Edisi jalan-jalan :-)

Ternyata sudah lama juga ya saya gak ngisi blog ini ๐Ÿ˜€ Sebenarnya, berhubungan dengan judul tersebut di atas, dari bulan lalu ada satu cerita tentang jalan-jalan saya ke perkampungan Betawi Setu Babakan.ย Dan pada saat saya berkunjung ke sana, saya sudah mengambil banyak foto dan beberapa video dengan menggunakan telepon genggam saya untuk diabadikan di blog. Sesampai di rumah, saya pun memeriksa kembali foto-foto dan video-video tersebut. Setelah itu, mulai membayangkan isi cerita saya di blog nantinya ๐Ÿ˜€ Dan seperti biasa, setiap malam saya selalu membersihkan memori telepon genggam saya dengan menghapus folder dan foto-foto yang gak penting yang saya terima di hari itu. Tetapi karena saya agak gaptek dan gak mengecek isi folder yang saya hapus, pas saya menghapus folder folder yang tidak penting tersebut, ternyata saya juga menghapus folder yang berisi foto-foto di Setu Babakan ๐Ÿ˜ฆ Dan seketika hilanglah mood saya untuk menulis di blog *nangis kejar* Dan hanya satu foto di bawah ini saja yang berhasil tersimpan di telepon genggam saya dan saya posting di IG pada saat tiba di Setu Babakan.

Setu Babakan

Dan hari Minggu kemarin pun, saya dan beberapa orang teman kembali berjalan-jalan di sekitar Jakarta #Jalanjalanmurahmeriah #IloveJakarta ๐Ÿ™‚ Kalau saat ke Setu Babakan, saya dan teman-teman berinisiatif untuk berjalan-jalan sendiri, maka pada hari Minggu kemarin itu kami mengikuti walking tour yang diselenggarakan oleh Jakarta Good Guide dengan dipandu oleh Bpk. Candha yang menurut saya asyik banget cara ngejelasinnya ๐Ÿ™‚ Tema tur kali ini adalah Walking Tour Karet X Ereveld Menteng Pulo, yang dimulai dari Plaza Festival (Atau dulu dikenal dengan nama Pasar Festival) dimana sang pemandu menjelaskan tentang sejarah tokoh Rasuna Said, Gelanggang Remaja Soemantri Brodjonegoro, Pusat Perfilman Usmar Ismail, Gama Tower dan Hotel The Westin yang menempati dua puluh lantai teratas dari Gama Tower, Jln. Casablanca beserta terowongan Casablanca. Dan berkat penjelasan dari Bpk. Candha, saya baru tahu bahwa nama jalan Casablanca ini diambil dari nama kota Casablanca yang ada di Maroko. Dan di Casablanca ada jalan bernama Jakarta karena Jakarta dan Casablanca merupakan “Sister Cities” aka kota kembar. Dan rute terakhir hari itu adalah makam Belanda Ereveld Menteng Pulo, Jakarta.

Dan sama seperti kejadian sehabis kunjungan ke Setu Babakan bulan lalu, sehabis pulang dari walking tour ini, sesampai di rumah saya langsung mengecek foto dan video hasil jalan jalan dan mulai membayangkan isi dari posting blog saya. Dan kemudian kejadian terulang lagi saat saya membersihkan telepon genggam saya dari foto-foto dan folder tidak penting yang saya terima hari itu, dan tanpa sengaja folder tempat saya menyimpan video dan foto-foto tersebut pun ikut saya hapus dan hanya menyisakan beberapa foto saja di telepon genggam saya ๐Ÿ˜ฆ *Si Inong yang pelupa dan gaptek :((* FYI, saya bukan tipe orang yang suka mindahin foto-foto dari telepon genggam ke komputer, dan foto-foto di telepon genggam saya baru akan saya hapus setelah saya anggap tidak penting lagi ๐Ÿ™‚

Tapi, untunglah (Alhamdulillah masih ada untung :D) saya tipe orang yang suka langsung mengabadikan apa yang saya lihat di media sosial saya. Dan ada beberapa foto yang berhasil saya simpan di IG saya seperti foto-foto di bawah ini. Dan lihat foto-foto dan penjelasan dari link yang tersebut di atas pun jadi mengingatkan saya tentang foto-foto yang saya ambil dan penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh sang pemandu ๐Ÿ™‚

Screenshot_20180724-193930

Screenshot_20180724-193937

Screenshot_20180724-194031

Screenshot_20180724-194036

Screenshot_20180724-194059

Dan alhamdulillah juga dikirimin foto dari sang pemandunya โ˜บ

IMG_20180722_112423

IMG_20180722_110012_1

Yang jelas sih baru pertama kali nih saya berkunjung ke makam tapi berasa kayak lagi main di taman dan gak ketakutan โ˜บ

Sampai jumpa di edisi jalan jalan berikutnya โ˜บ

Advertisements

See you there, dear friend :-)

Postingan ini terinspirasi dari seorang adik kelas aka kohai saya waktu di kampus dulu yang sekarang mungkin masih ada di angkasa menuju negara favorit saya (Dan mungkin juga negara favorit dia :-)) alias Jepang. She’s fulfilling her addiction to live abroad โ€Seperti tertulis di kutipan Pathnya : My one way ticket. Staying abroad has become addiction for me. Hopefully will bring “the boys” very soon.”, dengan meninggalkan zona nyaman, suami, anak, dan keluarga tercintanya di sini. Memang dia sudah pernah tinggal dan bekerja di luar negeri beberapa tahun lalu. Dan mungkin itu yang bikin dia jadi “adiktif” untuk bekerja kembali di luar negeri ๐Ÿ˜€ Pas baca tulisannya itu, jujur ada sedikit rasa iri “Dalam arti positif” yang kalau dalam bahasa Jepang disebut dengan “Urayamashii”, tapi saya juga langsung mikir : “Gue juga sama kok kayak Dia. Gue juga punya cita-cita untuk bisa tinggal dan bekerja di luar negeri seperti dia dan juga seperti doa yang selalu gue panjatkan. Tetapi mungkin yang membedakan gue dengan dia adalah gue sampai sekarang belum berani meninggalkan si zona nyaman gue dengan berbagai alasan yang buat gue penting, makanya mungkin Allah belum ngabulin doa gue yang ini karena Allah tahu gue masih “berat” untuk meraih mimpi gue yang ini :-)” Dan tulisannya itu juga bikin saya sadar untuk terus mewujudkan mimpi saya yang satu ini walau entah kapan terwujudnya ๐Ÿ™‚

Buat T san, good luck for your new adventure, new work, and new life in Okinawa ๐Ÿ™‚ I wish you all the best..Ganbatte kudasai!!! Dan makasih untuk postingan-postingannya beberapa hari ini yang bikin saya jadi makin semangat untuk meraih semua mimpi dan cita-cita saya ๐Ÿ™‚ You are truly an inspirational person for me. Semoga kita bisa ketemu di Okinawa suatu hari nanti ๐Ÿ™‚ “Big Aamiin :-)”

Dan sebagai bonus, berikut adalah video clip dari salah satu lagu favorit saya yang terngiang-ngiang di kepala saya saat baca berita kohai saya ini. Please enjoy ๐Ÿ™‚

 

Emosi :(

Entah mengapa beberapa bulan belakangan ini, saya gak bisa nahan sabar dan kerap jadi emosian ๐Ÿ˜ฆ Dan emosinya bahkan jadi meledak dan diluapkan kepada orang-orang terdekat saya dan pada akhirnya pasti berakhir dengan rasa sesal ๐Ÿ˜ฆ *Maaf kepada semua yang merasa terkena luapan emosi saya :-)*

Saya sadar sih ada beberapa faktor yang menyebabkan emosi saya meluap melebihi biasanya beberapa waktu belakangan ini ๐Ÿ˜ฆ Dan saya selalu berusaha untuk lebih ngedekatin diri kepada Sang Pencipta, tetapi tetap saja sebagai manusia masih ngerasa kok gue emosian banget ya dan gak bisa sabar saat Tuhan belum ngejawab doa doa saya ๐Ÿ˜ฆ

Cuma bisa berharap semoga hal-hal yang menjadi faktor penyebab meningkatnya emosi saya belakangan ini bisa segera dihilangkan dan saya gak jadi emosian lagi kayak sekarang ini ๐Ÿ™‚

*Updated 030518

Dan habis posting ini kemarin, kok tiba-tiba kemarin sore salah seorang murid saya update status WAnya dengan gambar di bawah ini yang benar-benar sesuai dengan kondisi saya ๐Ÿ˜ฆ

thumbnail

Numpang mejeng…..

Di majalah kantor ๐Ÿ˜€

Tadi pas jam istirahat, ada kiriman WA dari murid saya di Jepang yang terakhir ketemuan bulan lalu itu. Ternyata dia ngirimin foto waktu acara lomba pidato yang dia ikuti bulan Desember lalu yang dimuat di majalah internal kantor saya di Jepang ๐Ÿ˜€

shimauma 1

Berita tentang lomba pidato yang diikuti oleh murid saya ๐Ÿ™‚

shimauma 2

Alhamdulillah, bisa masuk majalah Jepang dengan baju kimono ๐Ÿ™‚ Bisa kelihatan kan yang mana saya ๐Ÿ˜€

Terus habis si murid kirim foto-foto tersebut, saya jadi ingat kalau saya juga pernah masuk majalah yang sama waktu tahun pertama saya kerja di sini dan disuruh menceritakan tentang suka duka yang saya hadapi sebagai penerjemah ๐Ÿ™‚ *Untung majalahnya belum dibuang :D*

shimauma 3

Inong zaman old ๐Ÿ˜€

shimauma 4

Dan itu ternyata sudah hampir 12 tahun yang lalu ๐Ÿ™‚

Terima kasih buat Arif, murid saya, yang sudah mengirimkan foto-fotonya dan bikin saya jadi bernostalgia tentang semua kejadian-kejadian selama saya kerja di sini hampir 13 tahun ๐Ÿ™‚

Halal Japan Trip 2018 bersama sepupu dan keponakan :-)

Waktu saya pulang kampung ke Aceh dua tahun lalu, sepupu saya yang tinggal di Aceh bertanya kapan saya bakal berangkat lagi ke Jepang karena dia juga ingin pergi ke Jepang. Waktu itu saya jawab bahwa rencananya sih mau berangkat sekitar November 2017 kemarin karena saya dan teman saya setelah pulang dari Jepang tahun 2015 lalu bercita-cita untuk bikin halal tour organizer dan alhamdulillah bulan November yang lalu sudah ada satu grup yang dipandu ke Jepang oleh teman saya tersebut ๐Ÿ™‚ Tetapi, karena salah seorang sepupu saya itu akan berkunjung ke Baitullah pada tahun 2017 tersebut, maka akhirnya rencana perjalanan ke Jepang ini diundur menjadi tahun ini. Dan karena saya belum pernah merasakan musim dingin di Tokyo dan berharap bisa melihat salju di sana (Yang ternyata ga kejadian ๐Ÿ˜ฆ Padahal 2 minggu sebelum saya berangkat, kota Tokyo dipenuhi oleh salju..). Dan karenaใ€€sayaใ€€inginใ€€memperkenalkan bagian-bagianใ€€dariใ€€Jepangใ€€(Khususnyaใ€€Tokyoใ€€danใ€€Yokohamaใ€€yang juga baru pertama kali ini saya kunjungi)ใ€€yangใ€€ramah terhadapใ€€muslim,ใ€€makaใ€€sayaใ€€punใ€€mencobaใ€€menyusunใ€€jadwalใ€€perjalananใ€€kaliใ€€iniใ€€denganใ€€mengunjungiใ€€tempat-tempat ramah muslim serta daftar tempat makan halal yang ada di Tokyo dan Yokohama yang harus dicoba ๐Ÿ™‚

Alhamdulillah misi tercapai dan saya sebagai pemandu wisata yang sedang dalam proses latihan berhasil menunjukkan ke saudara-saudara sepupu (Dan ponakan saya :D) bahwa Jepang juga merupakan tempat yang cukup “ramah” untuk muslim ๐Ÿ™‚

Hari pertama, 14 Februari 2018 –> Seperti biasa kalau ke Jepang dengan si udara Asia, pasti saya akan tidur di Haneda Airport ๐Ÿ™‚ #travellerhemat:D

Di hari pertama ini, kami melakukan kewajiban shalat di ruang shalat yang ada di Haneda Airport ๐Ÿ™‚

KLIA2

Tim komplit siap memulai “Halal Japan Trip 2018” *Menunggu waktu menuju Haneda di KLIA 2, Kuala Lumpur*

pose wajib

Hari kedua, 15 Februari 2018 –> KLIA 2 –> Haneda Airport –> Asakusa dan sekitarnya

Asakusa

Asakusa, kami datang ๐Ÿ™‚

Sensoji.jpg

Tujuan pertama : Sensoji pastinya ๐Ÿ˜€

Sensoji me

Salah satu spot di Sensoji yang belum pernah saya jadikan tempat foto ๐Ÿ˜€

halal ramen

Halal ramen di Naritaya Asakusa : shouyu ramen & gorogoro ramen…็พŽๅ‘ณใ—ใ‹ใฃใŸ ๐Ÿ™‚

Menu 2.jpg

Daftar menu 1

Menu 1

Daftar menu 2

Kimono me

Terus lanjut pakai kimono di tempat ini ๐Ÿ™‚

4 of us

Gadis Aceh berkimono di Asakusa ๐Ÿ™‚

Zaya

My sweet niece โค

Hari kedua ini, karena badan lumayan kurang tidur, akhirnya kami cuma jalan jalan sebentar dgn kimono di Asakusa, dan kemudian kembali ke hotel untuk shalat dan istirahat biar segar keesokan harinya ๐Ÿ˜Š

Hari ketiga, 16 Februari 2018 –> Tokyo Camii dan Tokyo Metropolitan Government Building

Agenda hari ke-2 ini merupakan agenda utama dari perjalanan Halal Japan Trip 2018 ini, yaitu berkunjung ke Tokyo Camii. Sejak pertama bikin jadwal perjalanan ini, saya sudah bercita cita untuk mengunjungi mesjid Tokyo Camii ini pada hari Jum’at agar bisa melihat bagaimana pelaksanaan shalat Jum'atย di mesjid Tokyo Camii ini. Dan alhamdulillah Allah mengijabah keinginan saya tersebut ๐Ÿ™‚ Setelah itu, saya mengajak sepupu-sepupu saya ke Tokyo Government Metropolitan Building untuk menikmati Tokyo dari ketinggian secara gratis.

Heading Tokyo Camii

Siap menuju Tokyo Camii ๐Ÿ™‚

Kaori san.jpg

Saat di stasiun Yoyogi Uehara dan sedang mencari-cari arah menuju ke Mesjid Tokyo Camii, bertemu dengan Kaori san, wanita Jepang yang pada saat itu juga akan menuju ke mesjid sehingga kami bisa jalan bersama ke mesjid dan ternyata sedang belajar bahasa Arab. Masya Allah ๐Ÿ™‚

Before Jumuah

Suasana mesjid sebelum pelaksanaan shalat Jum’at ๐Ÿ™‚

Alhamdulillah

Alhamdulillah โค

Inside Camii

Setelah tadi bertemu dengan Kaori san di luar mesjid, saat selesai shalat Jum’at, kami bertemu dengan seorang gadis Jepang lain (Yang saya lupa tanya namanya :D) yang sedang mempelajari Islam karena tertarik dengan pemikiran-pemikiran Islam. Masyaa Allah, semoga Islam makin berkembang di Jepang โค

Jualan

Suasana jualan setelah shalat Jum’at ๐Ÿ™‚

Turki Jepang

Semoga suatu hari juga bisa melihat mesjid di negara dengan bendera yang di sebelah kiri itu…Aamiin ๐Ÿ™‚

Teh botol

Di manapun makannya, apa pun makanannya, minumnya tetap si Teh Botol Sosro #bukanendorse ๐Ÿ˜€

Me and cousins

Cousins and me <3<3<3

Outside Camii

Sampai jumpa lagi, Tokyo Camii ๐Ÿ™‚

TMG

@ Tokyo Metropolitan Government Building

Arif

Ketemuan lagi dengan si murid di Stasiun Ueno ๐Ÿ™‚

Hari keempat, 17 Februari 2018 –> Harajuku dan sekitarnya

Pada hari ke-4 ini, tujuan Halal Japan Trip 2018 adalah Harajuku dan sekitarnya. Dan akhirnya setelah nyerah baca google map dan berkali-kali nanya ke orang, akhirnya nemuin juga tempat makan halal dan tempat shalat di daerah Harajuku ini ๐Ÿ™‚

Stasiun Harajuku

Jumpa lagi dengan Stasiun Harajuku ๐Ÿ™‚

Takeshita street

Takeshita Street aka Takeshita Doori

Daiso

Shopping time ๐Ÿ˜€

Wefie in Harajuku

Wefie di Harajuku…Kenapa muka saya mengkerut ya ๐Ÿ˜€

Mario Bros

Ada Mario dan Luigi Brothers lagi di Harajuku ๐Ÿ˜€

Meiji

@ Kuil Meiji

Mamo Kebab Restoran

Setelah beberapa kali ngegoogle di google map dan berkali-kali nanya ke orang, akhirnya alhamdulillah wa syukurillah ketemu juga si resto kebab halal ini ๐Ÿ™‚

Kebab.jpg

Mamo Kebab Halal

Celtic Park

Salah satu tempat shalat di Harajuku adalah di lantai 2 sebuah toko kaos bernama “Celtic Park” yang terletak di Takeshita Street. Dan toko ini gak ada papan namanya ๐Ÿ˜ฆ

Gudang

Tempat shalat di gudang Celtic Park ๐Ÿ™‚

Di malam terakhir di Tokyo ini, akhirnya sepupu saya tergoda untuk naik becak ala Jepang atau dalam bahasa Jepangnya disebut “Jinrikisha”. Tadinya kami berniat untuk naik si becak di depan Sensoji setelah beristirahat dan menaruh barang di hostel (Karena kata sepupu saya gak cakep banget sih mau naik becak Jepang tapi bawa tentengan kantong plastik :D). Tapi setelah keluar dari hostel dan kembali ke area Sensoji, ternyata sudah gak ada tukang becak satu pun ๐Ÿ˜ฆ Padahal itu masih jam 7 malam lho, dan pas kembali ke hotel satu jam sebelumnya masih banyak tukang becak yang berkeliaran di depan Sensoji. Hik..hik..pertanda kayaknya sepupu sepupu saya itu memang harus balik ke Tokyo deh ๐Ÿ™‚

Hari kelima, 18 Februari 2018 –> Yokohama, here we come โค โค โค

Agenda hari terakhir ini adalah ke Yokohama yeyyy ๐Ÿ™‚ Senang banget sayanya juga karena ini juga merupakan kali pertama saya ke Yokohama. Dan alhamdulillah saya jadi suka banget sama Yokohama…Yokohama, I am in love <3<3<3

Kabuki

Sampai jumpa, Khaosan Kabuki ๐Ÿ™‚

Ramen museum.jpg

Tujuan pertama di Shin Yokohama…

Inside ramen museum

Bagian dalam ramen museum

Yokohama

Akhirnya Yokohama ๐Ÿ™‚

prayer room

Ruang shalat di World Porters Yokohama lantai 6

Form

Sebelum menggunakan ruang shalat, kita harus minta izin ke resepsionis di lantai 1 untuk mengisi form seperti di atas dan mendapatkan kata sandi ๐Ÿ™‚

Shalat

Ruang shalat yang sangat luas ๐Ÿ™‚

Buku panduan

Buku panduan ๐Ÿ™‚

Loker

Tersedia juga mukenah dan sajadah…Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

Terrace Cafe

Makan siang dulu di sini ๐Ÿ™‚

Cup noodles

Cuma lewat saja karena sudah keburu kepengen main di Cosmo World dan takut gak ada waktu lagi kalau masuk ke sini ๐Ÿ˜€

Cosmo World

Saatnya bermain…Tempat ini buat saya sangat direkomendasikan banget. Tidak ada tiket masuk, dan cuma bayar wahana yang akan kita naiki saja ๐Ÿ™‚ Bisa jadi alternatif sebagai pengganti bagi yang menganggap tiket ke Disneyland or Disney Sea kemahalan kayak saya ๐Ÿ˜€

Cosmo Clock 21

Sejak pertama tahu si Cosmo World ini, cita-cita banget harus naik Cosmo Clock 21 ini alias bianglala ala Cosmo World ๐Ÿ™‚

Tiket

Tiket untuk naik seharga JPY 800 (Harganya ketutupan tangan saya :D)

Peace

Pose damai dari dalam si bianglala ๐Ÿ˜€

Yokohama 3

Sampai jumpa lagi Tokyo, sampai jumpa lagi Yokohama ๐Ÿ™‚ Kami pasti kembali <3<3

 

Filosofi Kanji

Itulah kenapa saya suka kanji dan masih terus belajar kanji sampai sekarang dan makasih sharingnya, MamaNisaย ๐Ÿ˜Š

catatan mama nisa

Yeaay! Postingan kedua di bulan januari! Terharu. ;โ€™)

Sebenernya udah lama nonton video ini. Ga sengaja liat di newsfeed fb. Tapi pas nonton lagi sekarang, masih terharu juga. ;โ€™)

Jadi, ini acara tv ceritanya si Gorugo artis komedian jepang lagi ngasih kuliah kanji ke anak2 sekolah.

Kanji pertama yang dia bahas adalah kanji ๅคข dan ๅถใ†. Yume (artinya : mimpi / cita2) dan kanau (artinya : terkabul/terwujud/menjadi kenyataan). Apa hubungan kedua kanji ini?

View original post 913 more words

Waktu tidur :D

Judul posting ini terinspirasi dari posting blog seseorang yang saya baca. Dan akhirnya jadi ide untuk bikin postingan pertama di tahun 2018 ๐Ÿ˜€

Saya pribadi sebenarnya adalah orang yang bisa tidur di mana saja. Awalnya dulu waktu zaman kuliah bolak-balik Jakarta-Depok, abang saya nyaranin saya untuk pulang kuliah menggunakan bis AC saja, karena kalau bis patas biasa pastilah selalu penuh dan kadang gak dapat duduk (FYI, dulu setiap berangkat kuliah di tahun pertama, saya selalu diantar sama Abang saya *yang kuliah di universitas yang sama tapi beda fakultas* yang selalu bela-belain nganterin saya pagi-pagi karena jadwal kuliah saya selalu dimulai pagi, walaupun dia sendiri kadang jadwal kuliahnya mulai siang. Dan ini berlangsung sampai si Abang lulus kuliah ๐Ÿ™‚ Tapi pulangnya saya selalu sendiri. Love you, Bang Akbar :-)). Nah, saya pun mengikuti saran beliau untuk naik bis AC walaupun ongkos saat kuliah itu jadi berat di transport ๐Ÿ˜ฆ *Tapi entah kenapa alhamdulillah cukup-cukup aja deh waktu itu buat sekali-kali jajan pizza di mal Depok yang jadi favorit sayaย  dan sohib zaman kuliah saya dulu :-)* Dan memang saran ini terbukti ampuh. Karena selain nyaman, saya pun bisa menghabiskan waktu selama sekitar dua jam perjalanan tersebut dengan tidur ๐Ÿ˜€ Bahkan setelah sebulan pertama bolak balik Jakarta Depok, tubuh saya jadi terbiasa tertidur dari mulai daerah Pasar Minggu setelah ditagih ongkos oleh kondektur dan otomatis terbangun di sekitar Slipi karena saya akan turun di daerah Grogol ๐Ÿ˜€ Dan karena kebiasaan itulah, sejak saat itu, saya mulai terbiasa bisa tidur di kendaraan umum ๐Ÿ™‚ Selain itu, saya juga alhamdulillah sudah pernah ngerasain tidur di bandara *Walaupun gak begitu pulas karena lampu yang terang benderang dan baru di satu bandara saja sih* seperti di cerita yang ini, yang ini, dan pas pergi yang ini juga ๐Ÿ™‚ *Buset, si Inong demen banget ya tidur di Haneda Airport ๐Ÿ™‚ dan dalam waktu dekat bakal tidur lagi nih di Haneda insyaa Allah :D*

Nah, selain itu kalau tidur saya adalah tipe orang yang harus tidur dalam keadaan gelap, walaupun di beberapa kondisi (Misalnya saat ngantuk berat atau lagi malas matiin lampu :D), saya pun tetap bisa tidur pulas dengan lampu menyala. Waktu pertama kali ke Jepang dan tinggal di apartemen sendirian, minggu pertama saya belum berani matiin lampu saat mau tidur karena masih ada sedikit rasa takut. Tapi memang berasa saat bangun pagi di minggu pertama tersebut, badan berasa tidak fit serta gak segar dan jadi ngantuk sepanjang hari karena terbangun terus di tengah malam karena lampu yang terang ๐Ÿ˜ฆ Lalu, akhirnya di minggu kedua saya pun mulai memberanikan diri untuk tidur dengan mematikan lampu walaupun keadaan apato jadi gelap gulita karena tak ada satu pun lampu yang saya nyalakan. Tapi alhamdulillah, saat bangun pagi memang berasa jadi fit dan segar serta tidak ngantuk sepanjang hari karena tidak terbangun di tengah malam ๐Ÿ™‚ Akhirnya saya pun berhasil tidur dengan lampu dimatikan sampai saatnya saya pulang dari Jepang ๐Ÿ˜€ Demikian juga saat saya ke Koga bulan lalu dan nginap di hotel sendirian. Dan dari hari pertama alhamdulillah sukses tidur dengan lampu dimatikan ๐Ÿ˜€

Kalau kalian tim yang mana, tim gelap atau terang? Dan tim bisa tidur di mana saja atau harus di tempat tertentu?