Happy Idul Adha 1442 H

Sebelum hari ini berlalu, cuma mau mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1442 buat yang merayakan πŸ™‚ Walaupun ternyata si C masih setia menemani (Padahal kita gak mau ditemani ma dia….), dan di daerah saya gak bisa melakukan shalat Id, masih banyak hal-hal lain yang patut saya syukuri di hari Idul Adha ini πŸ™‚ Salah satunya adalah nikmat tetap sehat dan bisa beraktifitas…Alhamdulillah πŸ™‚

Happy Eid Mubarak πŸ™‚

Tiba-tiba ditag foto ini di IGS…. Memory of Umroh 2013 with my beloved cousin…Kangen deh jalan-jalan sama sepupu yang satu ini <3<3<3

Profesi Baru: Jadi Guru Bahasa Jepang Daring

Hallo Semuanya πŸ™‚

Wih, ternyata udah hampir 3 bulan ya saya ga posting πŸ˜€ Hi..hi…dan alhamdulillah ternyata banyak kesibukan saya selama 3 bulan ga update-update berita dan update postingan teman-teman, serta walaupun tetap masih di rumah aja πŸ™‚

Jadi, sebagai informasi kontrak kerja saya di kantor lama ga diperpanjang lagi per pertengahan Januari kemarin. Sebenarnya sempat panik karena ga nyangka bakal diputus kontrak dan jujur saya ga ada persiapan nyari-nyari kerja baru karena udah keasyikan hampir setahun bisa WFH dan kerja sambil menjaga Bunda πŸ™‚ Tapi ya tetap disyukuri aja sambil banyak doa biar hati bisa tenang dan dapat pekerjaan baru.

Long story short, saya akhirnya coba-coba kembali ke jalur awal sebagai penerjemah bahasa Jepang. Sebenarnya jujur dalam hati saya masih ga yakin mau kerja kantoran mengingat keadaan Bunda. Sudah beberapa kali wawancara daring, tapi kok ga ada yang sreg ya…Akhirnya coba-coba juga nyari lowongan guru bahasa Jepang yang bisa mengajar daring. Alhamdulillah setelah kurang lebih sebulan, saya dapat beberapa orang murid private yang mau belajar bahasa Jepang secara daring. Terus coba-coba juga ngelamar di lembaga kursus yang membuka kelas bahasa Jepang daring..Alhamdulillah ada jodohnya di dua lembaga. Satu lembaga kursus lokal, dan satu lagi lembaga kursus yang juga memiliki kantor pusat di Jepang. Alhamdulillah, dengan jadi guru bahasa Jepang daring ini, saya tetap bisa bekerja dari rumah sambil menemani dan mengawasi Bunda πŸ™‚ Thank you, Allah…

Untuk yang lembaga kursus lokal, selain menangani murid private, saya juga ditugaskan mengajar bahasa Jepang untuk suatu instansi pemerintah. Untuk yang diajarkan kepada instansi ini, mereka minta untuk diajarkan mengenai bahasa Jepang yang berkaitan dengan kandungan bahan-bahan makanan yang terkandung di produk-produk makanan Jepang. Saya yang selama ini cuma merhatiin ada kandungan yang tidak halal dari suatu makanan Jepang jadi ikut merasa tertantang dan belajar banyak hal baru soal kandungan bahan makanan Jepang.

Untuk lembaga kursus yang memiliki kantor pusat di Jepang, saya ditugaskan untuk mengajar orang-orang Filipina (Yang tinggal di Filipina) dan akan berangkat kerja ke Jepang. Jadi mengajar bahasa Jepang dengan bahasa Inggris. Tantangan baru lagi buat saya πŸ™‚ Kadang kalau lagi ngajar orang-orang Filipina ini, saya keceplosan bahasa Indonesia, dan pas ngajar orang Indonesia, keceplosan ngomong bahasa Inggris πŸ˜€

Alhamdulillah, sampai sejauh ini murid-murid saya semuanya sangat antusias dan selalu bersemangat dalam belajar bahasa Jepang. Kadang masih suka ngucapin terima kasih melalui pesan di telepon, walaupun mereka juga sudah mengucapkan terima kasih saat kelas selesai πŸ™‚ Saya pun jadi merasa terharu dan tambah semangat untuk ngajar mereka. Ada juga yang rajin minta bahan pelajaran yang akan dipelajari berikutnya agar mereka bisa belajar sendiri dulu sebelum saya ajarkan <3<3

Terharu bacanya πŸ™‚
Terharu lagi πŸ™‚
Senangnya punya murid yang semangat kayak gini πŸ™‚

Semoga dengan pekerjaan ini, menjadi peluang saya untuk mewujudkan impian saya yang pernah ditulis di sini πŸ™‚ Tolong aamiinnya ya pembaca πŸ™‚

Birthday’s Surprise

Kemarin adalah ulang tahun saya πŸ™‚ Terus tahunya, siang-siang saya dapat kiriman kue kejutan dari adik sepupu yang sedari pagi chatan via WA, tetapi dia ga kasih tahu kalau mau kasih surprise. Mungkin dia tahu kalau kakak sepupunya ini lagi down banget pas hari ultahnya dan butuh sesuatu yang bikin dia gembira di hari ultahnya…Thank you so much, dearest Nanda…I’ll try to be stronger like you asked me too πŸ™‚

The card ❀
The cake ❀

Once again, thank your dear cousin ❀

Menyambut 2021…

Sejujurnya bakal berat banget buat saya 😦 Ditambah satu berita yang mengejutkan yang saya terima tiba-tiba beberapa hari lalu, semakin galaulah saya menghadapi 2021 yang sepertinya masih kelihatan agak suram bagi saya..

Jujur, tahun 2019 lalu buat saya sudah termasuk berat. Tetapi, ternyata di tahun 2020, keadaan saya pun kayaknya masih belum membaik. Walaupun, tentunya tetap ada beberapa hal yang saya syukuri di tahun 2020 ini, dan saya pikir rasa syukur itu yang bikin saya bisa bertahan untuk (hampir) melewati tahun ini…

Untuk tahun 2021, saya ga punya harapan apa-apa. Masih doa yang sama seperti yang saya posting di sini…Plus ditambah banyakin doanya πŸ™‚

Buat kita semua, selamat menyambut 2021 dan semoga keadaan kita dan dunia menjadi makin membaik di tahun 2021 mendatang πŸ™‚

Tetap semangat dan tetap berpikir positif!!! #ngomongsamadirisendiri

Meeting zoom: ACEH DAY :)

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini sebelumnya, sekarang saya sedang dalam masa transisi karir dari seorang penerjemah bahasa Jepang dan lebih banyak menggunakan bahasa Inggris di pekerjaan saya sekarang. Nah, untuk tetap biar bisa aktif menggunakan bahasa Jepang, walau sekarang lagi tidak bekerja sebagai penerjemah bahasa Jepang, saya pun aktif dalam beberapa grup online belajar bahasa Jepang bersama-sama dengan orang Jepang dan penutur bahasa Jepang lainnya seperti yang saya pernah ceritakan di sini πŸ™‚

Minggu kemarin, seorang sempai aka senior (yang gak pernah ketemu) saya di kampus dulu dan yang tahu saya orang Aceh (pastinya dari nama saya), ngajakin saya untuk memperkenalkan Aceh dan sedikit budayanya dalam forum daring yang diadakan via zoom. Kebetulan senior saya ini sudah dua puluh tahun lebih tinggal di Jepang, dan beliau bersama teman-temannya dan bekerja sama dengan KBRI di Jepang aktif mengenalkan budaya-budaya yang ada di Indonesia kepada orang-orang Jepang. Selama pandemi ini, pertemuan dilakukan secara daring sebulan sekali. Dan kebetulan tema untuk bulan ini adalah “ACEH DAY”.

Sebenarnya pas diajakin ikut berpartisipasi, yang pasti saya senang sekali…Tapi ditambah deg-degan πŸ˜€ Biasalah, saya memang orangnya suka demam panggung. Tapi, alhamdulillah, walau memang sedikit gugup dan terbata-bata, ternyata bisa juga saya menyampaikan presentasi tentang salah satu budaya Aceh, pernikahan πŸ™‚ Thank you Imelda sempai yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengenalkan budaya Aceh kepada orang Jepang. Semoga ada kesempatan lainnya πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 30: Write about what do you feel when you write

The last day….Alhamdulillah πŸ™‚

Yang jelas saya merasa lega dan bangga sama diri sendiri. Lega karena saya sendiri ga nyangka ternyata saya bisa nulis secara konsisten 30 hari penuh tanpa bolong-bolong πŸ™‚ Padahal awalnya cuma niat iseng aja, biar buat refreshing sambil WFH dan mumpung bisa buka laptop tiap hari πŸ™‚ Bangga karena saya bisa memenuhi janji sama diri sendiri untuk tiap hari nulis dan bisa mengalahkan rasa malas untuk nulis yang kadang-kadang muncul πŸ˜€

Selain itu, ternyata tantangan ini juga bikin saya bisa ngubek-ngubek lagi isi buku harian daring saya ini buat mengenang semua kejadian di masa lalu πŸ™‚ Kalau ga ada tantangan ini, paling saya cuma lihat halaman-halaman pertama saja, tapi karena adanya tema-tema di tantangan ini, saya jadi ngubek-ngubek isi buku harian daring saya ini lagi deh :0

Hm, berikutnya saya jadi kepikiran mau tulis buku harian dengan bahasa Inggris dan Jepang, tetapi, khusus untuk bahasa Jepang, saya pengennya ada yang bisa memperbaiki tata bahasa saya, biar bisa keliatan kayak tulisan buku harian orang Jepang πŸ˜€ Soalnya, beberapa hari lalu pas saya posting ini, iseng saya bikin terjemahan bahasa Jepangnya, dan pas saya kirim di grup belajar bahasa Jepang yang saya ikuti, ternyata menurut para guru nativenya masih ada beberapa yang harus diperbaiki biar keliatan kayak buku harian orang Jepang..Walaupun menurut para guru tersebut, yah pastinya cara nulis masing-masing orang beda-beda, tapi yang diajarin ke saya adalah yang umum dipakai saat nulis buku harian oleh orang Jepang. Semoga aja suatu hari, bisa kesampaian πŸ™‚ *Dengan catatan kalau saya tidak malas πŸ˜€

Akhir kata, semoga ada tantangan berikutnya yang bisa saya ikuti πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 29: My goals for the future

My goals for the future:

  1. Going for Hajj…Insyaa Allah πŸ™‚
  2. Buy and stay in my own apartment πŸ™‚
  3. To live and work in Japan for several years.
  4. After several years living and working in Japan, I will be back to Indonesia, and make a Japanese and English language course.
  5. Have a beneficial life for others for the rest of my life..

May Allah grant all my wishes and prayers πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 28: Write about loving someone

Hm, sejujurnya saya tipe yang lebih baik dicintai daripada mencintai sih…Jadi kalau seseorang itu sudah benar-benar teruji dan terbukti mencintai saya, I will definitely love him back, walaupun mungkin awalnya saya ga cinta sama dia πŸ™‚

Dan jujur sampai sekarang belum ketemu orang yang seperti itu sama saya…tapi seperti saya bilang di sini, insyaa Allah suatu hari saya akan ketemu “My prince of charmed” dan untuk sekarang, cuma bisa menikmati dan bersyukur atas hidup saya, seperti yang saya cerita di sini πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 27: Someone who inspires me

Kalau bicara tentang seseorang yang menginspirasi, saya mau bicara tentang orang-orang yang menginspirasi saya tentang “Ke-Jepangan”…Nah, ada dua orang nih yang menginspirasi saya untuk hal-hal yang berbau “Ke-Jepangan” ini.

Pertama, yaitu adik kelas saya yang pernah saya ceritain di sini πŸ™‚ Yah, pastinya yah karena saya juga punya cita-cita sama seperti dia untuk tinggal dan bekerja di Jepang πŸ™‚ Dan updated, tahun lalu si adik kelas ini sudah pindah kerja lagi, masih tetap di Jepang, tapi pindah kota dari kota O ke kota N…See you soon there someday, T san πŸ™‚

Yang kedua adalah si penulis blog ini. Selalu terinspirasi dengan cerita-cerita Adek san ini soal makan daging halal di resto-resto di Jepang dan juga cerita-cerita Adek saat dia keliling ke penjuru Jepang, apalagi kalau ada bagian yang dia nyetir sendiri πŸ™‚ Jadi suka ngebayangin badannya Adek yang kelihatannya imut dan kecil (“Kelihatan” karena saya dan Adek belum pernah bertemu secara nyata, cuma lihat foto-foto dia dari blog atau media sosialnya :D) mengendarai mobil ke penjuru Jepang….羨ましい πŸ™‚ Semoga, suatu hari nanti setelah saya tinggal di dan bekerja di Jepang (Aamiin…), kita bisa ketemu dan keliling Jepang bareng-bareng ya, Dek…*Aamiin lagi :))

So, who inspires you?

#30dayswritingchallenge Day 26: My school

Di tema tentang sekolah ini, pengen cerita tentang hal-hal yang paling berkesan buat saya di setiap tingkatan sekolah yang saya lalui πŸ™‚

Kalau untuk masa TK, yang paling saya ingat adalah dulu saya masih sekitar umur 3 tahun, tapi udah pengen sekolah kayak Abang-abang saya sampai merengek-rengek ke Ayah dan Bunda πŸ˜€ Akhirnya Bunda pun membuatkan saya seragam TK khusus buat saya yang modelnya mirip dengan seragam TK tempat saya mau belajar seperti yang saya ceritakan di sini biar bisa sekolah di TK (Walaupun warnanya jauh beda…Seingat saya seragam TK resminya warna kuning oranye gitu, sedangkan warna seragam buatan Bunda adalah merah marun :D), karena pihak sekolah ga menyediakan seragam buat murid ga resmi dan dibawah umur kayak saya πŸ˜€ Senangnya hati saya karena dulu setiap hari Jum’at bisa makan bubur sumsum di sekolah dan ngerayain ulang tahun sama teman-teman TK tersebut πŸ™‚ Terus, waktu pertengahan tahun ajaran TK ini, kami sekeluarga pindah rumah dari daerah Jakarta Pusat ke Jakarta Barat. Karena masih pertengahan tahun ajaran, jadi Ayah Bunda belum memindahkan kami ke sekolah baru yang dekat dengan rumah baru πŸ™‚ Jadi kalau berangkat sekolah, kami pagi-pagi naik mobil sama-sama Ayah Bunda, terus Bunda nungguin saya dan Abang-Abang sampai jam pulang sekolah, kemudian pulang ke rumah dengan naik kopaja dan dilanjutkan dengan becak πŸ™‚ Untungnya TK dan SD tempat saya dan Abang-Abang bersekolah terletak di satu gedung yang bersebelahan, jadi Bunda bisa santai nungguin kami di sekolah tanpa repot bolak-balik πŸ™‚

Kalau di masa SD, memori yang paling berkesan adalah naik jemputan dan jalan-jalan ke Jogja naik kereta bersama teman-teman dan guru πŸ™‚ Kalau masalah naik jemputan sih biasa mungkin ya, tapi buat saya yang ga biasa adalah ada masa-masa dimana saya nangis kencang kalau Abang saya ga pulang naik jemputan sama saya, padahal yang dibayarin buat naik jemputan cuma saya *maklum anak cewek satu-satunya :D* Jadi, kalau saya sudah nangis gitu, biasanya supir jemputan bakal ngizinin Abang saya untuk pulang naik jemputan juga deh πŸ˜€ Terus, untuk ke Jogja, waktu kelas 6 SD, ada study tour pramuka ke Jogja selama seminggu dengan menggunakan kereta. Itu adalah pengalaman pergi jarak jauh pertama saya hanya dengan teman dan guru, tanpa didampingi Ayah Bunda..Sampai sekarang, saya masih ingat gimana serunya jalan-jalan tersebut πŸ™‚

Kalau di masa SMP, yang paling saya ingat adalah ada pelajaran ekstra kurikuler berenang dan basket yang diadakan di GBK Senayan pas kelas 1:) Sampai sekarang, saya masih ingat hari-harinya, Selasa berenang dan Kamis basket. Kalau pergi diantar sama Ayah, terus pulangnya jalan kaki dulu dari GBK ke Pasar Palmerah, baru deh dilanjutin naik angkot. Terus, istirahat sebentar di rumah, lalu lanjut lagi berangkat sekolah. Oh iya, dulu kelas 1 SMP saya masuk siang terus karena kebetulan sekolahnya lagi direnov πŸ™‚ Jadi abis ekskul ini yang selesai sekitar jam 8-9, bisa pulang dulu. Kalau ambil nilai olahraga, juga dilakukan di GBK ini. BTW, walaupun ikut ekskul ini, saya tetap ga bisa renang dan basket lho πŸ˜€

Kalau untuk memori di SMU, bisa dibaca di sini ya πŸ™‚

Nah untuk masa kuliah, kenangan saya adalah dulu kalau ada jam kosong diantara satu matkul dengan matkul yang lain, saya suka melipir dengan sahabat zaman kuliah dulu ke salah satu mal yang dekat dengan kampus saya dulu untuk makan pizza favorit kami πŸ˜€ Dan di masa kuliah inilah saya jadi penggemar makan-makan, padahal dari zaman kecil sampai SMU, saya termasuk picky eater dan ga suka makan lho πŸ˜€ Dan saya juga jadi biasa bisa tidur dimana pun karena di zaman kuliah ini saya selalu tidur di bis kalau pulang kuliah πŸ˜€