupa dan gaptek :((* FYI, saya bukan tipe orang yang suka mindahin foto-foto dari telepon genggam ke komputer, dan foto-foto di telepon genggam saya baru akan saya hapus setelah saya anggap tidak penting lagi πŸ™‚

Tapi, untunglah (Alhamdulillah masih ada untung :D) saya tipe orang yang suka langsung mengabadikan apa yang saya lihat di media sosial saya. Dan ada beberapa foto yang berhasil saya simpan di IG saya seperti foto-foto di bawah ini. Dan lihat foto-foto dan penjelasan dari link yang tersebut di atas pun jadi mengingatkan saya tentang foto-foto yang saya ambil dan penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh sang pemandu πŸ™‚

Screenshot_20180724-193930

Screenshot_20180724-193937

Screenshot_20180724-194031

Screenshot_20180724-194036

Screenshot_20180724-194059

Dan alhamdulillah juga dikirimin foto dari sang pemandunya ☺

IMG_20180722_112423

IMG_20180722_110012_1

Yang jelas sih baru pertama kali nih saya berkunjung ke makam tapi berasa kayak lagi main di taman dan gak ketakutan ☺

Sampai jumpa di edisi jalan jalan berikutnya ☺

See you there, dear friend :-)

Postingan ini terinspirasi dari seorang adik kelas aka kohai saya waktu di kampus dulu yang sekarang mungkin masih ada di angkasa menuju negara favorit saya (Dan mungkin juga negara favorit dia :-)) alias Jepang. She’s fulfilling her addiction to live abroad ”Seperti tertulis di kutipan Pathnya : My one way ticket. Staying abroad has become addiction for me. Hopefully will bring “the boys” very soon.”, dengan meninggalkan zona nyaman, suami, anak, dan keluarga tercintanya di sini. Memang dia sudah pernah tinggal dan bekerja di luar negeri beberapa tahun lalu. Dan mungkin itu yang bikin dia jadi “adiktif” untuk bekerja kembali di luar negeri πŸ˜€ Pas baca tulisannya itu, jujur ada sedikit rasa iri “Dalam arti positif” yang kalau dalam bahasa Jepang disebut dengan “Urayamashii”, tapi saya juga langsung mikir : “Gue juga sama kok kayak Dia. Gue juga punya cita-cita untuk bisa tinggal dan bekerja di luar negeri seperti dia dan juga seperti doa yang selalu gue panjatkan. Tetapi mungkin yang membedakan gue dengan dia adalah gue sampai sekarang belum berani meninggalkan si zona nyaman gue dengan berbagai alasan yang buat gue penting, makanya mungkin Allah belum ngabulin doa gue yang ini karena Allah tahu gue masih “berat” untuk meraih mimpi gue yang ini :-)” Dan tulisannya itu juga bikin saya sadar untuk terus mewujudkan mimpi saya yang satu ini walau entah kapan terwujudnya πŸ™‚

Buat T san, good luck for your new adventure, new work, and new life in Okinawa πŸ™‚ I wish you all the best..Ganbatte kudasai!!! Dan makasih untuk postingan-postingannya beberapa hari ini yang bikin saya jadi makin semangat untuk meraih semua mimpi dan cita-cita saya πŸ™‚ You are truly an inspirational person for me. Semoga kita bisa ketemu di Okinawa suatu hari nanti πŸ™‚ “Big Aamiin :-)”

Dan sebagai bonus, berikut adalah video clip dari salah satu lagu favorit saya yang terngiang-ngiang di kepala saya saat baca berita kohai saya ini. Please enjoy πŸ™‚

 

Emosi :(

Entah mengapa beberapa bulan belakangan ini, saya gak bisa nahan sabar dan kerap jadi emosian 😦 Dan emosinya bahkan jadi meledak dan diluapkan kepada orang-orang terdekat saya dan pada akhirnya pasti berakhir dengan rasa sesal 😦 *Maaf kepada semua yang merasa terkena luapan emosi saya :-)*

Saya sadar sih ada beberapa faktor yang menyebabkan emosi saya meluap melebihi biasanya beberapa waktu belakangan ini 😦 Dan saya selalu berusaha untuk lebih ngedekatin diri kepada Sang Pencipta, tetapi tetap saja sebagai manusia masih ngerasa kok gue emosian banget ya dan gak bisa sabar saat Tuhan belum ngejawab doa doa saya 😦

Cuma bisa berharap semoga hal-hal yang menjadi faktor penyebab meningkatnya emosi saya belakangan ini bisa segera dihilangkan dan saya gak jadi emosian lagi kayak sekarang ini πŸ™‚

*Updated 030518

Dan habis posting ini kemarin, kok tiba-tiba kemarin sore salah seorang murid saya update status WAnya dengan gambar di bawah ini yang benar-benar sesuai dengan kondisi saya 😦

thumbnail