Another gift :-)

Hari Kamis minggu lalu adalah hari terakhir bekerja dari teman saya yang pernah saya ceritain di sini🙂 *BTW, kisah jadiannya berakhir indah dan alhamdulillah berlanjut sampai ke pelaminan, saudara-saudara :-)*. Dan pada saat pamitan ke departemen saya, ternyata dia juga sekaligus ngasih kado perpisahan buat saya dan rekan-rekan wanitanya #khususwanita🙂 Dan buat saya, hadiahnya adalah :

20160825_163011

20160825_163104

The pink hijab <3<3<3

Aaa, terharu saya nerima hadiah ini…Apalagi sepertinya sang teman juga tahu kalau merah jambu adalah warna kesukaanku *Hey, it`s rhyme :-)* Dan hadiah ini juga mengingatkan saya bahwa saya juga pernah menerima hadiah jilbab sebagai hadiah perpisahan dari teman saya yang lain🙂 Thank you, dear E dan A <3<3<3

Dan buat A, good luck ya buat skripsinya, semoga segera selesai, dan kita bisa ketemuan di Tokyo suatu hari nanti…Aamiin🙂

20160825_162738

A san dan PPD Dept.🙂

8 Kali Festival Kembang Api di Jepang

Sebenarnya sampai saat ini, cita-cita saya yang belum kesampaian saat pergi ke Jepang adalah naik shinkansen dan melihat salju. Tapi pas baca posting ini, lalu kemudian teringat beberapa saat lalu saya juga melihat foto cowok Jepang favorit saya dan pacarnya yang menggunakan yukata (Atau kimono ya? :D) untuk pergi ke salah satu acara festival kembang api di Tokyo, saya pun jadi nambahin wish list untuk melihat salah satu festival kembang api yang ada di Jepang kalau berkunjung lagi ke sana🙂 Semoga bisa kesampaian…Mohon amiinnnya ya🙂

Tukang Makan - Tukang Jalan・食いしん坊・タビ好き

Iya, saya memang suka angka 8, jadi postingan ini sengaja dibikin di tahun ke-8 saya tinggal di Jepang setelah 8 kali nonton festival kembang api 😀

………………………………………………………………………………………….

Musim panas di Jepang bagi saya (dan mungkin bagi kebanyakan orang) identik dengan adanya berbagai natsumatsuri (festival musim panas), kakigori (aka es serut), ladang-ladang yang dipenuhi bermacam bunga seperti himawari (bunga matahari), lavender, iris, dan berbagai jenis bunga cakep lainya, serta tentunya yang tak boleh ketinggalan disebutkan adalah ratusan (dan bahkan katanya ada lebih dari 1000 lho!) hanabi taikai, atau festival kembang api, yang diadakan di seluruh penjuru Jepang!

Salah satu situs andalan yang sering saya jadikan acuan adalah Hanabi Walkerplus di mana kita bisa memilih mau mencari festival kembang api berdasarkan tanggal atau daerah tertentu, dan kita bisa memeriksa jumlah kembang api yang akan diledakkan di festival itu. Sayangnya sebagian besar informasi di situs ini hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

View original post 1,144 more words

This entry was posted on August 12, 2016. 10 Comments

Wisata Kuliner di Bogor :-)

Berawal dari kicauan twitter seorang senpai aka senior saya waktu zaman kuliah dulu yang menuliskan bahwa dia ingin berwisata kuliner di Bogor pada saat libur Lebaran, saya pun membalas tweetnya dan bilang pengen ikutan😀 Saya sih sebenarnya udah sering ke Bogor, tetapi kalau ke Bogor selalu acaranya ngumpul di rumah teman dan makan-makan di sana, jadi gak pernah wisata kuliner berkeliling Bogor🙂 Makanya saya semangat banget ngejawab tweet si senpai tersebut dan menunggu-nunggu hari wisata kulinernya😀 Padahal, saya udah “ngeluh” juga di akun Path saya di hari pertama Lebaran kalo baru beberapa jam meninggalkan bulan Ramadhan saja berat badan saya udah back to normal😦 Tetapi, yang namanya godaan kuliner Bogor yang weenak weenak itu sepertinya tetap gak bisa saya tolak😀 Dan akhirnya terpilihlah hari Selasa, 12 Juli kemarin, sebagai tanggal pelaksanaan wisata kuliner ini🙂 Peserta wisata kulinernya ada 3 orang, yaitu Anty (Senior saya), Sari (adik Anty), dan tentunya saya sendiri dong😀

Tujuan pertama kami adalah Toge Goreng Mang Gebro di Pasar Anyar. Wah, pas banget tuh karena memang saya suka toge goreng dan selalu kepengen nyobain toge goreng asli Bogor🙂 Tetapi, pas sampai di tempatnya, eh warungnya masih tutup😦 Batal deh nyobain si toge goreng…Akhirnya setelah berunding sejenak, kami pun memutuskan untuk melanjutkan wisata kuliner kami ke Kedai Kita yang terkenal dengan pizza bakarnya🙂 walaupun Kedai Kita buka cabang juga di dekat rumah saya di Jakarta, tetapi tetap tidak mengurangi semangat saya untuk mencoba pizza bakar yang menjadi menu favorit di sana. Karena kami pastinya gak akan cuma makan di Kedai Kita ini, akhirnya kami pun sepakat untuk hanya memesan satu porsi menu pizza bakar yang kata pelayannya paling favorit, yaitu Smoked Beef🙂 Dan emang top markotop banget deh rasanya🙂 Dan sekarang saya terbayang-bayang ifumie Kedai Kita (Karena pada waktu menunggu pesanan kami, ada yang makan ifumie di meja sebelah :D) yang membuat saya jadi pengen makan ifumie di cabang Kedai Kita dekat rumah saya pas weekend nanti😀

The yummy smoked beef pizza and us :D

The yummy smoked beef pizza and us😀

Pas keluar dari Kedai Kita, karena Kedai Kita ini bersebelahan dengan “Pia Apple Pie”, saya pun mengajak Anty dan Sari untuk masuk ke sana karena (Rencana awalnya) saya ingin membeli apple pie untuk oleh oleh🙂 Pas lagi milih milih, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk mau makan aja di tempat😀 Dan saya pun mengajak Anty dan Sari untuk memilih rasa pie yang bisa kami makan bersama🙂 Dan terpilihlah pie dengan rasa :

Lychee Tarte Tatin

Lychee Tarte Tatin

Dan bener bener pilihan yang pas banget deh🙂 Rasanya tidak terlalu manis, crunchy, dan bagian favorit saya adalah buah lecinya pastinya🙂

Anty dan saya berpose di bawah pohon apel :D

Anty dan saya berpose di bawah pohon apel😀

Nah, tujuan selanjutnya adalah tujuan kuliner yang diidam-idamkan oleh Anty sejak awal, yaitu Soto Kuning pak Yusuf🙂 Dan ternyata selain daging, isi dari soto ini adalah berbagai jeroan seperti iso, babat, paru, dan kikil🙂 Sebagai penggemar jeroan, me likey so much pastinya🙂 Dan kami pun memesan soto kuning isi campur dengan sebungkus emping…Yummmyyyyyy…

Penampakan si soto kuning isi campur

Penampakan si soto kuning isi campur

 

Penampakan si warung yang berlokasi di trotoar jalan :-)

Penampakan si warung yang berlokasi di trotoar jalan🙂

Untuk tujuan terakhir, kami memutuskan untuk makan laksa Bogor di gang Aut Surya Kencana yang berdekatan dengan warung si soto kuning Pak Yusuf. Katanya itu yang paling terkenal di Bogor, dan salah satu reviewnya bisa dibaca di sini🙂 Tetapi ternyata kata orang di sekitar warung, warungnya baru saja tutup😦 Hik..hikkk…telat deh kita. Tapi, sebenarnya kami bersyukur juga sih karena sebenarnya kapasitas perut kami sudah sangat penuh😀 Kami pun memutuskan bahwa laksa ini bakal jadi tujuan wiskul kami berikutnya di Bogor.

Dan akhirnya kami pun berpisah dan saya kembali ke Jakarta dengan perut kenyang dan perasaan bahagia🙂 Happy tummy, happy me😀

Dan, malamnya si Anty kembali ngetweet tentang tujuan wisata kuliner berikutnya yaitu : Soto Mie Mang Ohim, Toge Goreng Mang Gebro, dan Laksa Bogor Gang Aut. Dan saya pun langsung membalas tweetnya dengan bilang “ikut lagi ya, Ty :-)”

See you in the next culinary travel, Bogor😀

Updated 16 Juli 2016 :

Tadi pagi, Anty ngabarin saya kalau dia udah nyoba laksa Bogor duluan, dan dikirimlah foto ini :

20160716190338

Laksa Bogor😀

Dan saya membalas dengan bilang bahwa saya akan makan siang ifumie hari ini di Kedai Kita dekat rumah saya🙂 Dan alhamdulillah kesampaian walau harus berhujan-hujan..

20160716_135732-1

Ifumie, lychee tea, dan pangsit goreng yummy😀

Hmmmm, kok sekarang malah jadi kebayang Apple Pie dari Pia Apple Pie yang gak jadi kebeli kemarin ya…mungkin faktor abis balas komen di bawah ya🙂 Semoga bisa segera kesampaian makan apple pie si Pia😀

Puasa dan impian saya…..

Postingan yang gak penting dan gak jelas ini terinspirasi dari beberapa hal yang terjadi sejak siang kemarin sampai beberapa saat sebelum saya menulis postingan ini🙂

Kemarin kebetulan salah satu pekerjaan saya adalah menerjemahkan dokumen yang salah satunya berisi beberapa pertanyaan dari pihak kantor pusat Jepang mengenai kehidupan beribadah orang Islam di Indonesia pada umumnya yang mereka tanyakan terkait untuk persiapan menyambut teknisi-teknisi dari kantor kami yang akan training selama 3 tahun di sana. Salah satu pertanyaannya adalah menyangkut puasa. Lalu, pas ceramah taraweh tadi malam (Yang tumben-tumbenan saya dengarkan dengan tidak ada rasa kantuk sama sekali :D) juga membahas mengenai betapa beruntungnya umat Islam yang tinggal di Indonesia karena situasi yang sangat mendukung dan kondusif untuk melakukan ibadah puasa dan mengakibatkan saya membayangkan gimana ya rasanya puasa di Jepang😀 Lalu tadi pagi pun, pas nonton acara Muslim Travelers di NET TV yang merupakan salah satu acara favorit saya selama puasa, kok bisa-bisanya pas yang jadi tempat kunjungan si muslim travelernya ya ke Tokyo pula <3<3<3 Waaaa, apakah ini suatu pertanda? *Mohon bantuan Aamiinnya pembaca :-)* Kemudian, saya pun teringat bahwa dua minggu lalu, pas lagi ngajar murid kursus bahasa Jepang saya, dia tiba-tiba cerita kalau dia pengen ngerasain “Naik-turunnya iman” dengan cara jalan-jalan sambil berpuasa di negeri orang🙂 Kata si murid “Gak usah jauh-jauh ke Eropa, Mbak Inong…Aku pengen deh jalan-jalan sambil ngerasain puasa di Singapura misalnya” Hmmm, kedengaran menarik juga tuh…Dan saya pun jawab “Nanti kalau memang ada rencana kayak gitu, kasih tahu aku ya, aku pengen ikut” sambil mikir dalam hati, sanggup gak ya?…Dan terakhir, salah seorang teman blogger saya, Christa, baru saja memposting tentang pengalamannya berpuasa selama kuliah di Inggris.

Semoga impian saya untuk merasakan puasa di Jepang (Atau di luar negeri lainnya) bisa terwujud suatu saat nanti..Aamiin…allahumma aamiin…

Mungkin ada pembaca atau pembaca tenang aka silent reader (GR banget sih Nong punya silent Reader :D) saya yang pernah merasakan puasa di luar negeri mau berbagi ceritanya? Silakan ditunggu ceritanya ya :-)

Terima kasih, Pos Indonesia :-)

Long weekend minggu lalu, saya sengaja nambah cuti saya di hari Seninnya karena ada beberapa hal yang ingin saya urus. Salah satu urusannya adalah untuk memenuhi janji saya mengirim kartu pos kepada sahabat baru saya di dunia perbloggeran yaitu Adek dan mengirimkan kopi kepada si cowok Jepang favorit saya #eeeaaa😀

Kalau untuk kiriman kartu posnya, karena saya dan Adek janjian untuk berbalas kiriman kartu pos. Kartu pos dari Adek sudah saya terima dari awal April lalu. Jujur saya sempat “panik” juga pas nerima kartu pos dari Adek, karena saat itu saya belum ada kartu pos yang bisa dikirim ke Jepang😦 Sudah sempat nyari di Gramedia yang seingat saya dulu jual kartu pos juga, tetapi ternyata di Gramedia yang saya kunjungi gak jualan kartu pos lagi😦 Untunglah Adek menenangkan dengan mengatakan untuk nyari kartu posnya kalo lagi senggang dan gak repot aja..気にしないで kata Adek ya, Dek🙂

Untuk kiriman kopinya terinspirasi karena waktu ketemuan di Jepang bulan November tahun lalu, saya bawain oleh-oleh kopi buat dia dan teman Jepang yang lain. Dan setelah minum kopi yang saya berikan, dia pun komen kalau bau kopinya harum dan rasanya enak (Dan saya yang pelupa ini pun lupa saya ngasih kopi apa ke dia #eeeaaa), sehingga bikin dia “tertarik” aka mempunyai minat kepada perkopian😀 Dan akibat si komen itu pun, akhirnya pas pulang kampung bulan Maret lalu, saya pun menyempatkan untuk membeli beberapa bungkus kopi Seulimeum (Kampung halaman ortu saya) yang rencananya salah satunya untuk saya kirim ke dia🙂.

Akhirnya, setelah menunggu waktu yang tepat kapan saya bisa mengirimnya, akhirnya hari Senin setelah libur panjang kemarin pun saya baru berhasil memenuhi janji saya kepada Adek dan si cowok Jepang favorit tersebut🙂 本当に良かった😀 FYI, saya mengirim si kopi dan si kartu pos dari dua kantor pos yang berbeda😀 Si kopi saya kirim dari kantor pos yang ada di dekat rumah, sedangkan si kartu pos saya kirim dari kantor pos Pasar Baru karena dari informasi yang saya dapat setelah sempat “berkunjung” ke kantor pos Cikini (Yang buka 24 jam lho katanya :-)), menurut petugas sekuriti yang bertugas di sana bahwa satu-satunya kantor pos yang menjual kartu pos adalah kantor pos Pasar Baru. Dan saya pun meluncur ke sana🙂 Awalnya masih sempat deg-degan juga karena waktu kirim si kopi dibilang sama petugasnya kalau beliau gak tahu apakah Jepang mau menerima kiriman kopi atau tidak, karena menurut beliau ada negara yang tidak mau menerima kiriman kopi🙂 Sedangkan deg-degan waktu ngirim kartu pos adalah karena pas saya ngasih kartu pos ke si petugasnya, si petugasnya nanya “Ini aja?” dan pas saya bilang iya, eh dia naruh kartu posnya kayak sembarangan gitu deh😦 Dan kesamaan dari kedua petugas di dua kantor pos tersebut adalah sama-sama bilang kalau kirimannya akan sampai paling cepat dalam waktu tiga minggu…

Dan kemarin lusa serta kemarin, rasa deg-degan saya pun berakhir dengan diterimanya kabar dari Adek dan si cowok Jepang favorit yang memberitahukan bahwa si kartu pos dan si kopi sudah sampai dengan selamat di hadapan mereka. Waaawwww, cepat banget ya…Cuma sekitar seminggu lebih dari tanggal pengirimannya :-)  良かった🙂 Thank you ya, Pos Indonesia untuk kerja kerasnya. Buat saya, pelayanan pengiriman ini sungguh amat memuaskan🙂

image1

Kartu pos buat Adek🙂

20160508_120407.jpg

Si paket kopi😀

Screenshot_2016-05-20-09-00-48

Yey, si kopi udah nyampe di Jepang🙂

received_727679084040313

Foto dari si cowok favorit yang lagi menikmati kopi dari saya🙂

Kenapa Lu Bakal Kecewa Saat Sedekah Sambil Berharap Balasan Berlipat

Suka banget sama postingan si mas Mbot ini🙂 Khususnya bagian yang “saya bingit ini”: “Tiap siang lu jajan di warung Amigos (Agak Minggir Got Sedikit) yang piringnya terakhir ketemu sabun pas lebaran 2013. Kuman typhus di piring itu udah mulai bikin tari-tarian saking adat istiadatnya udah mengakar turun-temurun. Lu makan 3 bulan di situ, setiap hari kerja, artinya kurang lebih 60 kali, dan nggak sekali pun kena penyakit. Tuhan udah membalas sedekah lu dengan bikin lu kebal typhus dan terhindar dari rekening rumah sakit 7 juta.” (Dalam kasus saya, hampir setiap hari sarapan bubur ayam yang posisi gerobaknya bener-bener amigos banget :D)

(new) Mbot's HQ

sedekah-ilustrasi-_120814161235-689“Mau dapet rezeki berlimpah? Sedekah aja! Tuhan akan membalas 700 kali lipat! Mau punya uang 700 juta? Cukup sedekah 1 juta! Mau punya uang 7 miliar? Sedekah aja 10 juta!”

Pernah denger ajakan kayak gitu? Atau elu malah lagi pikir-pikir untuk nyoba? Sebelum nyoba, baca dulu deh tulisan ini.

Bukan, gue bukan mau mempermasalahkan ‘sedekah itu harusnya ikhlas, nggak mengharap imbalan’. Ada pemuka agama yang bilang, justru kita hanya boleh mengharap kepada Tuhan, bukan kepada yang lain. Itu gue setuju 100%. Masalahnya, saat lu menyedekahkan duit dengan berharap dapet imbalan duit berkali-kali lipat, ada dua faktor yang berpotensi bikin lu kecewa.

Pertama, Tuhan memang pasti membalas, tapi balasannya belum tentu uang tunai.

Katakanlah lu nyumbang sejuta, dengan harapan dapet 700 juta, cash, dalam tempo selambatnya 3 bulan (sama Tuhan kok masang tempo, ini aja udah salah). Lu tunggu sebulan, dua bulan, tiga bulan, nggak dateng-dateng apa pun yang bisa dituker…

View original post 422 more words