Birthday’s Surprise

Kemarin adalah ulang tahun saya πŸ™‚ Terus tahunya, siang-siang saya dapat kiriman kue kejutan dari adik sepupu yang sedari pagi chatan via WA, tetapi dia ga kasih tahu kalau mau kasih surprise. Mungkin dia tahu kalau kakak sepupunya ini lagi down banget pas hari ultahnya dan butuh sesuatu yang bikin dia gembira di hari ultahnya…Thank you so much, dearest Nanda…I’ll try to be stronger like you asked me too πŸ™‚

The card ❀
The cake ❀

Once again, thank your dear cousin ❀

Menyambut 2021…

Sejujurnya bakal berat banget buat saya 😦 Ditambah satu berita yang mengejutkan yang saya terima tiba-tiba beberapa hari lalu, semakin galaulah saya menghadapi 2021 yang sepertinya masih kelihatan agak suram bagi saya..

Jujur, tahun 2019 lalu buat saya sudah termasuk berat. Tetapi, ternyata di tahun 2020, keadaan saya pun kayaknya masih belum membaik. Walaupun, tentunya tetap ada beberapa hal yang saya syukuri di tahun 2020 ini, dan saya pikir rasa syukur itu yang bikin saya bisa bertahan untuk (hampir) melewati tahun ini…

Untuk tahun 2021, saya ga punya harapan apa-apa. Masih doa yang sama seperti yang saya posting di sini…Plus ditambah banyakin doanya πŸ™‚

Buat kita semua, selamat menyambut 2021 dan semoga keadaan kita dan dunia menjadi makin membaik di tahun 2021 mendatang πŸ™‚

Tetap semangat dan tetap berpikir positif!!! #ngomongsamadirisendiri

Meeting zoom: ACEH DAY :)

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini sebelumnya, sekarang saya sedang dalam masa transisi karir dari seorang penerjemah bahasa Jepang dan lebih banyak menggunakan bahasa Inggris di pekerjaan saya sekarang. Nah, untuk tetap biar bisa aktif menggunakan bahasa Jepang, walau sekarang lagi tidak bekerja sebagai penerjemah bahasa Jepang, saya pun aktif dalam beberapa grup online belajar bahasa Jepang bersama-sama dengan orang Jepang dan penutur bahasa Jepang lainnya seperti yang saya pernah ceritakan di sini πŸ™‚

Minggu kemarin, seorang sempai aka senior (yang gak pernah ketemu) saya di kampus dulu dan yang tahu saya orang Aceh (pastinya dari nama saya), ngajakin saya untuk memperkenalkan Aceh dan sedikit budayanya dalam forum daring yang diadakan via zoom. Kebetulan senior saya ini sudah dua puluh tahun lebih tinggal di Jepang, dan beliau bersama teman-temannya dan bekerja sama dengan KBRI di Jepang aktif mengenalkan budaya-budaya yang ada di Indonesia kepada orang-orang Jepang. Selama pandemi ini, pertemuan dilakukan secara daring sebulan sekali. Dan kebetulan tema untuk bulan ini adalah “ACEH DAY”.

Sebenarnya pas diajakin ikut berpartisipasi, yang pasti saya senang sekali…Tapi ditambah deg-degan πŸ˜€ Biasalah, saya memang orangnya suka demam panggung. Tapi, alhamdulillah, walau memang sedikit gugup dan terbata-bata, ternyata bisa juga saya menyampaikan presentasi tentang salah satu budaya Aceh, pernikahan πŸ™‚ Thank you Imelda sempai yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengenalkan budaya Aceh kepada orang Jepang. Semoga ada kesempatan lainnya πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 30: Write about what do you feel when you write

The last day….Alhamdulillah πŸ™‚

Yang jelas saya merasa lega dan bangga sama diri sendiri. Lega karena saya sendiri ga nyangka ternyata saya bisa nulis secara konsisten 30 hari penuh tanpa bolong-bolong πŸ™‚ Padahal awalnya cuma niat iseng aja, biar buat refreshing sambil WFH dan mumpung bisa buka laptop tiap hari πŸ™‚ Bangga karena saya bisa memenuhi janji sama diri sendiri untuk tiap hari nulis dan bisa mengalahkan rasa malas untuk nulis yang kadang-kadang muncul πŸ˜€

Selain itu, ternyata tantangan ini juga bikin saya bisa ngubek-ngubek lagi isi buku harian daring saya ini buat mengenang semua kejadian di masa lalu πŸ™‚ Kalau ga ada tantangan ini, paling saya cuma lihat halaman-halaman pertama saja, tapi karena adanya tema-tema di tantangan ini, saya jadi ngubek-ngubek isi buku harian daring saya ini lagi deh :0

Hm, berikutnya saya jadi kepikiran mau tulis buku harian dengan bahasa Inggris dan Jepang, tetapi, khusus untuk bahasa Jepang, saya pengennya ada yang bisa memperbaiki tata bahasa saya, biar bisa keliatan kayak tulisan buku harian orang Jepang πŸ˜€ Soalnya, beberapa hari lalu pas saya posting ini, iseng saya bikin terjemahan bahasa Jepangnya, dan pas saya kirim di grup belajar bahasa Jepang yang saya ikuti, ternyata menurut para guru nativenya masih ada beberapa yang harus diperbaiki biar keliatan kayak buku harian orang Jepang..Walaupun menurut para guru tersebut, yah pastinya cara nulis masing-masing orang beda-beda, tapi yang diajarin ke saya adalah yang umum dipakai saat nulis buku harian oleh orang Jepang. Semoga aja suatu hari, bisa kesampaian πŸ™‚ *Dengan catatan kalau saya tidak malas πŸ˜€

Akhir kata, semoga ada tantangan berikutnya yang bisa saya ikuti πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 29: My goals for the future

My goals for the future:

  1. Going for Hajj…Insyaa Allah πŸ™‚
  2. Buy and stay in my own apartment πŸ™‚
  3. To live and work in Japan for several years.
  4. After several years living and working in Japan, I will be back to Indonesia, and make a Japanese and English language course.
  5. Have a beneficial life for others for the rest of my life..

May Allah grant all my wishes and prayers πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 28: Write about loving someone

Hm, sejujurnya saya tipe yang lebih baik dicintai daripada mencintai sih…Jadi kalau seseorang itu sudah benar-benar teruji dan terbukti mencintai saya, I will definitely love him back, walaupun mungkin awalnya saya ga cinta sama dia πŸ™‚

Dan jujur sampai sekarang belum ketemu orang yang seperti itu sama saya…tapi seperti saya bilang di sini, insyaa Allah suatu hari saya akan ketemu “My prince of charmed” dan untuk sekarang, cuma bisa menikmati dan bersyukur atas hidup saya, seperti yang saya cerita di sini πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 27: Someone who inspires me

Kalau bicara tentang seseorang yang menginspirasi, saya mau bicara tentang orang-orang yang menginspirasi saya tentang “Ke-Jepangan”…Nah, ada dua orang nih yang menginspirasi saya untuk hal-hal yang berbau “Ke-Jepangan” ini.

Pertama, yaitu adik kelas saya yang pernah saya ceritain di sini πŸ™‚ Yah, pastinya yah karena saya juga punya cita-cita sama seperti dia untuk tinggal dan bekerja di Jepang πŸ™‚ Dan updated, tahun lalu si adik kelas ini sudah pindah kerja lagi, masih tetap di Jepang, tapi pindah kota dari kota O ke kota N…See you soon there someday, T san πŸ™‚

Yang kedua adalah si penulis blog ini. Selalu terinspirasi dengan cerita-cerita Adek san ini soal makan daging halal di resto-resto di Jepang dan juga cerita-cerita Adek saat dia keliling ke penjuru Jepang, apalagi kalau ada bagian yang dia nyetir sendiri πŸ™‚ Jadi suka ngebayangin badannya Adek yang kelihatannya imut dan kecil (“Kelihatan” karena saya dan Adek belum pernah bertemu secara nyata, cuma lihat foto-foto dia dari blog atau media sosialnya :D) mengendarai mobil ke penjuru Jepang….羨ましい πŸ™‚ Semoga, suatu hari nanti setelah saya tinggal di dan bekerja di Jepang (Aamiin…), kita bisa ketemu dan keliling Jepang bareng-bareng ya, Dek…*Aamiin lagi :))

So, who inspires you?

#30dayswritingchallenge Day 26: My school

Di tema tentang sekolah ini, pengen cerita tentang hal-hal yang paling berkesan buat saya di setiap tingkatan sekolah yang saya lalui πŸ™‚

Kalau untuk masa TK, yang paling saya ingat adalah dulu saya masih sekitar umur 3 tahun, tapi udah pengen sekolah kayak Abang-abang saya sampai merengek-rengek ke Ayah dan Bunda πŸ˜€ Akhirnya Bunda pun membuatkan saya seragam TK khusus buat saya yang modelnya mirip dengan seragam TK tempat saya mau belajar seperti yang saya ceritakan di sini biar bisa sekolah di TK (Walaupun warnanya jauh beda…Seingat saya seragam TK resminya warna kuning oranye gitu, sedangkan warna seragam buatan Bunda adalah merah marun :D), karena pihak sekolah ga menyediakan seragam buat murid ga resmi dan dibawah umur kayak saya πŸ˜€ Senangnya hati saya karena dulu setiap hari Jum’at bisa makan bubur sumsum di sekolah dan ngerayain ulang tahun sama teman-teman TK tersebut πŸ™‚ Terus, waktu pertengahan tahun ajaran TK ini, kami sekeluarga pindah rumah dari daerah Jakarta Pusat ke Jakarta Barat. Karena masih pertengahan tahun ajaran, jadi Ayah Bunda belum memindahkan kami ke sekolah baru yang dekat dengan rumah baru πŸ™‚ Jadi kalau berangkat sekolah, kami pagi-pagi naik mobil sama-sama Ayah Bunda, terus Bunda nungguin saya dan Abang-Abang sampai jam pulang sekolah, kemudian pulang ke rumah dengan naik kopaja dan dilanjutkan dengan becak πŸ™‚ Untungnya TK dan SD tempat saya dan Abang-Abang bersekolah terletak di satu gedung yang bersebelahan, jadi Bunda bisa santai nungguin kami di sekolah tanpa repot bolak-balik πŸ™‚

Kalau di masa SD, memori yang paling berkesan adalah naik jemputan dan jalan-jalan ke Jogja naik kereta bersama teman-teman dan guru πŸ™‚ Kalau masalah naik jemputan sih biasa mungkin ya, tapi buat saya yang ga biasa adalah ada masa-masa dimana saya nangis kencang kalau Abang saya ga pulang naik jemputan sama saya, padahal yang dibayarin buat naik jemputan cuma saya *maklum anak cewek satu-satunya :D* Jadi, kalau saya sudah nangis gitu, biasanya supir jemputan bakal ngizinin Abang saya untuk pulang naik jemputan juga deh πŸ˜€ Terus, untuk ke Jogja, waktu kelas 6 SD, ada study tour pramuka ke Jogja selama seminggu dengan menggunakan kereta. Itu adalah pengalaman pergi jarak jauh pertama saya hanya dengan teman dan guru, tanpa didampingi Ayah Bunda..Sampai sekarang, saya masih ingat gimana serunya jalan-jalan tersebut πŸ™‚

Kalau di masa SMP, yang paling saya ingat adalah ada pelajaran ekstra kurikuler berenang dan basket yang diadakan di GBK Senayan pas kelas 1:) Sampai sekarang, saya masih ingat hari-harinya, Selasa berenang dan Kamis basket. Kalau pergi diantar sama Ayah, terus pulangnya jalan kaki dulu dari GBK ke Pasar Palmerah, baru deh dilanjutin naik angkot. Terus, istirahat sebentar di rumah, lalu lanjut lagi berangkat sekolah. Oh iya, dulu kelas 1 SMP saya masuk siang terus karena kebetulan sekolahnya lagi direnov πŸ™‚ Jadi abis ekskul ini yang selesai sekitar jam 8-9, bisa pulang dulu. Kalau ambil nilai olahraga, juga dilakukan di GBK ini. BTW, walaupun ikut ekskul ini, saya tetap ga bisa renang dan basket lho πŸ˜€

Kalau untuk memori di SMU, bisa dibaca di sini ya πŸ™‚

Nah untuk masa kuliah, kenangan saya adalah dulu kalau ada jam kosong diantara satu matkul dengan matkul yang lain, saya suka melipir dengan sahabat zaman kuliah dulu ke salah satu mal yang dekat dengan kampus saya dulu untuk makan pizza favorit kami πŸ˜€ Dan di masa kuliah inilah saya jadi penggemar makan-makan, padahal dari zaman kecil sampai SMU, saya termasuk picky eater dan ga suka makan lho πŸ˜€ Dan saya juga jadi biasa bisa tidur dimana pun karena di zaman kuliah ini saya selalu tidur di bis kalau pulang kuliah πŸ˜€

#30dayswritingchallenge Day 25: Something inspired of the 11th image on your phone

Pas baca judul ini, langsung ngecek foto ke-11 di HP saya apa ya πŸ˜€ Tetapi ternyata fotonya bukan sesuatu yang menginspirasi πŸ™‚ Jadi, saya pun nyari-nyari foto lain dari HP saya yang kira-kira bisa jadi inspirasi saya. Dan ketemulah foto ini πŸ™‚

Sakura & salju Source: Google photo

Jadi di awal bulan April kemarin, ada beberapa teman di Jepang yang posting foto-foto sakura dengan salju πŸ™‚ Dan saya pun meminta seorang teman saya yang tinggal di Jepang untuk membagikan beberapa foto-foto sakura bersalju yang dia ambil. Sebelum dikirimin foto-fotonya, saya udah nyari-nyari di google photo dan ketemu foto tersebut di atas πŸ™‚

Yang jelas sih, foto sakura bersalju itu menginspirasi saya untuk bisa mewujudkan impian saya pergi ke Hokkaido biar bisa melihat sakura dan salju di saat bersamaan πŸ™‚

#30dayswritingchallenge Day 24: About what you’ve learned

Kalau bicara tentang about what I’ve learned alias apa yang saya pelajari selama hidup saya ini, jawabannya adalah saya belajar untuk selalu bersikap sabar, terus berdoa, dan yakinlah Allah akan mengabulkan apa yang kamu minta di saat yang tepat dan menurut cara terbaik-Nya. Kadang-kadang tidak sesuai dengan yang kau minta..Tapi percayalah dan renungkanlah setelahnya, bahwa hal itu adalah yang terbaik buat kamu😊 Hal ini saya pelajari setelah kejadian ini, 10 tahun lalu πŸ™‚

Jadi, zaman kuliah dulu di jurusan saya, ada pemberian beasiswa belajar di beberapa universitas di Jepang selama 1 tahun untuk kurang lebih 10 orang mahasiswa berprestasi πŸ™‚ Walaupun IPK saya di masa kuliah itu selalu di atas 3 koma (FYI, di jurusan saya itu IPK di atas 3 adalah hal yang biasa :)), tetapi ternyata saya bukan salah satu dari 10 orang yang terpilih tersebut 😦 Tentunya sempat ngerasa kecewa saat itu, tetapi masih biasa aja sih…ga yang sampai bikin saya sedih banget gitu deh, dan saya tetap berdoa semoga kesempatan mengunjungi negara yang bahasanya saya pelajari ini bisa terwujud suatu hari nanti πŸ™‚

Nah, terus pas kerja di kantor lama, seperti pernah saya ceritakan saya diberi kesempatan untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada calon trainee yang akan dikirim ke Jepang. Nah, pas yang angkatan pertamanya tuh, saya ngajar beberapa bulan pertama, lalu digantikan oleh guru dari luar kantor karena proses belajar mengajarnya ditingkatkan menjadi intensif setiap hari sebulan menjelang keberangkatan para trainee tersebut. Nah, pas udah diumumkan tanggal resmi keberangkatan mereka, saya tuh sempat agak “ngiri” dan berpikir “Waduh, enak ya mereka bisa berangkat ke Jepang full gratis…Andai saya bisa ikut sama mereka…”

Ternyata, sebulan setelah keberangkatan para trainee tersebut, saat saya sudah mulai ga terlalu mikirin lagi soal para trainee yang di Jepang dan pasrah tentang keinginan saya agar bisa ke Jepang, Allah ngabulin keinginan saya untuk bisa berangkat ke Jepang juga πŸ™‚ Full gratis, dalam waktu yang lumayan lama, dan sendirian dengan tugas untuk mendampingi para trainee-trainee tersebut sebagai penerjemah πŸ˜€ Di titik itulah saya baru menyadari arti sebenar-benarnya dari “Sesuatu akan indah pada waktunya” dan memang Allah mengabulkan keinginan saya di saat yang tepat dan saya sudah benar-benar siap πŸ™‚ Teringat masa 3 bulan saya tinggal di Jepang tersebut, saya benar-benar sangat menikmatinya walau harus terpisah dengan keluarga dan tinggal di sana sendirian πŸ™‚ Dan seingat saya, benar-benar ga ada rasa sedih dan kesepian selama 3 bulan tersebut walaupun tinggal sendirian πŸ™‚

Kemudian, cerita beralih ke masa sekarang. Seperti yang saya ceritakan di sini, saya sedang dalam masa transisi perubahan karir dari seorang penerjemah Jepang, walaupun tetap punya cita-cita suatu hari mau ngerasain tinggal dan kerja di Jepang. Sebenarnya, awal ngelamar di kantor yang sekarang, saya melamar sebagai penerjemah bahasa Jepang. Tetapi, karena adanya suatu perubahan kebijakan di kantor, eh saya dipindahkan ke posisi yang lain, tetapi tetap berhubungan dengan bahasa asing. Kalau kali ini, bahasanya adalah bahasa Inggris πŸ™‚ Seperti yang saya ceritakan di sini juga, dari dulu saya suka belajar bahasa asing. Alhamdulillah, walau bukan bahasa Jepang, saya di kantor ini masih aktif menggunakan bahasa asing yang lain, yaitu bahasa Inggris.

Nah, karena dalam kondisi transisi perubahan karir ini, saya pun tetap ingin agar bahasa Jepang saya bisa tetap aktif terpakai demi mewujudkan cita-cita saya ke depan. Alhamdulillah, Allah lagi-lagi ngabulin keinginan saya itu. Di masa pandemi ini, di media-media sosial saya, saya menemukan beberapa grup dan guru bahasa Jepang yang melakukan proses belajar bahasa Jepang secara daring dan gratis. Mereka pun sering mengadakan pelajaran daring langsung dengan diajarkan oleh guru-guru bahasa Jepang yang tinggal di Jepang melalui berbagai aplikasi media sosial πŸ™‚ Dan saya pun bisa punya kenalan-kenalan baru, baik yang tinggal di Jepang maupun di negara lainnya. Salah satu yang pernah saya ikuti, pernah saya ceritakan di sini dan di sini πŸ™‚

Jadi buat saya pribadi, saya percaya bahwa Allah pasti akan mengabulkan semua keinginan dan doa saya suatu hari nanti. Tapi, si Inong yang ga sabaran ini harus belajar sabar, karena dari pengalaman-pengalaman saya pribadi, sering kali Allah ga langsung ngabulin permintaan saya, tetapi butuh waktu beberapa lama, dan bahkan kadang saat saya sudah lupa dengan keinginan tersebut dan baru tersadar bahwa itu adalah bentuk terkabulnya doa saya setelah kejadian πŸ™‚