Hallo Bandung :)

Minggu lalu sehari sebelum liburan hari kemerdekaan Indonesia, saya numpang ngikut sama tante yang khusus datang dari Aceh untuk mengantarkan putranya aka adik sepupu saya yang akan berkuliah di kota Bandung ini. Alhamdulillah, setelah berhasil berkunjung ke kota hujan 2 bulan yang lalu, sekarang saya bisa berkunjung ke kota sebelahnya, kota kembang 😀

The bed

The pool

Mirror selfie

Tujuan pertama…

Hai cuanki 😀

Hallo Braga 🙂

Hallo Bandros 🙂

Sampai ketemu lagi, Bandung 🙂

Dear Bunda <3

Assalamualaikum, Bunda…

Gimana kabarnya di sana? Icut yakin Bunda sehat dan bahagia banget ya di sana…Dan insyaa Allah sudah ketemu Abang ya, Bun…Titip salam buat bang Sofyar ya…We miss you both very much <3<3<3

Al Fatihah…17 Juni 2022….

Bogor, kami datang <3<3<3

Preview in new tab

Setelah 3 tahun ga bisa ke mana-mana karena kondisi dan juga si korona, akhirnya pas libur hari kelahiran Pancasila kemarin (Ayo kapan hari lahirnya Pancasila? :D) bisa juga jalan-jalan melipir agak jauh dari Jakarta 🙂 Berawal dari ajakan Soulmate dan teman jalan saya yang selalu berhasil ngomporin saya untuk jalan-jalan murah meriah, kali ini pun si Teteh berhasil ngomporin saya untuk jalan-jalan ke Bogor 🙂 selain karena udah kangen Bogor, juga karena si Teteh (Dan saya juga sih :D) mau nyobain naik kereta dengan rute baru dari Stasiun Manggarai yang baru mulai dioperasikan hari Sabtu yang lalu 🙂 Dan ternyata saya jalan-jalan sama si Teteh ini terakhir udah hampir 4 tahun yang lalu ya….Thank you for asking me to accompany you, Teh ❤

Hello Train…Long time no see you 🙂

Akhirnya Bogor <3<3<3

Wisata kuliner kami…Mie Bangka di Bogor 😀

Minuman penutup di Bogor…my favorite tea 🙂

Thank you, Bogor….Hope to see you again soon 🙂

Sunset view on the way home <3<3<3 Ada yang bawa-bawa koper di kereta, berasa naik kereta di Jepang deh <3<3<3

Kemarin…

Kemarin ulang tahun saya 🙂 Hm, ga berasa istimewa sih, dan B aja alias biasa aja 😀 Tapi tetap bersyukur bisa diberikan umur dan kesehatan sampai dengan sekarang.

Seperti yang saya bilang, karena ga merasa istimewa ya saya pun ga ngapa-ngapain. Cuma pas udah menjelang makan siang, akhirnya kepikiran juga untuk memesan makanan sebagai penanda hari lahir saya ini. Kalau biasanya saya pesan makanan cepat saji yang cuma bisa dimakan oleh saya, tapi kemarin saya pesan ayam goreng kesukaan Ayah saya. Sebagai informasi, Ayah saya sangat pemilih dalam hal makanan, jadi sangat sedikit makanan restoran/cepat saji yang beliau mau makan 😀

Sorenya, adik sepupu saya yang tahun lalu kasih kejutan pas ulang tahun saya, kembali kasih kejutan dengan mengirimkan kue untuk saya kue 😀 Thank you, sista 🙂 Love you full <3<3<3

Dan malamnya, Abang dan kakak ipar saya datang sambil makanan dari restoran yang sama dengan yang tadi siang saya pesan. Dan ternyata si Abang pun pesan makanan yang sama aka ayam goreng seperti yang saya pesan sebelumnya karena pemikirannya juga sama, biar Ayah bisa makan 😀 Untungnya si Abang beli dua makanan berbeda, satu untuk dimakan di rumah saya dan satu untuk dimakan di rumah Abang, yaitu ayam goreng dan gurami goreng yang rencananya buat dimakan di rumahnya 🙂 Akhirnya si gurami dimakan di rumah saya, dan si ayam dimakan di rumah abang 😀 Thank you Abang dan Kakak 🙂

Demikianlah sedikit cerita di hari ulang tahun saya kemarin. Cuma berdoa semoga di usia baru ini, saya diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan kesehatan selalu…Aamiin 🙂

Posting penutup 2021 :)

Gak kerasa tahun 2021 sudah mau usai dan tinggal 3 hari lagi kita sudah di tahun 2022. Waktu postingan terakhir di tahun 2020, saya menuliskan bahwa saya cuma berdoa supaya diberi kekuatan oleh Allah untuk menghadapi apapun yang akan terjadi di tahun 2021 ini. Dan alhamdulillah, saya bisa melewati tahun 2021 ini dengan selamat 🙂 Thank you, Allah. Jadi teringat, tadi malam ikut acara meeting zoom dengan teman-teman orang Jepang dan temanya adalah hal yang paling disyukuri di tahun 2021 ini. Dan salah satu teman Jepang saya bilang bahwa hal yang paling disyukuri adalah bahwa dia bisa melewati tahun 2021 ini dengan selamat. Karena di akhir tahun 2020, beliau kehilangan ibunya untuk selamanya dan sempat terpikir apakah dia bisa kuat menghadapi kehidupan tanpa ibunya 😦 Dan buat saya sendiri hal yang paling disyukuri di tahun ini adalah bisa berubah profesi jadi guru bahasa Jepang daring sambil menemani Ayah Bunda di rumah <3<3<3

Dan di penghujung tahun 2021 ini, saya mendapatkan kejutan manis dari teman dunia maya saya, Deny 🙂 Beliau mengirim pesan di salah satu medsos saya yang bilang mau kirim kartupos untuk saya. Saya terkejut sekaligus senang saat membaca pesan ini. Terkejut karena kok bisa-bisanya Deny kepikiran untuk kirim kartu pos ke saya ya 🙂 dan senang karena saya bisa nambah koleksi kartu pos mancanegara saya 🙂 Sebagai informasi, saya hobi mengoleksi kartupos dan magnet dari mancanegara 🙂 dank je wel, Deny 🙂

The postcard and New Year card 🙂
Thank you, Deny 🙂
My updated collection 🙂

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2022, dan semoga di tahun 2022 nanti kita semua selalu diberkahi dengan kesehatan dan kebahagiaan 🙂 Dan juga semoga si mbak C bisa segera menghilang 🙂

Ancol, saya datang :)

Setelah hampir kurang lebih 2 tahun ga pergi jalan-jalan sejak pandemi melanda, akhirnya kemarin bisa juga jalan-jalan tipis ke Ancol sebagai “pembuka” untuk rencana jalan-jalan selanjutnya (Yang belum tahu ke mana dan kapan :D).

Berawal dari ajakan adik saya yang kasihan lihat Ayah, Bunda, dan kakaknya ini udah hampir 2 tahun gak ke mana-mana karena kondisi Bunda yang sakit dan pandemi, akhirnya minggu lalu si Adik merencanakan untuk ngajak kami ini jalan-jalan ke Ancol dan alhamdulillah kesampaian kemarin 🙂 Thanks, little bro 🙂

Buat saya, pantai Ancol adalah salah satu tempat yang rutin kami kunjungi sekeluarga waktu saya masih kecil dulu. Karena adik saya waktu kecilnya adalah penderita asma, dokter menyarankan agar adik saya rutin untuk diajak berenang atau ke pantai. Nah, karena itulah pantai Ancol ini adalah salah satu tempat rutin yang kami kunjungi dulu untuk berenang sambil piknik di pinggir pantai untuk mengobati penyakit asma adik saya. Dan alhamdulillah, mungkin karena memang salah satunya berkat rutin berenang dan piknik di pantai Ancol ini, sejak remaja hingga sekarang adik saya gak pernah kambuh lagi asmanya. Tetapi, saya ternyata baru tahu kemarin kalau kita sudah ga bisa berenang lagi di pantai Ancol 😦

Hik, hik, baru tahu 😦
Hallo dari Ancol 🙂
<3<3<3
Foto iseng karena suka sama warna-warni kudanya 😀

Berikutnya, mau jalan-jalan ke mana lagi ya?

Saya dan vaksin

Di postingan ini, pengen cerita tentang pengalaman saya “mengejar” si vaksin demi memusnahkan si Corona 🙂

Jadi ceritanya pas awal-awal vaksin sudah mulai boleh digunakan untuk penduduk usia 18-60 tahun di Indonesia, jujur saya sebenarnya masih belum begitu tertarik untuk vaksin. Alasannya sebenarnya sederhana, yaitu sok sibuk dengan jadwal kerja saya waktu itu yang baru mulai merintis karir sebagai guru bahasa Jepang daring dan juga agak parno dengan cerita-cerita KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang sering saya dengar sebelumnya.

Namun, setelah mendengar berbagai berita bahwa untuk pergi ke tempat-tempat umum dan pergi ke daerah/negara lain memerlukan bukti sertifikat vaksin, dan selain itu di rumah juga ada Bunda yang kondisinya sangat rentan tetapi tidak bisa divaksin, maka saya pun mulai berpikir untuk melakukan vaksin tersebut. Akhirnya saya pun mulai cari-cari info tentang tempat vaksin, walau masih belum niat banget juga 😀 Kemudian, pas akhir Juni lalu, adik saya menginfokan bahwa saya dan ART saya (Kebetulan di rumah tinggal saya dan ART yang belum divaksin, sedangkan Ayah saya sudah dapat vaksin waktu pelaksanaan vaksin untuk umur 60 tahun ke atas) bisa ikut program vaksin di salah satu rumah sakit. Akhirnya alhamdulillah bisa dapat juga si vaksin di rumah sakit tersebut. Dosis pertama selesai 🙂

Masalah selanjutnya, adalah masalah si sertifikatnya 😀 Sebenarnya, sejak habis vaksin pertama tersebut, saya sudah mendaftarkan diri di website pemerintah itu 🙂 Saya masih santai aja sih, karena banyak dengar cerita orang-orang ada yang cepat langsung dapat cuma beberapa jam setelah vaksin, namun selain itu juga tidak sedikit yang baru dapat si sertifikat (Yang pertama dan kedua) beberapa bulan setelah vaksin kedua. Tapi, entah kenapa, sampai hari saya dan si Mbak mendapatkan vaksin dosis kedua, si sertifikat vaksin pertama belum juga muncul…Rencananya sih mau nanyain ke pihak rumah sakit saat vaksin kedua. Ternyata, pas hari H vaksin kedua dan saya sudah pesan taksi daring untuk berangkat ke rumah sakit, adik ipar adik saya nelpon mengabarkan bahwa stok si vaksin habis. Kebetulan adik ipar adik saya itu sudah duluan tiba di rumah sakit tersebut untuk mengantarkan ibunya aka ibu mertua adik saya yang sebelumnya mendapatkan dosis pertama si vaksin bersama-sama dengan saya. Untungnya saya belum berangkat ke RS. Sempat panik juga bagaimana biar bisa tetap vaksin di hari itu juga dan dapat jenis vaksin yang sama. Untung kepikiran untuk menelepon salah satu suster Puskesmas yang sering bantu Bunda. Dia menyarankan untuk pergi ke salah satu Puskesmas dekat rumah saya dimana di sana bisa langsung datang tanpa perlu mendaftar. Akhirnya saya pun berangkat ke Puskesmas tersebut dengan masih sedikit harap-harap cemas. Pas sampai di Puskesmas, alhamdulillah memang ternyata langsung bisa vaksin tanpa perlu daftar-daftar sebelumnya dan alhamdulillah lagi si jenis vaksin yang saya pakai sebelumnya juga masih tersedia.

Alhamdulillah proses vaksin berjalan lancar, tidak sampai satu jam, saya dan si Mbak sudah mendapatkan vaksin dosis kedua kami. Mungkin yang sedikit jadi masalah adalah waktu proses screening, tekanan darah saya dan si Mbak lumayan tinggi. Mungkin pengaruh deg-degan dan sempat agak panik karena sebelumnya dengar berita ga bisa vaksin di tempat awal. Sebagai informasi, maksimal tekanan darah yang diperbolehkan untuk vaksin adalah 180/100. Sedangkan tekanan darah saya sempat melebihi batas tersebut 😦 Akhirnya setelah menenangkan diri beberapa menit, bisa juga si darah saya tekanannya turun, walaupun masih sedikit lebih tinggi dari biasanya. Saat vaksin pertama, juga demikian, tekanan darah sempat tinggi walaupun masih dalam batas normal dan tidak setinggi pada saat vaksin kedua. Kalau ini mungkin karena saya sempat deg-degan karena mikir bakal terkena kejadian ikutan apa ya setelah vaksin. Alhamdulillah dosis kedua selesai.

Nah, untuk masalah sertifikat seperti yang saya ceritakan di atas, saya pun dibantu oleh staf Puskesmas tersebut, dan ternyata ada kesalahan input di data untuk sertifikat vaksin pertama saya, sehingga sertifikat pertama saya dan si Mbak tidak keluar. Akhirnya, setelah data diperbaiki, dijanjikan sertifikat bisa keluar dalam 1 x 24 jam, dan bila belum keluar diminta untuk menghubungi pihak Puskesmas lagi. Saat keesokan harinya saya cek, alhamdulillah sertifikat vaksin pertama saya sudah keluar, tapi yang kedua belum. Sedangkan untuk si Mbak, dua-duanya belum keluar 😦 Akhirnya, saya pun menghubungi kembali pihak Puskesmas untuk minta bantuan mereka mengenai hal ini. Dan kemarin alhamdulillah, saya dan si Mbak sudah mendapatkan kedua sertifikat vaksin kami.

Kalau untuk KIPInya sendiri, alhamdulillah waktu habis vaksin pertama saya cuma merasa pegal di tangan yang disuntikkan vaksin. Dan sorenya sejak jam 5 sudah merasa mengantuk sekali. Sedangkan saat habis vaksin kedua, tidak ada rasa pegal seperti pada saat habis vaksin pertama, tapi tetap ada sedikit rasa mengantuk. Alhamdulillah untungnya si ngantuk datangnya pas jam 8 malam, setelah saya selesai mengajar. Jadi sebenarnya bingung apa ini karena efek vaksin atau memang sayanya pengen tidur lebih cepat 😀 Si Mbak pun juga sama KIPInya sama saya, cuma pegal dan mengantuk saja untuk vaksin pertama, dan ngantuk pas vaksin kedua 🙂

Demikianlah, cerita saya dengan si vaksin. Alhamdulillah, walau sedikit berliku, tapi semua berjalan lancar dan kejadian ikutannya ternyata bisa dibilang sangat ringan atau tidak ada buat saya 🙂 Bagaimana cerita Anda dengan si vaksin?

Meraih Mimpi :)

Jadi tulisan ini terinspirasi dari status di buku muka sahabat saya zaman kuliah dulu (I san) yang menuliskan status bahwa dia sedang masa isolasi mandiri setelah ketibaannya di Jepang di sebuah hotel dekat bandara Narita, Jepang. Setelah saya membaca komen-komen di statusnya, ternyata saya baru tahu kalau dia sekarang akan bertugas sebagai pengajar di Universitas Jepang yang sama dengan teman kuliah saya (juga) dulu (T san), dimana T san ini sudah terlebih dulu menjadi pengajar di Universitas tersebut.

Melihat status teman saya ini pun, saya jadi teringat cerita-cerita di zaman kuliah dulu 🙂 Kedua teman saya ini memang pintar dan hebat sejak zaman kuliah dulu, dan dua-duanya sempat mendapatkan beasiswa kuliah di Jepang selama satu tahun pada waktu kuliah dulu. Dan buat saya, sepertinya mereka telah berhasil mimpi mereka 🙂

Nah, kalau buat saya sendiri, kayaknya gara-gara baca status teman in jadi makin bersemangat menggapai mimpi saya sendiri 🙂 Jadi seperti sudah saya ceritakan di sini, sekarang saya coba memfokuskan diri untuk menjadi guru bahasa Jepang daring sambil perlahan-lahan mulai menyusun rencana untuk mencapai cita-cita buat bikin sekolah bahasa Jepang seperti yang saya tulis di sini. Bahkan, sebelum membaca status teman saya ini, sebenarnya saya sempat kepikiran untuk mengambil sertifikat guru bahasa Jepang di Jepang. Tapi kayaknya mungkin belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat karena harus ngumpulin modal dulu dan juga meningkatkan lagi kemampuan bahasa Jepang saya 🙂 Ganbatte, Inong 🙂

To I san dan T san, sukses selalu untuk karir mengajarnya 🙂 Dan doakan temanmu yang satu ini untuk bisa menyusul kalian ke sana untuk meraih mimpinya….Aamiin 🙂

Taksi di Jepang :)

Tadi lagi browsing si buku muka saya, eh tahu-tahu ada senpai aka kakak senior kampus (Yang gak pernah ketemu di kampus, karena jarak angkatannya lumayan jauh), posting tentang cerita ini yang bercerita tentang Hari Taksi di Jepang yang diperingati setiap tgl. 5 Agustus #Sayabarutahu 🙂 Dan saya pun jadi kangen sama taksi di Jepang 🙂 Oh, ya…buat yang suka tentang kebudayaan Jepang, silakan lho dibaca blog Mbak Imelda ini, karena banyak banget informasi tentang budaya-budaya di Jepang yang dishare Mbak Imelda ini yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Jepang :).

Walaupun jujur saya jarang pakai banget naik taksi kalau di Jepang, mengingat ongkosnya yang sangat mahal, tapi saya beruntung sempat ngerasain selama 3 bulan setiap hari pada hari kerja bisa ngerasain pulang pergi kerja naik taksi waktu pertama kali ke Jepang 🙂 Ingat banget waktu itu yang bikin kaget saya dan teman-teman saat pertama kali naik taksi di Jepang adalah ternyata pintu taksi di Jepang bisa dibuka sendiri lho dan harganya mahal banget 😀 Waktu pertama kali ke Jepang, saya dan teman-teman terkejut dengan harga argo taksi dari stasiun terdekat dari apato kami ke pabrik tempat kami pelatihan yang hanya memakan waktu 15 menit, ternyata ongkosnya adalah 910 yen (dikali Rp. 100 di tahun 2010, yah hampir 100.000-an lah :D). Untungnya, waktu itu kami dapat kupon untuk naik taksi setiap mau pulang pergi kantor, jadi ga pusing mikirin ongkos 😀 Terus jadi ingat, waktu ke pabrik di Jepang tahun 2015 lalu, saya juga pernah bela-belain naik taksi sendirian (Dan kali ini bayar sendiri :D) dari stasiun yang sama ke pabrik tempat saya training untuk menemui cowok Jepang favorit saya 😀 Nah, ini salah satu momen saat berkunjung ke Jepang dimana saya bela-belain naik taksi sendirian walaupun mahal, karena pengen ketemu si cowok favorit dan memang karena selain itu juga ga ada bus yang lewat depan pabrik sih, dan stasiun terdekat dari pabrik lumayan jauh 🙂 Tapi akhirnya memang jadi salah satu kenangan manis saya karena bisa ketemu dia dan teman saya selama masa training.

Ah, kan jadi kangen Jepang kan 🙂

Dulu sempat dikirimin video sama mantan murid yang lagi naik taksi di Jepang pas saya bilang kangen taksi di Jepang…Arigatou, Arief san 🙂
Stasiun tempat saya janjian sama teman-teman untuk naik taksi saat berangkat dan pulang kerja 11 tahun lalu 🙂
Foto stasiun tempat saya janjian di fotoin sama mantan murid yang lagi training di Jepang beberapa bulan lalu… Arigatou, Aman san 🙂

Ah, semoga saya bisa segera kembali ke Jepang dan bernostalgia naik taksi di Jepang 🙂 Arigatou Mbak Imel untuk postinngannya yang bikin saya jadi bernostalgia dengan taksi Jepang 🙂

Happy Idul Adha 1442 H

Sebelum hari ini berlalu, cuma mau mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1442 buat yang merayakan 🙂 Walaupun ternyata si C masih setia menemani (Padahal kita gak mau ditemani ma dia….), dan di daerah saya gak bisa melakukan shalat Id, masih banyak hal-hal lain yang patut saya syukuri di hari Idul Adha ini 🙂 Salah satunya adalah nikmat tetap sehat dan bisa beraktifitas…Alhamdulillah 🙂

Happy Eid Mubarak 🙂

Tiba-tiba ditag foto ini di IGS…. Memory of Umroh 2013 with my beloved cousin…Kangen deh jalan-jalan sama sepupu yang satu ini <3<3<3